Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Kejahatan Rama(Davine) II


__ADS_3

Susan menoleh pada deva dengan mata yg berbinar seperti orang yg sedang meminta pertolongan.


'kak tolong aku! tolong lepaskan aku dari serigala licik ini' batin susan berkecamuk.


Susan memandang deva dengan wajah sendu. Rama sendiri hanya mendapat tatapan tajam dari deva.


"Kau pergilah aku ingin menemui adikku !" ucap deva dengan nada dingin.


Rama yg sadis terhadap susan kali ini terlihat sangat ketakutan didepan deva.


"Ba..baiklah kak" ujar rama sambil bergidik ketakutan dan meninggalkan kamar susan.


"Adikku,kau kenapa? apa yg terjadi padamu? apa kau sakit?" tanya deva bertubi-tubi pura-pura tidak tahu.


"Tidak kak aku hanya kelelahan" jawab susan berbohong.


"Benarkah? lalu kenapa bibirmu terluka dan berdarah seperti itu?" tanya deva menyelidik.


"Oh ini tadi hanya terbentur ujung meja. mungkin aku tak hati-hati" jawab susan kembali berbohong.


"Benarkah?" tanya deva kembali penuh curiga.


"i..i..iya kak"balas susan dengan pandangan tertunduk "Bagaimana keadaan kak aisha,kak? apa dia masih lemah?" tanya susan mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ya dia sudah mulai membaik. Dia sudah mau memakan sesuatu dan dia juga sudah tidak sering muntah-muntah" jelas deva. "Dan kau sendiri kapan akan memiliki anak?" lanjut deva bertanya pada susan membuat susan lebih tertunduk lagi.


"hmm.. tidak tahu" jawab susan ragu.


"Tidak apa-apa jangan terburu-buru" ujar deva"Baiklah,kau istirahatlah dulu. Aku ingin mandi dulu. Setelah itu aku akan makan kau juga turunlah untuk makan. Kau kelihatan kurus sekarang" lanjut deva lalu pergi meninggalkan kamar susan.


Sepeninggal deva,susan langsung berdiri lalu mengunci pintu kamarnya. Iapun menangis tak bersuara,hanya isakan yg terdengar dari tangisnya itu.

__ADS_1


"Kak aisha kau sangat beruntung memiliki suami seperti kakakku,tidak seperti aku yg mempunyai suami seperti iblis yg selalu menyiksaku seperti ini" lirih susan dalam tangisnya itu.


Susan terus menangis,setiap hari dirinya bagaikan tanah yg terus diinjak bahkan ia seperti tidak punya tujuan hidup lagi. Setiap hari Rama akan terus menyiksanya bukan hanya fisik tapi rama juga menyiksa batinnya.


Tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk dengan sangat keras.


"Susan,ayo kita makan malam dulu!" sahut orang dari balik pintu itu yg ternyata adalah deva.


"Iya kak,kakak duluan saja nanti aku menyusul!" balas susan setengah berteriak dengan suara yg sudah serak.


"Baiklah. Aku akan menunggumu di ruang makan!" ujar deva lagi. Susan pun memasuki kamar mandinya dan mencuci wajahnya agar tak terlihat seperti habis menangis,tapi sia-sia saja. semuanya tak akan bisa disembunyikan lagi. Mata yg sembab,bibir yg bengkak dan wajah yg pucat akibat dari siksaan rama yg membuatnya terus menangis setiap harinya.


Susan pun segera membuka pintunya dan terkejut mendapati rama sudah berdiri di depan pintu.


"Lihat saja jika kau berani membuka mulutmu di hadapan Deva maka aku akan membunuh ibumu itu!" ancam rama sambil mencengkram dagu susan. Lalu melepaskannya dengan kasar hingga susan hampir jatuh dan segera pergi menuju ke lantai pertama.


Susan pun tak menghiraukan ancamannya lagi karena sudah terbiasa,ia pun turun ke lantai bawah juga dan masuk ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan ia mendapati deva yg sedang tersenyum sambil menunggunya.


"bersikaplah seperti biasa jangan sampai rama tahu bahwa aku sudah mengetahui segalanya. Aku akan berpura-pura di hadapannya." bisik deva kembali membuat Susan kembali bersemangat menjalankan kehidupannya.


"Terima kasih kak" ucap susan dengan suara parau dan berhambur memeluk deva.


"Sssttt.. sudah nanti dia curiga" bisik deva sambil menunjuk rama yg sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Susan pun hanya mengangguk. Setelah makan malam selesai keduanya bergegas ke kamar masing-masing. Dari belakang rama mengikuti susan masuk ke kamarnya.


Sesampainya di kamar rama kembali melihat susan dengan tatapan ingin menyiksa. Dan benar saja,kali ini rama bukan hanya menyiksanya tapi juga memaksa susan melayaninya dan memuaskan nafsunya. Ini bukan pertama kalinya susan dilecehkan oleh suaminya sendiri,akan tetapi susan hanya bisa pasrah dan tidak mampu melawannya.


Saat ini ia hanya akan menangis dan menangis kembali. Sementara rama,ia terus bermain dengan memaksa susan. Ia bahkan bermain memakai kekasaran. Setelah puas iapun merebahkan tubuhnya di samping susan lalu tertidur.


Susan benar-benar merasa jijik dengan dirinya sendiri. Ia pun bangun dan memasuki kamar mandi lalu bercermin di cermin yg berada di kamar mandinya itu.

__ADS_1


"hiks..hiks.. aku sudah tidak punya harga diri lagi" ucapnya sambil menangis. Ia kemudian memandang dirinya sendiri.


Bibirnya terluka karena gigitan rama dan tamparan rama,lehernya penuh dengan lebam-lebam bekas paksaan rama,bahkan seluruh tubuh yg dulu mulus itu kini penuh dengan lebam dan bekas luka. Susan pun terduduk di lantai kamar mandi dan kembali menangis dengan air yg membasahi tubuhnya dari shower.


Sementara deva ia sedang menatap tak percaya pada layar laptopnya.


"Dia bahkan melecehkan susan! cukup sudah! aku sudah tidak bisa menahan amarahku lagi! dan aku tidak bisa membiarkan susan dilecehkan dan disiksa seperti ini!" ucapnya dengan nada yg sangat emosi. "Lihat saja Davine Ramajaya hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi kau akan segera hancur!" seru deva dengan nada dingin dan tatapan membunuh.


Deva pun menutup laptopnya dan kali ini berpindah ke ponselnya lalu menelepon reihan.


"Hallo Reihan! apa segala rencana dan persiapannya sudah selesai?" tanya deva menuntut.


"Ya tuan semua sudah disiapkan hanya tinggal menunggu intruksi dari anda" jawab reihan di telepon itu.


"Baiklah ! besok sore kita akan melaksanakannya" perintah deva tegas.


"Baik tuan kalau begitu sampai bertemu besok sore" balas reihan kemudian deva mematikan teleponnya.


Ia kembali memencet layar ponselnya bermaksud menelepon aisha tapi akhirnya deva mengurungkan niatnya dan kembali membuka laptopnya.


"Bagus akhirnya informasi data-data perusahaannya sudah datang. Lihat saja Davine Ramajaya! aku tidak akan pernah mengampunimu! kau telah berani berbuat seperti itu pada ibu dan adikku! maka kau akan ku buat hidup seperti di neraka" ucap deva dengan tangan sudah terkepal lalu melayangkan tinjunya itu meninju angin.


"ah sepertinya aku harus mengistirahatkan diriku sejenak untuk persiapan olahraga beladiri besok" gumam deva lalu segera merebahkan diri di ranjangnya dan menutup matanya untuk istirahat.


Tak lama akhirnya deva tertidur nyenyak.


**Hallo semua! Selamat malam! masih setia baca kisah Deva dan Aisha kan? Ikuti terus ya kelanjutan kisah mereka!


Jangan lupa Like,Coment dan Vote!!


segitu dulu ya up nya!! besok author up lagi insya Allah...😊**

__ADS_1


__ADS_2