I Remember You

I Remember You
Nakal Sekali!!


__ADS_3

PoV Richard


" Mama sedang apa?" tanyaku tiba-tiba, seketika membuat Mamaku terjingkat kaget, karena mungkin ia tidak menyadari bahwa aku sudah berdiri di belakangnya beberapa detik yang lalu.


Tadi saat Mama pamit akan ke kamar Val, tak lama aku juga ikut naik ke atas karena ingin mengambil ponselku yang on charge di atas nakas samping tempat tidur.


Begitu sampai di lantai atas aku melihat pintu kamarku yang sedikit terbuka, membuatku curiga, atau jangan-jangan Mama yang ada di dalam kamarku?


Aku pun segera masuk ke dalam dengan membuka pintu kamar dengan pelan, langkahku pun aku pelankan agar tidak ketahuan Mama jika aku sedang berada di dalam kamarku.


Dan ternyata benar dugaanku, ada Mama disana sedang berdiri di dekat ranjang, entah sedang melakukan apa, aku tidak bisa melihatnya. sebab Mama berdiri membelakangiku.


Dengan sedikit penasaran aku berjalan semakin dekat ke ranjang, dan sedikit mengintip kegiatan apa yang sedang Mama lakukan, namun tidak ada yang aneh hanya saja Mamaku seperti seusai membereskan suatu benda.


Mama masih membelakangiku dan seperti sedang memegangi sesuatu di tangannya, membuatku semakin penasaran." Apa yang Mama bawa itu?" tanyaku kembali, saat Mama masih terdiam.


" Astaga Rich, kau mengejutkan Mama. bagaimana jika jantung Mama bermasalah? kau ini! tidak ada apa-apa! kenapa cepat sekali kau sudah akan tidur?" ucap Mama mencoba mengalihkan pembicaraan.


Aku hanya menghendikkan kedua bahuku, sambil terus melihat benda apa yang tengah Mama pegang itu. " Sini Rich mau lihat?" tanyaku lagi.


Namun lagi-lagi Mama bergeming dan mencoba menghindarku, ia mulai berjalan menjauh dan menyembunyikan benda yang ia bawa tadi di balakang punggungnya." Mama ini aneh sekali." gerutuku malas meladeni Mama, aku mengambil ponsel lalu mencabutnya dari kabel charge .


" Tidak ada apa-apa sayang. Mama hanya ingin melihat kamarmu saja, dan ternyata tidak ada masalah. baiklah Mama tinggal dulu." pamitnya, ia pun melangkah pergi.


" Untung saja." aku sedikit mendengar gumaman Mama barusan karena masih berada di dekatku , namun tidak terlalu jelas aku pun tidak paham.


Kemudian tak lama menyusul Mamaku yang sudah keluar terlebih dahulu, berjalan sedikit cepat sebab Zoey masih ada di lantai bawah, dan saat aku hampir sampai terdengar suara sedikit bising di bawah sana. pasti itu Papa dan juga Val adikku yang baru saja pulang.


" Malam Pa, larut sekali Papa baru pulang." sapaku yang baru sampai kemudian duduk di samping istriku yang sedari tadi tak beranjak, kami semua sedang duduk di sofa ruang tengah.


Istriku sekarang sudah sedikit berubah, tidak seperti singa betina yang selalu marah-marah tidak jelas, semenjak kemarin malam. atau jangan-jangan karena kita sudah melewati malam yang panjang, malam yang sangat menggairahkan bagi kami, membuatnya patuh dan menurut padaku. tentu saja aku senang. ( Itu si babang Rich yang mau, wkwkwk )

__ADS_1


" Iya nak, tadi ada sedikit masalah di perusahaan, tapi sekarang sudah lebih baik." jelas Papa menatapku.


" Ada masalah apa Pa? kenapa Papa tidak bercerita padaku, siapa tahu aku bisa membantu Papa." pintaku bersungguh-sungguh.


Papa tersenyum membalas tatapanku, " Terima kasih nak, tapi Papa sudah membereskannya. kau tidak perlu khawatir. sekarang lebih baik pikirkan saja tentang rencana bulan madu kalian, apa kalian tidak mau berbulan madu?" tanya Papa menatap kami secara bergantian.


" Wah, Kakak ipar akan pergi berbulan madu? ke negara mana nih?" goda Val tersenyum nakal pada kami.


" Husst, kau itu anak kecil tahu apa? tahunya pacaran saja kau itu! " sahutku ikut menggoda , aku senang sekali menggoda adikku ini, jika sedang kesal membuatku sangat gemas.


" Hiiih, Kakak! kecil-kecil begini aku juga bisa membuat anak kecil lho." tantangnya terlihat serius.


Wait! apa barusan dia bilang? aku tahu kami para orang barat bukanlah hal yang tabu melakukan hal seperti itu, bahkan sudah menjadi budaya kami, banyak para gadis seusia adikku sudah tidak gadis lagi, namun aku sangat menentang adikku yang masih sekolah seakan biasa membahas hal seputaran dewasa semacam ini.


Apalagi Mama yang memang asli keturunan orang timur menjaga adat disana, karena itu adalah hal yang tabu jika di lakukan di negara sana. yang tidak ingin anak-anaknya terjerumus dalam pergaulan bebas, begitu pun denganku, bukannya aku pria naif, sebagai pria normal siapa yang tidak akan tergoda dengan kenikmatan yang berada di depan mata.


Namun aku sangat menjaga kesehatan tubuhku sendiri, tidak ingin mati konyol hanya dengan alasan ingin mencicipi tubuh para wanita di luar sana, bahkan siapa yang menjamin mereka semua mempunyai penyakit yang menular atau tidak! dan aku juga tidak ingin menyesal di kemudian hari.


Dan aku sangat beruntung, aku adalah pria pertama yang mendapatkan mahkota kesucian istriku, berarti dia memang sangat mencintaiku, terbukti ia menjaga dengan baik harta berharganya. sebab aku sering mendengar ia mengigau menyebut nama kecilku. seandainya ia tahu, bagaimana reaksinya?


" Sebenarnya kami belum ada rencana kesana dalam waktu dekat Pa, Val." sela Zoey yang paham situasinya mulai memanas sambil melirikku, menggerakkan sebelah alisnya.


Aku yang langsung paham pun segera akan menimpali, kurasa Zoey menyuruhku untuk tidak membicarakan rencana bulan madu. memang aku pun belum ada waktu dalam minggu-minggu ini. " Iya benar, Papa dan Mama tidak perlu memikirkan tentang hal itu, kami juga sedang di sibukkan dengan tugas kuliah, mungkin kita undur saja iya 'kan sayang." jelasku sambil menggenggam mesra tangannya.


Zoey hanya mengangguk sambil tersenyum, tak lama aku melihat Mama turun dari lantai atas. " Papa kapan pulangnya? maaf tadi Mama lagi ada di atas, Papa sudah makan?" tanya Mama sambil merangkul pundak Papa di hadapan kami semua.


" Belum, Papa ingin membersihkan diri terlebih dulu Ma." jawabnya sambil beranjak berdiri, mereka berdua berjalan pergi meninggalkan kami bertiga.


Astaga aku sudah tidak heran lagi, Papa dan Mamaku ini memang sudah tidak ingat dengan usia, mereka saling merangkul mesra berjalan ke arah kamar utama. seperti pasangan muda yang baru menikah saja.


Aku dan Val sudah terbiasa melihat kebersamaan mereka yang selalu saja memperlihatkan kemesraan yang membuatku tersenyum geli, namun aku pun memaklumi, mungkin jika aku sedang berduaan dengan Zoey pun akan seperti itu. akan tetapi mungkin tidak dengan Zoey yang saat ini merasa malu atau justru salah tingkah hingga ia memalingkan wajahnya ke arah samping.

__ADS_1


Membuatku menyeringai, setelah sudah lama tinggal disini, aku yakin dia akan terbiasa nantinya melihat pasangan suami istri yang menolak tua itu, terlebih Mamaku yang selalu tampil cantik walau hanya berada di dalam rumah seharian.


Jika aku menegurnya, Mama hanya menjawab 'Papa lebih suka Mama berdandan seperti ini di dalam rumah, dari pada di luar sana', begitulah yang selalu aku dengar. aku pun tak mau ambil pusing, memang tingkah Calon Nenek satu ini memang membuat semua yang melihatnya mengelengkan kepala.


Namun aku tetap sayang padanya, kami bertiga berusaha membuat Mama merasakan kebahagiaan, sebab kami tahu Mama mempunyai penyakit yang sewaktu-waktu bisa kambuh jika sesuatu terjadi padanya.


Seketika aku teringat ucapan Mama tadi saat kami makan malam, yang menantikan seorang cucu. aku pun ikut mengusap perut istriku sambil berdoa 'semoga benih yang aku tanam cepat tumbuh di perut istriku'. hingga tak sadar tanganku sudah mengusap area yang menjadi favorite ku.


Hingga membuatnya menoleh dengan cepat ke arahku, sambil menepis secara halus tangan yang tadi mengusap area itu. jangan lupakan tatapan tajamnya, yang akan menerkamku seolah aku adalah hewan buas yang akan menerkam anaknya.


" Tanganmu nakal sekali!!" desisnya begitu pelan, aku hanya menyengir kuda memperlihatkan deretan gigi putihku.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2