I Remember You

I Remember You
Paket Misterius


__ADS_3

Pov Zoey.


Setelah beberapa minggu tinggal di Mansion Leo, beban yang aku rasakan selama ini terasa sedikit berkurang, perutku juga terlihat semakin membuncit. Leo mengurusku dengan baik, perhatiannya pun semakin hari semakin bertambah padaku juga pada janinku yang berada di dalam perutku ini.


Semua berkat ketulusannya padaku, juga rasa cinta kami, sungguh membuatku amat bersyukur bisa di pertemukan kembali dengannya setelah sekian lama, pria itu masih sama seperti dulu, tidak berubah sama sekali.


Leo juga mengurus kuliahku yang sudah beberapa minggu tidak masuk, akhirnya atas bantuannya aku masih bisa melanjutkan kuliahku namun di saat waktu tertentu saja. seperti jika aku ingin pergi kuliah pagi, Leo akan dengan senang hati menemaniku kesana.


Dan beruntungnya Rich bahkan mahasiswa yang lain tidak pernah melihatku dan juga mencurigaiku, sebab aku benar-benar merubah penampilanku, yang dulu terlihat sedikit tomboy kini aku menjadi wanita feminim.


Dulu aku selalu memakai celana jins dan juga jaket, tetapi sekarang aku memilih memakai dress dan justru aku merasa nyaman memakainya, terlebih dress tak hanya merubah penampilanku tetapi juga demi calon baby yang aku kandung agar membuatnya aman. tak lupa aku juga memakai rambut palsu untuk memaksimalkan penampilanku agar jauh berbeda.


Tetapi jika aku tidak bisa pergi ke kampus, maka aku akan melakukan kuliah online, dengan beberapa Dosen yang mengajarku. dan semua itu berkat siapa lagi jika bukan atas kuasa Leo, aku merasa dia itu seperti malaikat yang dikirim Tuhan untukku, aku sungguh sangat beruntung.


" Morning baby, minum dulu susumu." seperti biasa Leo selalu masuk ke dalam kamarku setiap pagi, dan selalu membawakanku susu khusus ibu hamil. aku mengecup bibirnya sekilas tetapi ia justru menahan tengkukku dan kami pun berciuman sedikit lama.


Ya aku tahu ini salah, tetapi aku sangat mencintai pria ini lebih dari diriku sendiri dan itu sudah sangat lama sekali aku rasakan. kami saling mencintai, lalu aku harus bagaimana kasihan jika melihatnya harus menunggu terlalu lama.


Aku mengangguk dan tersenyum menatapnya, sebenarnya aku sudah bangun sedari tadi, tetapi seperti biasa perutku pasti akan bergejolak pada saat pagi hari seperti ini, dan aku akan berbaring kembali ke atas ranjang karena tubuhku terasa sangat lemas.


" Apa kau hari ini pergi ke kampus?" tanyanya menatapku setelah aku menyesap habis susu yang ia berikan tadi.


" Iya tentu saja tetapi hanya sebentar saja dan sebelum kehamilanku semakin membesar aku pastikan kuliahku sudah selesai." Leo mengangguk sembari mengelus sebelah pipiku.


Dan itu membuatku merasa sangat di cintai olehnya, walau aku sadar sikap yang Rich tunjukkan padaku selama kami menikah pun sebenarnya juga terlihat ia sangat mencintaiku, tetapi entahlah aku merasa tidak melihat Leo di dalam dirinya.


" Leo, bagaimana dengan surat gugatanku?" tanyaku tidak sabar, sebab sudah hampir satu bulan tidak ada kabar dari pengadilan, itu yang membuatku semakin gelisah.

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan Leo? aku tidak bisa membuatnya terlalu lama menunggu. aku bahkan tidak memikirkan diriku sendiri saat ini, bahkan untuk memikirkan asupan yang akan makan saja selalu Leo yang memperhatikannya.


" Masih sama, sepertinya suamimu memang tidak menginginkan kau dan dia bercerai. tetapi aku akan mengusahakan lagi. kau tenang saja sayang." Leo menjelaskan dengan penuh kesabaran.


" Apa? bagaimana bisa?" aku semakin tidak mengeri dengan jalan pikiran Richard, Leo pernah mengatakan jika pria itu akan segera menikah kembali. lalu bagaimana bisa ia justru tidak ingin menceraikan aku, dia pikir dia siapa?


Dan kalian tahu sudah tiga kalinya surat gugatan ceraiku di tolak oleh pihak pengadilan, dan mereka menduga aku tengah berbadan dua sehingga perceraian ini tidak sah. aku jadi berpikir apa Rich mengetahui perihal kehamilanku? lalu bagaimana bisa pengadilan menolaknya jika tidak ada pernyataan darinya.


Aku sudah sangat lelah dengan semua ini, tetapi Leo selalu memberikan dukungan penuh juga terus memberiku semangat, sungguh hatinya terbuat dari apa? Bagaimana ia bisa bersikap demikian atas apa yang terjadi padaku saat ini. Dan itu membuatku semakin jatuh cinta padanya.


...----------------...


Dua bulan berlalu aku benar-benar merasa jenuh hanya berada di dalam lingkungan Mansion Leo, bulan kemarin aku sudah mencoba magang di sebuah high scholl yang tak jauh dari Mansion Leo, tetapi kenyataan pahit menimpaku di kehamilanku yang baru menginjak empat bulan ini aku hampir saja kehilangannya disaat aku terpeleset di toilet sekolah tersebut.


Hingga aku segera di larikan ke rumah sakit terdekat oleh beberapa rekan guru yang mengajar disana. Semuanya ikut panik, tak terkecuali Leo, dia terlihat sangat marah padaku, oh ayolah aku tahu dia sangat mencintaiku tetapi apa perlu bersikap seperti itu dihadapan semua orang? Aku jadi merasa kita pasangan suami istri yang sedang bertengkat, lucu sekali.


Tetapi aku bersyukur kondisi bayiku baik-baik saja ia bisa di selamatkan dengan cepat, jika terlambat sedikit saja mungkin ia tidak akan bisa selamat dan aku tidak akan memaafkan diriku atas kecerobohanku sendiri.


Dari awal Leo memang tidak mengijinkanku, tetapi aku yang memaksanya sebab aku merasa bingung jika tidak melakukan apa-apa di rumah setelah menyelesaikan kuliahku ini. Hingga aku memilih untuk mencoba magang di sana.


Aku memang bercita-cita ingin menjadi seorang guru sama seperti Ibuku yang sudah menjalaninya hingga ia menikah dan memilikiku, dan itu adalah menjadi mimpiku di dunia ini selain menikah dengan pria teman masa kecilku Leo.


" Bob, apa yang kau pegang itu?" tanyaku saat kami berpapasan di lantai bawah saat aku akan kembali ke kamarku setelah menyelesaikan makan malamku sendirian.


Sendirian? tentu saja, sudah hampir satu pekan ini Leo selalu pulang terlambat dan jika aku menunggunya pulang hanya untuk makan malam bersamanya, kasihan calon bayiku yang sudah sangat kelaparan.


" Ini ada paketan untuk tuan muda Leo, nona." Aku mengamati benda yang masih ia pegang itu, bentuknya seperti tidak asing di mataku.

__ADS_1


" Baiklah berikan padaku, nanti aku akan memberikannya langsung pada tuanmu." tawarku sambil menengadahkan sebelah tanganku ke hadapannya, berharap Bob memberikan benda itu padaku.


Entah mengapa aku sedikit penasaran dengan paket itu, jika aku yang membukanya mungkin Leo tidak akan marah, sebab biasanya memang aku akan melakukan apapun yang aku inginkan dan dia tidak marah padaku.


Bob kepala pelayan di Mansion ini terlihat ragu untuk memberikannya padaku, tetapi dengan cepat aku merampas benda yang berukuran sedang itu dari tangannya lalu berlari kecil untuk naik ke kamarku yang berada di lantai atas.


" Nona jangan!!" saya mohon kembalikan nona.!!" pekik Bob berlari mengejarku.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2