
Sudah satu minggu deva menjalankan rencananya dan seluruh taktiknya berhasil.
Hari ini deva berencana membuat daris,rebecca dan sella membongkar kejahatannya sendiri dengan cara mengirim agen rahasia yg akan berpura-pura menghilangkan jejak kejahatan mereka.
Salah satu agen rahasia itu akan memasang alat perekam di ruangan yg akan di pakai pertemuan untuk mereka dan rekaman itu akan langsung disiarkan di semua saluran televisi.
Semua sudah siap dengan tugasnya masing-masing termasuk aisha yg akan bertugas membawa beberapa wartawan agar beritanya terliput juga.
Beberapa agen rahasia sudah ada di ruangan itu menunggu kedatangan ketiga pelaku kejahatan itu. Deva sendiri akan membuat mereka bertiga ketakutan dengan pura-pura menghantui mereka.
Daris ternyata datang lebih cepat dari waktu yg di tentukan. Lalu Sella dan Rebecca yg menyusul. Mereka bertiga saling berpandangan heran.
"Ada apa ini?" tanya sella menyelidik daris.
"Hei aku pikir kau tahu!" ucap daris sambil acuh tak acuh.
"Sudahlah kita tanya saja pada orang yg sedang duduk disana!" ajak rebecca dengan ketus.
"Duduklah!akan aku jelaskan maksud undanganku pada kalian saat ini!" ucap agen palsu itu yg sebenarnya adalah Reihan yg sedang menyamar.
"Begini kasus kalian sudah diselidiki oleh ibu dari deva!Dan aku bermaksud membantu kalian!" Ujar reihan sambil tersenyum sinis.
"Apa?bagaimana bisa??!" teriak daris sangat terkejut.
"mereka yg kau celakakan itu orang besar! kasus mereka akan selalu tercium. Makanya aku akan membantu kalian menghilangkan kasus ini tanpa jejak!" ujar reihan menekan mereka.
"Bagaimana caranya? aku akan bayar berapapun asalkan ucapanmu benar!" ujar Sella ketakutan.
"Caranya tolong kalian jelaskan saja rencana kalian untuk mencelakakan deva waktu itu dan tempat kalian menjalankan rencana itu!" ujar reihan
__ADS_1
"Aku tidak tahu rencana mencelakakan deva karena rencana ini diluar rencana bersama! Aku dan sella tidak ikut dalam rencana mencelakakan deva. Kami hanya berencana menjebak deva dan menjebak aisha saja" jelas rebecca.
aisha yg berada di luar ruangan itu terkejut dan segera memandang deva yg berada disisinya. Deva yg mengerti keadaan aisha segera memeluk aisha. lalu memerintahkan teman-teman aisha menemani aisha karena deva akan mulai membuat mereka takut.
Di dalam ruangan mereka masih diinterogasi karena daris tidak mau mengakui kejahatannya tapi akhirnya ia mau mengakuinya karena taruhannya adalah nyawanya sendiri.
"Baiklah jika kau tidak akan mengakuinya nyawamu yg akan diincar oleh roh nya deva yg mati karena kau celakakan" ucap reihan sontak membuat daris tertawa.
"Mana ada roh deva ! jika dia mau balas dendam mungkin sudah dari kemarin!" ujar daris menyepelekan.
"Baiklah tidak apa-apa jika kau tak percaya!" ujar reihan mengejek.
tiba-tiba daris,rebecca dan sella terkejut saat mereka melihat ke belakang mereka sudah ada sosok deva dengan wajah pucat dan kening penuh dengan darah merekapun berkeringat dingin deva mulai mendekati mereka lalu mereka memutar badannya dan melirik kembali ke belakang mereka,deva sudah menghilang.
"Ba..ba..baiklah akulah yg membuat rencana mencelakakan deva karena deva telah merebut aisha dariku dan membuatku jatuh di mata aisha bahkan aku juga pernah menjebak aisha di villaku pada saat di bandung. Jika bisa tolong secepatnya hilangkan kasus ini!" ujar daris ketakutan.
"A..apa..? bagaimana bisa seperti ini?" ucap daris terkejut. Sella dan rebecca pun shock melihat berita di televisi itu yg berisi pengakuan kejahatan mereka.
Reihan pun membuka penyamarannya dan membuat ketiganya semakin terkejut.
Pintu ruanganpun terbuka deva dan aisha dan juga ketiga temannya masuk ruangan itu. Ketiganya semakin shock melihat deva.
Prok prok prok Deva bertepuk tangan sambil tersenyum mengejek dan sinis melihat ketiganya sangat ketakutan saat deva masuk ruangan itu.
"Kalian pikir akan semudah itu memisahkan aku dan aisha?hah!" bentak deva membuat nyali ketiga penjahat itu menciut"kalian pikir mudah menyingkirkanku? lihat ini! berkat mujizat tuhan aku masih bisa hidup dan bernafas bahkan bisa berdiri di hadapan kalian" bentak deva kembali.
"Ka..kau! bagaimana bisa kau masih hidup !" ucap daris ketakutan.
"karena aisha masih hidup maka aku juga tidak akan pernah mati! Karena jiwaku berada dalam jiwa aisha! Jika salah satu diantara kami tiada maka kami akan tiada bersama! Kami tak akan terpisahkan meskipun kalian berusaha sekeras mungkin!"tegas deva.
__ADS_1
"kalian akan menerima hukuman yg sepadan dengan perbuatan kalian! Dan kau daris kita sudah lama berteman tapi aku tidak pernah menyangka bahwa kau bisa berbuat sehina itu dan sejahat itu! Kau bahkan berusaha menodai aisha yg sangat suci! bahkan kau mencoba membunuh deva kebahagiaannya aisha! Aku tidak menyangka hal itu darimu!!" ucap Rhea penuh kecewa.
"Daris aku menganggapmu seperti kakakku sendiri! tapi kau malah berbuat hina dan jahat padaku! aku beruntung memiliki deva yg akan selalu menjaga kehormatanku! meski deva tiada aku tidak akan pernah mencintai pria lain lagi!" bentak aisha lalu menangis dan sesegera mungkin deva memeluknya.
Ketiganya kini sangat ketakutan dan berusaha untuk kabur akan tetapi deva segera memberi isyarat pada reihan dan reihan pun keluar lalu membawa masuk anak buahnya dan menangkap ketiganya untuk di serahkan ke kantor polisi dengan tuntutan yg seberat-beratnya.
Di rumah Deva
Bu ratih menangis terharu menyaksikan berita dan mengetahui bahwa deva putranya masih hidup bahkan ia tak henti-hentinya bersujud melihat semua itu. Susan pun sama halnya seperti ibunya yg menangis terharu di pelukan suaminya.
"Lihat kan! mama yakin kakakmu masih hidup dan mama yakin aishalah yg akan membawanya kembali!" seru ibu ratih sambil memeluk susan.
"Ya mama kita sangat beruntung memiliki kak aisha yg akan selalu membantu kak deva" ujar susan.
"Cepat kita siapkan kedatangan kembali kakakmu" ujar ibu ratih.
Rumah mulai di hias oleh semua pelayan di rumah itu. Bi asih mulai memasak dan dibantu oleg bu ratih sendiri menyiapkan makanan kesukaan deva.
Di rumah aisha
Keluarga aisha terkejut dan sekaligus senang karena calon menantunya masih hidup merekapun bangga dengan keberanian aisha menjebak para penjahat itu sampai mempertaruhkan nyawanya sendiri. bahkan sebelumnya mereka merasa bersalah karena telah mencurigai aisha yg selalu pulang malam setiap harinya.
"bu! lihatlah sudah ku bilang aisha tidak akan mempermalukan kita!" ujar resha yg selalu percaya pada adiknya itu.
"Ya kau benar resha! ayah telah salah sangka padanya setelah dia pulang ayah akan meminta maaf padanya dan mulai merencanakan pernikahan aisha dan deva kembali"
Hari itu menjadi hari bersejarah bagi keluarga deva dan aisha. Dan juga menjadi saksi bahwa Cinta Deva dan Aisha adalah cinta sejati yg tak akan pernah terpisahkan.
Ikuti terus ya kisah deva dan aisha. Masih berlanjut ya jangan dikira tamat hehehe masih banyak perjuangan mereka !!! jangan lupa like dan vote
__ADS_1