
Hari ini aisha dan deva sudah diperjalanan menuju tujuan terakhir bulan madunya yaitu india. Mereka berencana untuk menghabiskan waktu lebih lama disana karena ini adalah wisata bulan madu terakhirnya setelah ini mereka akan pulang dan deva kembali sibuk dengan pekerjaannya mengurus perusahaan.
Akhirnya pesawat mereka telah mendarat di bandara mumbai, keduanya turun dari pesawat lalu menuju taxi yg sudah tersedia di luar bandara.
Sesampainya di hotel aisha mulai merasa pusing lagi entah kenapa kali ini pusingnya sangat hebat dan membuat matanya berkunang-kunang lalu 'bruukk' aisha jatuh pingsan dan deva sangat terkejut. Beberapa pelayan hotel menghampirinya dan melihatnya.
"Sayang! sayang kau kenapa bangunlah!" ujar deva sambil menepuk-nepuk pipi aisha tapi tak sadar juga. Ia pun menggendong aisha menuju kamar yg sudah di sewanya. Sampai di kamar itu ia mulai menelepon salah satu anak buahnya untuk membawa dokter ke kamarnya.
Tidak berapa lama anak buahnya sudah datang bersama seorang dokter.
"Mana yg harus aku periksa?" tanya dokter itu.
"Istriku dokter dia tiba-tiba pingsan tadi tolong secepatnya di periksa!" ujar deva.
Dokter pun segera memeriksa aisha. Beberapa menit kemudian pemeriksaan selesai dokter mulai menuliskan resep obatnya dan aisha mulai kembali mendapatkan kesadarannya secara perlahan.
"Dokter bagaimana keadaan istriku?" tanya deva sangat cemas.
"Istrimu baik-baik saja pak" jawab dokter itu sambil tersenyum
"Lalu bagaimana bisa dia pingsan jika dia baik-baik saja?" tanya deva heran dengan pernyataan dokter itu.
"Dia baik-baik saja pak. Dia hanya sedang hamil!" seru dokter itu seraya tersenyum.
Deva terpaku dan terharu mendengar pernyataan dokter itu sampai ia ingin mendengar kabar itu berkali-kali dan berharap bahwa dia tidak sedang bermimpi.
"A..apa? ha..hamil?" tanya deva tak percaya.
"Ya pak selamat kau akan menjadi seorang ayah. Usia kandungan istrimu baru menginjak 3 minggu. Dia harus banyak istirahat tidak boleh terlalu lelah karena kandungannya masih lemah dan rentan keguguran. Ini saya telah menulis resep obat untuk penguat kandungannya tolong segera di ambil." jelas dokter itu serasa menyodorkan sehelai kertas berisi resep obat.
"Baiklah terima kasih dokter" balas deva sambil mengambil kertas itu.
"Kalau begitu saya pamit untuk kembali ke rumah sakit" pamit dokter itu.
"Baiklah pengawal saya akan mengantar anda!" ucap deva sambil menoleh pada pengawalnya"kau antar dokter itu sambil sekalian belikan obat ini di apotek!" perintah deva pada pengawal yg sejak tadi berdiri di ambang pintu.
"Baik tuan" angguk dokter itu lalu pergi dari sana meninggalkan deva dan aisha yg masih lemah.
Deva sangat bahagia dengan kabar kehamilan aisha.
__ADS_1
"Terima kasih ya Tuhan Engkau telah mempercayai diriku secepat ini!" ucapnya sambil menghampiri aisha yg masih berbaring sambil tersenyum dan memegang tangannya lalu mencium keningnya.
"Terima kasih sayang!" ucap deva kemudian kembali mencium kening dan pipi aisha. Aisha yg belum tahu bahwa dia hamil merasa heran.
"Terima kasih untuk apa?" tanya nya heran
"Kita akan segera menjadi ayah dan ibu Aisha!" ucap deva membuat aisha menangis terharu.
"Benarkah?" seru aisha tak percaya.
"ya sayang!!" angguk deva.
Aisha pun menangis terharu dan memeluk deva.
Deva tidak berhenti memeluk dan mencium aisha setelah mengetahui kehamilan istrinya itu. Keduanya bahkan memutuskan untuk menyelesaikan bulan madunya lebih cepat dan segera pulang untuk memberitahu kabar bahagia ini pada seluruh keluarganya.
Esok mereka akan memutuskan untuk pulang karena tidak sabar mendapat sambutan dari keluarganya. Hari itu mereka berkemas-kemas barang bawaannya tidak lupa juga membeli beberapa buah tangan untuk keluarganya dan sorenya mereka akan jalan-jalan terlebih dahulu ke taj mahal atas permintaan aisha tentunya.
Hari menjelang sore mereka sedang di perjalanan menuju ke taj mahal.
"Kita sudah sampai!" seru deva.
"Hei berhentilah berlari! ingat kau sedang hamil aisha!" teriaknya membuat aisha berhenti berlari lalu tersenyum kikuk dan mengelus-elus perutnya yg masih rata itu.
"Maafkan bunda sayang! bunda lupa kalau sekarang ada calon malaikat kecil di perut punda" gumamnya sambil masih mengelus-elus perutnya itu.
"Kau ini bagaimana kalau terjadi apa-apa pada dirimu dan bayi kita?" ketus deva membuat aisha hanya tersenyum."Aku mengingatkanmu kenapa malah tersenyum?" tanya deva dengan wajah datar.
"Tenang saja aku dan bayiku akan baik-baik saja lagipula kami kuat" balas aisha
"Kau selalu saja tidak mendengarkan ucapanku!" ketus deva sambil cemberut.
"Baiklah-baiklah kalau begitu cepat keluarkan ponselmu!" perintah aisha.
"Untuk apa?" tanya deva sambil memasang wajah dengan tatapan malas.
"Ayolah kita berfoto!" ajak aisha.
Deva pun mulai semangat kembali dan mengeluarkan ponselnya membuka kamera laku memotret dirinya dan aisha. "Ayo sekali lagi!" ucap deva
__ADS_1
setelah berfoto mereka memutuskan untuk makan di tempat makan khusus kuliner india.
"Tuan dan Nona silahkan masuk" sambut pelayan itu. Aisha dan deva membalasnya dengan senyuman lalu masuk dan duduk di meja pojok yg dibatasi kaca dari sana mereka bisa melihat suasana indah di luar. Datanglah seorang pelayan untuk menanyakan pesanan mereka.
"selamat datang tuan dan nona di restoran kami! anda ingin memesan apa?" tanya pelayan itu sambil tersenyum.
Deva bingung karena ia tidak tahu mana makanan yg enak ia pun bertanya pada aisha.
"Kau mau pesan apa? aku akan memesan juga makanan yg sama denganmu" ucapnya.
"Baiklah" angguknya "Pak tolong buatkan kami 2 porsi paratha,2 porsi chole batore pedas 2 porsi nasi briyani dan juga 2 mangkuk halwa dan minumnya 2 gelas teh mashala" pesan aisha lalu pelayan itu segera menuliskannya.
"Baiklah kami akan segera menyiapkannya mohon ditunggu" ucap pelayan itu sambil berlalu dari hadapan mereka berdua.
"Sayang" panggil deva membuat aisha yg sedang menikmati pemandangan luar menoleh padanya.
"Ya kenapa?" tanya aisha
"Kau pesan makanannya banyak sekali! memangnya akan habis?" tanya deva sedikit heran.
"Hei kau lupa ya aku sedang hamil jadi bukan hanya aku yg memakannya tapi juga bayi kita!" ucap aisha membuat deva ingat jika istrinya memang sedang hamil.
Tak lama pesanan mereka datang"silahkan dinikmati tuan dan nona" ucap pelayan itu sambil menyajikan makanan.
"Terima kasih!" ucap aisha dan deva serentak. Pelayan itu hanya mengangguk sambil tersenyum lalu undur diri dari hadapan mereka.
Aisha sangat senang karena dari tadi perutnya sudah lapar,ia pun segera memakannya dengan lahap sedangkan deva ia hanya ternganga melihat istrinya makan sebegitu banyaknya.
"Kenapa kau tidak makan?" tanya aisha melihat deva hanya memandanginya saja
"ah tidak aku akan makan !" ujar deva lalu memakan makanannya dan menghabiskannya sesegera mungkin. Selesai makan mereka membayar makanannya lalu bergegas pulang.
"Ayo kita pulang ini sudah larut malam lagipula besok kita harus segera pulang" ajak deva.
"Baiklah ayo aku juga sudah lelah dan mengantuk" angguk aisha setuju.
Merekapun segera pulang dan sesampainya di hotel mereka langsung tidur.
Maaf ya up nya siang lagi hehehe maklum sibuk sama kerjaan rumah...😁😁😁
__ADS_1