I Remember You

I Remember You
Kenangan Manis..


__ADS_3

Armand terhenyak setelah mendengar ucapan jujur dari gadis yang berdiri di hadapannya saat ini. Seolah ingatannya di masa lalu kembali menyeruak dari dalam pikirannya.


......................


~Falshback on


Beberapa tahun silam, tepatnya saat itu Armand berlibur di daerah bogor bersama para teman-teman sekolah seangkatannya. Sebenarnya ia tidak ingin ikut serta, namun para teman-temannya terus saja mendesak mau tidak mau ia pun terpaksa ikut, terlebih ia tidak ingin meninggalkan sang kekasih terlalu lama.



Akhirnya mereka memilih di daerah Herman Lantang Camping Ground yang berada di kawasan Taman Nasional Halimun Salak, tepatnya di Sukajadi, Tamansari, Bogor.


Pilihan tempat glamping di kota Bogor ini adalah milik Herman Onesimus Lantang, seorang legendaris dalam dunia pencinta alam.


Berada di kawasan taman nasional dan dekat dengan Curug Nangka, Curug Daun, dan Curug Kawung, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dan udara segar nan menyejukkan.


Pada pagi hari Armand memutuskan untuk berjalan-jalan mencari udara segar, setelah cukup lama berkeliling tidak sengaja ia melihat seorang gadis yang sedang bergelantungan di salah satu pohon, entah apa yang sedang gadis itu lakukan.


Armand menatap sekelilingnya lagi namun tidak ada seorang pun disana hanya ada dia dan gadis itu, sebab hari memang masih terlalu pagi bagi sebagian orang yang memang sedang berlibur, sekaligus ingin bemalas-malasan terlebih dahulu di atas ranjang yang empuk di tambah cuaca yang dingin yang seakan mendukung untuk berlama-lama bergelung di bawah selimut tebal hangat itu.


Pria itu segera melangkah semakin mendekat, begitu sudah dekat ia masih terdiam melihat gadis yang ternyata sedang berjuang untuk turun dari atas pohon. Begitu asiknya mencari cara sampai-sampai gadis itu tidak sadar jika sedari tadi ada sepasang mata yang terus mengawasinya.


Beberapa saat gadis itu pun mulai sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikannya, sekilas ia menatap ke bawah dan tatapan mereka pun bertemu hingga beberapa detik saling mengunci, Armand yang lebih dulu tersadar langsung membuang muka ke arah lain.


" Hei kau, apa kau akan diam saja melihat seorang wanita yang sedang dalam kesulitan!" Sarkas gadis itu tanpa ada rasa sungkan atau merasa malu terhadap pria asing yang baru ia temui saat ini.


Armand langsung tergelak mendengar seruan gadis asing yang terdengar begitu sombong, bukannya mengucapkan kata-kata meminta tolong dengan baik, lha ini justru sebaliknya. Ia pun menghembuskan napas kasarnya sebelum menjawab.


" Maaf Nona! Itu bukan urusanku! Dan lagi, apa kau ini tarsan betina yang berpindah tempat dan nyasar ke kota!" Sindirnya yang sedikit menggoda gadis tersebut yang masih asik bergelantungan di atas sana.


Gadis itu langsung terdiam menahan amarah dan berusaha untuk turun sendiri, ia kembali menatap sekilas ke arah Armand dengan hati yang dongkol. Walau jarak mereka berdua tidak terlalu dekat, namun Armand juga bisa melihat guratan gelisah juga kebingungan dari wajah cantik itu.


" Dasar! Manusia tidak peka! Sok kegantengan pula! Jika memang tidak ingin membantu katakan saja dari awal!" Cibir gadis tersebut pelan, namun Armand masih bisa mendengarnya.

__ADS_1


" Sungguh kau membutuhkan bantuanku Nona?" Tanya Armand memastikan, ia pun juga tidak tega sebenarnya melihat gadis itu yang memang sedang dalam kesulitan, namun ia masih menunggu gadis itu yang meminta tolong langsung padanya.


" Apa kau sungguh ingin menolongku? Baiklah tolong bantu aku untuk turun, aku kesulitan turun dari sini." Sahut gadis tersebut yang terdengar sedikit merengek pada Armand yang seolah sudah mengenal dekat dengan pria asing yang baru ia temui pagi ini.


Lihat! Padahal baru beberapa menit mereka saling mencerca satu sama lain, tapi sekarang gadis itu tanpa malu merengek padanya..


Alis Armand menukik satu masih dalam mode diam, ia tidak mengerti kenapa gadis itu cepat sekali berubah. Tanpa bertanya pria itu mulai berjalan semakin mendekat tepatnya di bawah gadis yang masih bergelantungan layaknya seekor monyet cantik yang sedang menggoda sang jantan.


" Kenapa aku harus menolongmu Nona? Bukankah tadi kau sangat lihai memanjat ke atas, tapi kenapa berteriak saat kau ingin turun? Kau lucu sekali!" Cibir Armand terkekeh kecil yang terdengar semakin menggodanya terlebih ia melihat tingkah gadis konyol yang sama sekali tidak ia kenali, tapi gayanya yang sok kenal dekat dengannya.


" Jika kau tidak ingin membantuku tidak masalah! Aku bisa sendiri!" Sahut gadis tersebut kembali ke sifat angkuhnya, bukan karena sikapnya yang sombong, namun ia tidak ingin di anggap gadis lemah terlebih cengeng.


Gadis itu berusaha mencari dahan ranting pohon yang kuat, hanya tinggal melangkah ke tiga dahan ia pasti berhasil, begitulah pikirnya. Namun na'as dahan ranting yang terakhir ternyata sudah rapuh, sehingga kakinya tergelincir dan jatuh ke bawah.


Gadis itu pun memenjam saat merasa tubuhnya melayang jatuh ke bawah sana, pasti tubuhnya akan remuk seketika, atau kalau tidak salah satu kakinya mengalami cidera atau yang lebih parah lagi seluruh tulangnya mengalami patah tulang secara bersamaan..


Namun beberapa saat kemudian gadis itu tidak merasakan sakit sama sekali di sekujur tubuhnya, bahkan ia merasa tubuhnya saat ini jatuh tepat di tempat yang sedikit empuk. Seketika ia pun membuka kedua netranya untuk melihat apa yang sedang ia pijaki saat ini.


Kedua pasang mata itu saling bertemu, bahkan membola seketika saat merasa jarak keduanya hanya beberapa centi saja, dan yang lebih parah lagi dua benda kenyal milik mereka yang telah menyatu sempurna.


Gadis itu yang sadar lebih dulu langsung beranjak bangun sembari berteriak kencang." Arrhgghh!! Dasar pria mes*m!! Kau pasti mencari kesempatan dalam kesempitan ya!" Tudingnya menatap marah ke arah Armand sembari menggosok-gosok mulutnya yang seolah terkena kuman bakteri.


Armand yang baru saja beranjak bangun langsung meringis saat merasa tubuhnya remuk redam, ia tak langsung menanggapi ucapan gadis itu, ia justru lebih terfokus pada rasa sakit di sekujur tubuhnya.


" Hei kau dengar aku tidak!" Panggil gadis tersebut menatap nyalang ke arahnya.


" Seharusnya kau berterima kasih, karena jika bukan karena tubuhku ini, sudah pasti tubuh seksimu itu sudah pasti hancur tak berbentuk." Sahut Armand sembari melangkah menjauh, ia malas sekali rasanya meladeni gadis gil4 yang membuatnya ikut gil4.


Tadinya saat ia melihat gadis itu terpeleset, ia pun sedikit panik dan berusaha menangkap tubuhnya. Namun karena ia pun terpeleset karena tanahnya licin jadinya ia ikut limbung jatuh ke bawah sehingga tubuh kekarnya langsung tertindih gadis tersebut.


Si4l, apes banget aku pagi ini! Sudah tidak mendapatkan suplement dari kekasihku, justru ketemu cewek jadi-jadian dan mengambil ciumanku. Dasar!!


" Hei tunggu!" Panggil gadis itu berlari menghampiri Armand. " Maaf, itu lenganmu berdarah, ayo sebaiknya kau ikut denganku!" Tanpa meminta persetujuan dari Armand, gadis itu langsung menyeret Armand menuju ke tempat penginapannya.

__ADS_1


Awalnya Armand ingin menolak, tapi karena tubuhnya yang memang terasa sakit semua, ia pun munurut tanpa ingin menjawabnya. Kini Armand sudah berada di depan kamar gadis itu duduk di kurai rotan, hingga tak lama gadis itu keluar dan membawa kotak p3k, yang langsung mengambil duduk di samping Armand tanpa ada rasa canggung.


" Aww, ssshhh." Ringis Armand saat gadis itu mengobati luka di lengannya.


" Cowok itu jangan manja!" Cerca gadis yang memiliki bola mata indah berwarna kebule-bulean. Membuat Armand sedikit terpana oleh paras ayu wajah gadis tersebut.


Hingga tatapannya tertuju ke arah dua benda kenyal berwarna merah muda yang sedikit terbuka, melihat itu mengingatkannya atas kejadian tak terduga tadi saat ia bisa merasakan rasa bibir ranum yang masih terasa hingga sekarang. Namun dengan cepat-cepat Armand menggelengkan kepala, mengenyahkan pikiran-pikiran kotor itu.


Ingat kekasihmu di kota Armand!!


" Nah sudah, maaf kalau tadi aku sudah marah-marah nggak jelas dan aku juga mau bilang terima kasih banyak karena kau sudah menolongku tadi. Iva, namaku Iva." Seru Iva menyodorkan tangan kanannya ke arah Armand, gadis yang ternyata memiliki nama yang cantik.


" Armand." Balas Armand menerima uluran tangan lentik tersebut, keduanya saling tersenyum dalam arti.


Dan sejak saat itulah, keduanya menjadi semakin dekat selama mereka menikmati liburan di tempat itu. Bahkan keesokan harinya, keduanya sudah menghabiskan waktu bersama sepanjang hari hingga Armand sejenak bisa melupakan kekasihnya sendiri.


Armanda sadar telah memiliki kekasih, namun ia juga sedikit nyaman bersama Iva, entahlah mungkin mereka bisa menjadi sahabat mesra. Berbeda dengan Armand yang menganggap biasa, Iva justru merasa sudah nyaman bersama pria yang baru ia kenal ini. Ya gadis itu mulai menyukai Armand, hingga hampir sepekan menghabiskan liburan bersama ke beberapa tempat layaknya pasangan yang di mabuk asmara, hingga adkhirnya keduanya harus berpisah.


Iva merasa berat sekali harus berpisah dengan Armand, dan sebagai salam perpisahan gadis itu memberikan satu kenangan manis yang tak pernah bisa mereka lupakan hingga sampai kapan pun.


~Flashback Off


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2