I Remember You

I Remember You
Hasilnya..


__ADS_3

Richard_PoV


*


Akhirnya setelah mendengar usulan dari sahabatku Bryan malam itu, akhirnya hari ini aku dan Ibu yang mengaku adalah Ibu kandungku memutuskan untuk melakukan test DNA ulang. Sebab malam itu wanita yang menjadi tunangannya Nando bersikeras sudah memiliki bukti bahwa aku memanglah Kakak kandungnya.


Aku terpaksa harus menunda keberangkatanku dan juga keluarga kecilku ke negara kami, sebab kupikir ini mungkin akan membuat Ibu itu tidak lagi menangis. Sementara Papa sudah lebih dulu terbang pada malam itu juga.


Dan tiga hari setelahnya tepatnya hari ini pihak rumah sakit memberikan info bahwa hasilnya sudah keluar.


Sebenarnya Bryan sahabatku juga ikut serta datang ke rumah sakit tadi, tapi baru saja ia tiba di rumah sakit, ia mendapatkan sebuah telepon katanya ada urusan mendadak yang jauh lebih penting yang harus ia urus. Mau tidak mau ia terpaksa harus pergi, dan aku baru mengetahui jika wanita yang telah menjadi tunangannya Nando itu adalah mantan kekasih Bryan, pantas saja pria itu terlalu ikut campur ke dalam masalah ini, aku sedikit prihatin dengan kisah cintanya yang tak jauh beda denganku, cinta memang butuh perjuangan yang ekstra.


Tidak ada salah memang sahabatku itu masih berharap pada wanita yang mengaku adalah adik kandungku, walau aku masih belum percaya benar dengan semua ini, semua yang tidak memungkinan bisa saja terjadi.


Aku berjalan ke dalam ruangan Dokter bersama dengan Ibu yang katanya adalah Ibu kandungku, " Permisi." ucapku mempersilahkan Ibu itu untuk masuk lebih dulu sementara aku menahan daun pintu agar terbuka, setelahnya aku mengikutinya dari belakang.


" Silahkan duduk." ujar sang Dokter pada kami, kami pun duduk di kedua kursi di depannya dengan meja besar sebagai pembatas.


" Ini silahkan di buka dan di baca dengan teliti hasilnya." titah Dokter tersebut pada kami, aku mempersilahkan calon Ibu mertua Nando untuk membukanya terlebih dahulu, baru setelahnya gantian denganku.


" Alhamdulillah, " serunya mengucap syukur sembari menengadahkan kedua tangannya ke atas tepat di depan wajahnya, lalu mendekap kertas hasil lab tersebut di d**anya seraya menangis tersedu, membuatku bingung namun melihat respon Ibu ini membuatku akhirnya menyadari jika hasil tes tersebut pasti menunjukkan hasil yang akurat. Yang itu berarti aku memang benar putra kandungnya.


Melihatnya menangis seperti itu, Aku pun tak kuasa menahan rasa kesedihan yang selama ini aku rindukan, ya selama ini aku berharap bisa bertemu dengan kedua orangtua kandungku. Dan sekarang impianku telah terwujud. Aku melirik sekilas ke arah sang Dokter yang ternyata ikutan terharu.


Hingga tak lama bu ini tersadar dan baru ingat jika saat ini ia sedang berada dimana dan bersama dengan siapa. Ia pun memberikan kertas tersebut kepadaku agar aku melihat sendiri hasilnya. Dengan sedikit keraguan akhirnya aku menerima dan langsung membukanya, dan terlihat jelas disana jika hasilnya menunjukkan 99,99% akurat, dan memang DNA keduanya cocok. Entah harus bahagia atau tidak saat ini, mengingat banyak sekali kejanggalan yang perlu aku pertanyakan pada Mama dan Papa.

__ADS_1


" Jadi benar Ibu adalah Ibu kandungku? Ibu yang sudah melahirkanku?" lirihku menatap dalam pada kedua bola mata hitam milik Ibu kandungku, ia langsung mengangguk dengan rasa bahagia yang terpancar dari wajahnya yang sembab itu.


Aku segera berhampur memeluknya, aku resapi rasa yang dahulu sering aku impikan, berada di dalam pelukan Ibu kandungku, aku pun sama bahagianya saat ini. Entah bagaimana nanti aku akan bersikap pada Mama, Mama yang sudah membesarkanku yang mungkin sebentar lagi semua rahasia yang tidak aku ketahui akan terbongkar.


Tak lama kami pun keluar dari ruangan berpamitan pada sang Dokter dan tak lupa mengucapkan terima kasih sebelumnya, tergurat rasa bahagia di wajah Ibu kandungku mungkin karena sudah di pertemukan kembali padaku. Aku segera merangkul bahunya begitupula dengan Ibuku yang merangkul pinggang kokohku.


Semua orang yang sedang menunggu di ruang tunggu pun berdiri saat melihatku dan Ibu berjalan sembari berangkulan, mungkin mereka juga tidak sabar menantikan hasilnya sedari tadi.


" Jadi bagaimana Ibu?" tanya Ariell yang ternyata adalah adik kandungku. ia menatap Ibu, seolah menantikan jawaban yang sudah ia tunggu. Begitu pun dengan Ibu yang ternyata juga sedang menatapnya, mereka saling bertatapan dan Ibu melemparkan senyumnya.


Ibu Ayu menoleh ke arahku sejenak lalu menatap adikku masih dengan senyum yang mengembang. Tak lama ia pun mengangguk sebagai jawaban." Ya dia putra kandung Ibu, Abang kandungmu sayang." jelas Ibu membuat semua orang ikut lega dan juga merasa bahagia.


Aku dan Valerie di ajak pulang ke rumah oleh Ibu dengan sedikit memaksa, akhirnya kami pun pasrah sebab aku pun tidak bisa menolak ajakan tersebut. Setibanya di rumah yang berada tidak jauh dari pantai, aku di sambut dengan hangat oleh Nenek kandungku, yang sangat antusias menyambut kedatangan cucu kandungnya ini yang ternyata mereka cari selama ini.


"Alhamdulillah, " seru Nenek yang langsung memeluk tubuh kekarku lalu Ariell dan Ibu pun tak tinggal diam mereka juga ikut berhambur memeluk kami, kami layaknya berpelukan ala teletubbies. Kami menangis bersama, merasakan kebahagiaan yang luar biasa indahnya.


"Jadi siapa sebenarnya nama asliku?" tanyaku yang tiba-tiba baru saja ingat, setelah kami semua sudah kembali tenang dari acara drama isak tangis tadi dan kami semua kini tengah duduk di ruang keluarga.


...----------------...


Author_PoV


Sementara itu Bryan saat ini sudah berada di dakam ruangan kerjanya bersama dengan Felix sang asisten dan beberapa tamu yang baru saja tiba. Tamu tersebut ternyata adalah Armand sang detektif yang memang sengaja di undang oleh Bryan, untuk menyelidiki kasus penculikan Rich dan juga kasus pembunuhan Syarief Makatu yang tidak lain adalah Ayah kandung dari Rich dan juga Ariell.


Armand pun mengeluarkan sebuah flashdisk di saku jaket levisnya setelah mereka tadi sedikit berbasa-basi antar sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Ia juga menunjukkan beberapa berkas info yang ia dapatkan beberapa hari ini.

__ADS_1


ketiganya duduk diam fokus melihat apa isi di dalam video itu semua dengan seksama, karena ada beberapa video yang di dapatkan Armand dalam beberapa hari ini.


"Eh tunggu dulu, kenapa kau begitu bernafsu sekali untuk mendapatkan semua bukti ini, jangan bilang kau masih sangat mencintai gadis itu sang mantan terindah ckck." Armand menyepitkan kedua mata tajamnya hanya untuk menelisih wajah datar kawannya itu." Benar bukan dugaanku, tapi bukankah dia sudah bertunangan dengan Nando kawan kita juga." terang Armand menasehati kawannya.


Sahabatnya Bryan terlihat diam saja dan seperti melamun membuat Armand pun memiliki ide untuk menjahilinya. "Woiii, bangun woii," benar saja Bryan langsung tersentak kaget karena ulah jahilnya," Nanti saja bayangin kenangan masa indah itu lagi, sekarang gimana ini kita harus bergerak sekarang juga atau tunda dulu." Tak heran Armand kalau sahabatnya itu sedang melamunkan mantannya secara dia-lah yang dulu bucin abis pada mantannya itu.


Bryan yang kaget langsung berdecak kesal,"Ck kau sudah bosan hidup rupanya." amuk Bryan ia pun mengalihkan pembicaraannya, dan mulai berbicara panjang lebar pada semua orang yang berada di ruangannya untuk segera melakukan misinya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2