
Tak terasa kehamilan Zoey sudah memasuki usia sembilan bulan, terlihat ia sangat menikmati kehamilannya, Leo juga sangat antusias ia pun tidak sabar menunggu kelahiran bayi yang sedang dikandung oleh Zoey begitupun dengan yang mengandungnya.
Mungkin jika orang lain melihatnya, mereka adalah sepasang suami istri yang tengah berbahagia dan sedang menantikan kelahiran buah hati mereka, sebab keduunya yang terlihat saling mencintai.
Setiap pagi Zoey selalu menyempatkan untuk berolah raga ringan seperti berjalan-jalan sekitar halaman depan dan juga taman belakang, dan juga senam khusus ibu hamil.
Sebenarnya ada kelas senam khusus ibu hamil yang jaraknya tidak begitu jauh juga dari Mansion, tetapi Zoey merasa malas jika harus keluar jika bukan karena pergi ke Dokter untuk memeriksakan kandungannya.
Jadi Zoey memilih untuk senam sendiri dengan bantuan salah satu maid yang bekerja di Mansion ini yang dulunya pernah ikut kelas senam ibu hamil. meskipun sekarang anak-anaknya sudah pada besar dan masing-masing sudah memiliki keluarga, tetapi maid yang akrab di panggil bibi Betty itu bahkan masih mengingat gerakannya walau usianya sudah lebih dari setengah abad.
Leo juga setiap pagi akan menemaninya walau itu hanya sebentar, sebab ia juga harus segera pergi ke perusahaan miliknya, sebab dirinya adalah putra tunggal keluarga besarnya, jadi tidak ada yang membantu dirinya selain penerusnya kelak.
" Tuan semuanya sudah siap,!" seru asisten pribadi Leo yang sedang berdiri di samping Leo yang sedang menyantap sarapannya.
" Baiklah, kita berangkat sekarang!" Leo segera beranjak dari duduknya sambil memasang kancing depan jasnya.
" Leo, kau belum meminum jusmu!" Zoey menyodorkan segelas jus alpukat di campur susu coklat dan itu adalah kesukaan prianya.
" Terima kasih sayang." hanya beberapa detik saja jus itu sudah berpindah ke perut Leo.
Membuat Zoey tersenyum sembari mengusap bibir Leo dengan menggunakan tisu, sebab ada sisa jus disana.
" Oh iya Leo, hari ini aku akan pergi ke Dokter untuk cek up, sebab usia kandungan sembilan bulan harus sering di periksa." ujar Zoey menjelaskan sekalian meminta ijin.
" Oh sayang sekali, aku ada pertemuan dengan klienku pagi ini di luar. sungguh aku minta maaf sayang, aku tidak bisa mengantarkanmu pergi kesana, kenapa kau tidak mengatakannya semalam? baiklah bagaimana jika kau di antar salah satu maid? kau tidak masalah bukan? aku juga akan meminta satu penjaga untuk menjagamu." usul Leo menatap Zoey dengan perasaan bersalahnya.
" Ya tidak apa, aku seharusnya yang meminta maaf. sebab aku lupa mengatakannya semalam. baiklah aku bisa pergi dengan mereka, kau pergilah jaga dirimu." Zoey mengecup bibir Leo sekilas.
Leo pun mengangguk dan tersenyum sembari melangkah keluar Mansion di ikuti sang asisten di belakangnya. tak lama mobil mereka pun meninggalkan Mansion mewah ini.
Setelah membersihkan dirinya dan juga bersiap kini Zoey sudah siap untuk pergi ke salah satu rumah sakit besar tempatnya untuk memeriksakan kandungannya selama ini.
__ADS_1
Namun di tengah perjalanan Zoey merasa ingin minum segelas coffe di salah satu kafe ternama di kota tersebut, hingga ia pun meminta sang supir untuk menghentikan mobilnya di depan kefe tersebut.
Awalnya maid yang ia ajak menawarkan diri untuk masuk ke dalam untuk membelikan coffe tersebut, tetapi Zoey menolaknya sebab ia ingin membelinya sendiri, mungkin ini adalah permintaan dari baby nya. akhirnya maid itu menunggu di mobil tak terkecuali sang supir yang memang di tugaskan untuk menjaga Zoey.
Akhirnya Zoey turun dari mobil, ia berjalan hati-hati dan masuk sendirian, tetapi dari kejauhan ia seperti melihat mobil yang biasa Leo gunakan dengan asistennya itu, namun ia berpikir mungkin saja sang asistennya yang sedang berada di dalam atau mungkin mobil itu hanya mirip dengan milik Leo.
Zoey segera memesan coffe yang ia inginkan kepada sang barista, ia pun menunggu sambil berdiri di dekat kasir dan juga para pegawai yang sedang tidak sibuk.
" Tolong kau antarkan makanan ini ke ruangan pojok, cepat sana! jika kau tak ingin di hajar lagi oleh asistennya tuan Leo." sekilas Zoey mendengar seseorang memerintahkan salah satu pegawai kafe, mungkin dia adalah menagernya.
Tetapi yang membuat Zoey sedikit penasaran adalah saat manager tadi menyebut nama tuan Leo, apa dia Leo-nya yang di maksud ataukah Leo yang lain, begitu pikhirnya. secara jika di urutkan di depan sana ada mobil Leo yang sedang terparkir di depan, itu yang membuat Zoey penasaran.
Ya, bisa jadi didalam sana, memang benar Leo. atau dia sedang mengadakan pertemuannya disini.
" Kau tahu di dalam tadi, cantik sekali wanitanya, aku rasa mereka adalah sepasang kekasih atau bahkan suami istri." celetuk pegawai tadi kepada salah satu temannya, yang sudah kembali.
Seketika obrolan mereka barusan membuat Zoey penasaran, seketika jiwa penasarannya semakin besar, hingga ia memutuskan untuk pergi ke sana, dimana ruangan pojok yang di maksud oleh pegawai tadi.
" Ya kau tenang saja baby, setelah bayi itu lahir, dia akan menjadi milik kita. Wanita itu akan aku lenyapkan! Kau sangat tahu bukan jika aku sangat mencintaimu." Ya suara itu sangat Zoey kenali, seketika d**anya bergerumuh hebat, ternyata dugaannya benar.
" Tentu saja tidak baby, kau sangat mengenalku bukan? aku tidak akan mencintai wanita bod*h seperti dia, apalagi dia sudah bekas dari si Richard b******n itu. Jika bukan karena balas dendam aku tidak akan sudi mengaku sebagai Leo kecilnya atau siapalah itu. yang penting aku tetap menjadi Leonardo calon suamimu." Ujar sang pria yang tidak lain adalah Leo.
Degh!!!
Zoey sangat terkejut mendengar 'pengakuan yang nyata' dari mulut Leo sendiri, yang ternyata selama ini sudah menipunya, dan pria itu tidak bena-benar tulus mencintainya, hanya menginginkan bayinya saja.
Oh ****!! bedebah!! Ternyata ucapannya selama ini hanyalah bulshit semata. Awas kau!! Tetapi sekarang aku harus segera pergi.
Zoey segera keluar dari kafe dan masuk ke dalam mobil," Jalan pak." Titahnya begitu tegas! ia ingin segera sampai ke rumah sakit dan setelahnya ia akan memikirkan kembali jalan keluarnya, akan pergi kemana?
Si4l! selama ini dia sudah membodohiku! Balas dendam apa yang di maksud oleh Leo tadi? Bukan! Si berengs3k tadi, kenapa aku baru tahu jika namanya adalah Leonardo. setahuku namanya bukan itu? dia memang bukan Leo-ku!!
__ADS_1
Setelah sampai di rumah sakit ia segera ke ruangan sang Dokter yang biasa memeriksanya, sebab tadi pagi iabsudah membuat janji terlebih dahulu hingga tak perlu mengantri.
Zoey bersikap biasa saja, seperti tidak ada yang terjadi padanya. hingga selesai pemeriksaan Zoey ijin ke toilet pada maid dan supir tadi yang mengantarnya, hingga akhirnya ia bisa lolos dari mereka berdua dan juga dari si b******n Leo, semua berkat perubahan penampilannya yang setiap hari ia lakukan jika sedang di luar.
Entah bagaimana marahnya Leo saat menyadari dirinya kabur dari belenggunya, Zoey tidak peduli! hingga entah dari mana ia bisa berakhir di negara yang ia tempati saat ini. beruntung ia membawa barang penting pribadinya sewaktu akan pergi, entah sudah mempunyai firasat buruk atau semua ini berkat bayinya, akhirnya ia bisa merasakan kebebasan. tetapi ada rasa penyesalan yang besar untuk suaminya, entah bagaimana kabarnya saat ini, Zoey tidak tahu.
Uang yang ia peroleh saat ia mengajar dulu, serta uang yang selalu Leo berikan padanya juga blackcard dari pria itu, sudah ia pindahkan ke dalam tabungannya sendiri hari itu juga.
Hingga ia bisa membeli rumah kecil, begitu kecil di negara tersebut walau kecil tetapi harganya lumayan fantastik, tetapi berkat bantuan seseorang yang menolongnya saat akan melahirkan, ia bisa melahirkan dengan baik dan juga langsung mendapatkan pekerjaan setelah melahirkan, tentu saja pria itu bernama Benjoshua, memang siapa lagi!
Dan begitulah drama yang ia lalui sebelum ia memutuskan untuk pergi kenegara sekarang ini, ia merasa nyaman disini. sebab tidak ada orang yang mengenalinya disini.
~Flashback off..
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana*.