
Deva terbangun lebih awal karena merasa gerah dan haus,sebelum beranjak dari tempat tidur tiba-tiba saja ia mendengar ponselnya bergetar dan langsung mengambilnya.
Deva pun keluar menuju balkon untuk mengangkat teleponnya karena takut membangunkan aisha jika ia mengangkatnya di dalam kamar.
"Hallo" ucap deva pada penelepon itu
"Hallo" jawab penelepon itu yg membuat wajah deva tiba-tiba berubah pucat pasi."Rupanya kau masih hidup! aku pikir jasadmu sudah menyatu dengan tanah" ucap penelepon itu dengan nada yg sinis.
"Untuk apa kau meneleponku?" tanya deva dengan suara bergetar.
"Tentu saja untuk mengingatkanmu perihal urusan kita yg belum selesai!" ketus penelepon itu.
"Apa?" ucap deva terkejut.
"Lihat saja! aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup bahagia! kau akan membayar akibat dari apa yg kau ciptakan tempo dulu!" ancam penelepon itu.
"Tidak! kau lihat saja,aku tidak akan membiarkanmu melakukan semua itu! dan jangan pernah mencoba menyakiti keluargaku! Urusanmu bersamaku,jangan pernah melibatkan keluargaku!" jawab deva dengan penuh kemarahan dan rasa takut. Bukan deva takut pada penelepon itu,tapi deva takut ada yg akan menyakiti keluarga kecilnya itu.
"Haha..kita lihat saja nanti!" kata penelepon itu sambil tertawa sinis lalu memutuskan teleponnya.
Deva cepat-cepat masuk ke kamar lalu menutup pintu balkon dan menguncinya. Deva menghampiri aisha yg masih tertidur lalu memasukkan aisha ke dalam pelukannya.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu disakiti oleh siapapun. Aku akan memikirkan cara untuk menyelesaikan semua ini secepatnya. Maaf jika aku akan meninggalkanmu sebentar Aisha,ini demi dirimu" gumam deva lalu mengecup kening aisha dan mencoba memejamkan matanya walaupun matanya sempat enggan terpejam tapi akhirnya ia tertidur juga.
Pagi harinya deva sudah terbangun lebih dulu dan sedang mandi.
Aisha terbangun akan tetapi matanya masih terpejam dan tangannya meraba-raba kesampingnya mencarik sosok lelaki yg dari semalam memeluknya,yg tak lain adalah deva. Akan tetapi disampingnya sudah kosong tak ada siapapun.
Aisha pun membuka matanya lalu mencari keberadaan deva di kamarnya,tidak ada siapapun. Aisha berdiri lalu memutuskan untuk mandi saja. Pada saat akan masuk ke kamar mandi,ia mendengar ada suara gemericik air menandakan bahwa ada seseorang di kamar mandinya.
"Ternyata dia sedang mandi" gumam aisha sambil kembali duduk di sudut ranjang.
Tak lama deva pun keluar dengan memakai sehelai handuk di pinggangnya dengan kepala masih di penuhi busa shampo membuat aisha tertawa.
Deva merasa bingung melihat Aisha yg tiba-tiba saja tertawa.
"Aisha,kenapa kau tertawa?" tanya deva dengan wajah datar.
__ADS_1
"Kau itu dimanapun berada pasti selalu membuatku tertawa dengan kekonyolanmu. Bisakah sekali saja teliti dalam hal apapun?" ujar aisha dengan wajah yg memerah menahan tawa.
"Aku bisa teliti,tapi apa yg kau tertawakan dariku sekarang?" tanya deva dengan bibir cemberut.
"Lihatlah di cermin! lalu kembalilah ke kamar mandi jika kau bisa melihatnya di cermin!" ucap aisha lalu kembali tertawa.
Deva pun segera berjalan menuju cermin dan melihat dirinya sendiri di cermin. "Ya tuhan!" seru deva lalu segera berlari menuju kamar mandi lagi dan tiba-tiba 'sreeettt...bruukkkk' deva terpeleset dan jatuh tepat di depan pintu kamar mandi dengan handuk yg sudah terbuka karena terkait di sudut meja.
"Devaaaaa!!!!" teriak aisha lalu langsung membalikkan tubuhnya karena tidak bisa menahan tawanya melihat kekonyolan suaminya itu.
"ah shit! kenapa diriku ini konyol sekali!" deva mengumpati dirinya sendiri lalu berdiri sambil memegangi pantat dan pinggangnya yg sakit karena terjatuh dan buru-buru memakai handuknya lalu masuk ke kamar mandi.
"Hei pelan-pelan jalannya! Nanti kau bisa terjatuh lagi!" seru aisha.
"Iya,iya!" teriak deva yg sudah masuk ke kamar mandi lalu menutup pintunya.
Setelah deva masuk ke dalam kamar mandi,Aisha kembali tertawa keras.
"Lihat nak! kelakuan ayahmu sangat konyol. Bisa-bisanya dia tidak membasuh rambutnya yg dipenuhi busa shampo" ujar aisha sambil mengelus perutnya daj tertawa"bahkan dia sampai terpeleset dan jatuh karena kekonyolannya itu yg membuatnya tidak berhati-hati!" ujarnya lagi sambil tertawa.
"Bagaimana aku tidak tertawa jika suamiku ini konyol sekali!hahaha" ucap aisha di sela-sela tawanya.
"Lihat nak,bundamu itu terus saja menertawakan ayah!" ketus deva sambil berjongkok dan berbicara pada perut aisha.
"Heuh?! Sudah cepat pakai pakaianmu sana!" perintah aisha.
"Baiklah Ibu Ratu!" ucap deva sambil meledek aisha.
"Dasar konyol!" balas aisha meledek deva.
Deva pun segera memakai pakaiannya,sedangkan aisha duduk di kursi yg berada di balkon apartemennya.
Setelah selesai berpakaian deva menghampiri aisha yg berada di balkon apartemen.
Deva memeluk aisha dari belakang dan mengelus-elus perut aisha.
"Aisha" kata deva membuat aisha berbalik dan menatapnya."Selama beberapa hari mungkin aku akan pulang larut malam karena pekerjaanku begitu banyak di kantor. Tidak apa-apa kan?" lanjut deva sambil memegang kedua pundak aisha.
__ADS_1
"Tidak apa-apa suamiku,lagipula semua itu juga demi diriku dan anak kita ini bukan?" tanya aisha pada deva.
"Tentu saja,tapi sebelum jam pulangku normal kau akan tetap berada di apartemen ini ditemani bi Asih dan beberapa pelayan lainnya. Tidak apa-apa juga kan?" tanya deva kembali.
"Heuh? kenapa tidak di rumah saja?" tanya aisha bingung karena deva yg sebelumnya mengajak aisha pulang ke rumah malah menyuruh aisha tetap tinggal di apartemennya saat ini.
"Aku merasa kau lebih senang berada disini jika aku tidak ada" jawab deva berbohong.
"Baiklah jika begitu" angguk aisha.
"Kau tidak keberatan bukan?" tanya deva kembali.
"Tentu tidak,dari kapan kau akan pulang malam?" kata aisha kembali bertanya.
"mungkin lusa,memangnya kenapa?" ucap deva balik bertanya.
"Besok aku harus mengecek kandungkanku ke dokter,aku ingin kau yg mengantarku,kau mau kan?" pinta aisha dengan wajah memelas.
"Tentu saja,baiklah kau masuk ke kamar jangan terlalu lama berada disini! Udaranya sangat dingin" kata deva
"Baiklah,aku juga akan memasak dulu untuk sarapan"ucap aisha seraya pergi menuju ke dapur tanpa menunggu jawaban dari deva. Deva sendiri masih berada di balkon dan duduk di kursi sambil menatap ponsel yg sedari tadi dimasukkan dalam sakunya.
Deva pun mengetik ponselnya dan menelepon ridan.
"Hallo! kau siapkan anak buah khusus untuk olahraga seperti dulu" perintah deva "Jangan lupa siapkan pengawalan di apartemen yg berada di jalan xx karena lawan kita saat ini lumayan berbahaya dan mengancam keselamatan keluargaku!" perintah reihan kembali pada ridan di telepon itu.
"Baik tuan aku akan segera menyiapkannya" patuh ridan.
Deva pun memutuskan teleponnya dan menghela nafas berat.
'Maafkan aku aisha,aku tidak bermaksud menutupi semua ini darimu. Tapi aku akan memberitahumu semua ini saat waktunya sudah tepat' batin deva sambil masuk kedalam kamar dan menutup pintu balkon.
**Selamat membaca !!
Maaf ya baru up,baru selesai perbaikan cover dan sinopsis.
jangan lupa like,coment dan vote ya**!!!
__ADS_1