Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Mulai Lagi!


__ADS_3

Deva sudah sehat kembali dan diperbolehkan pulang oleh dokter. Sesampainya di rumah Deva duduk di sofa ruang keluarga dan melamun memikirkan sesuatu.


Aisha yang penasaran dengan suaminya yang tiba-tiba saja diam langsung menghampirinya dan menepuk pundaknya.


"Kau sedang memikirkan apa?" Tanya Aisha.


"Kejadian kemarin." Jawab Deva sambil masih menatap lurus ke arah jendela.


"Aku juga tidak habis pikir, sebenarnya apa yang terjadi padamu sampai bisa masuk ke tebing itu? dan siapa yang mengirim pesan itu padaku?" Kata Aisha sambil duduk di samping Deva dan mulai berfikir keras.


"Apa?" Pekik Deva terkejut "Tadi kau bilang apa? Ada yang mengirimimu pesan? Pesan apa?" Tanya Deva sambil menghadap Aisha dan memegang kedua bahu Aisha.


"Ya, ada yang mengirimiku pesan berisi fotomu didalam mobil yang sudah berada di pinggir tebing itu." Balas Aisha sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya dan menyerahkannya pada Deva. "Coba lihatlah!" Kata Aisha.


"Nomornya seperti tidak asing, aku rasa aku pernah memiliki nomor ini." kata deva sambil memperhatikan nomor pengirim pesan itu di ponsel Aisha.


"Kenapa tidak periksa saja di ponselmu? Bisa jadi nomor itu masih ada di ponselmu!" Usul Aisha.


"Kau belum tahu ya?" Tanya Deva sambil menatap Aisha dengan wajah datar.


"Tahu apa?" tanya Aisha merasa penasaran.


"Ponselku ikut meledak di dalam mobil!" Dengan wajah lesu. "Padahal di ponsel itu banyak kenangan kita, kenangan bersama denganmu lebih dari satu tahun" Lanjut Deva sambil menatap Aisha dengan tatapan sedih.


"Sudahlah, jangan pikirkan ponsel dan kenangan! Yang terpenting saat ini kau selamat dan aku masih disisimu. Bersamamu." kata Aisha sambil tersenyum hangat pada Deva.


"Kau benar Aisha" Kata Deva sambil mengecup kening Aisha.


"Sekarang kau ceritakan bagaimana bisa kau jatuh ke tebing itu?" Tanya Aisha menyelidik.


Deva pun menceritakan kejadian yang beberapa hari lalu menimpanya dengan detail.


"Apa? Pria yang memukulimu itu menelepon seseorang?! Apa orang itu dalang di balik semuanya?" Tanya Aisha dengan penuh keyakinan.


"Aku tidak tahu Aisha, akan tetapi aku sama sekali tidak mengenal kedua pria itu." Jawab Deva dengan begitu yakin.


"Lalu selanjutnya apa yang akan kau lakukan? Apa akan seperti pada saat penculikanku waktu itu, kau akan mencari tahu sampai dapat lalu membantai mereka lagi?" Tanya Aisha dengan bulu kuduk yang sudah berdiri ketika mengingat saat dimana Aisha menemukan mayat anak buah William yang dihabisi anak buah Deva di luar gudang tempatnya disekap William.


"Aisha, kau memang pintar bisa mengetahui apa yang aku pikirkan untuk mereka" Kata Deva dengan senyum licik di wajahnya.


Aisha pun mulai ketakutan melihat senyum Deva dan duduk menjauh dari Deva. Satu hal yang Aisha pikirkan saat ini.


Siapa sebenarnya suaminya ini? Kenapa bisa sekejam itu? Dan kenapa dia memiliki banyak musuh?. Aisha ingin bertanya pada Deva langsung akan tetapi takut terkejut mendengar jawaban dari Deva dan takut Deva tak menjawabnya.


Ah sudahlah lebih baik aku tak banyak bertanya.

__ADS_1


"Kenapa sekarang kau yang diam?" Tanya Deva ketika melihat Aisha diam.


"Heuh? Eh,, Tidak ada." Jawab Aisha gelagapan.


Deva pun mengangguk lalu beranjak pergi.


"Kau mau kemana?" tanya Aisha yang melihat deva sudah berdiri dan hendak berjalan.


"Aku ingin melihat Sid, pasti dia sudah merindukanku." kata Deva lalu segera pergi menuju ruangan khusus Sid yang dibuat oleh Deva dan Aisha saat Sid masih berada dalam kandungan Aisha.


Aisha pun ikut dengan Deva untuk menemui putra pertamanya itu.


Saat mereka sudah masuk kedalam kamar, Sid ternyata sedang tertidur. Aisha dan Deva menatap Sid sambil tersenyum geli. Mereka tersenyum karena melihat Sid yang tertidur sambil mengemut ibu jarinya.


"Lihat itu Aisha! Dia sangat menggemaskan!" Seru Deva sambil berjalan mendekati ranjang tidur Sid menatap Sid kembali.


"Tentu saja dia sangat menggemaskan seperti ibunya!" Jawab Aisha percaya diri.


"Hei ayahnya lebih menggemaskan!" Balas Deva sambil mengerlingkan matanya.


"Menggemaskan? Yang telihat kau laki-laki terkonyol di dunia!" Ledek Aisha.


"Kau mulai lagi Aisha!" Kata Deva sambil memasang bibir cemberutnya.


"Kau yang lebih dulu!" Kata Aisha dengan wajah datarnya.


"Memangnya kenapa? Bukankah itu fakta?!" Balas Aisha tak ingin kalah.


"Fakta? Yang benar saja! Coba kau bercermin lalu lihat wajahmu jika sedang marah!" Perintah Deva.


"Memangnya seperti apa wajahku jika sedang marah?" Tanya Aisha penasaran.


"Ada 2 kemiripan jika kau sedang marah. " Jawab Deva sambil tersenyum jahil.


"Maksudmu aku mirip siapa saja jika sedang marah?" Tanya Aisha lebih penasaran.


"Kau mirip Kingkong dan Singa." Jawab Deva sambil tersenyum santai.


Tiba-tiba 'plaakk'.


Aisha mengambil sandalnya dan memukulkannya ke pipi Deva sampai Deva meringis kesakitan dan pipinya mendapat tanda merah bekas pukulan sandal Aisha.


"Hei, kenapa kau memukulku?" Tanya Deva sambil mengelus-elus pipinya yang merah dan kesakitan.


"Coba kau ulangi lagi! Mirip siapa jika aku sedang marah? Hah?!" Bentak Aisha sambil kembali melayangkan sandalnya ke pipi Deva dan memelototi Deva.

__ADS_1


"Tidak sayang, jika kau sedang marah kau seperti Hanuman yang sanggup mengguncangkan dunia ini!" Ceplos Deva lalu langsung menepuk jidatnya dan menampar mulutnya sendiri dengan tangannya.


Apa yang kau katakan Adeva?! Kau sudah mengundang sengsaramu sendiri dengan berkata seperti itu!


Aisha yang sudah sangat kesal kali ini mengepalkan tangannya dan meninju-ninju tangan lainnya sambil menatap Deva dengan tajam lalu berjalan mendekati Deva yang sudah ketakutan sambil berjalan mundur.


Deva tidak bisa mundur lagi karena punggungnya sudah menabrak tembok.


"Hehe, Aisha.. Kau mau apa? Sayang, kau sangat cantik jika sedang marah! Kau bahkan seperti Harimau yang sedang mengaum!" kata Deva lagi dan langsung menutup mulutnya lagi dengan tangannya.


Aisha semakin kesal dan segera melayangkan tinjunya ke wajah Deva. 'Bug' tinjuan itu tepat mengenai pipi Deva lebih tepatnya pipi yang terdapat bekas tamparan sandal Aisha tadi.


"Bagaimana? Kau masih ingin lagi? Kalau begitu katakan, seperti apa aku jika sedang marah?" tanya Aisha sambil memelototi Deva.


"Ah tidak, tidak! Sudah cukup istriku sayang! Yang paling manis, cantik, imut, bahenol, dan maha sexy!" Puji Deva sambil bergidik ngeri ketakutan melihat wajah istrinya yang berubah jadi kejam dan menakutkan itu.


"Kau, lihat saja aku tidak akan mengampunimu!" Ancam Aisha sambil memicingkan matanya tajam pada Deva.


"Tidak apa-apa Aisha, asalkan kau tidak mengurangi jatahku. Maka aku bersedia di pukul lagi olehmu!" Ceplos Deva dengan senyuman nakal.


"Apa? Ah tentu saja. Kemarilah sayang, aku akan memberi jatah untuknya!" Ujar Aisha sambil menunjuk pistol milik Deva yang mampu menghasilkan anak itu.


"Wow! Ternyata kau mengerti juga ya!" Kata Deva sambil mendekati Aisha.


'Plaaaakk.. Plaaakk' Aisha memukul pistol Deva dengan sandalnya 2 kali. Hal itu membuat Deva meringis kesakitan dan melompat-lompat sambil memegangi pistolnya yang sangat berharga itu.


"Aisha, kau ini tega sekali! Bagaimana jika nanti tidak bisa berdiri lagi!" Ringis Deva.


"Jika begitu aku tidak akan repot begadang lagi!" Jawab Aisha dengan entengnya.


"Kau jahat sekali!" Ketus Deva.


"Lagipula siapa juga yang mau memberimu jatah setelah kau membuatku kesal dan mengataiku Kingkong, Harimau, Singa dan Hanuman sang Dewa Kera alias monyet itu!" Cercah Aisha sambil kali ini menjewer telinga Deva lalu melepaskannya setelah telinga Deva memerah.


"Awawawaw! Sakit Aisha!" Ringis Deva.


Aisha tidak memedulikan deva yang kesakitan. Aisha sudah bersiap untuk memukul Deva kembali dengan sandalnya. Deva pun berlari dan Aisha hendak mengejarnya, akan tetapi terhenti ketika Sid menangis dan terbangun.


"Lihat! gara-gara kau Sid jadi terbangun dan menangis!" Ketus Aisha sambil segera menghampiri Sid dan menggendongnya lalu kembali menepuk-nepuk punggung Sid hingga tertidur kembali.


Deva pun kabur dari kamar Sid menuju kamarnya.


"Akhirnya aku bebas juga dari kemarahan Aisha yang sangat menyeramkan itu. Ya Tuhan aku salah telah mengundang perang *B*aratha Yudha kedua dengan Aisha!" Gumam Deva dengan wajah ketakutan


**Bersambung...

__ADS_1


Selamat Membaca**!!!


__ADS_2