I Remember You

I Remember You
Perlakuan Manis


__ADS_3

" Dan kalian semua, terutama kau kucing liar ikut denganku. Ayo, kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" Tanya Armand menatap sedikit panik ke arah Bonee.


Wanita itu jadi semakin baper di perhatikan sebegitunya oleh Armand. Ia hanya bisa mengangguk pelan, memang keadaannya baik-baik saja, jika tidak ada wanita yang tadi menolong dirinya.


" Tunggu! Kucing liar? Bagaimana kau bisa mengenal wanita yang telah menyelamatkanku? " Tanya Bonee bingung ketika ia baru sadar, jika tadi Armand memanggil wanita itu dengan sebutan kucing liar, terdengar begitu dekat dan intim. Tentu saja Bonee merasa cemburu di buatnya.


" Nanti aku jelaskan! Dan ya, sebaiknya kita semua pergi ke Resort kami untuk beristirahat, sebab hari memang sudah larut." Ajak Armand menatap semuanya.


" Sorry Ar, bukan maksud menolak ajakanmu. Namun saat ini keadaannya sudah genting, Bryan dan Ariell mereka kembali mengalami kecelakaan dan saat ini hanya Tante Lidya yang menunggu mereka di rumah sakit, selebihnya aku hanya bisa bantu menemani anak-anak, aku dan Owl juga Adikku harus pergi sekarang juga, ayo." Ajak David pada Owl juga Catie.


" Astaga! Bryan dan Ariell kecelakaan? Tunggu! Adik katamu? Dia Adikmu?" Tunjuk Armand ke arah Catie, pria itu bahkan terbelalak saat melihat penampilan yang tak biasa dari wanita yang masuk ke dalam anggotanya selama ini.


" Ya benar dia Adikku. Sorry, Ar. Aku tidak bisa menjelaskan sekarang, waktunya sangat mendesak, bisa kita ngobrol di lain waktu saja?" Ujar David yang sudah amat gelisah saat ini. Ia hanya ingin cepat segera kembali ke kota dan menemani putra juga putri sahabatnya saat ini, kendati sudah ada mbak yang menemani mereka, namun hatinya tetap saja tidak tenang.


Armang mendesah panjang, walau ia amat penasaran terkait status dari wanita itu, namun ia tidak boleh egois di saat waktu yang tidak tepat seperti sekarang.


" Baiklah, kalian semua hutang penjelasan padaku, terlebih kau Nona kucing. Kami juga akan kembali, aku rasa dalang di balik semua ini masih sama, kurang ajar si Bram tua bangka. Lain kali aku sendiri yang akan meringkusnya dan memasukkannya ke dalam kandang buaya." Geram Armand dengan mata berapi-api.


Pria itu amat sangat menyesal malam ini gagal meringkus buruannya. Namun ia bertekad setelah ini, ia akan semakin waspada dan jauh teliti lagi. Akhirnya setelah pertimbangan dari kedua belah kubu, mereka semua kembali ke kota dimana tempat tinggal sahabat malangnya itu sedang berjuang antara hidup dan mati, berjuang kembali di dalam ruang oprasi.


**


" Bagaimana dengan Ariell, kasihan bayi mereka yang masih dalam kandungan." Lirih Bonee terlihat sangat khawatir. Bahkan ia melupakan rasa cemburunya sesaat tadi.

__ADS_1


" Semoga semuanya baik-baik saja, dan kurasa Bryan dan Ariell mampu melewati cobaan ini lagi. Ini bukan yang pertama kali terjadi pada mereka berdua, dan pasti keajaiban selalu berada di sekitar orang-orang yang baik." Doa tulus Armand ia panjatkan untuk kedua sahabatnya yang saat ini tengah berjuang.


" Aamiin." Sahut Bonee kemudian. Saat ini mereka semua tengah berada di dalam Hely yang sedang terbang menuju salah satu kota di pulau sulawesi tersebut.


Beberapa jam kemudian mereka tekah sampai di kota, awalnya Armand akan mengantarkan Bonee ke kediaman Bryan saja, namun wanita itu bersikukuh ingin ikut, akhirnya Armand pun mengajak serta Bonee dan yang lainnya segera meluncur ke rumah sakit umum guna memastikan keadaan sahabatnya sendiri.


" Tan, gimana? Maaf kami baru datang." Ujar Armand dengan nada panik melihat ke arah pintu ruangan yang masih tertutup di hadapannya saat ini, ia yakin sahabatnya ada di dalam sana.


" Iya, Tante maklumi itu, tetapi memangnya kalian dari mana? Kok bisa tahu Bryan dan istrinya kecelakaan, maaf kalau Tante belum sempat mengabarimu tadi saking paniknya. Dan belum ada tanda-tanda Bryan akan siuman begitu juga Ariell masih ada di ruang operasi hingga kini. Tante memikirkan keadaan calon bayi mereka yang masih dalam kandungan, Tante rasanya tidak kuat jika harus menjalani seorang diri seperti ini Mand." Terang Lidya panjang lebar, ia merasa butuh seseorang untuk bisa memberikannya kekuatan juga kesabaran untuk menghadapi cobaan hidup ini kembali.


" Iya Tan, Armand bisa mengerti itu. Semoga Bryan, Ariell begitu pun calon bayi-bayi mereka bisa terselamatkan, Aamiin. Jadi kapan Bang Fredly sampai sini Tan? Maaf Armand tidak bisa menemani Tante, mungkin yang bisa Armand lakukan saat ini hanyalah mencari dan menghabisi orang yang menjadi dalang dari semua ini. Armand berjanji akan hal itu, orang itu akan membusuk di balik jeruji besi." Geram Armand yang sudah terasa gatal ingin segera berburu, ia bahkan tidak melihat dan membaca perasaan seseorang yang ada di sampingnya saat ini saking marah dan kesal.


" Ya, Tante hanya bisa berdoa semoga penjahatnya segera terkangkap dan menirima akibatnya dengan setimpal. Dan kamu juga harus hati-hati Mand, jaga diri baik-baik, Tante pasrahkan segalanya padamu ya, Tante hanya bisa meminta bantuan darimu." Pinta Lidya bersungguh-sungguh.


Keduanya tidak sadar siapa yang sedang mereka bicarakan sangat berpengaruh teehadap wanita yang juga sedang berdiri tak jauh dari mereka. Mungkin karena rasa amarah yang sudah memuncak juga rasa khawatir, gelisah yang terus menggerogoti keduanya hingga tidak melihat wanita yang juga mendengar semua pembicaraan mereka berdua.


Gerutu Bonee menatap nanar ke arah bangku kosong yang ada di seberangnya saat ini. Lalu pangangannya beralih menatap ke arah wanita paruh baya yang sedang berdiri bersama Armand.


Jika saja Tante tahu, ini semua adalah perbuatan Papi, entah bagaimana jadinya? Maafkan Papi Tan, karena sudah membuat putra dan juga menantumu celaka, sungguh ini semua di luar dugaanku. Sudah sejauh mana kejahatan yang Papi lakukan pada semua orang? Atau jangan-jangan kecelakaan mereka yang pertama kali waktu itu juga semua adalah perbuatan Papi? Sungguh Papi adalah iblis berwujud manusia.


Jerit Bonee kembali, hingga ia tak sadar ada seseorang yang mendekat ke arahnya." Bonee, ya ampun maafkan Tante tidak menyadari kehadiranmu sedari tadi. Ini kenapa penampilanmu seperti ini, kau mendapatkan luka dari mana ini?" Panik Lidya yang melihat ada luka goresan juga memar di dua lengan wanita itu.


Armand yang mendengar hal itu, tak kalah panik. Sebab ia tak Bonee terluka di manapun, bagaimana ini bisa terjadi? " Kenapa kau tidak mengatakannya? Ayo ikut aku." Ajaknya seraya merangkul bahu kecil Bonee berjalan ke arah tempat lain, setelah berpamitan kepada Lidya terlebih dahulu.

__ADS_1


Begitu sampai di depan ruang suster, Armand segera memerintahkan kepada salah seorang suster untuk mengobati Bonee, pria itu terlihat begitu perhatian dan manis pada wanita itu, membuatnya semakin berbunga-bunga mendapatkan perlakuan itu.


Setelah selesai mereka kembali ke tempat dimana Bryan dan Ariell masih di tangani di ruangan masing-masing. Setelah cukup mengobrol panjang lebar dan menemani Mama Lidya. Lidya meminta keduanya untuk pulang saja istirahat, ia tahu mereka baru saja dari perjalanan jauh, pasti keduanya kelelahan.


" Kalian menginap di kediaman Bryan saja, sekalian menitip para cucu-cucu Tante ya di rumah, ya walau ada mbak yang menjaga mereka, namun tetap saja Tante merasa khawatir." Pinta Lidya serius, berharap keduanya menuruti keinginanannya.


" Baiklah Tante, Armand akan mengantar Bonee sebentar, lalu kembali kesini lagi." Sahut Armand yang tak akan membiarkan Mama sahabatnya itu sendirian. " Kalian tolong jaga Tante Lidya sebentar ya, aku akan segera kemabli kesini." Titah Armand menatap dua pria sahabatnya yang tidak lain adalah Bruno dan juga Percy.


Sepeninggalan Armand dan Bonee tinggallah Lidya dan dua pria tersebut, saling diam dengan pikiran-pikiran masing-masing.


" Setelah ini kau tinggal di kediaman Bryan saja ya. Tunggu sampai keadaannya membaik." Pinta Armand yang sebenarnya adalah sebuah perintah agar Bonee menuruti permintaanya.


" Aku—Sepertinya aku akan pulang sebentar untuk mengambil sesuatu. Aku yakin Papi tidak mungkin kembali ke rumah saat ini." Ujar Bonee yang begitu yakin akan dugaannya sendiri.


" Jangan membantahku, turuti saja apa yang aku ucapkan tadi." Desis Armand yang terlihat kesal sebab Bonee tidak mendengarkan permintaannya.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2