Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Extra 1 Pertemuan Pertama Sid dan Kiran


__ADS_3

Deva menghela napas panjang, sambil melihat ruangan kamarnya yang dipenuhi foto Aisha bersamanya. Satu-persatu ia tatap dengan mata yang memancarkan kerinduan yang besar.


"Aisha, hari ini aku tidak menuntutmu untuk kembali ke kehidupanku. Aku sadar, seberapa besar aku memintamu kembali pada Tuhan, kau tidak akan bisa kembali." Gumam Deva lirih.


Deva mengambil salah satu dari foto itu, terlihat di foto itu adalah foto saat mereka berbulan madu. Ia mengusap foto itu.


"Kini aku hanya bisa berdoa untukmu, semoga kau tenang disana. Semoga Tuhan memberimu tempat terbaik disisi-Nya. Terima kasih telah memberikanku dua malaikat kecil yang cantik dan tampan. Kau pasti melihatnya dari sana, kedua malaikat kecil kita yang sekarang sudah mulai tumbuh dewasa."


Deva kembali meletakkan foto itu di tempat asalnya, lalu duduk di sofa yang berada di sana. Deva menyandarkan kepalanya, lalu menutup matanya sejenak.


"Ayah!" Seru Lakshmi tiba-tiba dari arah pintu.


Deva terperanjat, lalu menepuk keningnya saat melihat putrinya yang cerewet itu sudah berada disana.


"Lakshmi, lain kali ketuk pintu terlebih dahulu jika ingin masuk!"


"Maaf ayah. Ayah, aku ingin tunjukkan sesuatu pada ayah." Lakshmi menarik tangan Deva, Deva pun mengikuti Lakshmi yang berlari menuju ruang keluarga. Ia berlari sangat kencang, hingga Deva kewalahan mengikutinya.


"Lakshmi, pelan-pelan! Nanti kau terjatuh!" Lakshmi berhenti mendadak, hingga Deva menabrak Lakshmi lalu keduanya terjatuh.


"Ayah!" Lakshmi menatap ayahnya dengan tatapaj kesal.


"Maaf sayang, ayah tidak sengaja. Lagipula, kau berlari-lari seperti ini memangnya ada apa?"


"Ayolah, ayah ikut saja!" Lakshmi menarik Deva kembali, dan membawanya menuju ruang keluarga.


Sesampainya disana Deva terkejut bukan main, ada Dendi dan adiknya Rhea yang menjadi sahabat Aisha, istrinya.


"Deva, apa kabar?" Dendi berdiri dan tersenyum pada Deva.


"Baik, kau kesini? Darimana saja kau? Selama delapan tahun ini kau menghilang!" Dendi dan Rhea saling menatap.


"Kak Deva, kak Dendi tidak bermaksud menghilang. Dia harus menjalani perawatan, karena waktu itu dia..."


Deva terbelalak mendengar penjelasan Rhea.


"Kenapa Dendi?" Tanya Deva sambil menatap Dendi. Dendi menunduk.


"Waktu itu, pada saat pulang dari pemakaman Aisha ada yang menabrakku, hingga aku lumpuh." Lirih Dendi pelan.


"Kenapa kau tidak memberitahuku?!"


"Kakak tidak ingin membuat kak Deva khawatir." Rhea menjawab pertanyaan Deva.


"Dendi, seharusnya kau memberitahuku. Memangnya, siapa yang sudah menabrakmu hingga seperti ini?" Tanya Deva menyelidik.


"Kakaknya Yessi, setelah pemakaman Aisha ia mengetahui bahwa kita sudah menghabisi Yessi. Sebenarnya, ia tahu bahwa kau yang menghabisi Yessi, tapi dia tak berani menyerangmu karena dia tahu bahwa dia tidak akan bisa membuatmu kalah." Jelas Dendi.

__ADS_1


Deva terkejut bukan main, ternyata hingga saat ini masih ada saja musuhnya.


"Lalu bagaimana keadaanmu sekarang?"


"Keadaanku sudah membaik, kemarin adalah terapi terakhirku. Dan dokter sudah mengatakan bahwa aku sudah sembuh total."


"Syukurlah, lalu itu anak siapa?" Tanya Deva saat melihat Rhea menggendong anak seumuran Lakshmi.


"Dia putrinya Rhea dan Andra, kau pasti tahu kan?" Deva mengangguk, mengingat Andra adalah orang yang membantu Reihan bersama dengan Resha kakak iparnya bersatu kembali.


"Rhea, bawa dia bermain dengan Lakshmi! Aku dan Dendi harus bicara penting." Rhea mengangguk, lalu mengajak putrinya yang bernama Kirana bermain dengan Lakshmi.


"Lakshmi, ayo bermain dengan Kiran di luar, ayah harus bicara penting dengan paman Dendi." Lakshmi mengangguk, lalu membawa Kiran dan Rhea ke taman belakang rumahnya untuk bermain.


Sesampainya disana, ternyata ada Sid yang sedang menyiram tanaman bunga mawar. Sid sangat menyukai bunga mawar, jadi Deva sengaja membeli banyak tanaman bunga mawar untuk Sid.


"Kakak, lihat ini aku punya teman baru!" Seru Lakshmi sambil menarik tangan Kiran dan membawanya ke hadapan Sid.


"Siapa dia?" Tanya Sid sambil memperhatikan wajah Kiran.


"Dia Kiran, temanku!"


"Sid, apa kabar?" Sahut Rhea tiba-tiba.


"Bibi Rhea, kabarku baik. Bibi apa kabar?" Sambil tersenyum.


"Kabar bibi sangat baik. Kenalkan, Kiran putri bibi."


"Siddharth, kau bisa memanggilku Sid. Namamu Kiran, kan? Sekarang kita berteman." Kiran mengangguk.


"Ayo kita bermain kakak!" Ajak Lakshmi.


"Ayo!" Seru Kiran dan Lakshmi.


Flashback


"Rhea, kau pulang lebih dulu saja! Aku ada keperluan yang sangat penting sebentar!" Ucap Dendi sambil membukakan pintu mobil untuk Rhea. Sore itu mereka baru pulang dari pemakaman Aisha.


"Baik, kak. Tapi bagaimana nanti kakak pulang?"


"Kakak akan menyuruh supir menjemput. Kau pulanglah, hati-hati di jalan."


"Kakak hati-hati di jalan juga." Dendi mengangguk, Rhea memasuki mobil.


Dendi melambaikan tangannya pada Rhea hingga mobil yang ditumpangi Rhea menghilang.


"Dendi, apa kabar?" Tiba-tiba sahut seseorang dari belakang.

__ADS_1


Dendi menoleh, dan terkejut mendapati sosok yang berada di belakangnya.


"Kau? Sedang apa kau disini?"


"Dendi, kenapa kau begitu? Apa kau tidak merindukanku dan anakmu?" Ucap seseorang wanita itu.


"Anakku? Bukan anakku! Itu anakmu dan selingkuhanmu itu!" Bantah Dendi.


"Apa maksudmu, kenapa kau berbicara seperti itu?"


"Apa kau pikir aku tidak tahu, Elis? Kita baru menikah 7 bulan, dan kau sudah melahirkan Nasya!" Wanita itu terkejut, wajahnya pucat pasi. "Kenapa kau berbohong padaku?"


"Dendi, aku tidak bermaksud membohongimu. Aku terpaksa melakukan itu, jika tidak pasti keluargaku akan malu."


"Cukup, Elis! Jujur saja, aku sudah mulai mencintai dan menyayangimu. Tapi kemarin kau membuatku sangat kecewa! Hentikkan semuanya, dan aku juga akan segera mengakhiri pernikahan kita yang penuh kebohongan ini!" Tegas Dendi.


Dendi lalu berjalan meninggalkan Elis.


"Tunggu Dendi! Jika kau berjalan satu langkah lagi, kau akan menyesalinya!" Seru Elis.


Dendi membalikkan tubuhnya, ia menatap Elis dengan tatapan tidak peduli.


"Apa yang akan kau lakukan? Aku tidak takut!" Dendi kembali berjalan meninggalkan Elis, hingga pada saat ia memasuki jalanan tidak ada yang menduga.


Dor...


Sebuah peluru mendarat tepat di punggung Dendi, hingga Dendi terpental ke jalanan dan tertabrak oleh mobil truk yang melintas dengan kecepatan kencang.


"Dendiiii!" Teriak Elis sambil berlari menghampiri Dendi yang sudah tergeletak penuh darah di tengah jalanan.


"Dendi, bangun! Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau tidak mendengarkan aku?!" Elis menangis histeris.


...----------------...


"Apa? Jadi kau sudah pernah menikah? Br*ngs*k!" Ucap Deva sambil memukul punggung Dendi.


"Itu karena terpaksa." Jawab Dendi santai.


"Lalu kenapa kau mengejar Aishaku kembali? Sudah Duda kau kembali padanya!" Sungut Deva kesal.


"Walaupun aku duda, tapi aku masih bersegel!" Dendi terkekeh.


"Gila! Untung saja Aisha menikah denganku, perjaka tampan!" Deva membanggakan diri.


"Bangga sekali, kau!" Ketus Dendi.


"Tentu saja, dari sarangnya itu sudah lahir dua malaikat kecilku yang menggemaskan!"

__ADS_1


Perdebatan akhirnya dimulai, setelah sekian lama tidak ada debat akhirnya terjadilah debat. Bedanya, jika dulu Deva berdebat dengan Aisha, sekarang ia berdebat dengan Dendi mantan saingannya.


Selamat membaca... Extra partnya masih ada kok tapi gk tau kapan nulisnya... 😁😁


__ADS_2