
Deva sedang menatap layar laptopnya dengan sangat serius. Tiba-tiba saja ponselnya berdering,ada yg meneleponnya.
Deva pun menoleh pada ponselnya lalu mengambilnya dan segera mengangkatnya.
"Hallo? ada apa? sangat penting? baiklah aku akan segera turun" ucap deva lalu segera memutus sambungan telepon dan menutup layar laptopnya
Iapun berdiri lalu pergi meninggalkan ruangannya. Deva memasuki lift khusus untuk dirinya agar cepat sampai di bawah.
Ternyata di depan pintu kantornya reihan sudah menunggunya bersama ridan di dalam mobilnya.
"Bagaimana ?" tanya reihan pada deva tiba-tiba.
"Ayo kita langsung ke rumahnya" ajak deva.
Ridan pun turun lalu membukakan pintu mobil belakang dan mempersilahkan deva masuk.
Setelah semua masuk,reihan pun segera melajukan mobilnya menuju alamat yg dituju mereka bertiga.
Tak lama,tibalah mereka bertiga di sebuah rumah besar berwarna putih. Seorang satpam menghampiri mereka.
"Maaf pak,anda ingin kemana daj bertemu siapa?" tanya satpam itu dengan nada sopan.
"Aku ingin bertemu dengan pemilik rumah ini" ucap deva tak kalah sopan.
"Oh tuan besar baru saja pergi,hanya ada nyonya di rumah" jawab satpam itu.
"Tidak apa-apa" ucap deva santai.
"Baiklah silahkan masuk,sebentar akan saya bukakan gerbangnya" ucap satpam itu lalu segera membuka gerbang rumah yg sangat besar itu.
Setelah masuk di pekarangan rumah itu hanya deva yg turun dari mobil karena dia ingin hanya dia sendiri saja yg akan masuk dan berbicara mengenai susan dengan pemilik rumah itu.
Ya,pemilik rumah itu adalah orang tua kandung susan.
Deva memencet belnya sebanyak 3 kali, tak lama pintu terbuka lalu keluarlah seorang wanita berumur kira-kira 50 tahun tapi masih terlihat muda dan cantik,wajanya sangat mirip dengan wajah susan. Dialah ibu kandung dari susan yaitu Dewi Widjaya istri dari Haris widjaya yg tak lain adalah ayah kandung susan.
__ADS_1
"Apakah kau Slaven Adeva Rafandi?" tanya dewi pada deva.
"Ya,panggil saja aku deva" angguk deva ramah.
"Baik masuklah,kita bicara di dalam rumah saja" ajak dewi sambil membawa deva kedalam rumah.
"apa yg ingin kau bicarakan tuan Adeva?" tanya dewi penasaran.
"Aku hanya ingin bertanya,apa kau dulu pernah punya seorang putri bernama susan yg kau tinggalkan 19 tahun yg lalu pada seorang wanita bernama ratih?" tanya deva menyelidik.
Dewi pun terkejut entah senang atau sedih.
"Bagaimana kau bisa tahu semua itu? kau siapa?" tanya dewi penasaran.
"Aku anak dari ibu ratih sendiri" jawab deva dengan suara datar.
"Lalu dimana putriku itu sekarang? apa dia masih hidup dan baik-baik saja?" tanya dewi antusias.
"Dia baik-baik saja,akan tetapi dia sudah membuatku tidak baik!" ketus deva.
Deva pun menceritakan segalanya dari pernikahan susan dan rama hingga kehancuran rumah tangganya yg disebabkan oleh kelakuan susan yg ternyata sangat licik hingga membuat istrinya deva pergi dalam keadaan hamil 5 bulan menghilang entah kemanan.
"Apa? ya tuhan" sentak dewi terkejut.
"Ya,bahkan dia ingin membuang bayinya sendiri setelah lahir nanti! Pantas saja dulu rama menyiksanya,karena ternyata putrimu itu memang tidak baik!" ketus deva.
"Apapun itu tolong maafkan dia,aku akan segera menjemputnya,percayalah setelah aku menjemputnya,dia tidak akan mengganggu keluarga kecilmu lagi" ucap dewi sambil tertunduk.
"Sudahlah tidak apa-apa,baiklah secepatnya jemputlah dia,bawalah putrimu kembali bersamamu! karena aku juga ingin istriku kembali! karena susan dia tidak ingin kembali sampai putrimu itu pergi dari rumahku!" ketus deva dengan wajah datar dan dingin.
"Baiklah,tapi aku mohon beri aku waktu untuk menjelaskan semua ini pada suamiku" pinta dewi.
"Aku hanya memberimu waktu 3 hari,jika tidak aku terpaksa melakukan sesuatu yg tidak akan kau duga pada hidup kalian! aku sudah muak melihat putrimu yg licik itu !" ancam deva dengan nada kejam.
Deva pun berbalik lalu segera berjalan keluar dari rumah itu. Dia menuju mobilnya lalu segera memasuki mobilnya itu yg masih terdapat reihan dan ridan di dalamnya.
__ADS_1
"Bagaimana tuan?'' tanya ridan penasaran.
"Ya seperti itu" ketus deva."Cepatlah lajukan mobilnya antar aku kembali ke kantor! lalu setelah itu carilah keberadaan aisha istriku secepatnya! jika tidak maka kalian akan kupecat!" perintah deva sambil mengancam.
Sepeninggal deva, Dewi menelepon suaminya haris agar segera pulang. Tak lama haris pun sudah pulang lalu menghampiri dewi yg wajahnya terlihat pucat setelah deva pergi.
"Ada apa ma? apa mama sakit? kenapa wajah mama terlihat pucat seperti itu?" tanya haris khawatir.
Dewi pun menarik tangan suaminya membawanya duduk di sofa.
"Suamiku! putri kita susan!kau masih ingat dia bukan? putri yg sangat kita inginkan" ucap dewi sambil mulai berlinang air mata.
"Iya dia sudah lama menghilang ma! papa tau kau mulai merindukannya,tapi sudahlah kita ikhlaskan saja! tidak mungkin dia kembali setelah 19 tahun! itu hal mustahil!" ingat haris pada dewi.
"Tidak! kau salah! dia masih hidup berkat ratih! sebenarnya dia tidak menghilang! aku menitipkannya pada temanku semasa sd yg bernama ratih!" ucap dewi mulai membongkar kebohongannya dan masalah yg ditutupinya selama ini."Dia masih hidup,putranya ratih tadi datang dan memberitahuku bahwa kita harus menjemput susan di rumahnya,tandanya ratih memang menjaga susan hingga saat ini." jelas dewi semakin membuat haris tak paham apa yg dikatakannya.
"Apa maksudmu? coba jelaskan dengan baik" perintah haris.
Dewi pun menceritakan segalanya. pada haris dan membuat haris sangat terkejut sekaligus marah pada istrinya karena menyembunyikan hal sebesar itu darinya.
"Maafkan mama,pa! mama hanya ingin menyelamatkan susan,waktu itu kita sedang dikejar hutang dan rentenir itu mengatakan bahwa jika kita tidak bisa membayar hutang kita,maka dia akan membawa putri kita sebagai jaminan,jika kita tidak bisa membayar hutang kita itu rentenir itu mengancam akan membunuh susan,jadi aku menitipkan susan pada ratih yg kebetulan sedang bersama suaminya di rumah lamanya" jelas dewi kembali.
"Apa? kau menyembunyikan hal sebesar ini dari suamimu sendiri ma!" bentak haris membuat air mata dewi semakin deras" aku tidak ingin tahu! besok kita harus secepatnya membawa susan kembali untuk menyadarkannya juga agar tidak mengganggu rumah tangga anak dari seorang ibu yg sudah membesarkannya penuh kasih sayang seperti pada anaknya sendiri!" tegas haris.
"Baik pa" angguk dewi.
"Tapi jangan lupa,berhati-hatilah pada Adeva,jangan sampai masalah ini mengganggu bisnis kita! bahkan jangan sampai seluruh kelakuan susan tercium media! jika tidak,segalanya akan lebih hancur!" ucap haris memberi peringatan pada istrinya itu.
"Baik pa,tapi tolong maafkanlah mama,mama dulu melakukan itu untuk keselamatan susan juga" pinta dewi sambil memelas.
"Ma, papa sudah memaafkanmu. Papa mengerti" ucap haris membuat dewi kembali tersenyum senang.
**Udah dulu ya up nya.
Selamat malam.
__ADS_1
Selamat Membaca, jangan lupa like,coment dan vote**!!!