
Rich pun langsung menoleh ke arah istrinya, saat sahabatnya itu ternyata sudah mengenal istrinya sebelumnya.
" Jadi kalian sudah saling mengenal?" tatap Rich ke arah keduanya secara bergantian.
"Ya."
" Tidak."
Jawab keduanya secara serempak, namun dengan jawaban yang berbeda, dan itu membuat semuanya pun ikut menatap heran ke arah mereka berdua yang memang tengah duduk di sofa.
" Maksudnya, ya kita saling mengenal dulu sebelum aku pindah ke luar negeri. bukan begitu Zoey?" tanya Robert menatap wanita yang dulu adalah temannya itu.
" I-iya." jawab Zoey begitu gugup karena semua orang tengah menatapnya dengan begitu serius.
" Ah, jadi kalian ini sudah saling mengenal sebelumnya? baiklah kalau begitu. karena yang kita tunggu sedari tadi sudah datang, ayo semuanya kita ke belakang." ajak Wilona yang langsung menggiring menantunya itu mengajaknya ke taman belakang semuanya pun mengikuti mereka dari belakang.
Para pemuda ada yang sibuk mengeluarkan daging-daging dari dalam boks, ada yang menyusun makanan tambahan lainnya di atas meja, ada juga yang menyusun minuman kaleng juga minuman beralkohol yang kadarnya tidak terlalu tinggi.
" Kak aku bantuin bakarnya ya?" seru Val yang langsung berdiri di samping Nando tanpa mendengarkan jawaban dari pria itu lebih dulu.
Val tahu jika sepupunya yang satu ini tidak akan mungkin mau bicara padanya lagi, namun ia mencoba untuk tersenyum walau terus saja di acuhkan oleh sepupunya itu, ini adalah pertemuan mereka yang pertama kali sejak kejadian waktu itu di negara asal sepupunya tersebut.
Membuat keduanya saling diam, acuh, lebih tepatnya Nando yang bersikap demikian. sementara Val justru berusaha mendekati pria itu, sebab gadis itu merasa ini adalah kesalahannya. sehingga ia berusaha untuk membuat keadaan mereka kembali seperti dulu lagi tanpa ada yang saling menyakiti atau saling mengacuhkan.
" Kak kau masih marah padaku?" cicit Val memberanikan diri untuk bertanya kembali. sebenarnya ia juga tidak ingin mendekati pria ini tadinya. karena berhubung yang lainnya pada melakukan tugasnya masing-masing, sementara ia tidak kebagian. mau tidak mau ia pun terpaksa memberanikan diri untuk nawarin bantuan.
Dan saat melihat sepupunya itu tak bergeming malah fokus menatap daging-daging yang ia bakar itu. membuat Val semakin merasa bersalah." Maafkan aku." cicitnya sembari melangkah pergi bersamaan dengan itu ponselnya juga berdering.
Val pun segera merogoh ponselnya yang ada di saku sweater nya, dan menatap nama si pemanggil itu yang ternyata adalah boyfriend.
Val pun segera mengangkat panggilan tersebut, masih berdiri tak jauh dari Nando berada. dan tentu saja ucapannya masih terdengar jelas di telinga pria itu.
__ADS_1
" Hallo sayang__ya aku ada di rumah sedang mengadakan acara barbeque beserta seluruh keluargaku.__baiklah aku tunggu." langkah Val semakin menjauh dan setelahnya ia pun berjalan menuju ke depan. dimana sang kekasih akan datang ke rumah.
Sementara Nando yang sempat mendengarnya tadi, sedikit melamun bahkan ia gagal fokus saat membakar daging-daging tersebut. bukannya membakar tusukan-tusukan berisi daging, ia justu membuat satu jarinya terkena besi panggangan yang panas itu." Aaww.. ssshh si4l." desahnya langsung menarik tangannya dengan cepat yang terasa begitu panas sekali sambil meniup-niup agar rasa panasnya sedikit berkurang.
" Kau kenapa?" tanya Rich yang baru saja mendekat. ia memang melihat semua adegan antara sang adik dengan sepupunya ini. namun ia hanya diam saja duduk di sana tadi, pura-pura tak melihat dan juga tak ingin mengganggu mereka yang mungkin saja sedang dalam tahap berbaikan.
" Eh, sorry bisa kau gantikan dulu. aku akan pergi ke toilet sebentar. " pamit Nando yang langsung melipir pergi dengan cepat tanpa mendengar jawaban dari Rich terlebih dahulu.
Rich hanya terkekeh sambil menggelengkan kepala melihat kekonyolan yang di lakukan Nando tadi yang tidak sengaja membakar jarinya sendiri. entah bagaimana bisa begitu mungkin ia sedang melamun atau bagaimana tadi hingga berakhir seperti itu.
Zoey yang melihat suaminya disana sedang senyum-senyum sendiri tak jelas. membuatnya merinding sendiri hingga buku kuduknya berdiri semua. Rich berdiri tak jauh dari pohon besar yang sudah berumur lama itu.
" Ada apa dengannya tersenyum sendiri? atau jangan-jangan para penghuni pohon itu merasukinya? apa benar begitu?" gumamnya begitu pelan bahkan nyaris tak terdengar.
Robert yang sedari tadi memperhatikan wanita ith pun ikut menatap ke arah yang sama dimana wanita itu menatapnya. dan ternyata Zoey sedang menatap suaminya sendiri.
" Apa kau begitu mencintainya? hingga kau tidak bisa berpaling dari wajah tampannya itu?" tanya Robert begitu serius dan berani sebab hanya ada dia dan Zoey saja yang berada di meja itu sedang menusuk daging di campur dengan paprika ke dalam tusukan dari bambu yang berukuran kecil.
Sedangkan Nandez entah pergi kemana tadi, setelah ia selesai menyusun minuman dingin di atas meja bundar tempat mereka untuk menikmati makan malam nanti.
Sebab wanita itu tengah memikirkan hal lain, yang menyangkut suami narsisnya itu. bukan berarti ia sudah membuka hatinya untuk Rich. bukan! hanya saja ia tidak ingin ikut-ikutan di rasuki oleh makluk halus.
Robert tersenyum masih menatap wanita yang dulu begitu dekat dengannya sewaktu mereka masih duduk di bangku menengah atas. dan wanita itu masih saja tetap sama seperti dulu. tidak ada yang berbeda.
" Tidak ada apa-apa, kau masih saja sama. hanya saja sekarang kau semakin bertambah cantik." akunya dengan jujur.
Robert memang terlihat biasa saja, walau sebenarnya ia merasa sedikit kecewa, tidak pernah menyangka bahwa sahabat kecilnya itu telah menikahi wanita yang dulunya sempat ia cintai, jika bukan karena permintaan sang Papa padanya waktu itu. mungkin saja kini ia yang sudah menjadi suami dari wanita ini.
Di puji seperti itu, bukannya tersipu malu, Zoey justru bersikap biasa saja. sebab dari dulu hingga sekarang ia hanya menganggap Robert adalah teman prianya saja tidak lebih dari sekedar teman.
Sementara itu di dalam toilet sana Nando terlihat begitu kesal saat menyadari gadis kecilnya, gadis pertama yang paling dekat dengannya justru tengah mengundang kekasihnya datang ke rumahnya malam ini. membuatnya begitu kesal.
__ADS_1
" Shitt. dasar wanita tidak punya pendirian. awalnya bilang dia mencintaiku, tak lama dia mencintai pria lain. dasar Bit**." umpatnya menggerutu entah kepada siapa, sebab hanya ada dia seorang di dalam sana.
Tak berapa lama mereka pun sudah berkumpul di meja bundar sebab semua hidangan sudah matang dan siap untuk di nikmati bersama-sama.
Rich menarik kursi dan duduk di sebelah istrinya sementara Robert duduk di sampingnya dan juga ada Nandez.
Sementara di hadapan mereka ada para orang tua, kecuali kedua orangtua Robert yang memang sudah menetap di luar negeri sana. sedangkan orangtua kedua pria sepupunya itu memang masih berada disana, karena esok hari mereka semua akan kembali ke negaranya, oleh sebab itu Wilona mengadakan acara barbeque di taman belakang untuk merayakan hari terakhir mereka menginap di rumahnya.
" Kau dari mana saja. lama sekali.?" tanya Nandez yang tidak mengetahui kejadian tadi.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.