
5 hari menjelang pernikahan deva dan aisha berencana untuk memilih cincin pernikahannya dan Fitting gaun pengantin.
Rencananya mereka akan fitting gaun pengantin terlebih dahulu di butik terkenal di bandung. Ya pernikahan aisha dan deva akan di laksanakan di bandung tepatnya di Villa deva yg berada di Villa Istana Bunga Lembang.
Kemarin mereka telah sampai di bandung dan mulai menyusun semua rencana pernikahan Aisha dan deva.
Devan dan Aisha telah sampai di butik Xx. Mereka disambut dengan baik dibutik itu karena tahu bahwa deva adalah orang besar.
"Silahkan masuk tuan,ada yg bisa saya bantu?" tanya pemilik butik itu sopan.
"Ya kami ingin memilih gaun pengantin untuk pernikahan kami 5 hari lagi. Aku ingin gaun yg terbaik untuk calon istriku yg cantik ini" ujar deva tapi belum sempat pemilik butik itu menjawab aisha menyelanya.
"Tunggu! aku tidak ingin gaun aku ingin memakai kebaya,aku ingin pernikahan kita dengan adat sunda karena bukankah kita memang dari suku bangsa sunda?" ujar aisha membuat deva tersenyum lembut padanya mengingat bahwa ia dilahirkan dan dibesarkan di tanah sunda.
"Kau benar sayang!" angguk deva" baiklah bu tolong carikan kebaya yg terbaik untuk calon istriku ini" perintah deva.
"Baik tuan. Nona mari ikut dengan saya" ajak pemilik butik itu pada aisha.
"Silahkan nona pilih kebayanya. Semua ini desain terbaru belum ada yg mencobanya. Nona adalah yg pertama"ujar pemilik butik itu sopan.
Aisha pun mulai melihat-lihat kebayanya sampai tatapannya berhenti pada kebaya berwarna putih yg sangat indah. "Sepertinya aku memilih yg ini" ucap aisha.
"Silahkan nona mencobanya di ruang ganti,sepertinya itu sangat cocok dikenakan nona" ujar pemilik butik yg bernama bu ira itu.
"Baiklah,dimana ruang gantinya?" tanya aisha pada bu ira.
"Disebelah sana mari saya antar" ucap bu ira sambil berjalan menunjukkan ruang ganti pakaian.
aisha pun memasuki ruang ganti dan mencoba kebaya yg di pilihnya setelah itu iapun keluar dari ruang ganti bu ira yg melihatnya pun sangat terpukau.
"Wah nona kau sangat cantik memakai kebaya itu dan wajahmu jadi tambah bersinar" puji bu ira.
"Eh emm terima kasih bu" ujar aisha.
"baiklah nona sama-sama. mari kita tunjukkan pada tuan" ajak bu ira
Dev terlihat sedang duduk di sofa butik itu dan saat aisha menghampirinya deva sedang terfokus pada sebuah berkas yg dibawanya di dalam mobil.
"tuan lihatlah calon istrimu ini sangat cantik" ujar bu ira membuat deva menoleh pada kedua wanita itu dan menangkap sosok aisha yg sedang mengenakan kebaya putih untuk pernikahannya.
Deva sangat terpukau dan terpesona melihat penampilan aisha saat ini.
"Pak saya pamit untuk ke ruangan saya sebentar anda bisa berbicara dengan asisten saya mengenai sewa kebaya,dekorasi dan tata riasnya" ucap bu ira membuyarkan tatapan deva kembali lalu segera membungkukkan badannya dan berlalu meninggalkan keduanya.
__ADS_1
Deva kembali menatap aisha dengan kagum dan terpesona.
"sayang kau tambah cantik saja,kebaya itu sangat cocok untukmu!" puji deva pada aisha membuat aisha salah tingkah.
"Hehehe. kau ini" ujar aisha sambil salah tingkah.
"Baiklah kita sudah memilih kebaya pernikahanmu dan aku sudah memilih setelanku juga. Kau ganti bajumu dan aku akan menyelesaikan urusan penyewaan dengan asisten bu ira.
"Baiklah" angguk aisha lalu pergi kembali untuk mengganti bajunya.
Tidak lama keduanya selesai dengan kegiatan masing-masing.
"Baiklah tuan dan nona terima kasih untuk kunjungan kalian sampai bertemu di hari pernikahan kalian nanti" ujar bu ira sopan.
"Baiklah terima kasih kembali atas pelayananmu itu. Kami pamit dulu sampai jumpa" balas deva dan aisha lalu pergi memasuki mobil dan bergegas lagi.
"Sayang sekarang kita akan memilih cincin pernikahan kita" ujar deva dengan pandangan tetap lurus kedepan fokus menyetir.
"Dimana kita akan memilihnya?" tanya aisha.
"Kau ini bagaimana tentu saja di toko perhiasan mana mungkin kita memilih cincin di toko pakaian" ujar deva jahil.
"Maksudku di toko mana Tuan Adeva!" ketus aisha
Tak lama merekapun sampai di toko perhiasan XX yg dituju mereka.
"Ayo turun kita sudah sampai. dan kau jangan cemberut seperti itu aku gemas melihatnya" ledek deva sambil membuka pintu mobil lalu membukakan juga pintu mobil untuk aisha.
"Kau ini selalu saja menggodaku!" ketus aisha.
"Sudah ayo masuk" ajak deva lalu menarik tangan aisha masuk ke dalam toko perhiasan itu.
Sampai di dalam mereka disambut dengan sangat sopan oleh pelayan toko perhiasan tersebut.
"Selamat datang tuan. apa ada yg bisa saya bantu?" ujar pelayan itu ramah
"Saya ingin memilih cincin pernikahan yg paling bagus disini!" ujar deva datar.
"Baik tuan silahkan ikut saya" ajak pelayan itu. Aisha dan deva mengikuti pelayan itu masuk ke ruang tempat cincin untuk pernikahan di pajang.
"Silahkan anda memilihnya tuan dan nona" ujar pelayan itu
Aisha pun mengambil sepasang cincin polos namun sangat terlihat indah.
__ADS_1
"Sayang ini lihat dan cobalah yg ini ukurannya pas untukku coba yg satu lagi untukmu" ujar aisha.
"Apa? kuno sekali aisha lebih baik yg ini saja" ujar deva sambil menunjukkan sepasang cincin dengan desain mewah.
"Apa bedanya? sama-sama polos hanya satu yg terlihat di ukir!" ketus aisha.
Mereka mulai berdebat panjang membuat pelayan itu tersenyum geli melihat pertengkaran mereka berdua.
"Pokoknya aku ingin yg ini" tegas deva
"Terserah kau saja" ucap aisha lalu memalingkan wajahnya dan tak terasa dia menitikkan air matanya. Deva merasa bersalah lalu memutuskan untuk mengalah dan mengusap air mata aisha yg sudah jatuh ke pipi chubby nya yg mulus itu.
" Baiklah sayang jangan menangis lagi kita bungkus yg ini." ucap deva seketika aisha kembali tersenyum girang.
"Dasar gadis manja" gumam deva sambil menepuk keningnya sendiri dan membuat aisha kembali marah.
"Apa? kau bilang gadis manja?" ketus aisha.
"eh tidak-tidak sayang tidak seperti itu" ucap deva sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Aku mendengarnya ya!" seru aisha kesal.
"Maaf sayang" ujar deva menyesal karena mulutnya berkata seenaknya.
"Terserah!" ketus aisha lalu berbalik keluar dari toko itu dan meninggalkan deva disana.
Deva hendak mengejarnya tapi ia harus membayar dan mengambil cincinnya dulu.
Setelah selesai ia pun segera keluar dan tampak aisha sedang duduk di jok belakang mobilnya. Deva pun masuk ke jok kemudi.
"Sayang kemarilah duduk di sisiku!" perintah deva lembut mencoba membujuk aisha.
"Tidak mau" ketus aisha dengan wajah datar.
"Baiklah" angguk deva pasrah.
"Dasar menyebalkan" gumam aisha namun masih bisa di dengar deva.
"Kau bilang sesuatu?" tanya deva
Aisha tidak menjawab. Sepanjang perjalanan pulang aisha dan deva tidak berkata sepatah katapun. Deva merutuki dirinya sendiri dalam hatinya.
'hmm dasar aku bodoh seharusnya tidak mengajaknya bertengkar kan lihat sendiri akibatnya' batin deva jengkel pada dirinya sendiri.😌😥
__ADS_1
Kasian yayang deva kan bebeb aish jadi ngambek hayooo. Jangan lupa vote ya biar tambah semangat up nya 😁