
Pak Choi datang dengan membawa jas hitamnya.
"pak Choi anda bilang pengacara min dirumah sakit!"
"iya memang benar kemarin malam saya melihatnya terbaring!"ucap pak Choi.
"lalu kenapa pengacara min datang kekantor?"
"hah apa?mungkin salah lihat !!"ucap pak Choi
"cek saja sendiri!"
pak Choi seketika berlari dan langsung membuka pintu dan memperlihatkan Yun bin yg sedang menulis dengan tangan bergetar.
"min shii apa yg kau lakukan!"ucap pak Choi.
"aku sedang berusaha menulis!"ucapnya tanpa menatap pak Choi.
"kenapa kau keluar dari rumah sakit apa dokter disana gila?"gumam pak Choi sendiri.
"Aku yg melarikan diri bukan salah mereka!"gumam Yun bin memegang pergelangan tangan kanannya supaya tdk bergetar.
"aku ada sidang pinjam kan aku jas kemeja mu!"minta Yun bin.
"apa ?"kaget pak Choi.
beberapa menit kemudian
Yun bin tersenyum tipis saat melihat pak Choi memakai kemeja putih yg masih bernoda darah.
"apa yg lucu?ini darah!"tegas pak Choi.
"maafkan aku nanti akan aku kembalikan!"ucap Yun bin memakai jas hitamnya lagi.
Hampir saja Yun bin ambruk namun dia langsung memegang meja untuk menahan tubuhnya.
Sham min melamun dikantor
"apa dia sudah sadar?"batin Sham.
"apa dia baik baik saja?dia sudah makan?apa dia kesakitan?"batinnya.
"Sham ayo kita ke pengadilan kasus anak kecil itu kita akan menyaksikan hasilnya!"ucap Hanjun.
"siapa pembelanya?"tanya jayong.
"eeh aku tdk tau siapa pembelanya kita lihat saja!"ucap Hanjun.
Dipengadilan
Pak Choi duduk tepat didepan para saksi sidang hari ini.
Yun bin hanya duduk dan menunduk lesu dikursinya.
"paman apa aku akan baik baik saja?"tanya anak kecil yg akan dibelakan Yun bin.
"iya..kau akan baik baik saja tdk ada yg bakal menyakitimu lagi!"ucap Yun bin dengan senyum terbaik sambil mengelus rambut anak kecil itu.
Saat sidang
"hak seorang anak kecil sangat besar masa depannya ditentukan saat kecil"ucap pembuka dari Yun bin.
Jayong, Hanjun dan Sham pun datang dan duduk saat melihat kedepan.
"astaga..pengacara min!"kaget jayong.
mata Sham terbelalak saat tau jika Yun bin ada disana.
"jika masa kecilnya mendapatkan Kekerasan dimasa mendatang dia akan menuruti sikap yg dia dapatkan sebelumnya,bukankah dia mendapatkan hak istimewa dalam keluarga?jika dia diasuh oleh ayahnya yg selalu bermain kekerasan apa dia akan mendapatkan haknya?jika ibunya?saya akan tanyakan sayang siapa yg kau sukai eomma?atau appa?"tanya Yun bin.
"eomma!"jawabnya.
Yun bin tersenyum
"jika dia mendapatkan kasih sayangnya pada ibunya kenapa tdk hidup dengan ibunya saja,walaupun keluarga tdk utuh namun..itu akan lebih baik!"jelas Yun bin.
"bagaimana bisa berkata begitu padahal anda sendiri tdk punya keluarga!"ucap ayah dari anak kecil itu.
Yun yg awalnya masih tersenyum seketika menurunkan senyumnya.
__ADS_1
"terdakwa anda tdk berhak mencampuri urusan pribadi pembela dengan kasus yg anda lakukan!"ucap hakim.
Yun bin melihat anak kecil itu dan tersenyum
Pak Choi khawatir sendiri,begitu juga Hanjun jayong dan Sham.
Geum min dia hilang kabar entah kemana dia bersembunyi.
Kim Nara dan hyeu masih mencari keberadaan nya karna ini tindakan kejahatan.
Sore harinya
keadaan Yun bin sangat lemah dia masih berusaha membela dipengadilan.
"saya.."terdiam sejenak.
"pengacara min anda baik baik saja?"tanya hakim.
Yun bin mengangguk
"saya minta pertimbangan hak asuhnya!"ucap singkat yunbin.
Mengedipkan matanya berkali-kali karna pandangan nya sedikit lemah.
1 jam kemudian
keputusan menyatakan Yun bin memenangkan sidang hari ini.
Yun bin tersenyum kearah anak kecil tadi dan dibalas olehnya.
Skip
Sidang selesai
Yun bin keluar dari ruang persidangan dan langsung ditahan pak Choi saat tubuhnya hampir ambruk.
"duduk, duduk lah!"minta pak Choi.
"ayo minum sedikit!"ucap pak Choi membantu memberi minum Yun bin.
jayong dan Hanjun menghampiri namun tdk dengan Sham dia memilih pergi karna rasa egonya lebih tinggi,dia memilih untuk mengintip pembicaraan mereka.
"baru kemarin kau masuk dan paginya udah keluar"ucap Hanjun.
"jadi pengacara negara tdk sekaya yg kalian pikirkan!"ucap Yun bin langsung berdiri dan berjalan pergi.
Pak Choi mengikuti dari belakang
Sampai di kantor Yun bin juga harus mengurus kasus anak remaja yg tdk mempunyai hak.
Yun bin memegang dinding saat dia merasa tubuhnya ingin ambruk.
"min shii min shii!"ucap pak Choi membantunya duduk.
"kau tdk papa?"tanya pak Choi.
"makanlah sebentar... kau mau kemana lagi?"tanya pak Choi.
"tdk lambungku perih sekali!"lirih Yun bin menahan sakitnya.
Yun bin bangun dan pergi ke sekolah itu tanpa pak Choi,dia menyelidiki sendiri.
"kau akan mendapatkan hak mu tenang saja!"ucap Yun bin.
Jang shi tersenyum mendengar hal itu.
Yun bin membuat semua penyataan mungkin bisa memenangkan kasus ini.
"kau tenang saja aku akan membantumu kau jangan takut!"menenangkan seorang remaja perempuan yg mendapat kan perundungan.
"besokk kita bakal ketemu dipengadilan kau harus menghampiriku jika melihat ku okay!"ucap Yun bin.
Tiba tiba pak Choi datang
"min shii kenapa kau tdk mengajakku?"rengek pak Choi.
"apa aku tdk menggangu?"tanya Yun bin langsung pergi dari sana.
pak Choi mengikutinya dari belakang
__ADS_1
"min shii ayo kita pulang dengan bis!"ajk pak Choi.
Didalam bis.
Yun bin membaca berkasnya dan pak Choi duduk disampingnya sambil sesekali menghela nafas melirik Yun bin.
"pak Choi jika tdk suka bekerja dengan ku pak Choi bisa kembali ke pak song!"ucap Yun bin,sibuk dengan dokumen ditangannya.
Mendadak Yun bin berhenti dan memegang perutnya dan menggigit bibirnya dan menahan sakit.
"min..min..ada apa?"tanya pak Choi.
Yun bin menggeleng dan melanjutkan petisinya.
Yun bin banyak diam dari biasanya yg selalu banyak omong sekarang malah diam tanpa suara.
Sampai dikantor
Pak Choi ada urusan sebentar pada pak song jadi Yun bin sendiri keruangannya,kakinya sudah lemes.
Brughh
Yun bin terjatuh dengan tangan masih memegangi mejanya.
"arghhh!!"pekiknya yg begitu lemes.
Yun bin memegangi perutnya air matanya jatuh karna rasanya sakit dan perih sekali.
Jayong datang dengan Hanjun dan langsung menghampiri Yun bin.
"Yun..Yun..ayo ayo kita bangun!"ucap jayong membantu Yun bin bangun dibantu Hanjun dan Yun bin dipapah sampai ke kursi putar Yun bin.
"kau tdk papa?apa kita perlu panggil dokter? aku akan panggil kan!"ucap Hanjun.
"hmm tdk tdk!"ucap Yun bin.
"maaf aku tdk bisa membawa hyungmu kesini!"ucap jayong.
"siapa?"tanya Hanjun.
"Chan sham bin!"ucap jayong.
"hmm kalian saudara?"tanya Hanjun.
Yun bin hanya mengangguk dan menunduk
"tapi... kenapa kalian tdk..seperti saudara?"tanya ragu dari Hanjun.
"heh kau banyak omong!"ucap jayong.
Yun bin hanya tersenyum lesu dengan wajah pucatnya.
Pak Choi datang tentu dia kaget
"heh kalian datang!"sambut pak Choi.
jayong dan Hanjun membungkuk 45 ° begitu juga pak Choi.
Yun bin hanya tersenyum lesu melihat pak Choi.
Malamnya
Yun bin mengganti pakaiannya dengan pak Choi dia bersiap bakal pulang,dia tdk memulai pembicaraan dari mulai datang sampai akan pulang.
Yun bin begitu lemas karna apa yg harus orang dapatkan setelah melakukan operasi tdk dia dapatkan sekarang.
baru dia memakai jas yg diberikan pak Choi,pak Choi menahan langsung bahu Yun bin.
"ehhh kau sangat lemah biar aku antar pulang,aku memang kadang mengeluh bekerja dengan mu tapi tdk ada keinginan untuk berhenti,jadi jangan bersikap begini,kau lelah katakan pada saya!"ucap pak Choi yg kelewat khawatir.
"aku lelah!"ucap Yun bin.
pak Choi tersenyum dan memapah Yun bin ke taksi dan pulang bersama,selama ditaksi Yun bin sudah mengantuk saat dia akan tertidur dia kurang nyaman pada kepalanya.
Karna pak Choi umurnya terpaut sangat jauh dengan Yun bin akhirnya memerankan peran ayah.
Pak Choi memindahkan kepala Yun bin ke pundaknya.
"ughhh!"Yun bin melirik pak Choi.
__ADS_1
Pak Choi tersenyum dan memberi bahunya lagi.