
"aku rasa tdk..aku tdk papa!"ucap Yun.
Karna Yun bin canggung jadi dia akhirnya makan sendiri terburu-buru.
"Nanti kita tutup agk cepat bibi ada acara!"ucap bibi
Yun bin hanya tersenyum
Siangnya bibi,Sham dan paman datang ke toko untuk membeli makanan.
"Yun..!"gumam bibi.
Yun bin hanya tersenyum tipis dan menaruh makanan didepan mereka masing-masing.
"Bagaimana kabarmu?"tanya bibi.
"ha..bibi..coba rasanya enak sekali!"ucap Sham mengalihkan pembicaraan.
Bagaimana tawa itu terwujud diatas kesakitan Yun bin.
Bagaimana bisa hyungnya yg dulu sangat menyayanginya dulu, sekarang tdk meliriknya sama sekali.
Sorenya dia ijin pulang karna toko akan tutup.
Sebelum dia pulang Yun bin mampir ke taman perahu yg dekat dengan gedung pengacara yg lalu.
Yun bin duduk sendiri melihat semua orang yg datang berpasangan dan dia hanya sendiri.
Mata Yun bin tertuju pada dua laki laki yg duduk diperahu mereka main pukul pukul lan seperti anak kecil.
"hey..nanti jatuh.."ucap nya.
Yun bin hanya tersenyum manis saat melihat itu.
Mereka berfoto bernyanyi sama seperti saudara pada umumnya.
Pak Choi melihat dari jauh tampak dia melihat Yun bin yg tersenyum tiba tiba menurunkan senyumnya dan berjalan cepat menutup mulutnya.
Pak Choi pun berlari mengejar nya
Ditoilet wastafel kamar mandi.
"hoekk..huk..Hoek ...Huuk..!"Yun bin muntah darah untuk sekian kalinya.
Tangannya tak mampu lagi untuk tdk mencengkram tempat sakit ginjalnya.
"hiks ...hiks ...hiihihii..aku menyerah..tuhan..aku menyerah..!"bisiknya.
Pak Choi tiba tiba masuk tanpa ijin dan melihat mulut Yun bin yg masih mengeluarkan darah.
Yun bin menatap lesu kearah pak Choi.
"min..min..!"ucap pak Choi menahan tubuh Yun bin.
Yun bin pun berkumur dan mengelap mulutnya.
"Ayo kita kerumah sakit!"ucap pak Choi.
Yun bin menggeleng
__ADS_1
Yun bin pun keluar dan pergi meninggalkan pak Choi.
"arghh sakit sekali!"gumam Yun bin mencengkram pinggang nya yg begitu nyeri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Stadium 3!"ucap dokter memberi bukti.
Kini Yun bin menangis mendengar nya.
air matanya jatuh tapi bibirnya masih tersenyum.
"jika kamu terus menunda pengobatan kamu perlu tranplantasi ginjal!"ucap dokter.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dijalan pulang tangan Yun masih membawa kertas bukti stadiumnya.
"berapa biaya operasinya?"tanya Yun
"700 juta lebih!"ucap dokter.
"tdk saya tdk ada rencana untuk operasi!"ucap Yun.
Kini air mata Yun bin tak hentinya jatuh,dia sudah tdk bisa berbuat apa apa selain menikmati rasa sakitnya setiap hari.
Sampainya dirumah Yun mengambil kimchi dan juga nasi.
Dengan sebatang korek api dia meniup untuk merayakan ulang tahunnya yg baru genap 28.
"untuk Yun bin kau sudah dapet kado jika kau sudah stadium 3 kau tau jika stadium sakit ginjalnya sangat cepat jadi nikmati hari hari terakhir mu sekarang dengan air mata!"gumam Yun bin sambil menyiapkan makan untuk dirinya.
Belum juga dia makan dia sudah kewastafel dan muntah darah lagi.
Yun bin memaksa kan dirinya dan beranjak keluar dari wastafel walau tubuhnya sudah tdk mampu berdiri.
Tilulit"suara pin pintu dibukak.
Pak Choi datang membawa paperbag
"min..!"Ucap pak Choi dan bergegas menghampiri Yun yg masih lemas diambang pintu kamar mandinya.
Tiba tiba Yun masuk lagi dan muntah yg sama bahkan lebih banyak lagi.
"uhuk..Hoek..huk..uhuk..!"
"darahmu sangat banyak yg keluar aku mohon obati sakitmu min..aku mohon padamu..!"ucap pak Choi berusaha menahan tekuk Yun bin memudahkan dirinya mengeluarkan semua rasa mualnya.
"Aku tak kuat lagii!"bisik Yun bin.
Pak Choi menahan tubuh Yun supaya tdk ambruk.
"ayo kita keluar !"ucap pak Choi.
Yun bin duduk disofa merebahkan kepalanya kesofa.
"Ayo makanlah kau sudah menyiapkan nya kan!"ucap pak Choi.
"aku tdk nafsu makan!"ucap Yun.
__ADS_1
"arghhh rasanya mau mati saja jika aku terus begini..!"ucap Yun bin.
"Aku mohon beritahu hyungmu..kali ini saja..aku yakin hyungmu akan menjagamu..aku mohon padamu.. beritahu hyungmu..min..!"ucap pak Choi memohon.
"Tdk..tdk ada gunanya.. bukan kah tertikam pisau lebih bahaya dari sakitku bukankah bagus untuknya yg menginginkan aku mati?"ucap Yun.
"Aku ingin tidur!"ucap Yun bin.
"Tidurlah!besok pagi aku tunggu kau membuka mata!"ucap pak Choi.
"Indah rasanya saat kau tersenyum hanya dengan melihat orang lain bahagia,padahal kau sendiri ingin seperti orang itu,kau sangat muda,namun sudah banyak rintangan yg kau lalui,dan kali ini apa nyawa mu masih bisa bertahan seperti ini terus?"batin pak Choi.
Yun bin tertidur disofa saat tidur dia begitu pucat namun saat tidur dia melupakan masalah yg dia punya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sham..apa kau tdk memaafkan Yun selama ini?"tanya bibi.
"Jangan membahas dirinya!"tegas Sham.
"Hey..sampai kapan kau akan begini?"tanya bibi.
"Sampai aku lupa kejadian 12 tahun lalu!"ucap Sham.
"Mana aku biarkan kau lupa Sham!"batin Chan Yun dibalik pintu.
...****************...
Pak Choi menggendong Yun yg sudah terlelap tidur, tubuhnya sangat ringan bahkan sangat gampang pak Choi angkat.
Dan membaringkan Yun bin di ranjang.
Pak Choi menatap wajah pucat Yun.
"Aku rindu suara cerewetmu..aku sangat rindu cara penyelesaiannya masalah mu dengan klien,aku sangat rindu ejekanmu kembalilah seperti dulu,mana senyummu yg selalu mengejek ku dan memanggilku sebutan ahjussi..aku sangat rindu.."ucap pak Choi.
Yun yg mendengar dari tadi membuka matanya dengan sayu dan melihat pak Choi.
"Aku tdk mampu lagi membohongi diriku dibalik candaanku!"ucap Yun dengan senyum terpaksanya.
Pak Choi memalingkan wajahnya dan mengusap air mata.
"Pak Choi..tetaplah bersamaku dihari tersisaku!"lirih Yun.
Pak Choi tdk menjawab permintaan Yun bin.
"Ya..baiklah aku tdk memaksa,aku akan hidup dan mati sendiri saja itu lebih baik!"ucapnya lagi.
Pak Choi yg tdk mampu mendengar perkataan itu langsung keluar dari kamar Yun bin dan menangis pulang.
Dijalan tampak masih beberapa orang yg lalu lalang.
Pak Choi sungguh menangis membasahi air pipinya.
"Pak Choi kenapa menangis?"Tanya seorang laki laki yg ada didepannya.
Pak Choi menegakkan kepalanya"aku mohon padamu Sham.. hiks..hiihii maafkan min..sham.."Ucap pak Choi memegang tangan Sham memohon.
"Apa dia tdk berani minta maaf sampai kau disuruh minta maaf?"Ucap dunia Sham.
__ADS_1
Sham melepas tangan pak Choi,dan kali ini pak Choi menahan Sham untuk pergi.
"Aku melihat begitu banyak darah yg dia muntahkan..aku memang baru kali ini melihat nya lagi,namun ..aku berpikir bagaimana jika dia setiap hari dia muntah darah..aku tdk kuat melihatnya..Aku tdk ingin kau menyesal diakhir nanti ...!"ucap pak Choi.