I Remember You

I Remember You
Kau pelakunya


__ADS_3

"Aku mendownload game oke pak Choi?"tanya Yun senang bisa memainkan laptop untuk sekian lama.


"Ya..jangan sampai kau menghapus berkasku disana!"ucap pak Choi membiarkan yun bermain game dilaptop.


"Ohh ya pak Choi kau sudah kaya sekarang,aku baru sadar laptopmu baru..!"ucap Yun bin dengan tawanya.


"Bukankah kau yg memberiku laptop itu dulu?kau lupa?"Tanya pak Choi.


"Kapan?hmm!ohhhh aku ingat saat kau bergabung dengan ku pertama kali?"Tanya Yun berbalik menoleh pak Choi yg duduk menonton TV.


"Nah itu kau ingat!"ucap pak Choi.


"hmm..kau tdk selesai dengan tugasmu?"Tanya Yun yg melihat ruang kosong dilaptop.


"Aku mengurungkan niatku untuk main game.. selesaikan urusan mu dulu,ini kasus apa?"tanya Yun bin.


Pak Choi mendekat dan duduk disebelah Yun.


"Kasus penembakan!"Ucap pak Choi.


Yun bin hanya tersenyum "kau harus BLA BLA BLA BLA BLA "


Yun bin membantu pekerjaan pak Choi 20 menit pertama dia tersadar.


"Hahhhhahaha..kenapa aku mengajari orang yg sudah ahli aku tdk pantas...hahaha..maafkan aku pak Choi..juniormu ini terlalu lancang!"Ucap Yun Bin tersirat kesedihan di mata Yun bin.


Pak Choi menunduk mendengar perkataan Yun bin.


"Kau ingin kembali ke mejamu?"tanya pak Choi.


"Aniyoo~~!"ucap menggemaskan dadi Yun bin,yg berhasil membuatnya menggenang air mata.


"Aishh kau seperti bayi berkata dengan nada itu!!"tawa pak Choi sembari menjatuhkan air matanya.


"Jin~~jja?"Tawa Yun bin mengulang nada yg sama.


"Aishh jangan membuatku gemas dengan suaramu..!"ucap pak Choi.


"Apa wajahku tdk menggemaskan?"tanya Yun bin,dengan senyum dimplenya.


"Kau sangat awet muda bahkan terlihat anak remaja!"ucap pak Choi.


"Aku sudah pernah memanggilmu dengan min aku ganti dengan nama panggilan Kiki!"ucap pak Choi.


"Wae?kenapa namaku menjadi kiki sekarang? tetaplah panggil aku min supaya aku masih merasa jadi pengacara min!"ucap Yun bin, senyumnya begitu hangat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sham dan Nara sibuk didepan rumah Yun bin.


"Apa ini hanya teror?"gumam Sham.


"Ada apa?teror apa?jelaskan dengan benar baru aku bisa membantu mu!"ucap Nara.


"Kalian tdk ada kasus sampai mengorek rumahku?"tanya Yun bin keluar dari rumah.


"Yakk kau membuatku kaget!"ucap Sham


"hmm mianhae,orang itu sudah sering kerumahku..!"Ucap Yun.


"Kenapa kau tdk mengatakan apa apa padaku?"Bentak pak Choi.


"Kalian yg melakukan kesalahan,ke TKP kalian Terang terangan apa tdk akan dilihat pelakunya?"Ucap Yun bin.


Semua terdiam,Yun bin masuk lagi kerumahnya.


Bulan dengan cepat berganti dan Sham berusaha mencari donor ginjal untuk dongsaengnya,karna ginjalnya tdk cocok dengan Yun bin.


Sedangkan tubuh Yun bin makin kurus bahkan Sham tdk berdaya melihatnya.


"Yun..makanlah..aku sudah siapkan makan malam!"Ucap Sham


Hatinya menerima Sham namun otaknya tdk,otaknya dia mengecap dirinya sendiri sebagai orang yg membunuh appanya.


Larut malam Yun bin sudah tertidur diranjangnya,begitu juga Sham karna rumah itu hanya ada satu kamar jadi mereka tidur barengan.


suasana hujan deras membuat suasana mencekam,knop kamar terbuka orang yg berjubah sama dengan cctv datang kesana.


Kali ini incarannya Sham matanya menatap Sham yg tidur.


Pisau nya hampir menikam Sham namun Yun menahan tangannya,beberapa serangan yg membuat mereka barengan jatuh dari jendela.


Sham yg sadar segera menelpon timnya.


Yun bin berusaha menghindar dari pisau itu walau pisau itu terus menebas angin.


Yun menendang tangan orang itu membuat pisau itu mental.


Yun berhasil menarik topeng yg dia gunakan.


"Paman..!"Ucap kaget Yun bin tdk menyangka.


"Ya..aku pamanmu.. bagaimana?apa kau kaget?"Ucap chan Yun(paman)

__ADS_1


"kenapa kau berbuat ini padaku?"Ucap lesu Yun tdk menyangka jika pamannya dalangnya.


"Aku ingin membunuhmu..awalnya aku ingin membunuh saudaraku saja..tapi..dendamku mendarah daging sampai keturunannya.!!"Ucap chan Yun dengan bangga.


Air mata Yun bin tergenang saat tau pelaku pembunuh appanya ialah pamannya sendiri.


"Kau terlalu bodoh saat 13 thn yg lalu,bodoh kau menghapus sidik jariku dipisah itu tapi malah menambah sidik jarimu..ohh ya..berapa lama lagi kau bertahan hidup?cukup pendek jadi..aku bisa membunuh keturunan ayahmu yg satunya..ohhh dia begitu percaya padaku..tdk sia sia aku bersikap baik padanya sampai aku bisa meracuni otaknya selama bertahun tahun untuk membencimu!!!"Jelas panjang lebar Chan Yun yg membuat Yun bin sungguh tdk percaya.


"Ya...umurku memang sedikit..bahkan makin sedikit,tapi aku tidak akan biarkan kau melukainya selama sisa hidupku,dia membenciku?ya..kau benar..semua yg kau lakukan paman,sungguh berhasil..hahahaha...selamat untuk paman yg aku hormati selama ini!!"


"Namun..apa yg kau bicarakan akan menjadi bukti sekarang!! jadi kau bisa pergi sekarang!"Ucap Yun bin pergi dari sana.


Chan Yun menyerang Yun bin kembali Yun bin awalnya menyerang namun tenaganya tdk sekuat pamannya.


Yun bin dihajar habis habisan dibawah pohon sampai dia tdk bisa membalasnya.


Yun tergletak ditanah dia berusaha bangun baru dia bersimpuh ditanah,Chan Yun mengambil pisau itu dan dengan mudahnya langsung menikam Yun bin.


"Ughh..!"


Tangan Yun bin dipundak Chan dan mencengkram pundaknya.


"Maafkan aku..!"ucap Chan Yun.


"Ughhhh.."Lirih Yun bin.


Tangan kanan Yun bin memegangi tangan Chan yg masih berada dipisau yg menancap sempurna.


Yun bin menarik tangan itu "Kau..meng..urangi beban..hidupku..!"


Yun bin seketika tergletak menutup matanya.


Chan tdk mengira jika tangannya sendiri yg bakal membunuh Yun bin,niatnya membunuh Sham namun tangannya malah membunuh Yun.


Sham datang dan terhenti melihat Yun bin sudah bersimbah darah.


"Yun..Yun..buka matamu..Yun..!!"ucap Sham masih tenang,air matanya jatuh.


"Tdk ada gunanya..! dia tdk akan bangun lagi!"Ucap chan Yun duduk dirumput.


"Harghhhhhhhhh....!!!"Triak Sham menyerang Chan Yun habis habisan.


Namun beberapa anggotanya datang untuk menahan.


"Sadarlah..ayo urus Yun bin dulu!!!!"Bentak jayong.


By

__ADS_1


Julia Ningsih


__ADS_2