
Tak terasa, kandungan Aisha sudah menginjak delapan bulan. Hanya tinggal menunggu waktu satu bulan lagi, bayi yang selalu dinantikan mereka untuk lahir ke dunia.
Terkadang, setiap harinya selalu saja Aisha meminta hal yang aneh bagi Deva, bahkan bersikap aneh dan berkata-kata aneh.
"Cukup, Aisha! Sebenarnya apa yang kau inginkan? Dari tadi kau menyebutkan ciri-cirinya tapi aku tidak tau apa itu!" Ucap Deva sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Kau payah sekali! Buah itu saja tidak tahu, payah!" Kesal Aisha pada Deva, yang sedari tadi tidak tahu ciri-ciri buah yang ia sebutkan.
"Karena ciri-cirinya tidak ada yang sama, Aisha!"
"Bagaimana bisa tidak ada yang sama?!" Aisha mulai jengkel dengan Deva.
"Memangnya ada ya? Buah yang berwarna merah muda?!"
"Tentu saja ada! Sudah aku bilang, bentuknya panjang dan warnanya merah muda, didalamnya seperti kapas dan berair! Jelas kan! Tadi aku melihatnya di televisi, tapi aku lupa namanya!" Aisha kembali mengatakan ciri-ciri buah yang diinginkannya itu.
Kali ini Deva kembali berfikir keras, lalu ia tersenyum dan mengeluarkan ponselnya.
"Kenapa kau malah mengeluarkan ponselmu?"
"Diamlah, sebentar lagi kita akan menemukan buah itu!" Ucap Deva sambil membekap mulut Aisha dengan satu tangannya.
Aisha melepaskan tangan Deva dari mulutnya, dan mencubitnya dengan cubitan pelan.
"Sayang!" Pekik Deva.
"Apa?!" Ketus Aisha.
"Sakit!"
"Payah, cubitannya pelan!"
"Menyebalkan!" Ucap Deva sambil mengacak-acak rambut Aisha.
"Cepat cari buahnya! Kau lama sekali!"
Deva segera membuka ponselnya, lalu mengetik ciri-ciri buah yang Aisha sebutkan, tak lama munculah buah itu.
"Ini dia, ternyata ciri-ciri Jambu Air!" Seru Deva sambil terkekeh.
"Iya, itu dia!" Jawab Aisha antusias.
Deva pun tertawa terpingkal-pingkal.
"Tertawa saja terus, kau sudah menemukan namanya! Tapi, aku ingin buahnya!" Teriak Aisha.
Seketika Deva berhenti tertawa. Ia bingung, harus menemukan Jambu Air dimana? Karena belakangan ini buah itu susah untuk dicari.
"Tunggu apalagi, cari sekarang!" Perintah Aisha.
__ADS_1
"Ya sayang, iya! Tapi dimana aku harus mencarinya? Buah itu sulit untuk ditemukan di daerah ini!"
"Terserah, aku tidak ingin tahu! Kau harus membawakannya untukku, hari ini juga! Jika tidak hari ini, aku akan pergi dari rumah ini!" Rengek Aisha dengan ancaman yang cukup membuat Deva ketakutan.
"Iya, Aisha! Cukup, jangan bilang bahwa kau akan pergi lagi. Aku tidak bisa jika tidak ada dirimu, baiklah aku ganti baju dulu!" Ucap Deva sambil beranjak.
"Tunggu, kemarilah!" Aisha menahan lengan Deva, Deva berbalik.
Dilihatnya Aisha sedang tersenyum, ia mengajak Deva duduk di sofa. Aisha mengeluarkan ponselnya, lalu memotret dirinya dan Deva. Deva tersenyum melihat kelakuan istrinya, yang terkadang mendadak romantis dan mendadak menyebalkan.
"Kau manis sekali, aku jadi tambah mencintaimu!" Celetuk Aisha sambil melihat hasil tangkapan kameranya.
"Sayang, lihat itu! Kau selalu terlihat cantik dan hari ini kau tambah cantik saja. Bahkan setiap detikpun aku sampai tidak bisa berhenti mencintaimu!" Sambil mengecup lembut kening dan pipi Aisha.
Author selalu gemes kalo liat foto mereka! Kalian suka gak sama mereka? Harus suka donk! Apalagi kalo liat mesranya mereka di Ig! Tuhan, kasih author suami seperti itu! Wkwkwk.
"Sudah, cepat sana ganti bajumu!"
"Ya, sayang." Deva berdiri, lalu beranjak ke dalam kamarnya.
Tak lama, ia kembali dengan penampilan formal yang selalu menjadi andalannya.
"Kau ini, mau ke kantor atau mau mencarikan buah-buahan untukku? Kenapa memakai pakaian seperti itu!" Protes Aisha sambil memperhatikan penampilan Deva dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Baiklah, ibu ratu! Aku akan mengganti lagi bajuku." Sambil memutar badannya dan kembali lagi ke kamarnya.
"Nah, itu baru cocok!" Puji Aisha sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Baiklah, aku pergi dulu! Kau jangan kemana-mana ya? Jangan lupa makan dan minum obatmu, yang utama jangan sampai kau kelelahan apalagi karena mengerjakan hal yang berat!" Pamit Deva sambil mengecup kening Aisha singkat.
"Ya pak suami, jangan khawatir aku akan menjaga diriku baik-baik! Kau hati-hati di jalan ya? Jangan mengebut, dan jaga pandanganmu serta hatimu!"
"Tentu saja sayang." Balas Deva sambil mengerlingkan matanya pada Aisha.
Aisha pun tertawa, dan Deva merasa geli dengan dirinya sendiri. Setelah itu Deva segera berangkat mencari buah Jambu Air, demi Aisha ia akan melakukan segala hal untuk membuat Aisha tersenyum dan bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Untuk apa kita bertemu disini? Apa tidak ada tempat lain yang lebih terang?" Tanya seorang wanita pada seorang pria disisinya.
"Yessi, yessi! Kau sudah pernah di penjarakan oleh Deva, tapi kau masih ingin merencanakan hal licik untuk menjebak Deva?" Ucap pria itu sinis, tak menghiraukan ketidak nyamanan Yessi berada di tempat yang sangat gelap itu, yang hanya terpancar cahaya dari sebuah lilin yang hampir habis karena meleleh.
"Kak Dendi, aku tidak akan pernah menyerah! Aku akan membalaskan dendam atas kakakku, bila perlu aku akan menghabisi setiap orang yang menghalangiku, termasuk dirimu!"
"Silahkan saja, tapi aku tidak akan membiarkanmu mengganggu kebahagiaan Aisha bersama Deva!"
"Baiklah, kita lihat saja nanti! Siapa yang akan berhasil, kau dengan tujuan melindungi Aisha, atau aku yang akan membuat mereka benar-benar hancur seperti apa yang terjadi pada kakakku!" Ucap Yessi, lalu meninggalkan Dendi sendirian di ruang gelap itu.
__ADS_1
"Tak akan aku biarkan seseorang mengganggu kebahagiaanmu, Aisha! Setelah aku bertemu suamimu di rapat itu, aku telah bersumpah untuk menjaga kalian seumur hidupku!" Gumam Dendi sambil mengingat momen pada saat ia bertemu lagi dengan Deva, waktu itu ia mengetahui bahwa Deva adalah suaminya Aisha yang ternyata juga CEO dari perusahaan yang telah menolong perusahaannya. Sejak itu pula, Dendi dan juga Deva menjadi teman baik.
Flasback
Hari pertemuan antar CEO perusahaan SAR Entertainment dan Adiwijaya Group telah tiba, Dendi sudah duduk di ruang pertemuan bersama dengan asisten pribadinya, wajahnya tampak gugup dan berkeringat dingin. Bagaimana tidak, setelah mengetahui sosok Slaven Adeva Rafandi sang CEO yang akan ia temui ternyata adalah suami dari Aisha yang sudah membuatnya babak belur malam itu.
"Pak, apa anda butuh sesuatu? Anda tampak terlihat gugup, apa anda sakit?" Tanya asistennya melihat kegugupan di wajah Dendi.
"Tidak, tolong tanyakan apa dia masih lama?"
Asistennya mengangguk, lalu meninggalkan Dendi untuk mencari informasi berapa lama lagi Deva akan menemuinya.
Tak lama, asistennya kembali.
"Pak, dia sedang menuju kemari."
"Ya, terima kasih." Ucap Dendi dengan wajah yang cemas.
Beberapa menit kemudian, seorang lelaki berperawakan tinggi dan besar sudah duduk di hadapan Dendi. Dendi menunduk takut.
"Dendi Adiwijaya? Apa kabar? Apa lukamu malam itu sudah sembuh?" Tanya Deva pada Dendi sambil tersenyum sinis.
"Pak Deva, maaf. Aku pikir Aisha...-"
"Cukup!" Potong Deva dengan nada tegas. "Aisha sudah menceritakan segalanya, dan aku berharap kau tidak mencoba untuk menyentuh apalagi melukai istriku!"
"Terima kasih atas kemurahan hatimu, pak Deva. Tapi izinkan aku menemui istri anda untuk terakhir kalinya, untuk meminta maaf atas kejadian malam itu." Kata Dendi dengan nada tulus.
"Baiklah, tapi Aisha tidak akan bertemu denganmu sendirian. Aku akan bersamanya saat bertemu denganmu!"
"Ya pak Deva, terima kasih."
"Sekarang kita mulai pertemuan yang sebenarnya!" Dendi mengangguk.
Flasback End
"Aku harus segera menemui Deva dan Aisha! Atau mereka akan terkena bahaya yang besar!" Gumam Dendi.
Dendi keluar dari ruangan itu, lalu segera memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah Deva.
Bagaimana Yessi bisa bebas, Deva seharusnya kau melenyapkannya saja! Kau terlalu baik, sampai tidak sadar bahwa Yessi tidak akan pernah sadar dengan kesalahannya!
Dendi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bahkan ia tak menyadari, bahwa sudah ada beberapa mobil yang mengintai di belakangnya. Hingga salah satu mobil itu menyalip mobilnya dan berhenti tepat di depan Dendi.
Dendi terkejut, dan berusaha menginjak pedal remnya. Tapi ternyata sudah ada yang memutuskan remnya, Dendi pun membanting setirnya.
**Wah gimana nih nasib Dendi? Siapa yang mengintai Dendi? Kira-kira berhasil gak ya Dendi ngasih tahu Aisha dan Deva?
Ikuti terus kisahnya ya!!!
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa Like, coment dan vote**!!!