Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Calon Ayah Siaga


__ADS_3

Pengumuman


**maaf ya author mau kasih pengumuman sedikit.


Mohon maaf author bukannya menolak undangan grup chat tapi karena peraturannya harus sering hadir author gk bisa karena sibuk sama pekerjaan rumah dan sibuk memikirkan ide meneruskan cerita novel dengan masih di alur yg sama tidak melenceng.


Karya kedua author terpaksa di tunda dulu kelanjutannya karena pengen cerita ini selesai dulu satu persatu.


Sekali lagi mohon maaf ya buat yg undang ke grup chat tapi author tolak.


Terima kasih untuk yg selalu setia menunggu kelanjutan cerita novel ini. selamat membaca ya**!!!.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 siang tapi belum ada yg bangun antara aisha dan deva. keduanya masih tidur nyenyak saling memeluk,sinar matahari sudah menembus kaca kamar mereka dan menyilaukan keduanya tapi tidak mengganggu tidur nyenyak mereka sedikitpun.


Ponsel deva berdering dan membuat keduanya jadi terbangun dari tidur nyenyaknya.


"Ya ampun siapa yg menelepon pagi-pagi seperti ini?" gerutu deva sebal.


"angkat sayang! berisik kepalaku jadi pusing!" perintah aisha sambil kembali tertidur.


"Hallo?ada apa kau pagi-pagi sekali menggangguku?" tanya deva di telepon itu.


"Maaf tuan! ini bukan pagi sekali tapi ini sudah menjelang siang tolong lihat jam ponsel anda ini sudah menunjukkan pukul 9 pagi! Saya menelepon hanya ingin mengingatkan bahwa hari ini anda ada pertemuan dengan klien pukul 11 siang tuan!" jelas penelepon itu.


"Hah? jam 9?! baiklah aku akan segera bersiap-siap" ucap deva sambil tak henti-hentinya terkejut karena ini kali pertamanya bangun se siang itu. Ia tidak percaya lalu berlari ke arah meja di samping tempat tidur dan melihat jam wekker nya ternyata benar saja i i sudah jam 9!


"Hah? bagaimana bisa aku bangun sesiang ini!" serunya seraya berlari mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.


Aisha yg diam-diam memperhatikannya hanya terkikik geli melihat tingkah suaminya itu.


Tak lama deva sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk di pinggangnya sampai lututnya. Aisha hanya membuang muka karena malu melihat suaminya dalam keadAn seperti itu.


Deva juga diam-diam memperhatikan aisha yg sesekali menatapnya "Kenapa kau malu-malu? bukankah kau sudah sering melihatku seperti ini waktu kita bulan madu?" tanya deva nakal membuat aisha membelalakkan matanya lalu menunduk malu.


"Aa...apa? kau ini cepatlah bersiap-siap !" perintah aisha dengan wajah malu-malu.


"Baiklah. oh ya kau ingin dibawakan sesuatu saat aku pulang kerja nanti? jangan lupa kau harus banyak istirahat jangan sampai terlalu kelelahan. Dan makan yg banyak jangan lupa juga minum obat yg diberikan dokter! Ingat ya jika kau ingin sesuatu jangan segan meminta pada bi asih atau mama kalau tidak ada mereka hubungi aku atau Reihan!" jelas deva memperingatkan.

__ADS_1


"Siap boss! Kau ini memang calon ayah siaga ya" puji aisha sambil tersenyum deva menghampirinya lalu mengelus perut aisha yg masih datar.


"Tentu saja anakku harus tau bahwa ayahnya sangat menyayanginya dan akan selalu menjaganya juga menuruti segala kemauannya" ucap deva lalu mencium perut aisha dan kembali mengelus-elusnya.


"Jangan terlalu dimanja! aku ingin dia jadi anak yg kuat dan mandiri seperti dirimu!" ujar aisha sambil membelai pipi deva.


"Iya kau benar dan juga anak kita harus mempunyai hati selembut dirimu" balas deva sambil membawa aisha ke dekapannya.


"Sudah sana berangkat!" usir aisha.


"kau mengusirku ya?" tanya deva cemberut.


"Ah tidak tapi kau harus bekerja karena kau sudah terlalu lama cuti!" jelas aisha.


"Baiklah. tapi kau ingin dibawakan apa?" tanya deva.


"Nanti saja jika aku mau sesuatu yg tidak ada di rumah aku akan meneleponmu" jawab aisha meyakinkan deva.


"Baiklah aku pergi dulu" pamit deva.


"Kau tidak akan sarapan dulu?" tanya aisha tiba-tiba.


Aisha bangun dari tempat tidurnya lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Selesai mandi ia segera memakai pakaian dan turun ke bawah untuk mencari kegiatan ringan yg bisa ia lakukan saat ini.


Dibawah ibu ratih sedang menyiapkan sesuatu di dapur dan menoleh ketika melihat kedatangan aisha.


"Wah menantuku sudah bangun ya.. Bagaimana? sudah merasa baikan?" tanya bu ratih


"Sudah mam... Mama sedang membuat apa?" tanya aisha penasaran.


"Mama sedang membuat makanan yg cocok untuk dimakan olehmu dalam keadaan seperti itu" jelas ibu ratih


"wah boleh aku membantu?" tanya aisha ragu-ragu karena ia yakin pasti dia tidak akan diizinkan melakukan apapun saat ini.


"Tidak! duduklah disana makanannya sudah hampir selesai!" tegas ibu ratih.


Bu ratih memang sangat menyayangi menantunya itu seperti ia menyayangi susan putrinya.

__ADS_1


"Baiklah mam" angguk aisha mengalah karena ia ingin menghargai kasih sayang ibu mertuanya itu.


"Nah sudah siap. coba kau cicipi sayang!" ucap bu ratih sambil menyodorkan semangkuk sup yg berisi sayuran.


Aisha mencobanya entah kenapa ia merasa sup itu bisa membangun nafsu makannya yg sebelumnya hilang karena rasa mual dan pusing itu.


"Waaaahh enak sekali mam!" seru aisha


"Baiklah kau makan saja dulu ya sesudah makan jangan lupa minum obatnya!" pinta bu ratih lalu aisha. mengangguk dan mulai kembali memakan sup buatan mertuanya itu yang sangat enak.


Bi asih yg sedari tadi memperhatikan aisha makan hanya tersenyum senang karena majikannya bisa makan.


Hari sudah sangat sore Deva sedang membereskan berkas-berkasnya lalu bergegas pulang. Dalam perjalanan ia melihat penjual buah-buahan ia melihat ada mangga disana. Iapun bermaksud membeli mangga itu untuk aisha di rumah.


Deva turun dari mobilnya dan berjalan menuju penjual buah-buahan itu.


"Pak berapa harga mangganya?"Tanya deva pada penjual itu.


"15 ribu perkg den" jawab penjual itu


"Pak saya beli 5 kg ya" ucap deva.


"Baik den" angguk penjual itu lalu segera membungkus buah mangganya dan memberikannya pada deva.


"Terima kasih pak ini uangnya" ujar deva sambil memberikan uang seratus ribuan 2 lembar.


"Aduh den ada uang pas tidak?" tanya penjual itu.


"Tidak ada pak. tidak usah di kembalikan tidak apa-apa ambil saja sisanya!" ujar deva ramah


"wah terima kasih den" ucap penjual itu lagi.


Deva hanya mengangguk lalu memasuki mobilnya kembali dengan sekantung kresek besar buah mangga. ia meletakannya di jok belakang lalu segera melajukan mobilnya menuju rumah.


Di tengah perjalanan ia merasa kesal karena jalanan macet panjang dan membuatnya pulang kemalaman. Saat memasuki rumah ia melihat aisha sudah tertidur di sofa. Ia pun meletakkan buah mangganya terlebih dahulu di kulkas yg berada di dapur lalu kembali dan menggendong aisha ke kamarnya lalu menidurkannya. Ia pun segera mengganti pakaiannya dan ikut tidur bersama aisha. Sebelum itu deva berbisik ke telinga aisha terlebih dahulu lalu menciumnya.


"Selamat malam sayang. maaf aku pulang terlambat" bisiknya.

__ADS_1


Bersambung...


Besok up lagi yaa....


__ADS_2