I Remember You

I Remember You
Menghilang


__ADS_3

Seorang gadis baru saja masuk ke dalam sebuah taksi yang sudah ia pesan sebelum ia keluar dari bandara tadi, seketika ia mencoba menghubungi seseorang yang mungkin saat ini sudah menunggu kedatangan dirinya.


" Kau dimana sekarang?" tanya gadis itu pada seseorang di seberang sana, yang tidak lain adalah Ruby kekasih dari Armand.


" Hmmm,, kau sudah sampai dimana?" tanya balik seseorang dengan suara serak khas bangun tidur.


" Oh my God, kau baru bangun? cepat kirim lokasimu sekarang, aku sedang menuju kesana." titahnya dengan suara sangat kesal. bagaimana tidak ia yang begitu antusiasnya ingin pergi berlibur, namun orang yang ia temui justru tengah asik menggapai mimpi di siang bolong.


" What? kau sudah_ Tutt..


Belum usai seseorang itu bicara namun Ruby sudah lebih dulu mematikan panggilannya secara sepihak, astaga dasar wanita rubah, umpatnya di seberang sana.


Tak lama ponsel Ruby berdenting menandakan sebuah notifikasi masuk, berupa pesan yang ia pinta tadi yang akan menentukan tujuannya saat ini.


Tak begitu lama taksi yang ia tumpangi sudah sampai ke tempat tujuan, tentu saja sebuah hotel berbintang, setelah memberikan dua lembar kertas uang tunai kepada sang supir, Ruby langsung turun dengan mendorong koper kecil miliknya lalu berjalan memasuki sebuah lift yang akan membawanya ke lantai atas.


Tak menunggu waktu lama lagi ia sudah sampai di kamar yang sudah berpenghuni, seseorang pun langsung membuka pintu dan menyambut hangat kedatangannya.


" Lama sekali buka pintunya!" gerutu Ruby sambil berjalan masuk melewati seseorang, bukannya kesal orang itu justru terkekeh dengan menggelengkan kepalanya.


" Seharusnya kau memelukku, bukannya marah-marah tidak jelas, kau tidak merindukanku?" tanpa menunggu dua kali Ruby langsung berhampur memeluk tubuh kekar yang hampir sama dengan tubuh kekasihnya.


" Tentu saja aku sangat-sangat merindukanmu. So, sejak kapan kau berada di pulau ini?" cecar Ruby sambil menjauhkan wajahnya untuk menatap wajah pria yang sedang mendekap tubuhnya erat.


" Kemarin pagi aku baru mendarat ke pulau sebelah, malam harinya baru ke kesini, kenapa kau jadi cerewet begini. apa kekasihmu itu tidak pernah memperhatikanmu, sehingga kau seperti haus perhatian." seloroh pria yang masih mendekat tubuh Ruby, bahkan rasanya tidak ingin melepaskannya.


" Kau tahu dengan jelas seperti apa, tidak perlu aku menjelaskan lagi bukan." sahut Ruby sambil menarik tengkuk pria itu, dan tentu saja snag pria menyambutnya dengan senang hati.


Bibir keduanya saling menempel sempurna, lid4hnya saling menghisap dan juga membelit. " Bibirmu selalu manis baby, membuatku sulit tidur saat jauh darimu." bisik sang pria dengan mesra sambil menyesap leher jenjang Ruby. bahkan sebelah tangannya sudah mengeksplor ke dalam inti tubuh Ruby.


Yang membuat tubuh Ruby menggelinjang, " Oh, Roy aku sudah tidak tahan lagi." racau Ruby sambil menarik kuat rambut sang pria.


Tebakan kalian benar pria itu adalah Roy yang sama, sahabat Armand dan juga Ruby, tepatnya sahabat dekat Ruby juga kekasih gelapnya, sebab keduanya duduk di kelas yang sama.


" Bersiaplah baby." Roy segera memulai aksinya dengan cepat melucuti pakaian hingga keduanya sama-sama polos tanpa sehelai benang.

__ADS_1


Ruby sudah berbaring pasrah di atas ranjang yang besar itu, kemudian Roy segera merangkak di atas tubuhnya dan kembali mencumbu seluruh inci tubuhnya, bagaikan seekor singa yang sedang kelaparan, ia menciumi juga menghisapnya hingga meninggalkan bercak kemerahan di seluruh tubuh Ruby.


Dan inilah yang Ruby sukai dari pria ini, ia bagaikan sekuntum bunga yang mekar dan terus di hampiri oleh sang kumbangnya. dan seolah dirinya juga bagaikan seorang Ratu yang sangat di dambakan oleh sang Raja.


Sungguh Ruby merasa begitu bahagia jika bersama dengan pria ini, sebab pria ini sangat mengenal dirinya sejak mereka masih kecil dan tahu apa yang ia mau, sedangkan kekasihnya Armand? pria itu memang juga sangat mencintainya, namun Ruby merasakan berbeda ia jauh lebih hidup jika bersama dengan Roy.


Entahlah hubungan apa yang tengah mereka bertiga jalani saat ini, Ruby bahkan tidak ingat kapan ia melakukan hubungan terlarang ini dengan Roy, sebab kejadiannya dulu begitu cepat dan tahu-tahu mereka melakukan hal tetsebut dalam keadaan sama-sama sadar.


Awalnya Ruby merasa bersalah amat bersalah kepada kekasihnya Armand yang begitu baik padanya selama ini, tetapi tak di pungkiri setelah melakukan hal itu Ruby justru lebih mencintai Roy sahabatnya sendiri.


" Aahh Roy." des4h Ruby terus gelisah.


" Oh, yeah call my name baby." Roy terus menghujam tubuh mungil itu namun sedikit pelan agar tidak menyakitinya.


" Aku akan sampai." desis Ruby lagi saat merasakan gelombang itu akan datang.


" Keluarkan saja baby," baru saja ia berucap, tubuh Ruby sudah bergetar hebat, ia pun segera mencabut pusaka miliknya yang juga akan menyemburkan benih keturunan namun ia keluarkan di atas perut Ruby, ia tidak ingin mengambil resiko yang akan membuat study nya di luar negeri hancur, sebab itu adalah tujuan hidupnya agar bisa membahagiakan wanita yang baru saja ia setubuhi suatu hari nanti. keduanya pun berbaring lemas saling memandang dengan tersenyum.


" I love you."


" I love more."


Di tempat lain tepatnya di pulau sebelah, setelah kejadian kemarin itu Rich maupun Zoey mereka berdua masih sama-sama bergeming tidak ada yang ingin memulai berbicara lebih dulu, bahkan Rich lebih memilih tidur di luar tepatnya di sofa panjang yang ada di ruang tamu, dan membiarkan istrinya itu tidur di ranjang yang empuk.


Bukankah sudah jelas bahwa pria ini begitu sangat mencintainya? tetapi entah mengapa rasanya sulit sekali bagi seorang Zoey untuk mempercayai semua perkataan pria itu yang notabene nya adalah suaminya sendiri.


Saat ini Rich tengah berada di kamar mandi, sementara Zoey masih berbaring di atas ranjangnya setelah selesai menikmati sarapan paginya, ia merasa ingin bermalas-malasan sehingga memilih rebahan saja.


Terdengar bunyi notifikasi dari ponsel miliknya, ia pun segera mengeceknya yang ternyata sebuah pesan masuk dan segera ia membacanya.


Dahinya berkerut begitu membaca pesan masuk tersebut, tidak di pungkuri ada sedikit perasaan senang di hatinya tetapi juga ada rasa takut mendapatkan sebuah pesan dari nomor asing.


" Benarkah ini?" gumamnya.


Ceklek.!

__ADS_1


Rich baru keluar setelah menyelesaikan ritualnya, ia berjalan ke arah koper miliknya untuk mengambil pakaiannya, setelah kejadian kemarin ia belum sempat mengeluarkan isinya.


Setelah selesai berpakaian Rich baru akan berjalan ke arah ranjang untuk melihat istrinya itu yang sedang melakukan apa, tetapi disana kosong, istrinya tidak ada, ia pun berjakan keluar kamar siapa tahu istrinya ada di dapur atau ruang tamu.


" Sayang kau ada dimana?" teriaknya yang terus berulang-ulang sedari tadi, tetapi Zoey sama sekali tidak ada dimanapun berada.


" Apa kau sedang keluar? kenapa kau tidak pamit?apa sebenci itu kamu padaku?" lirihnya sambil terus berjalan kesana kemari.


Rich tidak hilang akal ia segera keluar


dari Villa dan bertanya kepada orang sekitar siapa tahu meteka melihat istrinya itu keluar tadi.


" Oh that Caucasian woman, it looks like she took a taxi, I don't know where. ( Oh wanita bule itu, sepertinya dia naik taksi, entah kemana.)" jawab seorang petugas keamanan yang bertugas di sekitar Villa tersebut memberitahu Rich yang memang tadi ia sempat memperhatikan Zoey sebelum wanita itu hilang dari pandangannya bersama taksi yang ia tumpangi.


Rich langsung kembali masuk ke dalam kamarnya, ia mengusap wajahnya kasar, ia bagaikan seorang anak yang kehilangan Ibunya. menjerit, menangis dan tidak tahu harus berbuat apa saat ini, kemudian ia melihat koper milik Zoey yang masih ada disana, di tempat yang semula.


" Sayang kau pergi kemana?" lirihnya frustasi.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2