
Deva dan Aisha sudah sampai di sebuah gedung kosong, gedung itu terlihat sunyi dan menyeramkan.
"Kenapa kita kesini?" Tanya Aisha yang sudah ketakutan.
"Jangan banyak bertanya, ikuti saja aku. Dan ingat kata-kataku ini jangan menjauh sedikitpun dariku!" Sambil menarik tangan Aisha masuk ke dalam gedung itu.
Dengan terpaksa, Aisha mengikuti Deva. Entah kenapa saat memasuki ruangan itu, jantung Aisha berdebar kencang.
Ada apa ini? Kenapa aku seperti akan menemukan hal yang mengejutkan saja, padahal yang berada di dalam adalah pelaku rencana penculikanku. Ah, mungkin aku hanya ketakutan karena gedungnya yang menyeramkan.
Setelah memasuki gedung, ruangan itu tampak gelap. Aisha tak bisa melihat apapun didalamnya kecuali sebuah lilin yang sudah meleleh hampir habis.
"Nyalakan lampunya!" Perintah Deva, seketika lampunya menyala menerangi ruangan gelap itu.
Aisha lebih terkejut, ketika melihat 2 orang yang diikat di kursi. Aisha juga kebingungan, karena melihat salah satu dari kedua orang itu kepalanya di tutup dengan sebuah kain.
"Rama, kau sudah menungguku bukan? Dan kau ingin membalasku, begitu bukan? Kau bodoh sekali, bekerja sama untuk membalasku dengan seorang wanita sepertinya!" Sambil menunjuk ke arah seseorang yang kepalanya di tutup kain.
"Si*lan kau, Adeva!" Sambil berusaha melepaskan tali yang mengikatnya, akan tetapi segera di tampar oleh anak buah Deva yang berada di belakangnya.
"Suamiku, siapa orang yang kau tutup dengan kain itu?" Tanya Aisha sambil menunjuknya.
"Kau akan tahu, tapi setelah itu kau tidak boleh membelanya! Karena aku punya bukti seluruh kejahatannya terhadap keluarga kita, Kau harus berjanji Aisha!" Sambil berjalan menghampiri orang yang ditutupi kain itu dan menarik kainnya hingga terbuka.
Aisha terkejut bukan main, dia menatap orang itu tak percaya.
"Ye..Yessi." Ucap Aisha terbata-bata.
Yessi memandang Aisha dengan tatapan ingin membunuh, ketika ia melihat Aisha berada di depannya.
"Su... Suamiku, apa artinya dia yang..." Aisha tak meneruskan ucapannya, air matanya sudah turun deras mengaliri pipinya.
Deva menghampiri Aisha, lalu memeluknya.
"Ya, Aisha. Dia adalah sahabatmu, sahabat yang sudah menghianatimu selama ini! Dialah dalang dibalik kejadian yang menimpamu tadi, bahkan dia juga dalang di balik kejadian yang menimpaku di tebing waktu itu."
"A..apa?"
"Reihan!" Deva memanggil Reihan dan memberi isyarat pada Reihan untuk menunjukkan bukti-bukti kejahatan Yessi.
Reihan menghampiri Deva, lalu memperlihatkan Video yang isinya adalah percakapan Rama dan Yessi yang merencanakan kejahatan mereka terhadap Aisha untuk membuat Deva kalah sekaligus untuk tujuan Yessi yang ingin memiliki Deva.
__ADS_1
Plaaakk
Aisha menampar Yessi dengan sangat kencang, sehingga menimbulkan bekas tamparan di pipi mulus Yessi.
"Sahabat penghianat! Aku selalu mempercayaimu, bahkan aku selalu membagi masalahku denganmu!" Aisha mencerca Yessi sambil menunjukkan jarinya ke wajah Yessi.
"Hahahahahahaha." Yessi tertawa sinis mendengar cercaan Aisha.
"Aisha, Aisha! Bukan aku penghianatnya, tapi kau!" Balas Yessi.
"Diam kau!" Bentak Deva tiba-tiba sambil mengarahkan sebuah pistol ke kepala Yessi.
"Kenapa, Adeva?! Kenapa? Hahahahaha!" Kembali tertawa sinis.
"Aku? menghianatimu! Apa maksudmu Yessi?!" Aisha tidak mengerti apa yang dimaksud Yessi.
"Sebelum bertemu denganmu, Adeva sudah menjadi calon tunangan kakakku! Dan kau hadir dihidupnya kembali, lalu membuat Deva kembali tergila-gila padamu! Akibatnya, Adeva membuat kakakku gila! Kau tahu kenapa? Karena suamimu itu meninggalkan kakakku di hari pertunangannya demi dirimu! Bahkan ibunya juga mendukung keputusan Adeva!"
"A... Apa? Su..suamiku, kau?" Sambil menatap tak percaya pada Deva.
"Aisha, aku tidak bisa bertunangan dengan kakaknya! Aku tidak mencintainya, dan mereka hanya ingin memanfaatkan kekuasaan serta kekayaanku saja! Sebab itulah aku membatalkan pertunangan itu, dan alasan lainnya adalah karena aku sudah bisa menemukan cintaku kembali, yaitu dirimu!"
"Bohong! Kau-...!"
"Cukup!" Lerai Aisha. "Yang sudah berlalu biarlah berlalu! Yessi, seharusnya kau tidak perlu melakukan semua ini! Perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan!"
"Tentu, karena kau juga tidak akan suka jika Deva bersama orang lain! Tapi aku tidak akan pernah membiarkan keluarga kalian tenang! Deva sudah membuat kakakku tidak waras hingga dia mengakhiri hidupnya, bahkan membuat keluarga kami sangat malu!" Dengan nada suara tinggi.
"Jadi kau akan melakukan apa lagi pada keluargaku, hah?!"
"Aku akan membunuhmu, Aisha! Dan menjadikan Deva milikku!"
Aisha tersentak kaget, mendengar perkataan Yessi yang sebegitu beraninya.
"Reihan!" Panggil Deva tiba-tiba hingga menghentikan perdebatan antara Aisha dan Yessi.
"Ya tuan."
"Apa mereka sudah datang?"
"Sudah tuan, aku akan membawanya kedalam sekarang." Sambil melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Yessi, aku tidak percaya kau akan melakukan ini hanya karena dendam pada Deva dan keluarganya!" Aisha kembali mencerca Yessi.
"Aisha, sebenarnya aku tidak ingin menyakitimu! Tapi mengingat alasan Deva meninggalkan kakakku adalah dirimu, maka kau juga bagian dari dendamku! Nyawa di balas nyawa, penderitaan dibalas penderitaan, jika aku tidak bisa memiliki Adeva atas nama kakakku maka Adeva juga harus merasakan bagaimana rasanya menjadi gila karena kehilangan seseorang yang sangat ia cintai seperti kakakku!"
"Cukup Yessi!" Bentak Deva sambil memeluk Aisha yang sudah menangis.
Tak lama masuklah beberapa polisi ke dalam gedung itu.
"Permisi, pak Adeva Rafandi! Kami menerima laporanmu yang melaporkan tuduhan penculikan dan pembunuhan berencana terhadap istrimu oleh saudari Yessi dan saudara Rama."
"Ya, ini dia pelaku dan para anak buahnya! Tolong tangkap mereka pak, dan tolong hukum mereka seberat mungkin!" Ucap Deva sambil mendelikkan matanya sinis pada Yessi dan Rama.
Para polisi pun memborgol Yessi dan Rama beserta anak buahnya. Sebelum dibawa pergi, Yessi masih mengancam Deva.
"Ingat baik-baik Adeva, aku bersumpah bahwa kau juga akan kehilangan seseorang yang sangat berarti di hidupmu suatu saat nanti! Dan akulah yang akan membuat semua itu terjadi! Kau juga akan gila bahkan mengalami hal yang dialami kakakku!" Lalu menoleh pada Aisha dan menatapnya dengan tatapan ingin membunuh.
Setelah Yessi dibawa pergi oleh polisi, Aisha jatuh dan terduduk di lantai ruangan itu.
"Aisha, maafkan aku. Aku tidak berterus terang padamu waktu itu." Sambil membantu Aisha berdiri dan duduk di kursi.
"Kenapa kau tidak jujur padaku?"
"Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu jika Yessi adalah adik dari wanita yang dulu menjadi calon tunanganku. Dan aku tidak bisa melibatkan dan membahayakan nyawamu karena masalah yang tidak ada sangkut pautnya denganmu." Sambil mengusap anak rambut Aisha yang menghalangi kelopak matanya.
"Aku tidak menyangka bahwa Yessi seperti itu. Dan kau, kenapa kau membuat masalah besar untuk dirimu sendiri hanya karena aku? Seharusnya kau tidak membatalkan pertunangan itu!" Cerca Aisha pada Deva sambil memukul pundaknya.
"Aisha, aku tidak bisa menikahi wanita yang tidak aku cintai dan hanya memanfaatkan kedudukan serta hartaku saja!"
"Kau memang tidak pernah berubah sedikitpun!" Sambil menepuk kening Deva.
"Tentu saja Aisha, aku masih tetap dengan kepercayaan dan pendirianku. Apalagi dengan perasaanku, semua tidak akan berubah. Karena hanya kau yang mampu mengisi perasaanku dengan cintamu itu." Sambil mencubit hidung Aisha.
"Kau memang konyol! Bahkan kau rela menjadi bujangan lapuk seperti kak aryan hanya demi seorang wanita!" Ledek Aisha.
"Apapun akan kulakukan untukmu, asal kau menjadi milikku!"
Aisha dan Deva pun tertawa bersama lalu saling memeluk, membuat ruangan yang berada di gedung kosong yang dingin itu menjadi dipenuhi kehangatan karena kemesraan mereka berdua.
Seluruh anak buah Deva yang menyadari posisi mereka yang seharusnya tidak ada disana, mulai satu persatu keluar. Kecuali Reihan yang menatap mereka dengan senyuman.
Jatuh cinta sepertinya indah, bahkan tuan dan nona bermesraan seperti itu seperti tidak menganggap anak buahnya yang berada disini memperhatikan mereka. Jatuh cinta itu benar-benar membuat Dunia bagaikan milik berdua. Batin Reihan, lalu segera menyusul anak buah Deva yang sudah keluar.
__ADS_1
**Sekali lagi like nya ya jangan lupa!!!
Selamat membaca**!!!