
Pagi yang cerah menyambut hari dimana sepasang pengantin akan melangsungkan pernikahan mereka yang terlihat begitu sedarhana. begitu juga dengan hati sang calon pengantin wanita yang begitu cerah, karena bisa menikahi pria yang ia cintai.
Namun berbeda dengan hati calon sang mempelai pria yang di dalamnya begitu hancur karena terpaksa menerima pernikahan yang selama ini tidak pernah ia bayangkan, ia hanya bisa pasrah menerima semua ini.
Acara pagi ini hanya di hadiri oleh keluarga inti dari dua belah pihak saja. Bryan duduk dengan wajah terus menunduk, di sampingnya ada seorang wanita cantik dan begitu manis yang akan menjadi calon istrinya, tidak di pungkiri walau terus berusaha menerima keadaan, namun hati Bryan sesungguhnya terus saja memberontak.
Hingga suara 'Sah' keluar dari mulut semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut. semua itu Bryan lakukan demi pria yang berbaring lemah di ranjang kecil yang tak jauh dari tempatnya duduk.
Semoga Papa bisa bertahan dan juga merasa senang melihat semua ini, agar pengorbananku ini tidak sia-sia.
Bahkan Bryan sama sekali tidak mau memandang bahkan melirik wajah cantik wanita yang baru saja sah menjadi istrinya, walau mereka sangat begitu dekat dulunya, ia masih belum menerima keadaan.
Malam menjelang, di Mansion milik keluarga Djandra tengah mengadakan acara syukuran dadakan yang tidak begitu mewah, mengingat sang pemilik hunian mewah tersebut sedang terbaring di rumah sakit, itupun tidak banyak tamu yang mereka undang. hanya beberapa orang yang dekat dengan mereka.
" Selamat Dude." ucap para sahabat Bryan yang baru saja datang, memeluk sang pengantin secara bergantian.
Lucas, Kyle dan juga Rich melihat wajah Bryan yang tidak ada semangatnya sama sekali, bukan tanpa sebab mereka seperti itu, karena setelah acara akad yang di adakan di rumah sakit tadi Andrew langsung mendatangi mereka dan juga sudah menceritakan segalanya apa yang terjadi hingga pernikahan ini di langsungkan.
" Are you okay Bray?" tanya Rich kembali saat Bryan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
" Ya, kau tenang saja. aku tidak akan bertindak konyol seperti yang kalian pikirkan, aku masih waras asal kalian tahu!" sarkas Bryan merasa bertambah kesal, sebab para sahabatnya seolah mengejeknya. walau ia tahu betul sahabatnya hanya ingin menghiburnya.
Bukannya tersinggung para sahabatnya justru terkekeh namun tak di pungkiri mereka semua sebenarnya merasa prihatin, tiba-tiba terdengar suara bariton dari arah belakang mereka.
" Selamat malam semuanya, maaf sedikit menganggu. apa ada hal yang sedikit mencurigakan disini, pasti aku akan menyelidikinya." seloroh seorang pria seusia mereka sedang berdiri di belakang Bryan.
Bryan dan Andrew kompak memutar bola matanya sambil menghela napas kasar mereka, mereka berdua merasa jengah mendengar tingkah konyol pria satu ini. dia bernama Armand, sahabat mereka berdua sewaktu kuliah di Jogja.
" Long time no see, Hei kalian berdua mendengarku tidak!?" tanya Armand menatap Bryan dan Andrew bergantian. " Ternyata kalian berdua sungguh tidak merindukanku setelah sekian lama, tega sekali kalian! padahal jauh-jauh aku datang kemari hanya untuk bertemu dengan_
__ADS_1
Ucapan Armand langsung berhenti ketika Andrew langsung memeluk erat tubuhnya, matanya bahkan ia kedip-kedipkan seperti anak kecil, dengan ekspresi yang lucu. karena ia merasa tidak percaya dengan kelakuan sahabatnya satu ini.
" Sudah puas, kau begitu berisik sekali datang-datang sudah ngedrama. oh iya kenalkan dia Armand sahabat kami kuliah dulu." Andrew segera duduk kembali setelah mengenalkan Armand pada yang lainnya yang langsung mengangguk sambil tersenyum melihat keabsurd-an dua pria tadi.
Setelah acara perkenalan selesai. Armand yang duduk di samping Bryan langsung mulai menggoda pria itu kembali. entah ia amat senang sekali menggoda pria dingin itu sejak dulu. merasa gatal jika tidak menggodanya.
Walau Bryan jarang merespon godaannya, namun pria itu terus saja pantang menyerah." Hei julliet kau masih patah hati?" bisiknya pelan. entah yang lainnya dengar atau tidak, Armand tidak peduli.
Armand sangat tahu betul bagaimana perasaan Bryan saat ini, apalagi baru dua mingguan mereka bertemu di kota Jogja, perihal masalah yang di alami Bryan saat ini. apalagi keberadaan sang kekasih yang Bryan cari belum ada titik terang, tiba-tiba ada kabar yang mengejutkan yang membuatnya cepat-cepat kembali ke Ibukota.
Sungguh masalah datang bertubi-tubi padanya, Bryan nampak bergeming, ia tahu betul kemana arah pembicaraan sahabatnya ini. bukannya ia tidak ingin menjawab namun sungguh ia merasa kepalanya hampit pecah saat ini, ia butuh sesuatu yang bisa membuat kepalanya dingin. seolah paham Armand pun kembali terdiam dan mengobrol dengan yang lain.
Mereka semua sedang bercengkrama di taman belakang, duduk di kursi bulat hanya ada para pria. sementara Zoey ikut bergabung bersama para wanita ia duduk dengan seorang wanita yang usianya tidak berbeda jauh dengannya.
" So this sister is the wife of one of Brother Bryan's best friends? ( Jadi Kakak ini adalah istri dari salah satu sahabat Kak Bryan?)" tanya wanita yang bernama Bonita, panggilan akrabnya Bonee ia adalah adik kandung dari Vanya, sang mempelai wanita.
Zoey hanya mengangguk sambil tersenyum, " Yes, I'm Richard's wife. So you are the bride's sister? ( Ya, saya istri Richard. Jadi kamu adalah saudara perempuan mempelai wanita?)" tanya Zoey balik.
Zoey seakan tercekat mendapatkan pertanyaan seperti ini, yang tidak pernah ia bayangkan selama menikah dengan Rich. ia pun bingung harus menjawab apa, tetapi ia tidak mungkin jujur, ia yakin setelah ini, mereka tidak akan bertemu kembali.
Akhirnya Zoey mengangguk sebagai jawaban. " Yes I love him so much, actually I've been wanting to marry him for a long time. ( Ya aku sangat mencintainya, sebenarnya aku sudah lama ingin menikah dengannya.?" jawab Zoey sambil membayangkan pria kecil yang hingga sampai saat ini masih sangat ia cintai.
Seandai itu kamu, yang menjadi suamiku. lirihnya dalam hati, bahkan ia tidak sadar bahwa sudah menitikkan air mata di kedua pipinya. membuat Bonee yang sedari tadi menatapnya pun bingung.
" Oh My good, what happened? do you really love him so much, to make you touched like this. ( Ya ampun, apa yang terjadi? apakah kamu benar-benar sangat mencintainya, hingga membuatmu tersentuh seperti ini.)" tanya Bonee sedikit panik dan merasa tidak enak hati, ia menyodorkan tisu kering pada Zoey dan terus menatapnya, seolah ia takut wanita ini akan menangis kembali.
Zoey nampak bergeming karena ia sudah tidak ingin menjawab pertanyaan mengenai suaminya lagi, seakan Bonee paham ia juga mencoba mengalihkan pembicaraan mereka, mereka terus bercengkrama hangat. hingga tak sadar malam semakin larut, dan suaminya pun sudah menghampirinya untuk mengajaknya kembali ke hotel.
" Kau begitu bahagia sekali mendapatkan seorang teman, jadi siapa namanya?" tanya Rich saat mereka baru saja masuk ke kamar hotel.
__ADS_1
" Bonee." cicitnya.
"Siapa? Bon_bon siapa tadi katamu?" tanya Rich berjalan mendekat.
" Jangan mulai ya! aku sedang tidak ingin berdebat." Zoey tahu Rich tadi mendengar ucapannya dengan jelas, mungkin itu salah satu triknya.
" Dasar pria narsis, mesum, menyebalkan.!" gerutu Zoey yang memilih masuk ke dalam kamar mandi.
Di luar sana Rich justru tertawa lebar, ia sebenarnya juga mendengarnya, namun ia sengaja ingin menggoda istrinya." Dasar istriku yang menggemaskan." gumamnya masih terus saja tertawa.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.