
Pagi harinya Aisha terkejut melihat deva tertidur di sofa yg ada di depan kamarnya. dan lebih terkejutnya lagi ia saat melihat deva masih berlumuran darah di kepalanya.
"ya ampun dia ini knp masih belum mengobati lukanya" ucapnya dengan panik lalu meraba kening deva"ya tuhan dia demam,aku akan membersihkan lukanya dulu setelah itu aku akan membangunkannya.
Aisha beranjak pergi tapi tiba-tiba tangan deva menahan tangan aisha dan aisha pun seketika jatuh ke pelukan deva. Mereka berdua saling menatap dan tiba-tiba seulas senyum tersungging di bibir mereka berdua. Mereka tak sadar bahwa ibu ratih dari jauh sedang memperhatikan mereka. tiba-tiba suara ponsel berdering dan mereka menyadari posisi mereka sekarang.
"Maaf"sahut deva pada aisha.
"i..iiyaa.. tidak apa-apa"gelagap aisha."duduklah akan ku obati lukamu itu" lanjut aisha.
ia pun segera membersihkan luka deva lalu mengobatinya. Setelah selesai ibu ratih menghampiri mereka berdua.
"deva knp kau bisa terluka? bukankah semalam kalian hanya pergi ke taman?" tanya ibu panik
"Begini mam,semalam aisha tersesat dan bertemu preman kemudian deva bertengkar dengan mereka dan deva lengah lalu terkena balok kayu yg dibawa preman itu" jelas aisha
"hah?benarkah itu deva?" tanya bu ratih pada deva terkejut.
Deva pun hanya mengangguk,"sudahlah mam aku tidak apa-apa mari kita persiapkan pernikahan susan karena besok sudah hari pernikahan!"ajak deva lalu segera pergi ke luar untuk melihat persiapan pernikahan susan.
Hari itu menjadi hari yg paling sibuk bagi deva,keluarganya dan aisha.
Akhirnya persiapan selesai merekapun berkumpul di ruang keluarga sambil membahas pakaian-pakaian yg akan mereka pakai di pesta pernikahan besok.
Tiba-tiba deva menghampiri aisha lalu menarik tangannya dan bilang,"ayo ikut aku sebentar aku ingin bicara denganmu"
Aisha pun hanya mengikuti kemana deva menarik tangannya. Ternyata dia naik ke lantai atas dan masuk ke kamar deva.
"ayo duduk"ajaknya sambil duduk di sofa yg ada di kamarnya. "kau sudah punya pakaian untuk dipakai besok?" tanya nya secara tiba-tiba.
"ehmm..belum"jawabnya sambil menunduk sedih.
"kalau begitu ayo ikut aku!" ajaknya lagi
"kemana?"tanyanya
"ikut saja ! jangan banyak tanya"ucapnya sambil memelototi aisha
"heuh,,baiklah ayo" ucap aisha setuju
sekitar 30 menit sampailah aisha dan deva di butik. Aisha pun terkejut senang karena dia mengira deva hanya akan mengajaknya jalan-jalan ternyata dia juga akan membelikan aisha baju. Merekapun masuk kedalam butik itu dan duduk di kursi yg disediakan"ayo pilihlah baju yg kau suka tapi jangan baju yg mengumbar tubuhmu itu!" perintahnya dengan wajah datar.
__ADS_1
"i..ii..ya baiklah"jawab aisha dengan gugup.
Aisha pun mulai memilih baju itu satu persatu lalu ia melihat gaun hitam dengan panjang dibawah lutut dan lengan tertutup yg sangat indah namun pada saat melihat harganya iapun terkejut."omg!!! ini setara dengan uang jajanku selama 2 bulan saat kuliah"pekiknya.
"ada apa aisha?"tiba-tiba tanya deva. Aisha menggelengkan kepalanya."kau sudah memilih bajunya? cepatlah!" sentak deva.
"akan lebih baik kau saja yg memilihnya untukku" seru aisha meyakinkan deva. Deva pun segera memilih baju untuk aisha dan ia pun menemukan pilihannya gaun warna merah dengan lengan pendek dan sepanjang betis. "Cobalah" ketusnya sambil memberikan gaun itu pada aisha. Aisha segera pergi ke ruang ganti,sementara deva sendiri kembali memilih baju lagi dengan maksud untuk diberikan pada aisha. ia pun menemukan gaun warna hijau tosca sepanjang bawah lutut dan lengan terbuka. Aisha kembali dengan memakai gaun itu. Deva pun terpana dengan kecantikan aisha yg terlihat sangat menawan dengan gaun merah itu.
"cantik!!"pujinya membuat aisha tersipu malu."ganti bajumu! biar kasir membungkus baju itu!"lanjutnya memerintah aisha.
Aisha pun kembali ke ruang ganti dan mengganti kembali bajunya.
"tolong bungkus ini"perintah deva pada pelayan meja kasir"berapa totalnya"sambungnya lagi bertanya.
"2 juta pak" seru pelayan kasir itu.
Aisha terperanjat mendengar harga yg di ucapkan pelayan kasir itu.
"ayo pulang!!!jangan melamun terus nanti kau kerasukan setan!!" ajak deva sembari meledek aisha.
Aisha yg masih kaget langsung memutar bola matanya."apa maksudmu" ketus aisha
merekapun pulang dan dalam perjalan pulang aisha tertidur dalam mobil.
sampai di rumah aisha masih tertidur,deva tak tega membangunkan aisha akhirnya iapun memutuskan menggendong aisha ke dalam rumah.ia pun segera menggendongnya sambil membawa 2 tas belanjaan yg dibelinya untuk aisha. ibu ratih yg memperhatikan deva dari lantai atas hanya tersenyum geli dan bergumam sendiri.
"ya ampun baru kali ini dia bisa mesra dengan wanita,ya ampun aisha kau memang pembawa keberuntungan dalam hidup putraku,kalau begitu aku akan segera menetapkan pernikahan kalian nanti" gumamnya.
Deva menidurkan aisha di atas ranjang kamar aisha. Sebelum keluar kamar deva menatap wajah aisha dan mengelus kepala aisha terlebih dahulu"sha andai kamu tau aku sangat merindukanmu saat ini aku rindu saat-saat masa kecil kita yg saling berjanji untuk bersama saat kita sudah dewasa!aku harap kamu cepat mengingat masa-masa itu" ucapnya lalu segera keluar dari kamar aisha.
Deva pergi menuju balkon kamarnya dan menatap langit yg mulai menurunkan rintik-rintik air hujan seolah menangisi nasibnya deva yg sedang dilanda banyak kesedihan.
***lihatlah...
langitpun menangisi nasibku
nasib cintaku
andai kau tahu...andai kau bisa..
melihat keadaan hatiku
__ADS_1
yg begitu sakit
yg telah lama,
memendam perih dan sakit
dikala dirimu
tak pernah mengingatku lagi
Oh tuhan...
mengapa ujian cintaku seberat ini?
mengapa mencintai harus sesakit ini?
Jika ini adalah ujianku ,
sebelum bisa memilikinya
maka aku akan menjalaninya
jika untuk kehilangannya..
maka Kau ambil saja nyawaku
dan persatukanlah aku
Dengannya..
Di kehidupan berikutnya...
💕Slaven Adeva Rafandi***
Tiba-tiba hujan semakin deras deva masuk ke dalam kamarnya dan masih memikirkan aisha iapun larut dalam pikirannya dan mulai tertidur.
Sementara aisha sedang terbangun dari tidurnya dan tersenyum memikirkan deva dalam hatinya ia berharap deva memiliki perasaan yg sama padanya yaitu perasaan cinta.
'andai kamu tahu va,aku sangat mencintaimu. andai juga kamu mencintaiku. bahkan aku merasa kamu telah lama hadir dalam hidupku... setelah perjanjian ini selesai entah seperti apa hidupku berpisah darimu,laki-laki asing pertama yg aku cintai melebihi apapun...' batinnya menangis bersama dengan matanya yg mengeluarkan air mata. Aisha meraba dadanya dan merasakan detak jantungnya yg sedang berdetak normal tapi berbeda pada saat ia bersama dengan deva jantungnya selalu berdetak lebih cepat..Iapun kembali tertidur.
Maaf ya hari ini baru up 🤣 efek penyakit malasnya kumat segini dulu aja ya kapan2 di lanjut lagi..hehehe
__ADS_1