Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Kencan Romantis


__ADS_3

**Assalamu'alaikum, Selamat pagi semuanya. Selamat menjalankan aktivitas masing-masing. Pertama-tama sebelum saya up episode terbaru, saya ingin meminta dukungan kalian semua para pembaca karya saya.


Karya ini Alhamdulillah sudah kontrak, jadi mohon bantuannya dengan Like dan Vote serta rate biar levelnya naik ya.


Terima kasih pada para pembaca yang sudah like dan vote semoga urusan kalian dimudahkan begitu juga rezekinya..


Sekian Terima Kasih.


Wassalam.


Selamat membaca**!!!...


Hari itu, Deva berencana untuk mengajak Aisha makan malam diluar berdua saja. Ups, maksudnya bertiga karena tidak mungkin bayi yang didalam kandungannya ditinggalkan.


Pukul 7 malam Deva sudah bersiap dengan pakaian rapih, akan tetapi Aisha masih berpakaian ala rumahan karena tidak tahu bahwa Deva akan mengajaknya keluar.


"Aisha, cepat ganti baju!" Sambil menyisir rambutnya.


"Kenapa memangnya?" Sambil memandang cermin dan memperhatikan penampilannya sendiri. "Apa aku terlihat jelek?"


"Tidak, kita akan keluar malam ini. Maksudku, ayo kita makan malam diluar!"


"Ooohh begitu!" Sambil membulatkan bibirnya.


"Iya, ayo cepat! Ganti bajumu!"


"Tunggu, suamiku! Aku akan mendandani Sid lebih dulu!" Ucap Aisha sambil membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju keluar.


Dengan cekatan, Deva menarik tangan Aisha untuk menghentikannya hingga Aisha masuk ke pelukannya.


"Apa? Sid?!" Dengan wajah kesal.


"Iya, memangnya kenapa?" Tanya Aisha bingung.


"Maksudku, kita makan malam berdua saja Aisha! Kita kencan!" Ucap Deva penuh penekanan sambil menepuk jidatnya.


"Hah?! Kenapa tidak berterus terang! Kau memang selalu tidak jelas!" Ketus Aisha.


"Sayang, sudah! Jangan memulai perdebatan! Cepat ganti bajumu dan berdandanlah dengan cantik!" Perintah Deva sambil berjalan menuju keluar.


Detik berikutnya Deva berhenti dan memutar kembali badannya.


"Aku tunggu di garasi! Cepatlah!"


"Ya, baiklah tuan Deva yang terhormat!" Sambil memutar bola matanya malas.


Deva pun kembali berjalan menuju garasi. Deva mengeluarkan mobil kesayangannya dari dalam garasi dan sambil menunggu Aisha, Deva menelepon Reihan.


"Reihan, aku minta kirimkan beberapa pengawal ke Restoran XX! Aku dan Aisha akan makan malam disana! Baiklah, kirimkan secepatnya dan jangan sampai ada yang tahu bahwa ada pengawal yang mengawal kami. Sudah, aku akan berangkat sekarang!"


Deva pun memutus teleponnya karena Aisha sudah berjalan menuju mobilnya. Deva turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Aisha, setelah itu kembali masuk kedalam mobilnya.


"Sudah siap?" Tanya Deva sambil tersenyum pada Aisha.


"Ya." Jawab Aisha singkat.


"Baiklah, kita berangkat sekarang!" Sambil menghidupkan mesin mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tak lama Deva dan Aisha sudah sampai di Restoran XX. Sebelum masuk Deva menoleh kesana kemari untuk mencari pengawal yang dikirim Reihan.


Beberapa laki-laki yang sedang menyamar mengangguk pada Deva sebagai tanda bahwa merekalah pengawal yang dikirim Reihan. Deva pun mengangguk juga pada mereka.


"Ayo, kita masuk!" Sambil memasukan tangan Aisha pada genggamannya.


Merekapun masuk lalu memilih duduk di meja yang berada di sisi jendela. Keduanya memandang ke luar jendela yang terdapat taman indah dan sebuah bangku disana.


"Indah sekali." Sahut Aisha tiba-tiba.


"Lebih indah bila ditambah kita berdua duduk disana!" Timpal Deva sambil menggenggam kedua tangan Aisha.


"Aku ingin duduk disana!" Pinta Aisha tiba-tiba.


"Setelah makan malam kita akan duduk disana selama yang kau mau!"


"Benarkah?" Dengan wajah antusias.


Deva mengangguk.


Seorang pelayan restoran menghampiri mereka membawa buku menu.


"Silahkan, tuan dan nona ingin pesan apa?" Sambil menyerahkan buku menu yang dibawanya tadi.


"Aku pesan Lemon tea dan makanannya Beefsteak saja." Ucap Deva pada pelayan itu yang segera menuliskan pesanan Deva.


"Dan nona?" Sambil menoleh pada Aisha dengan seulas senyuman.


"Aku pesan makanan dan minuman yang sama saja." Pelayan itu mengangguk.


"Baik tuan,nona kami akan segera menyiapkan pesanan anda." Sambil membungkuk dan berlalu.


Saat sedang menunggu, Seorang pria membawa gitar naik ke atas panggung yang sudah disediakan disana. Lalu duduk dan mulai memetik senar gitarnya sambil bernyanyi.


Mengejar dirimu


Takkan ada habisnya


Membuat diriku menggila


Bila hati ini


Menjatuhkan pilihan


Apapun akan kulewati

__ADS_1


Hari ini sayang


Sangat penting bagiku


Kau jawaban yang aku cari


Kisah hari ini kan kubagi denganmu


Dengarlah sayang kali ini


Permintaanku padamu


Dan dengarlah sayangku


Aku mohon kau menikah denganku


Ya hiduplah denganku


Berbagi kisah hidup berdua


Huu hu u


Cincin ini sayang


Terukirkan namamu


Begitu juga di hatiku.


Hujan warna-warni


Kata orang tak mungkin


Namun itu mungkin bagiku


Sebuah tanda cintaku.


Dan dengarlah sayangku


Aku mohon kau menikah denganku


Ya hiduplah denganku


Berbagi kisah hidup berdua


Dengarlah sayangku


(Aku mohon kau menikah denganku) Aku mohon menikahlah denganku


(Ya hiduplah denganku) Hiduplah bersamaku


Berbagi kisah hidup


Habiskan sisa hidup


Sayangku


Uu-yeah*


Aisha terhanyut dalam lagu itu, sambil membayangkan dimana saat Deva melamarnya dulu.


"Sayang, lagunya membuatku mengingat saat kau melamarku!" Kata Aisha sambil menoleh pada Deva.


"Kau benar, sayang!" Balas Deva sambil berdiri dan melangkah.


"Kau mau kemana?" Tanya Aisha yang bingung.


"Tunggu disana." Deva naik ke panggung dan meminjam gitar pria yang bernyanyi barusan lalu mulai memetim senar gitarnya.


Dia indah meretas gundah


Dia yang selama ini ku nanti


Membawa sejuk memanja rasa


Dia yang selalu ada untukku


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku ku milikmu


Kau milikku ku milikmu


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu

__ADS_1


Bila di depan nanti


Banyak cobaan untuk kisah cinta kita


Jangan cepat menyerah


Kau punya aku ku punya kamu selamanya kan begitu


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku ku milikmu


Kau jiwa yang selalu aku puja


Deva menyanyikan lagu dari Tulus yang berjudul Teman Hidup, setelah selesai menyanyi Deva turun dari panggung lalu berjalan menghampiri Aisha yang sudah menangis terharu.


Tangan Deva masih memegang pengeras suara, Deva pun berjongkok di depan Aisha ala orang melamar pujaan hatinya. Lalu mengulurkan tangannya pada Aisha.


Aisha menyambut uluran tangan Deva.


"Aisha, sudah hampir 6 tahun kita bersama, selama itu banyak cobaan dalam cinta kita. Hari ini aku meminta padamu, tetaplah bersamaku! Kita menua bersama, jangan pernah sekalipun mencoba pergi jauh lagi dariku. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu!" Lalu mencium tangan Aisha.


Deva berdiri lalu memeluk Aisha. Jangan tanyakan reaksi pengunjung restoran, mereka semua bertepuk tangan melihat adegan romantis Deva dan Aisha. Bahkan bukan hanya bertepuk tangan, ada yang menangis terharu.


"Wah, mereka sangat serasi dan romantis!" Puji seorang gadis yang mungkin baru menginjak usia dewasa.


"Uh so sweet, aku juga ingin punya suami seperti itu nanti!" Sahut gadis yang berada di sisinya.


Seakan tak puas, pengunjung restoran meminta Aisha yang kali ini harus bernyanyi.


"Kak, bernyanyilah! Suamimu sudah bernyanyi untukmu, sekarang giliranmu!" Ucap gadis yang tadi memuji Aisha.


Aisha pun mengangguk, lalu menarik Deva naik ke panggung. Aisha mulai menyanyikan sebuah lagu.


Manakala hati menggeliat


Mengusik renungan


Mengulang kenangan


Saat cinta


Menemui cinta


Suara semalam dan siang


Seakan berlagu


Dapat aku dengan rindumu


Memanggil namaku


Saat aku tak lagi disisimu


Ku tunggu kau di keabadian


Aku tak pernah pergi


Selalu ada dihatimu


Kau tak pernah jauh


Selalu ada di dalam hatiku


Sukma ku berteriak


Menegaskan kucinta padamu


Terima kasih pada Mahacinta


Menyatukan kita


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh suka…


Aisha menyanyikan lagu milik Bunga Citra Lestari yang berjudul Cinta Sejati.


Semua kembali bertepuk tangan. Setelah itu Aisha dan Deva turun. Makan malam indah itupun akhirnya penuh dengan kemesraan antara Aisha dan Deva.


Setelah selesai makan malam, mereka tak langsung pulang. Tapi sesuai dengan permintaan Aisha tadi, mereka menghabiskan waktu sampai tengah malam duduk di bangku yang berada di taman restoran itu.

__ADS_1


__ADS_2