
Aisha semakin bingung dengan sikap deva setiap harinya yg semakin dingin terhadapnya dan hampir seminggu setelah acara lamaran itu deva tidak pernah menemui aisha bahkan jarang membalas pesan dan mengangkat telepon dari aisha.
"Kenapa dia berubah seperti itu apa salahku sampai-sampai dia tidak memperdulikan aku lagi" gumam aisha sambil gelisah. "Ah mungkin dia lelah dan sibuk dengan pekerjaannya"pikir aisha positif.
Malam harinya aisha membuka grup pesannya ternyata daris sedang merencanakan pertemuan dengan semua sahabatnya aisha pun setuju dengan pertemuan itu tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun.
**Daris : Hei kita meet yuk sudah lama bukan kita tidak berkumpul seperti dulu sekalian merayakan lamarannya aisha.
Farah : Dimana? boleh juga tuh**.
**Yessi : iya kau benar ris semenjak wisuda kita belum pernah ketemu lagi aku kangen kalian semua
Rhea : iya aku setuju. Kamu gimana@Aisha
Daris : Kita ke villaku saja di dekat bukit senyum. Aisha tolonglah kamu ikut kan kita akan merayakan lamaran kamu mana mungkin kamu tidak ikut
Aisha : hmm..aku pikir-pikir dulu dan aku harus meminta izin dulu pada deva. Kapan rencananya?
Daris :Bagaimana jika besok lusa
Rhea,Yessi,Farah,Aisha : Okay**
Aisha pun berencana untuk meminta izin pada deva dengan meneleponnya akan tetapi deva menolak mengizinkan aisha.
"Hallo sayang?,akhirnya setelah lama kau mengangkatnya juga" ujar aisha sambil cemberut
"Ya sayang,maaf aku sedang sibuk. Ada apa meneleponku" jawab deva di telepon itu masih dengan wajah datar dan nada suara yg dingin
"Sayang,besok lusa aku akan berkemah dengan teman-temanku untuk merayakan lamaran kita" jelas aisha
__ADS_1
"Sayang maaf sekali aku tidak bisa ikut aku sangat sibuk" ucap deva dengan wajah yg sedih"Siapa yg membuat rencananya dan dimana kalian akan merayakannya?" tanya deva tiba-tiba
"Daris yg membuat rencananya sayang,di Villa dekat bukit senyum.Rhea Farah dan Yessi juga ikut" ucap aisha yg sontak membuat wajah deva berubah menjadi emosi
"Tidak!kau tidak boleh pergi! sudah aku bilang jauhi si daris itu dia sangat licik dan berbahaya!" bentak deva sambil berjalan kesana kemari dan mengepalkan sebelah tangannya
"Sayang sudah aku bilang dia tidak mungkin berbuat jahat padaku!" bentak aisha tak kalah dengan bentakkan deva
"Aku tidak akan pernah mengizinkanmu!kau dengar!" bentak deva tegas membuat aisha menitikkan air matanya dan terisak-isak.
"Terserah kau saja! aku akan tetap ikut bahkan tanpa izin darimu sekalipun!" ucap aisha keras kepala lalu menutup teleponnya dan membantingnya ke tempat tidur.
aisha pun membenamkan wajahnya ke bantal sambil menangis dan matanya menjadi sembab lalu tidak lama aisha pun tertidur.
Di Kamar Deva
"Deva! ada apa ini kenapa kau marah-marah dan melemparkan semua barang itu!" teriak ibu ratih sambil berjalan menghampiri deva.
"Aisha mam! Aisha tidak ingin mendengarkanku!dia sangat keras kepala!" ujar deva lalu membanting vas bunga di meja lampu tidurnya hingga pecah mengenai dinding
"Maksudnya? tidak mendengarkanmu seperti apa? coba jelaskan!" ucap ibu ratih
Deva pun duduk dipinggir ranjangnya di ikuti ibu ratih lalu memegang kepalanya dan menceritakan semuanya.
"Begini! si laki-laki ******** itu yg bernama daris ingin mengadakan pertemuan untuk merayakan lamaran kami. Masalahnya yg merencanakannya adalah si Laki-Laki ******** itu bahkan dia ingin merayakannya di bandung di villa daris di sebuah hutan dekat bukit senyum. Aku curiga dia merancanakan sesuatu!"Jelas deva pada ibunya.
"Ya ampun! begini,mama punya saran untukmu! kau ikuti saja mereka secara diam-diam untuk mengawasi aisha. bawalah juga anak buah kita yg sangat kuat agar jika terjadi sesuatu yg tidak kita duga kita bisa mengatasinya dengan cepat!" saran ibu ratih.
Deva pun mengangguk menyetujui saran ibunya karena itulah juga jalan satu-satunya untuk menunjukkan kejahatan daris pada aisha.
__ADS_1
"Kapan rencananya?" tanya bu ratih kemudian.
"Besok lusa mam!" jawab deva dengan nada sendu
"Baiklah,mama akan persiapkan segalanya yg kau perlukan disana nanti! Ingat jangan sampai siapapun tau hal ini!" ujar ibu ratih menenangkan putranya itu.
Setelah menunggu hari itu tibalah hari yg direncanakan aisha dan teman-temannya mereka sudah berkumpul di rumah aisha untuk pergi ke tempat tujuan itu tak lama aisha muncul dari pintu rumahnya dan merekapun segera pergi menuju tempat tujuan mereka itu. Begitu juga deva yg mengikuti Aisha dan teman-temannya itu secara diam-diam.
Setelah perjalanan yg memakan waktu 6 jam itu akhirnya mereka sampai di bandung tepatnya di bukit senyum yg jaraknya sangat terpencil dari perkotaan tapi begitu banyak villa disana.
Deva pun juga telah sampai di Sebuah Villa yg bersebelahan dengan villa yg ditempati aisha dan teman-temannya dia pun menyewa villa itu agar bisa melihat gerak-gerik daris dan melindungi serta mengawasi aisha.
Ia pun melihat aisha dan ketiga teman perempuannya telah masuk ke villa itu namun ia merasa heran dikala tak melihat daris masuk ke villa itu tapi malah melangkah ke belakang villa itu. Deva pun mengikuti daris dengan hati-hati dan mengintipnya. Alangkah terkejutnya deva melihat daris sedang berbicara dengan seorang wanita yg sepertinya pelayan di villa itu,deva tak kalah terkejutnya mendengar percakapan antara daris dan pelayan itu.
"Ini campurkan obat ini ke minuman aisha yg akan kau berikan besok pada saat yessi,farah dan rhea pergi keluar. Ingat jangan sampai kau dipergoki oleh ketiga wanita payah itu! jika kau berhasil maka akan ku beri kau uang 100 juta!" ucap daris sambil tersenyum licik dan memberikan sebuah obat pada pelayan itu.
"Ya tuan saya akan melakukannya" patuh pelayan itu.
Lalu daris pun mengibas-ibaskan tangannya sebagai tanda isyarat menyuruh pelayan itu pergi. Pelayan itu pun segera pergi dari hadapan daris.
Seketika deva merasa sangat marah dan ia pun mulai merencanakan sesuatu untuk menolong aisha dari rencana jahat deva. Dia pun mulai mengatur siasatnya setelah itu segera pergi masuk ke dalam villa yg disewanya disebelah villa yg ditempati aisha dan teman-temannya.
Esok harinya deva mulai menjalankan rencananya yg dibuatnya semalam dengan seseorang entah siapa yg dia ajak bicara di telepon. Begitupun dengan daris yg mulai menjalankan rencananya.
Pagi itu pelayan yg semalam membawakan aisha dan ketiga temannya minuman tapi aisha tidak merasa curiga dengan minuman itu sementara teman-temannya sudah pergi menyusuri bukit.
Setelah meminumnya aisha merasa sangat mengantuk dan memutuskan untuk tidur kembali kamarnya. Aisha tertidur nyenyak tanpa dia sadari daris sudah masuk ke kamarnya lalu dengan senyuman licik dia mulai membelai aisha dan pada saat daris akan mencium aisha tiba-tiba 'braakk' pintu kamar didobrak seorang pria dan dibelakangnya ada 3 orang wanita yg tak asing baginya pria itupun yg tak lain adalah deva mulai memukulinya secara bertubi-tubi hingga daris mulai pingsan dan tergeletak tak berdaya di lantai.Sementara 3 wanita tadi membawa aisha pergi ke villa yg di sewa deva...
Segitu dulu 😁😁😁😁
__ADS_1