I Remember You

I Remember You
Panik Berujung Sesal.


__ADS_3

Rich yang baru saja sampai di perusahaan segera bergegas ke ruangan sang Papa, ia semakin penasaran ada masalah apa hingga Papanya itu memintanya untuk segera ke kantor, semoga bukan masalah yang rumit.


Rich mengetuk pintu kaca besar yang ada di hadapannya, begitu mendengar sahutan dari dalam ia segera masuk dan ternyata di dalam sudah ada beberapa kepala staf kantor dan juga Papanya Gustav, nampak raut wajah mereka yang tegang, membuat Rich berasumsi bahwa memang ada hal yang terjadi di perusahaan.


" Ada apa ini? Kenapa semua berkumpul disini?" Rich menatap satu persatu orang disana lalu terakhir tatapannya berakhir ke arah sang Papa." Ada apa Pa? Jelaskan pada Rich!" Pintanya yang sudah tidak sabar.


" Sepertinya ada salah satu karyawan kita yang sengaja membocorkan rahasia perusahaan kita kepada perusahaan lain yang menjadi saingan kita yang kini di pegang oleh putranya Leondardo yang jelas isinya disana sama persis dengan kita , Papa rasa_


" Tunggu Pa! Leonardo? Namanya seperti tidak asing." Seketika Rich ingat bahwa dia adalah teman masa kecilnya dulu, namun bukan itu yang membuat Rich terkejut melainkan, pria itulah yang dulu memanipulasi, dan mengaku sebagai dirinya. Hingga ia kehilangan istri dan anaknya dulu.


" Ada apa Son?" Gustav nampak melihat putranya itu dengan kehetanan begitu pula dengan orang staf lainnya yang ikut menatap putra pemilik perusahaan yang kini statusnya sebagai CEO mereka.


" ****!! Brengs3k! Dia Pa orangnya." Desis Rich menatap tajam pada sang Papa yang membuat Gustav semakin keheranan di buatnya. Rich baru sadar jika dulu ia tidak sempat menceritakan pada kedua orangtuanya perihal siapa dalang di balik hilangnya Zoey. Dan itu sudah jelas saja membuat sang Papa kebingungan.


" Orangnya siapa yang kau maksud Rich? Katakan dengan jelas!" Gustav semakin di buat penasaran oleh putranya sendiri, sekilas ia menatap ke arah para stafnya, lalu kembali menatap sang putra.


" Leonardo, dia yang dulu membawa Zoey Pa, dia-lah yang mengaku-ngaku sebagai Leo kecilnya Zoey. Ternyata belum puas dia bermain-main dengan kita!" Geram Rich yang siap berbalik badan namun tangannya di cekal lebuh dulu oleh Gustav.


" Kau mau kemana? Kita tidak punya bukti Son!" Perkataan Papanya membuat langkah Rich terhenti, kemudian berbalik menatap sang Papa.


" Lalu kalian semua hanya diam saja begitu! Dia akan terus mempermainkan kita jika kita tidak bertindak cepat. Papa serahkan saja padaku, kau bisa mengandalkanku kali ini." Setelah mengatakn demikan Rich pun keluar dari ruangan sang Papa.

__ADS_1


" Dasar b*******n! Masih untung dulu aku tidak membuatmu mendekat di jerusi besi seumur hidupmu! Kali ini kau masih mencoba bermain-main denganku! Kita lihat saja, siapa yang akan menang." Gerutunya yang terus saja mengumpat sepanjang jalan menuju ke ruangan pribadinya.


Saat baru akan duduk di kursi kebesarannya, ponselnya tiba-tiba berdering. Dan itu panggilan dari Mansionnya, seketika rasa gelisah dan tidak tenang menghantuinya. Tanpa menunggu lagi, ia segera mengangkat panggilan tersebut.


" Ya, hallo."


" Maaf Sir, Nyonya tiba-tiba mengalami kontraksi hebat bahkan air ketubannya sudah pecah sedari tadi, dan saat ini Nyonya dalam perjalanan ke rumah sakit. Saya_


" Apa!!?? Istriku akan melahirkan? Di bawa kemana dia? Aku akan segera menyusul kesana." Setelah mendapatkan alamat rumah sakit dimana istrinya berada, Rich dengan sangat terburu-buru ia keluar meninggalkan kantor.


Tak perlu butuh waktu lama, Rich sudah sampai ke RSU khusus Ibu dan anak. Ia secara asal memakirkan mobilnya dan bergegas berlari menuju meja Resepsionis untuk meminta keterangan dari mereka.


" Thanks Sus." Setelah di beritahu bahwa Zoey saat ini tengah berada di ruang bersalin, ia pun berlari menyusuri lorong-lorong panjang dan dari kejauhan ia sudah melihat Mamanya tengah duduk di bangku tunggu di depan ruang bersalin.


" Rich akhirnya kau datang! Tenang dulu, sebaiknya temani istrimu di dalam, Mama nggak kuat tadi langsung keluar." Tanpa di suruh dua kali, Rich segera mendorong pintu kaca besar yang ada di hadapannya.


" Maaf anda siapa?" Tanya seorang suster padanya. Bukannya menjawab, Rich berjalan semakin dalam dan detik berikutnya ia langsung memeluk tubuh Zoey yang tengah meringis menahan rasa sakit luar biasa.


" Sayang, maafkan aku. Tidak seharusnya aku meninggalkanmu tadi, ini semua salahku. Tolong bertahanlah demi aku dan juga demi anak-anak, aku akan terus disini menemanimu. Ku mohon kuatlah sayang." Setelah memeluk dan menciumi wajah istrinya, kini ia menggenggam salah satu telapak tangan Zoey.


Sementara Zoey berusaha tersenyum, setidaknya ia mempunyai kekuatan sekarang. Senyuman dengan menahan rasa sakit yang terus saja datang walaupun hanya sesaat-sesaat saja. " Aku kuat kok, apalagi ada kamu disini." Lirihnya masih berusaha tersenyum.

__ADS_1


Melihat wajah istrinya yang semakin pucat, Rich pun menjadi semakin tidak tega. Ia sadar istrinya tengah menahan rasa sakit yang mungkin itu sangat luar biasa, ia hanya bisa meremasi dan menciumi puncak kepala sang istri sebagai bentuk memberikan kekuatan untuknya.


Kalau bisa di tukar, Rich lebih rela dirinya yang merasakan sakit, daripada sang istri. Namun apalah daya, ini semua sudah menjadi takdir untuk semua wanita yang melahirkan seorang anak. Kemudian ia menoleh kepada beberapa suster yang sedari belum mengambil tindakan pada istrinya. Hatinya menjadi semakin was-was.


" Hei, kalian! Kenapa diam saja disitu! Cepat bantu istriku untuk mengeluarkan bayi kami. Dia terus kesakitan, tega sekali kalian ini! Mau kalian di pecat dari pekerjaan kalian!" Ancam Rich yang dengan percaya dirinya memarahi dua suster yang berjaga di dalam ruangan tersebut.


Mendengar suaminya marah-marah, Zoey hanya bisa meringis pelan, anatar menahan sakit juga rasa malu pada dua suster yang tadi membantunya." Sudah! Kau diamlah! Mereka-lah yang sudah membantuku sedari tadi sebelum kau datang, jadi jaga sikapmu." Omel Zoey yang seketika membuat nyali Rich perlahan menciut, bukan karena ua takut pada sang istri, ini lebih ke menghormati Ibu yang sudah berjuang mekahirkan buah hati mereka.


" Maafkan kami Sir! Sambil menunggu pembukaan lengkap kami juga tidak bisa melajukan apa-apa. Terlebih Dokternya juga tidak ada, sedang menangani pasien lainnya. Mungkun sebentar lagi akan kemari. Jadi mohon bersabar dan beri kekuatan untuk istrinya." Jelas salah satu suster panjang kebar, yang kian membuat Zoey malu atas tingkah suaminya.


" Baiklah, Sus. Maaf jika tadi kata-kataku menyinggung kalian berdua, sungguh aku sangat panik luar biasa." Sesal Rich yang pada akhirnya mengakui kesalahannya yang sudah membentak tidak sopan pada orang lain. Terlihat dua suster tadi langsung tersenyum dan juga mengangguk, mereka sadar akan kondisi yang di rasakan oleh Rich saat ini.


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2