Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
I Miss You,Aisha


__ADS_3

**Sebelum lanjut ke kisah menyedihkan susan dan rencana deva menghancurkan rama kita kembali dulu ke kisah utama yaitu Deva dan Aisha.


Selamat Membaca**!!!


Di Indonesia


Aisha masih bersantai di sofa ruang keluarga bersama resha kakak perempuannya.


Dia sesekali melihat ponselnya berharap deva meneleponnya,tapi sama sekali tidak ada.Akhirnya aisha pun memutuskan untuk berjalan-jalan saja mengelilingi rumahnya.


"Kau mau kemana Aisha?" ujar resha membuat aisha berhenti melangkah.


"Aku ingin berjalan-jalan saja mengelilingi rumah ini. Kau mau ikut kak?" ucap aisha


"Heuh,tidak! setiap hari aku mengelilingi rumah ini tapi tidak ada yg istimewa! lebih baik kita jalan-jalan ke taman xx saja! disana banyak tempat bagus dan banyak pedagang. Bagaimana kau mau ikut?" usul resha membuat aisha sedikit berpikir.


"Boleh saja. Ayo!" seru aisha bersemangat.


"Ayo kita naik taxi saja!" ajak resha bersemangat.


"Okay baiklah!" angguk aisha tak kalah bersemangat.


Sesampainya di taman aisha merasa sangat senang berbagai makanan ia beli untuk dimakan di rumah.


"Hei aisha! kau akan makan semua makanan itu ?" tanya resha sedikit bingung sambil melihat tangan aisha yg sudah menjinjing hampir 10 kantung kresek berisi makanan.


"Ya memangnya kenapa?" ujar aisha balik bertanya.


"Kau serius? sebanyak itu?" pekik resha terkejut.


"Kau lupa ya? aku sedang mengandung dan tidak aneh jika aku ingin makan sebanyak ini" ketus aisha.


"Baiklah kalau begitu kita duduk dulu di bangku itu" ajak resha sambil menunjuk bangku di ujung yg terdapat danau di depannya.


"Ayo! kakiku juga sudah pegal" kata aisha sambil berjalan mendahului resha yg sudah terfokus pada ponselnya"hei ayo kenapa kau malah memainkan ponselmu!" teriak aisha yg sudah hampir dekat dengan bangku itu.


"e..eh iya ayo hehe" ucap resha gelagapan


Merekapun duduk di bangku itu sambil menikmati beberapa makanan yg dibelinya tadi.


Tiba-tiba aisha tersedak dan terbatuk-batuk. Resha pun segera menyodorkan air mineral yg dibelinya tadi sambil mengusap-usap punggung aisha.


"Hei! kalau makan pelan-pelan" ujar resha masih mengusap-usap punggung aisha.


"Hmmm" aisha berdehem keras tenggorokannya terasa sakit.

__ADS_1


"Sudah baikkan?" tanya resha tiba-tiba.


"Ya sudah. Ayo kita pulang! tenggorokanku sakit sekali" ucap aisha dengan suara serak.


"Ya ayo. tunggu disini akan kupanggilkan taxi online saja" ujar resha sambil mulai memesan taxi di ponselnya.


Tak lama taxi pesanannya sudah datang.


"Dengan nona Resha?" tanya supir taxi itu.


"Ya pak tolong ke komplek xx ya rumah no 30" jelas resha.


"Baik. silahkan masuk" ucap supir itu.


Lalu resha dan aisha segera masuk kedalam taxi itu.


Tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk sampai di rumah kembali. Sesampainya di dalam rumah aisha merasa ada yg bergejolak di dalam perutnya. Ia pun merasa mual dan pusing lalu segera berlari menuju kamar mandi yg paling dekat dan memuntahkan seluruh isi perutnya.


Saat sudah selesai memuntahkan isi perutnya ia pun mencuci wajahnya. Tiba-tiba ponsel di saku celananya berdering.


"Siapa yg menelepon" gumam aisha. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan melihatnya. Seketika ia tersenyum melihat nama yg tertera di layar ponselnya itu "Ayah Utun" . Ya itu adalah nama kontak untuk nomornya deva di ponselnya. (utun : panggilan untuk bayi yg masih dalam kandungan dalam bahasa sunda).


"Hallo sayang" ucap deva di telepon itu.


"Ya sayang hallo" ucap aisha dengan nada suara yg parau.


"Emm.. tidak hanya saja seperti biasa" balas aisha.


"Masih mual-mual ya?" tanya deva masih cemas.


"Ya. kadang-kadang" jawab aisha merasa bersalah telah membuat suaminya khawatir disana.


"Maaf ya sayang" ucap deva dengan rasa bersalah yg besar.


"Untuk apa kau minta maaf?" tanya aisha heran.


"Seharusnya aku bersamamu saat ini. Tapi aku malah jauh darimu. Aku memang suami yg tidak pengertian" ejek deva pada dirinya sendiri.


"Sayang... jangan seperti itu. Kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri,semua ini bukankah demi diriku juga dan anak kita nanti? Aku yg seharusnya minta maaf. Waktu itu aku egois tidak memperbolehkanmu pergi dan jika kau pergi aku akan ikut denganmu,bahkan aku akan membahayakan nyawa bayi kita. Tapi,hari ini aku sadar bahwa yg kau lakukan itu adalah untuk masa depan kita. Terima Kasih sayang untuk segala yg telah kau berikan padaku. Aku mencintaimu.. Jaga dirimu baik-baik ya disana! jangan lupa kami disini menanti kepulanganmu!" ucap aisha membuat deva terharu.


"Terima kasih kembali sayang.. Aku juga sangat mencintaimu.. Jaga dirimu dan bayi kita juga ya.. Kalau begitu kau istirahatlah jangan lupa minum obat yg diberikan dokter dan ingat banyak istirahat jangan sampai kelelahan" ujar deva menasehati aisha.


"Baik sayang..Kau juga istirahat kau pasti lelah" balas aisha.


"Okay.. sampai nanti.. I Miss You dear.." ujar deva dengan suara manja.

__ADS_1


"I miss you too.. bye" balas aisha tak kalah manja.


Telepon pun berakhir.


Aisha pun memutuskan untuk memberikan makanan yg tadi dibelinya kepada adik-adiknya. Setelah itu ia pun memutuskan untuk tidur saja agar rasa pusing dan mualnya berkurang. Tak butuh waktu lama aisha sudah tertidur di sofa kamarnya.


Di london


Hari sudah larut malam tapi deva masih sibuk dengan laptopnya setelah tadi terbangun dan menelepon aisha. Karena tidak bisa tidur lagi deva memutuskan untuk membuka laptopnya dan melihat emailnya.


"Wah ternyata Ridan dan Reihan memang bisa diandalkan ternyata data-datanya sudah didapatkan" gumam deva dengan senyuman sinis.


Ia pun mengambil ponselnya untuk menelepon ridan.


"Ya hallo tuan. Bagaimana apa sudah kau terima data-datanya?" tanya ridan di telepon.


"Ya sudah. Terima kasih kau memang dapat diandalkan" balas deva.


"Lalu bagaimana selanjutnya tuan?" tanya ridan kembali.


"Kau tahu bukan? di data-data ini ada transaksi pembelian barang terlarang dengan jumlah yg sangat besar?" tanya deva menyelidik.


"Ya tuan lalu bagaimana?" tanya ridan masih belum tahu.


"Cetak data-data itu lalu buat ini sebagai ancaman agar dia mau datang ke tempat penyekapan kita!" perintah deva tegas.


"Baiklah tuan aku akan segera melakukannya" patuh ridan


"Jangan lupa kau ikut sertakan reihan dalam rencana ini" ujar deva pelan.


"Baiklah tuan" patuh ridan kembali.


Deva pun memutuskan sambungan teleponnya. Tanpa disadarinya susan sudah masuk ke kamarnya dengan wajah yg memar dan terdapat bekas tamparan di pipi mulusnya.


Deva menoleh karena merasa ad seseorang yg berdiri di belakangnya.


"Susan? Kau kenapa?" tanya deva dengan wajah cemas.


"Kakak,kau pasti tahu!" kata susan dengan tangisan yg sudah meluap.


"Ya aku tahu pasti ******** itu yg sudah menyiksamu. Tenang saja adikku! aku berjanji akan membuatnya menyesal telah melakukan ini padamu dan aku tidak akan pernah mengampuninya!" ujar deva dengan nada sadis.


"apapun itu aku tidak akan pernah ingin bersamanya lagi" lirih susan dalam tangisnya.


Deva merasa iba dengan keadaan adiknya itu. Deva pun memeluk susan hingga tangisnya mereda.

__ADS_1


Maaf ya telat up !!!


__ADS_2