
Entah bagaimana ceritanya Rich bisa masuk ke dalam pekarangan rumah orang lain di pagi buta seperti itu, ia yang awalnya sedang berolah raga pagi di sekitaran hotel tempatnya menginap tiba-tiba di kejutkan dengan hadirnya seseorang yang tidak ia inginkan muncul di hadapannya pagi ini.
" Astaga bagaimana bisa wanita ini muncul tiba-tiba di negara ini? dari mana dia tahu aku sedang berada di negara ini?" Rich terdiam memikirkan dan tak lama ia kembali bersuara " Ini pasti Mama yang memberitahunya." gumamnya pada diri sendiri yang tengah bersembunyi di dalam tembok pagar rumah orang.
Hingga tak lama kemudian terdengar suara anak kecil, " Siapa anda?" membuat Rich seketika menoleh ke arah sumber suara dan melihat pria kecil yang familiar untuknya.
" Uncle." beo anak itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mike.
" Oh hay Son, emm,, apa ini rumahmu?" tanya Rich sedikit kikuk, ua hanya tidak menyangka aksi konyolnya yang sedang bersembunyi di sebalik tembok pagar di ketahui anak kecil, hilang sudah wibawanya di hadapan bocah kecil itu.
" Benar ini rumahku, apa yang U**ncle lakukan disitu? kau sedang main petak umpat?" todongnya yang tepat sasaran, membuat Rich menahan rasa malu, bahkan rasanya pria itu ingin melarikan diri saja disaat seperti ini.
Dia hanya anak kecil Rich.
Sisi lainnya berbicara sendiri, " Oh ya aku hanya sedang menghindari seseorang yang sedikit tidak waras di sana." tunjuknya dengan menggunakan dagunya ke arah jalan raya.
" Orang gil4 maksud Uncle!" tuding Mike kembali yang tidak ingim menyudahi aksi intrograsinya itu. Membuat Rich menahan sesuatu agar tidak mengumpat.
Ahh,,si4l! kenapa bocah ini banyak sekali bicara. eh tunggu kenapa sama sepertiku saja!
Rich menggelengkan kepalanya merasa konyol dengan pikirannya sendiri, " Ayo masuk saja Uncle ada Mom di dalam." ajak Mike, yang seolah mengerti jika Rich memang keadaannya sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Tanpa diminta dua kali akhirnya Rich melangkah mengikuti Mike dari belakang dan memasuki rumah yang berukuran kecil namun jika di pandang begitu rapi di dalam juga begitu asri karena banyaknya bunga-bunga taman yang ada di pekarangan depan rumah tadi yang sempat ia lihat.
" Apa kau akan pergi ke sekolah Mike?" tanyanya yang baru saja duduk di sofa ruang tamu begitu pun dengan anak kecil itu yang duduk di sampingnya.
" No, Uncle! hari ini Mike dan Mom akan pergi berkunjung ke rumah_
Belum selesai Mike berbicara seseorang dari dalam rumah sudah lebih dulu menyela ucapannya, untuk bertanya. " Mike siapa yang datang?" itu suara Zoey Mommynya Mike yang sedang berjalan menuju ke ruang tamu.
__ADS_1
Karena jalannya menunduk sebab tengah terfokus pada benda pipih pintarnya hingga Zoey belum menyadari siapa orang yang datang ke rumahnya pagi ini, sebab ia merasa tidak memiliki janji dengan seseorang lalu siapa yang datang pagi-pagi bertamu di rumahnya?
" Becca." suara Rich tiba-tiba meluncur begitu saja dari bibirnya saat ia melihat sosok wanita yang sudah lama ia rindukan selama ini ada di hadapannya.
Antara percaya dan tidak percaya apa yang ia lihat saat ini bahkan tanpa sadar ia bangkit dari duduknya dan berjalan cepat ke arah Zoey lalu memeluk wanita itu secara tiba-tiba.
Membuat sang empu langsung berdiri mematung karena mengalami shock berat, namun bukan karena pelukan yang tiba-tiba melainkan suara yang sangat familiar dan juga aroma yang ia kenali.
" Sayang, akhirnya aku menemukanmu, kemana saja kau selama ini?." lirih Rich mengeratkan pelukannya sambil menghujani kecupan di puncak kepala Zoey tanpa memperdulikan pria kecil yamg sedang tercengang menatap keduanya.
Sementara Zoey masih mematung tanpa membalas pelukan dari Rich, seolah nyawanya sedang tidak ada di dalam tubuhnya saat ini, tubuhnya menegang sempurna dan Rich bisa merasakan hal itu tetapi pria itu tidak peduli sama sekali.
Yang Rich rasakan saat ini ia begitu bahagia setelah sekian lama penantiannya terbayar sudah untuk hari ini. Dan yang pasti ia akan melepaskan rindunya yang selama ini sudah menumpuk di hatinya.
Ternyata kedatangan wanita yang tidak ia inginkan pagi ini justru membawa berkah untuknya dan bisa membawanya pada wanita yang ia cari keberadaannya selama ini.
Entah harus berterima kasih pada wanita bernama Lea karena sudah membuatnya menemukan wanita yang ia cintai. Ataukah harus bersikap lainnya, entahlah Rich tidak peduli lagi, untuk saat ini ia hanya ingin memikirkan wanita yang masih dalam dekapannya. Banyak pertanyaan yang ingin ia sampaikan pada wanita ini.
Zoey sangat yakin, pria kecilnya itu pasti sedang mengumpulkan banyak pertanyaan-pertanyaan yang akan ia lontarkan padanya juga pada pria yang masih memeluknya erat, seolah enggan untuk melepaskan dekapan di tubuhnya ini.
Padahal Zoey sudah menahan rasa sesak dalam tubuhnya, entah sejak kapan air itu sudah keluar, wajahnya sudah berlinang air mata. bahkan lidahnya terasa kelu hanya untuk menjawab pertanyaan pria ini.
" Mom, apa dia Daddyku?" dan tanpa di duga Mike justru meluncurkan pertanyaan yang membuat Zoey harus menahan nafas sejenak, bahkan memejamkan kedua netranya juga.
Dan ya suatu saat nanti pasti hari ini akan tiba juga waktunya, tetapi Zoey sama sekali tidak tahu bahwa hari inilah pertemuannya dengan Rich yang memang statusnya masih menjadi suaminya, dan juga Ayah biologis dari Mike, dan apa ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakan pada kedua pria yang mempunyai wajah begitu mirip.
Seketika Rich mengurai pelukannya dengan cepat begitu ia mendengar pertanyaan dari Mike, ia menatap Mike lalu bergantian dengan Zoey berharap dari mereka mengatakan sesuatu.
" Becca, apa benar yang Mike katakan barusan? benar dia putraku? dia putra kita?" cecar Rich tidak sabar bahkan mengguncang tubuh Zoey yang masih saja diam memaku.
__ADS_1
Zoey menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari anak dan Ayah tersebut. Namun jika ia mengelak pun percuma, sebab di lihat dari mana saja Mike memanglah putranya Richard, sebab hampir semua yang ada di wajah anak itu semuanya milik Rich.
" Zoey, jawab aku, dia putraku 'kan?" tanya kembali saat Zoey masih saja bungkam tidak mau membuka mulutnya.
" Mom, aku bisa melihat kalau dia memanglah Daddyku dari pertama kami bertemu." Mike kembali bersuara, bahkan ia sudah berdiri di antara keduanya tanpa ada rasa canggung.
" Kalian bertemu dimana?" bukannya menjawab Zoey justru bertanya hal yang tidak penting di situasi seperti ini. Sebab sedari tadi ia merasa aneh bagaimana bisa Rich dan Mike bisa saling mengenal satu sama lain, sebab ia yakin bukan hari ini pertama mereka bertemu.
" Itu tidak penting sayang! jawab saja apa benar dia putraku? jangan kau coba tutupi-tutupi semuanya dariku. Sudah cukup kau bersembunyi selama ini, kau bahkan tidak tahu lelahnya aku mencarimu bukan!!" cecarnya kembali.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
.Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.