Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Deva Pingsan dan Jatuh Sakit


__ADS_3

Deva merasa bersalah sepanjang perjalanan karena aisha marah berkepanjangan padanya. Beberapa kali ia mencoba membujuk aisha akan tetapi selalu mendapat jawaban datar dari aisha.


"Sayang!" panggil deva pada aisha yg duduk di kursi penumpang.


"Hmmm" jawab aisha datar sambil memalingkan wajahnya ke kaca mobil.


"Sayaang!" panggil deva kembali


"Hmmm" balas aisha kembali.


"Kau masih marah padaku ya?" tanya deva.


"Hmmm" jawab aisha sama untuk ketiga kalinya.


Deva pun akhirnya pasrah dan hanya diam. Aisha yg melihatnya terkikik geli karena sebenarnya aisha hanya berpura-pura marah pada deva.


Deva sendiri tidak berhenti merutuki dirinya sendiri dalam hatinya.


'Mengapa aku menyebalkan seperti ini! arrrgghhh dasar bodoh. aku membuatnya marah dan dia sangat susah untuk di bujuk! dasar menyebalkan diriku ini' batinnya geram pada dirinya sendiri.


Merekapun sampai di Villa. Lalu aisha turun dari mobil dengan wajah yg masih marah pada deva. Deva pun tambah geram pada dirinya sendiri. Dan akhirnya menjambak rambutnya sendiri.


Aisha yg melihat itu pun terkikik pelan merasa geli dengan tingkah deva saat ini lalu berbalik dan berjalan memasuki villa. Deva pun mengikutinya dari belakang dan mencoba mensejajarkan posisi berjalannya di samping aisha.


"Sayang aku mohon jangan seperti ini!" ujar deva dengan wajah memelas.


"Terserah diriku!" ketus aisha.


"Aishaaaaa!!! jika kau seperti ini aku merasa tersiksa!" ucap deva kembali dengan wajah dan nada memelas pada aisha.


"Kau sendiri yg buat aku marah kenapa tidak bisa membujukku? dasar kau menyebalkan" ketus aisha


Deva semakin bingung dan kali ini ia memutuskan untuk diam sebentar dan pada saat aisha akan membuka pintu Villa deva menarik tangannya dan membuat aisha jatuh ke pelukannya.


"Apa-apaan kau ini!lepaskan aku" pekik aisha masih pura-pura marah pada deva.

__ADS_1


Deva tidak mau melepaskan pelukan itu akhirnya aisha pun memukul-mukul dadanya akan tetapi itu tidak membuat deva melepas pelukannya.


"Aku tidak akan melepasnya sampai kau memaafkan aku!" ujar deva membuat aisha mulai sedikit pura-pura luluh dan mengalah.


Tiba-tiba deva mulai merasa lemas dan pusing,aisha yg mulai merasakan tangan deva merenggangkan pelukannya merasa sedikit terkejut dan menoleh pada deva yg sudah memegang pelipisnya. tiba-tiba 'bruukk' deva tergeletak pingsan.


Aisha yg panik mulai membangunkan deva dan menyangga kepala deva dengan pahanya lalu mulai mengembalikan kesadaran deva akan tetapi tidak berhasil.


"Sayang...sayang kau kenapa? bangunlah!" ujar aisha panik tapi deva tidak kunjung bangun. Aisha meraba kening deva ternyata keningnya panas"Ya ampun dia demam tinggi" ujarnya semakin panik.


Aisha pun segera berteriak meminta pertolongan kakaknya yg kebetulan terlihat duduk di sofa dalam villa.


"Kaaak aryaaan tolong deva pingsan!!" teriak aisha membuat aryan langsung menoleh dan segera menghampirinya. Semua yg mendengar teriakan aisha pun langsung berlarian menghampiri aisha dan deva yg masih belum sadarkan diri.


"Aisha kau panggil dokter yg terdekat disini aku akan membawa deva ke kamarnya!" perintah aryan


Aisha pun segera membuka buku telepon dan menelepon dokter yg alamatnya tidak jauh dari Villa itu. Aryan segera memapah deva menuju kamarnya dibantu oleh rama suaminya susan.


Sesampainya di kamar deva aryan merebahkan tubuh deva di ranjangnya. Tidak lama aisha datang dengan seorang dokter laki-laki.


"Kalian tolonglah keluar terlebih dahulu aku akan memeriksanya!" perintah dokter yg bernama ridwan itu.


Pemeriksaan selesai dokter ridwan memanggil semua orang kembali ke kamar deva.


"Dokter bagaimana keadaannya?" tanya aisha khawatir.


"Tidak ada yg terlalu serius. Dia hanya kelelahan dan mungkin bisa terjadi karena dia telat makan dan istirahatnya tidak cukup. Saya sudah menyuntikkan vitamin padanya,dan ini saya sudah menulis sebuah resep obat tolong di ambil di apotek xx. Pastikan setelah ini dia makan dan istirahat yg cukup dan teratur jika tidak ada kemungkinan dia harus di rawat inap" jelas dokter membuat semua orang merasa lega. "Kalau begitu saya pamit untuk kembali bertugas. Mari Pak,bu" pamit dokter itu.


"Mari dokter terima kasih banyak!" ujar ayahnya aisha yg berada disana.


"Mari dokter saya akan mengantar anda " ucap aryan"Aisha aku akan mengambil obat ini dulu sambil mengantar dokter ridwan" pamit aryan lalu diangguki aisha.


"Baiklah kalau begitu kita biarkan deva istirahat dulu" ujar ayah aisha


"Kalian duluan saja aku akan menemani deva disini" ucap aisha sambil memandang deva dengan tatapan merasa bersalah.

__ADS_1


"Baiklah kami keluar dulu" ucap ibu ratih.


Semua sudah keluar hanya tinggal aisha yg berada disana menemani deva yg masih belum sadarkan diri.


Tidak lama deva mulai membuka matanya.


"Hei mengapa aku berada disini? apa yg terjadi" ucapnya lemah.


"Sayang kau sudah sadar. Tadi kau pingsan. Dokter bilang kau telat makan dan terlalu kelelahan" ucap aisha sambil membantu deva menyandarkan dirinya ke kepala ranjangnya.


"Hmm... iya aku lelah karena kau tidak bisa dibujuk" canda deva.


"kau ini sedang sakit masih saja bisa bercanda" sungut aisha kesal"sudahlah aku sudah memaafkanmu. Sekarang kau istirahat dan sebentar lagi aku akan membawa makanan untukmu agar bisa minum obat" lanjutnya lalu berdiri tapi deva tidak membiarkannya pergi dan menarik tangan aisha sampai jatuh kepelukannya.


"Sayang kau ini apa-apaan nanti mama datang dan melihatnya" pekik aisha panik


"Sebentar saja sayang seharian ini kau marah padaku karena masalah kecil" kata deva mulai menggoda aisha.


"hei kau ini cepat lepaskan" ketus aisha kembali"atau aku akan marah lagi"lanjut aisha mengancam deva.


"Tidak" ujar deva semakin erat memeluk aisha


Merekapun larut dalam kenyamanan itu tidak sadar bahwa bu ratih sedari tadi memperhatikan mereka dari arah pintu.


"Hmmm" bu ratih berdehem dan membuat keduanya sontak terkejut lalu melepaskan pelukannya."Nanti saja ya kalian pelukannya setelah menikah!sekarang waktunya makan deva setelah ini minum obat lalu istirahat" goda bu ratih membuat keduanya tersipu malu.


"hehehe biarkan saja mam lagipula 5 hari lagi kami menikah kan" jawab deva semakin membuat aisha tersipu malu.


"Kau ini sudahlah jangan menggoda aisha terus" ujar bu ratih."ini makanlah dan ini obatnya aryan sudah mengambilnya setelah itu istirahatkan" ujar bu ratih sambil menyodorkan makanannya pada deva.


"Hmm. a...aku keluar dulu ya untuk membantu ibu di dapur" ujar aisha gelagapan lalu segera pergi tanpa menoleh lagi karena wajahnya sudah memerah padam.


"Lihat itu dia malu karena mama mengganggu keromantisan kami" ketus deva menyalahkan ibunya.


'taaaak' bu ratih menjitak kepala deva "sudah cepat makan! mama pergi dulu" ujar bu ratih lalu meniggalkan deva makan di kamarnya.

__ADS_1


Cepet sembuh ya buat yayang deva bentar lagi nikah loh biar kuat ntar!😂🤣


pagi semua met weekend ya!


__ADS_2