
5 jam telah berlalu dan operasi deva telah selesai dokter yg menangani deva telah keluar dari ruangan operasi dengan wajah yg lesu dan membuat aisha dan ibu ratih semakin cemas.
"Dokter! Bagaimana anak saya?" tanya bu ratih dengan wajah berharap deva baik-baik saja.
"Maaf bu,keadaan pasien semakin melemah operasinya tidak dapat membantu. Saat ini dia masih bernafas karena alat-alat yg membantunya kita akan melihat apa alat-alat di tubuhnya itu bisa membantu pasien sampai keadaannya berkembang sedikit demi sedikit atau tidak" ucap dokter itu dengan kepala tertunduk"jika tidak kami akan mencabut alat-alatnya karena itu hanya akan menyiksa jenazahnya" lanjut dokter itu semakin tertunduk.
"Apa maksudmu dokter!!! bukankah ibuku sudah memberikan darahnya pada deva hah?knp kau malah mengatakan hal seperti itu!! seharusnya kau menolongnya bukan malah membuatnya semakin parah!!" Teriak aisha histeris lalu menangis kencang.
"Maaf nona saya bukan tuhan yg bisa menghidupkan dan mematikan ciptaannya"balas dokter itu
"Tapi tuhan mempercayakan sebuah kemampuan untukmu!! kemampuan yg bisa menolong manusia!! apa kau tidak bisa menolongnya hah?!!" aisha kembali menjawab dengan suara yg lantang. Dokter itu tertunduk malu dengan kata-kata aisha. Aisha semakin histeris dan tidak dapat dikendalikan hingga dia terduduk di lantai dan menangis dengan suara yg sangat keras menarik keprihatinan orang-orang yg berada di sekitarnya. Tapi tidak dengan bu Ratih dia sangat tegar dan pasrah akan takdir nasib kehidupan putranya walaupun hatinya sangat sakit jika harus kehilangan putra kesayangannya itu.
"Dokter. Apa kami boleh menemui deva ?" lirih bu Ratih dalam tangisnya.
"Ya sementara ini kami akan menempatkan pasien di ruang ICU setelah dipindahkan kau boleh menemuinya" jelas dokter lalu berbalik dan pergi begitu saja.
Tidak lama deva telah dipindahkan ke ruang ICU. bu ratih memasuki ruang itu untuk menemui putranya yg sedang terbaring tak berdaya di penuhi alat-alat yg banyak. Ia pun tak kuasa menahan tangisnya melihat keadaan putranya itu sehingga memutuskan untuk keluar. Selanjutnya susan yg memasuki ruangan itu dan sama seperti ibunya iapun tak kuasa menahan tangisnya melihat kakak yg sangat menyayanginya itu dalam keadaan hampir tak bernyawa bergantian dengan rama suaminya. setelah rama keluar kini giliran aisha yg menemui deva.
Sampai di ruangan aisha segera mendekati deva lalu memegang tangannya dan mengelus kepala deva. Ia tak kuasa menahan tangisnya dan hatinya begitu sakit melihat penderitaan calon suaminya itu tapi semua itu tak membuat ia bergeming dia masih tetap berdiri disana lalu mulai berbicara dengan sosok cintanya itu meskipun tak ada jawaban.
"Sayang" ucap aisha lirih dalam tangisnya "bangunlah lihat ini aku Aishamu,jika kau tidak bangun aku akan pergi lagi meninggalkanmu ! aku mohon bukalah matamu sebentar saja. Apa kau tidak tahu? aku sangat merindukanmu" ucap aisha lalu menyusupkan kepalanya ke tempat tidur deva dan menyimpan tangan deva di kepalanya.
"Bukankah kau ingin bahagia denganku hah? kita akan segera berbahagia sayang! bangunlah aku mohon" ucap aisha lagi sambil menangis tersedu-sedu. Tapi tak kunjung ada respon dari deva. Ia pun keluar dari ruangan itu dengan tangis yg tak bisa di tahannya lagi. Ibu ratih dan susan memeluk aisha dengan erat.
"Nak,aku mohon kau harus tabah!" ucap bu ratih seraya menatap aisha dan menghapus air mata aisha.
"Kak aisha, kak deva pasti baik-baik saja. Aku mohon kakak jangan seperti ini" ucap susan menenangkan aisha yg sudah tidak bisa mengendalikan dirinya.
ibu ratih dan susan pun membawa aisha duduk di kursi depan ruangan ICU sedangkan rama mengambilkan air minum untuk aisha. Aisha meminum air itu lalu menyandarkan kepalanya di bahu ibu ratih. Pikirannya melayang entah kemana saat ini yg terlintas dalam hatinya adalah bayangan indahnya cinta mereka dan masa kecil mereka dimana saat itu mereka mengikat janji sehidup semati untuk bersama. Aisha kembali meneteskan air matanya membayangkan semua itu.
2 jam berlalu dengan dipenuhi tangis kesedihan. Susan merasa pegal karena terduduk terus menerus lalu ia pun berencana melihat kakaknya dari sebuah kaca ruangan itu.
Beberapa menit susan melihatnya tiba-tiba deva mengalami kejang-kejang susan terkejut dan segera ibunya dan juga aisha.
__ADS_1
"Bu!! Kak!! lihat kak deva !!!" teriak susan.
Keduanya pun serentak memasuki ruang itu dan terkejut lalu ibu ratih segera memanggil dokter. Tidak lama dokter pun datang.
"Tolong keluar dulu dari ruangan ini saya harus memeriksanya" perintah dokter.
Aisha,susan,rama dan ibu ratih pun segera keluar.
Tidak berapa lama dokter yg memeriksa deva keluar dengan wajah yg lesu seperti saat dia selesai mengoperasi deva.
"Maaf" ucap dokter itu penuh kesedihan"Kami tidak bisa menyelamatkan nyawanya." lanjut dokter itu.
Aisha kembali histeris dia berteriak sekuat mungkin lalu terduduk kembali di lantai dengan tangisan yg tidak dapat di kendalikan. Keluarganya aisha yg baru datang ikut bersedih atas kepergian deva untuk selamanya dan memeluk putrinya.
Aisha pun tidak percaya dengan kata-kata dokternya ia pun segera beranjak berdiri dan masuk ke ruangan ICU dimana ada deva ditemani 2 orang perawat yg sedang mencabut peralatan medisnya dari tubuh deva.
Aisha mendekati tubuh deva yg sudah tak bernyawa itu. Perawat yg berada disana mencoba menyuruh aisha keluar tapi aisha tidak menghiraukan kata-kata mereka dan tetap mendekati deva.
"Kau puas bukan! kau membuatku mengingat segalanya lagi dan akupun mengingatnya. Kau berusaha menumbuhkan kembali cinta kita dalam kisah lama kita,cinta masa kecil kita! tapi setelah cinta itu tumbuh kau...kau!" ucap aisha lalu menangis membuat kata-katanya terhenti,ia pun mulai menarik napas nya panjang dan mulai melanjutkan kata-katanya.
***Tuhan...
Apa yg telah kau lakukan...
Takdir macam apa yg kau berikan???
Mengapa kau memisahkan kami?
Mengapa ?
Mengapa dengan cara sesakit ini?
Mengapa?
__ADS_1
Mengapa kau buat kisah cintaku ini,
bagaikan mimpi
yg akan lenyap saat kita terbangun...
Tuhan...
Aku akan melakukan segalanya..
Tapi tolong kembalikan cintaku
Buatlah dia,
membuka matanya kembali...
Jika tidak,
maka ambilah nyawaku juga.
Karena ikrar cinta ini
Sehidup semati...
Jika Indahnya cintaku itu...
Hanya sebuah mimpi..
Maka aku tidak ingin terbangun.
Agar dapat terus merasakan indahnya cinta itu***...
Wah sedih banget ya deva harus meninggal tapi.... ah rahasia deh.
__ADS_1
Btw author sampai ikut nangis ngetiknya.. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ kalian mau tau kelanjutan kisahnya ? yakin deva udh meninggal? penasaran kan? kalo gitu ikuti terus kelanjutan kisah cinta Aisha dan Deva!!! jangan lupa vote yaaa!!!