
Setelah sampai di kamar tempatnya menginap Rich melihat pemandangan yang indah, Zoey terlelap bersama Mike di atas ranjang besar itu. Namun ada yang membuatnya tersenyum geli, seharusnya sang putra yang di peluk, namun ini sang Mama yang di peluk oleh putra kecilnya, menggemaskan sekali bukan!
Cekrek!
Rich berhasil mengabadikan moment tersebut ke dalam ponsel miliknya, masih terus tersenyum memandangi bidikannya tersebut, hingga tak lama suara serak khas bangun tidur mengudara di ruangan itu, ternyata istrinya terjaga dari tidurnya.
" Sayang, apa yang sedang kau lakukan! kenapa tersenyum sendiri?" tanya Zoey menatap Rich dengan keadaan setengah duduk, dengan tangannya mengusap-usap puncak kepala Mike.
" Tidak ada sayang, aku akan bersih-bersih sebentar." pamitnya melipir berjalan ke arah kamar mandi.
Tak lama ia keluar dengan memakai handuk setengah saja yang di lilitkan di pinggang jantannya itu, dan itu tampak sedang menantang Zoey malam ini, " Kau sengaja menggodaku?" tanyanya dengan memicingkan kedua netranya.
" Tidak! Mana ada, mungkin kau sendiri yang sudah bergair4h sayang." lirih Rich yang seolah mengerti dengan keadaan istrinya. Namun itu justru membuat Rich sangat bahagia sekali, tanpa harus susah-susah merayu atau menggoda Zoey.
Justru istrinya itu yang akan tergoda atau menggodanya, memang di kehamilan kedua ini, Zoey terlihat cepat sekali terangs4ng hanya karena melihat tubuh kekar suaminya, dan Zoey pun langsung menyerangnya duluan tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dan Zoey-lah yang sekali memimpin. Itu jauh lebih menguntungkan seorang Richard Taro bukan?
Dan seperti yang sudah-sudah, Zoey saat ini sudah berjalan merangkak mendekati Rich yang sedang duduk di tepi ranjang mereka, sementara Mike ada di ranjang lain yang tak jauh dari ranjang mereka berdua.
Rich memang sengaja memesan satu kamar yang memiliki dua tempat tidur yang luas agar bisa membuat mereka bertiga nyaman, sebenarnya itu hanya keinginannya jika tiba-tiba ia sedang ingin, tidak mungkin mereka berdua akan bergulat di atas ranjang yang sama dengan sang putra bukan?
" Kenapa? Kau menginginkannya hemm,,?" tanyanya sengaja menggoda Zoey dengan menaik turunkan kedua alisnya itu.
Namun Zoey tak ingin menjawabnya, ia justru sudah mendorong d**a Rich membuat pria itu terlentang pasrah di atas ranjang." Tunggu aku matikan dulu lampunya." ujarnya kembali kemudian turun dan mematikan lampu ruangan dan hanya menyisakan lampu tidur yang ada di belakang headboard di dua ranjang mereka.
" Kau jadi sangat liar sayang,, tetapi aku menyukainya." lirih Rich dengan suara paraunya saat istrinya itu sedang memberikan stimulasi pada tubuh atasnya, yang sedang membangkitkan gair4hnya.
Tanpa menjawab Zoey terus bergerak di atas tubuh Rich yang sudah polos, entah sejak kapan handuk itu terlepas dari tubuhnya Rich tidak menyadari itu. Mungkin di saat dirinya tengah di buat melayang oleh istri tercintanya ini.
Dan terjadinya pergumulan panas di antara mereka berdua, yang posisinya tetap sama. Zoey berada di atas mendominasi sedangkan Rich terlentang pasrah di bawahnya, namun juga ikut membantu menggerakkan pinggulnya dan pinggul sang istri, ia tidak ingin membuat istrinya itu semakin kelelahan dengan aksinya.
Hingga tak lama suara lenguhan panjang terdengar dari mulut Rich, sementara Zoey sudah jatuh terkulai di atas tubuh suaminya karena sudah meledak beberapa kali tadi, membuat tenaganya terkuras habis tak berdaya.
Rich menurunkan tubuh Zoey ke samping dengan hati-hati lalu ia peluk erat pinggang yang mulai tidak ramping itu dari arah belakang sembari menenggelamkan kepalanya ke ceruk sang istri menghirup dalam aroma khas yang ia sukai bercampur dengan bau peluh percintaan mereka barusan.
" Thank you dear, good night and sweet dreams." bisik Rich mengecupi kening dan juga puncak kepala istrinya yang tak lama ikut terlelap juga.
__ADS_1
*Keesokan harinya..
Kyle, Bryan, Richard, Lucas, Andrew dan Felix kini mereka sudah berkumpul di sebuah Resto yang letaknya tidak jauh dari hotel tepat Rich menginap, sebab setelah ini mereka akan kembali ke tempat asal masing-masing.
Richard yang baru teringat sesuatu langsung menanyakan taruhan konyol yang di lakukan oleh dua sahabat jomblonya itu. Andrew dan Kyle, siapa lagi. Andrew yang mendengar pertanyaan dari Rich justru tertawa geli, sebab ia masih ingat betul tragedi yang di alami tersangka pelaku utama.
" Jadi kau mendapatkan hadiah semalam?" tanya Rich menahan tawanya kepada Kyle.
Sungguh para sahabatnya masih menertawakan apa yang tengah Kyle alami semalam, malang sekali nasibnya. Kyle yang biasanya tidak pernah di tolak oleh seorang wanita, tetapi tadi malam setelah mendapatkan yang ia mau, namun ia juga mendapatkan hadiah berupa tamparan manis di sisi wajahnya. Kejantanan Kyle seolah langsung meredup seketika.
Saat mereka maiah asik berbincang tiba-tiba saja terdengar bunyi dering ponsel dari saku Richard yang langsung menghentikan aksi tawa mereka semua. " Sssttt,,tunggu sebentar." pintanya meminta para sahabatnya untuk diam.
Richard langsung merogoh ponselnya dan langsung mengangkat panggilan dari nomor asing.
"Yaa Hallo," ujarnya saat panggilan sudah terhubung.
" With Mr. Taro? Sorry, we just want to inform you that your wife is currently being treated at the hospital. For more details, you can come to Kasih Ibu Hospital.( Dengan Pak Taro? Mohon maaf kami hanya ingin menginformasikan bahwa saat ini istri anda sedang dirawat di rumah sakit. Untuk lebih jelasnya bisa datang ke RS Kasih Ibu.)" seru seorang perawat di seberang sana.
" Whatt? Okay I'll be there soon
"Sepertinya ada sesuatu yang tengah menimpa Richard barusan?" ujar Lucas curiga, yang lain pun ikut mengangguk.
Sementara di luar Resto saat Richard dengan tergesa-gesa berlari keluar, setelah menerima panggilan. Dia tidak menyadari ada seorang pria yang menabraknya dari arah samping.
Membuat dia hilang keseimbangan.
Bruuukkk...."Aww iisshhh."
Rintih Richard seketika tubuh sampingnya mencium aspal, lelaki berbadan besar tegap yang menabraknya hanya bilang sorry lalu dengan cepat ia menghilang bak di telan bumi. Beberapa orang di sekitar situ langsung membantu Richard berdiri.
"Anda tidak apa-apa Tuan,?" tanya seorang pemuda yang menolongnya tadi.
"It's oke.!" jawabnya sambil berjalan tertatih.
"Maksud saya itu tangan tuan tidak apa-apa?" tanya pemuda itu lagi memastikan. Karena ia melihat lengan Richard sudah mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1
Richard langsung melihat lengannya benar saja yang di katakan pemuda itu,"Aaahh pantas saja sedikit perih," gumamnya, "Saya baik-baik saja dan terima kasih banyak dek atas bantuannya." pemuda itu pun tersenyum mengangguk.
Richard pun segera berjalan ke arah mobilnya. tak habis pikhir baru dua hari di Bali membuatnya sudah dua kali juga mengalami peristiwa BERTABRAKAN dengan seseorang.
Shiitt,,!! umpatnya menahan rasa ngilu di lengannya saat ia menambahkan gigi persneling mobilnya yang ia sewa selama berada di kota ini.
Ya saat mereka baru saja menginjakkan kaki di bandara seseorang tiba-tiba menabrak tubuhnya dari arah belakang, dan baru saja seseorang juga menabraknya hingga melukai lengannya. Double Shiitt!!.
Richard langsung pergi ke rumah sakit sekalian untuk mengobati luka di lengannya. Ia sudah tampak gelisah memikirkan istri dan putranya juga calon buah hati mereka yang masih berada di dalam perut.
" Semoga semuanya baik-baik saja," gumamnya pelan sambil terus berdoa agar semuanya baik-baik saja.
Sesampainya di rumah sakit yang di sebut oleh perawat yang menghubunginya tadi, Rich langsung berjalan menuju ruang ICU saat tadi sudah bertanya pada Resepsionis dan juga langsung mengisi data snah istri.
" Sayang, apa yang terjadi?" tanyanya panik berlari mendekat di samping sang istri saat melihat kondisinya yang sedang berbaring di atas ranjang kecil rumah sakit. Sementara Mike putra mereka tengah berbaring terlelap di sofa tak jauh dari pintu masuk.
" Tadi perutku sakit sekali sayang." keluhnya manja membuat Rich merasa bersalah tadi sudah meninggalkan mereka berdua di hotel untuk bertemu dengan para sahabatnya.
Rich langsung membawa tubuh Zoey ke dalam pelukannya, ia dekap erat, sembari mengusap-usap puncak kepalanya," Maafkan aku sayang. Sekarang istirahat lagi ya, aku akan pergi menemui Dokter sebentar." titahnya yang langsung di angguki oleh Zoey.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.
__ADS_1