
Setelah memakirkan mobilnya di tempat parkir khusus, Armand segera berjalan memasuki kantor kepolisian terbesar di kota tersebut dengan langkah gagah dan berani. Semua mata tertuju pedanya begitu melewati kubikel-kubikel kecil yang di dalamnya sudah ada teman sejawatnya duduk di kursinya masing-masing.
" Woaah, coba lihat pengantin baru kita terlihat lebih segar dan fresh." celetuk seorang pria salah satu dari mereka sambil menatap Armand yang baru saja masuk ke dalam.
" Tentu saja, setelah sekian lama membujang, akhirnya ia melepas perjakanya juga."
" Bagaimana MP-mu, sudah pasti lancar bukan? terlihat dari raut wajahmu yang berseri-seri Bro!!"
" Jelas saja, kalian ini seperti tidak pernah merasakannya."
Dan masih banyak lagi suara-suara dari para pria itu, Armand hanya menatap mereka semua sambil tersenyum, ia bahkan tidak perlu menceritakan yang sesungguhnya pada mereka.
" Sudah-sudah semuanya kembali fokus bekerja," tegur seorang pria bernama Bruno sahabat dekat Armand, menginterupsi keadaan yang membuat Armand menahan malu.
Memang sudah satu minggu ini Armand mendapatkan cutinya, sewaktu menikah dan sekaligus berbulan madu, walaupun terlalu singkat tidak masalah baginya dari pada tidak masalah sama sekali.
" Hai Dude, bagaimana?" tanya Bruno sambil menaik turunkan kedua alisnya.
" Aaiisshh, kau sama saja dengan mereka semua." keduanya berjalan memasuki ruangan pribadi mereka.
Ternyata di dalam sana sudah ada yang menunggu kedatangan keduanya, " Hai Dude, sudah honeymoonnya?" kali ini sebuah pertanyaan keluar dari seorang pria bernama Percy.
" Hey, siapa dia?" bukannya menjawab, Armand justru bertanya balik dan menunjuk ke arah seorang wanita yang sedang duduk tenang sambil fokus menatap ke arah benda pipih lipatnya.
" Oh iya, kami lupa mengabarimu Dude, dia anak baru pindahan dari sby, dan mulai bergabung ke dalam tim kita sudah tiga hari ini. terlepas dari itu kami pun tidak ingin menganggu acara bulan madu-mu." Bruno mengenal wanita itu kepada Armand yang baru mengetahui.
" Oh pindahan dari sby?" lirih Armand sambil mangut-mangut, ia pun berjalan masuk dan membuka loker pribadinya untuk menyimpan ransel punggungnya di dakam sana.
" Cat, cepat perkenalkan dirimu." pinta Percy menatap ke arahnya.
__ADS_1
" Oh iya, salam kenal bang, namaku Cathrine, panggil saja Catie. mohon bimbingannya." ucap wanita itu sedikit menundukkan kepalanya ke arah Armand.
Sedangkan Armand hanya meliriknya sekilas, sambil berdehem paham. terlebih atas panggilan barusan yang di lakukan wanita tersebut." Oh, iya, selamat bergabung Cat, walau dalam anggota tim kami belum pernah ada seorang wanita yang bergabung. Tetapi semoga kau bisa bekerja dengan baik dan bisa saling kerja sama. Dan kau pasti sudah mengenal namaku bukan? jadi tidak perlu aku sebutkan lagi."
Wanita cantik itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, memang benar ia sudah mengetahui nama Armand itupun dari Bruno dan Percy yang kemarin-kemarin terus saja menyebut nama pria itu, yang katanya memang bergabung di dalam tim ini.
" Baiklah kasus apa yang sedang kalian tangani saat ini?" tanya Armand sambil menatap kedua sahabat prianya itu. Dan hanya ada Catie-lah yang seorang wanita, dan ada satu lagi pria yang ikut bergabung ke dalam tim mereka, hanya saja untuk saat ini, pria itu sedang menjalani tugasnya di luar negeri.
" Kasus pembunuhan terhadap anak balita, dan untuk saat ini, kami semua menduga Ibu kandungnya-lah pelakunya." sahut Bruno akhirnya menjelaskan kronologinya yang sesungguhnya pada Armand, yang memang belum mengetahui kasus tersebut.
" Tunggu! kau bilang Ibunya tidak berniat membunuhnya, tetapi jelas-jelas ini murni kesalahanya yang sengaja memberikan minum sebanyak itu pada anak yang baru berusia dua tahun, benar-benar tidak berkemanusiawi Ibunya itu." Armand benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan wanita tersebut, yang bisa-bisanya memberi putri kandungnya minum dan makanan sebanyak itu.
" Jangan langsung menuduh Ibunya tanpa bukti, tidak ada seorang Ibu yang tega menyakiti anak kandungnya sendiri apalagi berniat membunuhnya jika tidak sang Ibu pasti mengalami gangguan mental atau mungkin mempunyai alasan tersendiri untuk melakukannya, sebab aku sudah mendapatkan bukti si Ibu sudah di periksa bahwa ia tidak mempunyai penyakit apapun, termasuk gangguan mental. Dan serpetinya ini murni ketidaksengajaan." timpal Catie menjelaskan panjang lebar.
" Woaahh, kau pintar sekali Cat, tidak sia-sia kau bergabung bersama kami." seloroh Percy tiba-tiba yang langsung mendapatkan tetapan tajam dari kedua pria yang duduk di hadapannya.
Kedua pria itu tidak terima, saat Percy memuji wanita yang baru bergabung dengan mereka itu, yang seolah-olah mereka telah di sindir secara terang-terangan oleh Percy saat ini. Di anggap bodoh karena tidak mengetahui semua hal itu.
" YA." jawab keduanya bersamaan.
" Memang apa yang salah? ucapanku memang dengan kenyataannya, Catie bagaikan wonder women di tim ini. Bahkan dari kemarin Bruno saja belum mendapatkan info satu pun dari kasus ini, dan tiba-tiba saja Cat yang sudah mendapatkannya terlebih dahulu." sahut Percy menatap Cat penuh bangga.
Sedangkan Cat yang sedang di puji seperti itu justru menampilkan wajah datarnya, tanpa senyum di wajahnya. Jika wanita normal akan blushing jika mendengar dirinya sedang di puji seperti itu, lain halnya Cat yang justru tidak menampilkan itu semua.
Armand dan Bruno yang melihat itu hanya saling lirik satu sama lain, mereka merasa aneh dengan wanita tersebut. Walau mereka akui Cat memanglah wanita yang sangat cantik, hanya saja penampilannya yang mempunyai rambut pendek seperti seorang pria jadi terlihat wanita tomboi.
" Enak saja kau bilang! aku pun sudah mendapatkan sebuah bukti, sedangkan dirimu, mencari keberadaan seseorang saja tidak becus!" seru Bruno yang tidak terima di bilang seperti tadi oleh sahabatnya sendiri. Walau mereka sadar mereka sering saling menggoda.
" Sudah-sudah, kenapa jadi ribut sih! jadi apa kau temukan?" tanya Armand pada Bruno mengintrupsi, jika keduanya sudah saling berdebat, jika di biarkan bahkan sampai besok pun mereka masih sanggub.
__ADS_1
" Dari keterangan Ibu korban yang saat ini di jadikan pelaku, ia mengatakan jika seminggu sebelum malam peristiwa itu terjadi pagi harinya ia dan anaknya itu pergi ke rumah sang mertua di antar oleh suaminya ke sana, dan setelahnya suaminya itu pergi untuk bekerja meninggalkan keduanya disana seperti minggu kemarin yang memang seminggu sekali mereka berkunjung. Dan Ibu ini mengaku telah mendapatkan cacian dari Ibu mertuanya karena tidak becus mengurus cucunya hingga tubuhnya kurus kering seperti itu, seperti tidak di kasih makan, dan Ibu mertuanya berucap jika minggu depan tubuh cucunya itu masih saja kurus seperti itu maka ia akan meminta putranya untuk menceraikannya karena merasa tidak pantas menjadi menantu yang tidak becus hanya mengurus seorang anak." sahut Bruno menjelaskan keterangan yang sudah ia terima kemarin.
" Aahh, jadi siapa sebenarnya pelakunya ini?" tanya Percy membuatnya bingung.
" Tentu Ibunya yang memberi air minum itu."
" Belum tentu, jika ia tidak mendapatkan ancaman sang Ibu mertua, pasti semua ini tidak akan terjadi."
" Jadi semua ini terjadi karena ancaman dari Ibu mertuanya? dan sang Ibu merasa tertekan hingga memberikan anaknya itu air minum dan makanan yang terlalu berlebihan." ujar Armand menyimpulkan keterangan tersebut.
" Sepertinya begitu."
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.