
Sudah lama keduanya tidur tapi belum ada yg bangun satupun. Keduanya masih tidur dengan posisi masih saling memeluk kali ini aisha yg tidur memeluk deva.
Tiba-tiba ponsel aisha berdering hingga membangunkan keduanya. Deva yg bangun lebih dulu mengambilkan ponsel aisha dan memberikannya pada aisha.
"Ya Hallo?"
"Hallo aisha,ini aku daris!" sahut penelepon di seberang yg ternyata daris. Sontak aisha pun terkejut dan memalingkan wajahnya pada deva.
Ia pun menjauhkan ponselnya lalu berbisik pada deva.
"Sayang,daris menelepon!" seru aisha
"Keraskan suaranya dan angkat saja aku akan memberi kode untukmu jika dia berbicara yg penting ataupun tidak penting!" angguk deva.
"Baiklah!" ujar aisha lalu kembali mendekatkan ponselnya.
"Iya ada apa ya?"jawab aisha sambil memutar bola matanya malas
"Aku dengar deva meninggal? aku turut berduka cita untukmu aisha" ujar daris pura-pura peduli.
"Ya tidak apa-apa. Aku sudah ikhlas mungkin tuhan lebih menyayanginya" jawab aisha bersandiwara.
Deva pun menahan tawanya lalu memeluk aisha dari belakang.
"ya aisha bisakah kita bertemu besok?" tanya daris dengan santainya.
Aisha pun melirik deva dan deva pun mengangguk"Katakan kita bertemu di hotel ini" perintah deva.
"Ya baiklah aku bisa jam 1 siang di hotel xx" jawab aisha dengan wajah datar.
"Ya baiklah aisha" ucap daris girang
Telepon pun terputus aisha dan deva tertawa sampai terpingkal-pingkal mendengar kebodohan daris yg menganggap deva sudah mati.
"Aisha aku tidak akan mati secepat itu seperti yg dipikirkan daris. kau tau alasannya?" tanya deva pada aisha membuat aisha berhenti tertawa.
"Apa alasannya? aku tidak tau!" ucap aisha menyelidik
"Karena dirimu" jawab deva membuat aisha tersenyum deva pun mulai mendekatkan wajahnya pada wajah aisha.
__ADS_1
Wajah mereka semakin mendekat,hingga mungkin jaraknya hanya 1 cm lagi. Tiba-tiba deva memegang dagu aisha,dan mulai mendekatkan bibirnya pada bibir aisha namun sebelum adegan cium-mencium itu terjadi deva pun tersadar dan segera menjauhkan wajahnya dari aisha. Begitupun aisha yg memalingkan wajahnya karena sudah memerah seperti kepiting rebus.
Kemudian deva kembali menatap aisha dan tersenyum untuk menghilangkan kecanggungan yg terjadi karena adegan yg baru saja terjadi.
"Maaf aku tidak sadar" ucap deva membuyarkan lamunan aisha.
"Tidak apa-apa. Mungkin ini karena rindu" balas aisha jadi salah tingkah.
(beuh yayang deva bikin yg ngetiknya dagdigdug seeerrrr aja ππ€£entah knp pikiran author jadi bikin adegan kek gitu huhu maaf ya yg penting gk kelewat batas adegannya wkwkwk. Awas yg jomblo bacanya jangan sampai baper hihihi ntar tiba-tiba ngebet cari suami lagi πππ)
"Sayang" ujar deva memanggil aisha.
"Ya apa?" jawab aisha masih dengan wajah malu-malu.
"Ayo kita menikah!" ujar deva sontak membuat aisha terkejut dan membelalakkan matanya
"a...a..apa?" tanya aisha.
"Ayo kita menikah!" ujar deva sekali lagi.
"Me...me..menikah?" aisha kembali terkejut
"Iya sayang!" balas deva sambil tersenyum jahil
"Malam ini juga!" balas deva lagi sambil tersenyum jahil
"Ta...tapi-" ucapan aisha terpotong karena deva segera memeluk aisha.
"Tidak sayang aku hanya bercanda! setelah rencana kita selesai kita akan menikah secepatnya" ujar deva memenangkan aisha yg masih terkejut lalu melepaskan pelukannya dan mencium kening aisha.
"Kau ini membuatku malu saja" ujar aisha
"Memangnya kenapa? apa kau tidak ingin menikah denganku?" tanya deva dengan sedikit nada manja dan merajuk
"Bu..bukan begitu!" ucap aisha.
"Ah sudahlah ini sudah sore,sebaiknya kau pulang atau orang tuamu akan mencarimu dan jangan lupa yg aku katakan tadi tentang daris. Temui dia besok dan kau harus hati-hati,tenang saja aku akan mengirim anak buahku untuk mengawasimu. Dan satu lagi jangan minum dan makan apapun yg diberikan daris padamu! Kau harus lebih waspada dan cerdik karena kita tidak bisa tahu apa saja yg dia rencanakan!" jelas deva.
"Ya baiklah aku mengerti" angguk aisha.
__ADS_1
"Pengawalku akan mengantarmu pulang,Kau hati-hati di jalan dan jaga dirimu baik-baik. Jika ada yg bertanya kau darimana katakan saja kau memenuhi amanat deva sebelum meninggal bahwa kau harus mengurus hotelnya. Ingatlah itu baik-baik!" ucap deva menasehati aisha.
Kemudian deva memeluk lagi aisha dan mengecup keningnya tak lupa ia juga memakai sweater,masker,topi,dan juga kacamata untuk menyamarkan dirinya.
"Eh kau bilang yg akan mengantarku adalah pengawalmu kenapa sekarang kau berpenampilan seperti ini?" tanya aisha heran.
"Tidak! aku akan mengantarmu sekalian aku ke kantor karena sudah lama kantor tidak di awasi. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian aku takut kau kenapa-kenapa!" ucap deva sambil menarik aisha pergi menuju lift.
Di dalam lift aisha tak henti-hentinya menggandeng tangan deva tapi tiba-tiba pintu lift terbuka dan aisha pun melepaskan tangannya dari tangan deva. Dan alangkah terkejutnya ia mendapati daris yg masuk ke lift itu. Deva pun menunduk karena takut penyamarannya terbongkar.
"Wow aisha kebetulan sekali,sedang apa disini?" tanya daris tersenyum girang karena bertemu dengan aisha.
"Ini adalah hotel milik deva dan sesuai amanat deva sebelum meninggal akulah yg akan mengurus hotel kesayangannya ini"ujar aisha datar 'seharusnya aku yg bertanya mengapa kau tiba-tiba muncul disini?' batin aisha malas melihat daris si pembunuh itu.
" Ooohh begitu ya" ucap daris sambil mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian spontan dia memegang tangan aisha.
Hal itu membuat deva melirik aisha di balik kacamatanya,aisha yg mengerti dengan lirikkan deva langsung menepisnya dan menegur daris.
"Maaf daris jangan berusaha menyentuhku,aku tidak suka!" kecam aisha pada daris hal itu membuat daris malu sendiri karena perbuatannya.
"Hehehe.. maaf " ucap daris sambil menunduk "oh ya kau mau kemana aisha?" lanjut daris bertanya.
"Tentu saja pulang"ketus aisha
"Oh ya baiklah,hati-hati di jalan. Jangan lupa ya besok temui aku juga di hotel ini!" ucap daris mengingatkan aisha.
"Ya" ucap aisha datar.
"Oh ya siapa orang disampingmu itu?" tanya daris heran melihat orang itu hanya diam saja sedari tadi.
"Oh dia? pengawal pribadiku namanya Slaven" jelas aisha masih dengan wajah datar.
Akhirnya mereka sampai di lantai paling bawah dan segera keluar dari lobi hotel tanpa menghiraukan daris yg sedari tadi jengkel melihat sikap dingin aisha bahkan ia kecewa karena tidak pernah dapat mengambil hati aisha.
Di dalam mobil Aisah dan Deva tertawa terbahak-bahak melihat wajah daris yg kecewa pada aisha itu.
"Sayang kau sangat pintar bersandiwara" puji deva pada aisha
"Tentu saja" balas aisha sambil bersandar di dada deva.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka tak henti-hentinya membicarakan dan menertawakan daris sampai mereka sudah berada di depan gerbang rumah aisha. Aisha pun mengerti bahwa deva tidak mungkin mengantarnya sampai rumah sehingga iapun turun di depan gerbang dan melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum pada deva hingga mobil deva melaju dan menghilang.
Udah dulu ah up nya besok lagi yaaa