
**Assalamu'alaikum, Selamat pagi semuanya. Selamat menjalankan aktivitas masing-masing. Pertama-tama sebelum saya up episode terbaru, saya ingin meminta dukungan kalian semua para pembaca karya saya.
Karya ini Alhamdulillah sudah kontrak, jadi mohon bantuannya dengan Like dan Vote serta rate biar levelnya naik ya.
Terima kasih pada para pembaca yang sudah like dan vote semoga urusan kalian dimudahkan begitu juga rezekinya..
Sekian Terima Kasih.
Wassalam.
Selamat membaca**!!!...
Hari itu, Deva berencana untuk mengajak Aisha makan malam diluar berdua saja. Ups, maksudnya bertiga karena tidak mungkin bayi yang didalam kandungannya ditinggalkan.
Pukul 7 malam Deva sudah bersiap dengan pakaian rapih, akan tetapi Aisha masih berpakaian ala rumahan karena tidak tahu bahwa Deva akan mengajaknya keluar.
"Aisha, cepat ganti baju!" Sambil menyisir rambutnya.
"Kenapa memangnya?" Sambil memandang cermin dan memperhatikan penampilannya sendiri. "Apa aku terlihat jelek?"
"Tidak, kita akan keluar malam ini. Maksudku, ayo kita makan malam diluar!"
"Ooohh begitu!" Sambil membulatkan bibirnya.
"Iya, ayo cepat! Ganti bajumu!"
"Tunggu, suamiku! Aku akan mendandani Sid lebih dulu!" Ucap Aisha sambil membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju keluar.
Dengan cekatan, Deva menarik tangan Aisha untuk menghentikannya hingga Aisha masuk ke pelukannya.
"Apa? Sid?!" Dengan wajah kesal.
"Iya, memangnya kenapa?" Tanya Aisha bingung.
"Maksudku, kita makan malam berdua saja Aisha! Kita kencan!" Ucap Deva penuh penekanan sambil menepuk jidatnya.
"Hah?! Kenapa tidak berterus terang! Kau memang selalu tidak jelas!" Ketus Aisha.
"Sayang, sudah! Jangan memulai perdebatan! Cepat ganti bajumu dan berdandanlah dengan cantik!" Perintah Deva sambil berjalan menuju keluar.
Detik berikutnya Deva berhenti dan memutar kembali badannya.
"Aku tunggu di garasi! Cepatlah!"
"Ya, baiklah tuan Deva yang terhormat!" Sambil memutar bola matanya malas.
Deva pun kembali berjalan menuju garasi. Deva mengeluarkan mobil kesayangannya dari dalam garasi dan sambil menunggu Aisha, Deva menelepon Reihan.
"Reihan, aku minta kirimkan beberapa pengawal ke Restoran XX! Aku dan Aisha akan makan malam disana! Baiklah, kirimkan secepatnya dan jangan sampai ada yang tahu bahwa ada pengawal yang mengawal kami. Sudah, aku akan berangkat sekarang!"
Deva pun memutus teleponnya karena Aisha sudah berjalan menuju mobilnya. Deva turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Aisha, setelah itu kembali masuk kedalam mobilnya.
"Sudah siap?" Tanya Deva sambil tersenyum pada Aisha.
"Ya." Jawab Aisha singkat.
"Baiklah, kita berangkat sekarang!" Sambil menghidupkan mesin mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Tak lama Deva dan Aisha sudah sampai di Restoran XX. Sebelum masuk Deva menoleh kesana kemari untuk mencari pengawal yang dikirim Reihan.
Beberapa laki-laki yang sedang menyamar mengangguk pada Deva sebagai tanda bahwa merekalah pengawal yang dikirim Reihan. Deva pun mengangguk juga pada mereka.
"Ayo, kita masuk!" Sambil memasukan tangan Aisha pada genggamannya.
Merekapun masuk lalu memilih duduk di meja yang berada di sisi jendela. Keduanya memandang ke luar jendela yang terdapat taman indah dan sebuah bangku disana.
"Indah sekali." Sahut Aisha tiba-tiba.
"Lebih indah bila ditambah kita berdua duduk disana!" Timpal Deva sambil menggenggam kedua tangan Aisha.
"Aku ingin duduk disana!" Pinta Aisha tiba-tiba.
"Setelah makan malam kita akan duduk disana selama yang kau mau!"
"Benarkah?" Dengan wajah antusias.
Deva mengangguk.
Seorang pelayan restoran menghampiri mereka membawa buku menu.
"Silahkan, tuan dan nona ingin pesan apa?" Sambil menyerahkan buku menu yang dibawanya tadi.
"Aku pesan Lemon tea dan makanannya Beefsteak saja." Ucap Deva pada pelayan itu yang segera menuliskan pesanan Deva.
"Dan nona?" Sambil menoleh pada Aisha dengan seulas senyuman.
"Aku pesan makanan dan minuman yang sama saja." Pelayan itu mengangguk.
"Baik tuan,nona kami akan segera menyiapkan pesanan anda." Sambil membungkuk dan berlalu.
Saat sedang menunggu, Seorang pria membawa gitar naik ke atas panggung yang sudah disediakan disana. Lalu duduk dan mulai memetik senar gitarnya sambil bernyanyi.
Mengejar dirimu
Takkan ada habisnya
Membuat diriku menggila
Bila hati ini
Menjatuhkan pilihan
Apapun akan kulewati
__ADS_1
Hari ini sayang
Sangat penting bagiku
Kau jawaban yang aku cari
Kisah hari ini kan kubagi denganmu
Dengarlah sayang kali ini
Permintaanku padamu
Dan dengarlah sayangku
Aku mohon kau menikah denganku
Ya hiduplah denganku
Berbagi kisah hidup berdua
Huu hu u
Cincin ini sayang
Terukirkan namamu
Begitu juga di hatiku.
Hujan warna-warni
Kata orang tak mungkin
Namun itu mungkin bagiku
Sebuah tanda cintaku.
Dan dengarlah sayangku
Aku mohon kau menikah denganku
Ya hiduplah denganku
Berbagi kisah hidup berdua
Dengarlah sayangku
(Aku mohon kau menikah denganku) Aku mohon menikahlah denganku
(Ya hiduplah denganku) Hiduplah bersamaku
Berbagi kisah hidup
Habiskan sisa hidup
Sayangku
Uu-yeah*
Aisha terhanyut dalam lagu itu, sambil membayangkan dimana saat Deva melamarnya dulu.
"Sayang, lagunya membuatku mengingat saat kau melamarku!" Kata Aisha sambil menoleh pada Deva.
"Kau benar, sayang!" Balas Deva sambil berdiri dan melangkah.
"Kau mau kemana?" Tanya Aisha yang bingung.
"Tunggu disana." Deva naik ke panggung dan meminjam gitar pria yang bernyanyi barusan lalu mulai memetim senar gitarnya.
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku ku milikmu
Kau milikku ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
__ADS_1
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku ku punya kamu selamanya kan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja
Deva menyanyikan lagu dari Tulus yang berjudul Teman Hidup, setelah selesai menyanyi Deva turun dari panggung lalu berjalan menghampiri Aisha yang sudah menangis terharu.
Tangan Deva masih memegang pengeras suara, Deva pun berjongkok di depan Aisha ala orang melamar pujaan hatinya. Lalu mengulurkan tangannya pada Aisha.
Aisha menyambut uluran tangan Deva.
"Aisha, sudah hampir 6 tahun kita bersama, selama itu banyak cobaan dalam cinta kita. Hari ini aku meminta padamu, tetaplah bersamaku! Kita menua bersama, jangan pernah sekalipun mencoba pergi jauh lagi dariku. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu!" Lalu mencium tangan Aisha.
Deva berdiri lalu memeluk Aisha. Jangan tanyakan reaksi pengunjung restoran, mereka semua bertepuk tangan melihat adegan romantis Deva dan Aisha. Bahkan bukan hanya bertepuk tangan, ada yang menangis terharu.
"Wah, mereka sangat serasi dan romantis!" Puji seorang gadis yang mungkin baru menginjak usia dewasa.
"Uh so sweet, aku juga ingin punya suami seperti itu nanti!" Sahut gadis yang berada di sisinya.
Seakan tak puas, pengunjung restoran meminta Aisha yang kali ini harus bernyanyi.
"Kak, bernyanyilah! Suamimu sudah bernyanyi untukmu, sekarang giliranmu!" Ucap gadis yang tadi memuji Aisha.
Aisha pun mengangguk, lalu menarik Deva naik ke panggung. Aisha mulai menyanyikan sebuah lagu.
Manakala hati menggeliat
Mengusik renungan
Mengulang kenangan
Saat cinta
Menemui cinta
Suara semalam dan siang
Seakan berlagu
Dapat aku dengan rindumu
Memanggil namaku
Saat aku tak lagi disisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi
Selalu ada dihatimu
Kau tak pernah jauh
Selalu ada di dalam hatiku
Sukma ku berteriak
Menegaskan kucinta padamu
Terima kasih pada Mahacinta
Menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh sukacita
Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu
Kutunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka…
Aisha menyanyikan lagu milik Bunga Citra Lestari yang berjudul Cinta Sejati.
Semua kembali bertepuk tangan. Setelah itu Aisha dan Deva turun. Makan malam indah itupun akhirnya penuh dengan kemesraan antara Aisha dan Deva.
Setelah selesai makan malam, mereka tak langsung pulang. Tapi sesuai dengan permintaan Aisha tadi, mereka menghabiskan waktu sampai tengah malam duduk di bangku yang berada di taman restoran itu.
__ADS_1