Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Pembantaian


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana deva akan melaksanakan rencananya untuk menghukum rama atas perbuatannya kepada keluarganya. Deva dan para anak buahnya sedang berkumpul di markas besarnya.


"Bagaimana? apa kalian sudah siap untuk olahraga kita hari ini?" tanya deva dengan raut wajah kejam dan suara tegas.


"Siap tuan" ucap anak buah deva serempak.


"Baiklah. Pergilah ke posisi kalian masing-masing. Reihan dan Ridan! kalian bawa dia kemari seperti yg aku perintahkan. Jangan buat dia curiga sedikitpun. Dan jangan lupa 1 hal lagi pastikan ibuku baik-baik saja !" perintah deva.


"Baik tuan" ucap reihan dan ridan bersamaan.


"Baik,laksanakan tugas kalian sekarang. Setelah selesai bereskan segalanya jangan sampai ada jejak sedikitpun !" tegas deva untuk ketiga kalinya.


Semua pun segera pergi untuk melaksanakan tugas masing-masing yg telah di atur deva. Kini sisanya tinggal deva sendiri dan tak lama iapun pergi ke tempat yg telah diaturnya untuk melakukan tujuannya.


Deva sudah sampai di gedung kantor cabangnya ia sudah berdiri di lantai paling atas gedung tersebut yg ternyata adalah ruangannya.


Tak lama suara pintu di ketuk.


"Masuklah" ucap deva datar.


Pintu perlahan-lahan terbuka dan masuklah seorang pria yg tak lain adalah Rama adik iparnya sendiri. Deva berdiri membelakanginya lalu tersenyum sinis.


"Kau sudah datang" ucap deva kembali membuat rama sedikit ketakutan.


"Ya kakak ipar,ada apa kau memanggilku?" rama mulai bertanya dan berhati-hati


"Bagaimana perkembangan bisnis di kantormu?" tanya deva berbasa-basi.


"Cukup baik,walaupun ada sedikit penurunan" balas rama yg kini mulai santai.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita bekerja sama antar perusahaan kita? kita sudah menjadi keluarga tapi kita belum mengikat bisnis kita masing-masing. Menurutku itu bukan hal yg buruk dan aku akan menanam saham senilai 2 Milyar di perusahaanmu! bagaimana?" tanya deva mulai menjalankan siasatnya.


"Apa? Kau serius kak? tentu saja aku bersedia bekerja sama dengan perusahaanmu!" seru rama tak sadar bahwa itu hanyalah siasat deva untuk menghancurkannya.


"Tentunya dengan syarat!" tegas deva masih dalam siasatnya.


"Apa syaratnya?" tanya rama masih dengan nada senang tidak tahu bahwa jebakan telah menunggunya.


"Aku juga ingin mengikuti bisnis gelapmu itu!" pinta deva dengan wajah meyakinkan. Tak perlu berlama-lama bagi rama untuk menyetujui syarat dari deva yg ia pikirkan saat ini adalah hanya kemajuan dari perusahaan keluarganya. Tanpa sadar itu hanyalah jebakan dari deva yg akan membuatnya hancur lebur.


"Baiklah kak,kalau begitu ikutlah aku saat ini juga ke tempat transaksi dan para pelangganku agar aku bisa mengenalkanmu pada mereka" ajak rama percaya diri.


"Ayo" ucap deva dengan senyuman mengembang karena rencananya telah berjalan dengan sangat lancar tanpa perlu kendala. "Tunggu sebentar! aku harus menelepon reihan untuk membawa surat kesepakatannya" lanjut deva berpura-pura.


"Hallo Reihan! apa sudah selesai semua yg aku perintahkan?" tanya deva.


"Ya tuan. apakah anda juga sudah menyelesaikannya? Kami sudah menunggu anda di bawah dan semua yg harus dibawa juga sudah siap. Para karyawan kantor ini pun sudah kami pulangkan" jelas reihan detail.


Deva membiarkan rama turun terlebih dahulu guna membuatnya tidak bisa berkutik.


Mereka telah sampai di lantai paling bawah tapi masih berada di dalam lift. Lalu deva menekan tombol agar pintu terbuka dan saat terbuka lampu ruangannya tiba-tiba saja mati. 'Buukk' tiba-tiba kepala rama dipukul dari belakang,entah siapa yg memukulnya karena keadaan sangat gelap. Pukulan itu membuat rama sangat kesakitan da akhirnya jatuh pingsan.


Lampu akhirnya dihidupkan kembali. Reihan dan Ridan segera membawa tubuh rama ke sebuah gudang lalu mengikatnya di sebuah kursi. Deva masuk ke gudang itu lalu duduk di kursi dengan sandaran yg besar membelakangi rama.


Reihan dan Ridan serta beberapa anak buahnya berdiri di belakang rama. Salah satu anak buahnya mengambil sebuah ember yg berisi air lalu menyiramkannya pada rama. Rama tersadar dari pingsannya.


"Di..dimana aku" ucap rama lemah.


"Kau berada di tempat yg seharusnya!" ucap deva masih membelakangi rama.

__ADS_1


"Si..siapa kau?" tanya rama ketakutan. Akan tetapi ia merasa tak asing dengan suara tersebut.


"Siapa aku? Heuh?! hahahahahaha" deva tertawa terbahak-bahak lalu membalikkan kursinya berhadapan dengan rama dan berdiri tegak membuat rama lebih ketakutan.


"Ka..kakak ipar De..deva" ucap rama terbata-bata.


"Ya! aku adalah Slaven Adeva Rafandi! anak dari Ratih Maya Rafandi wanita yg kau sekap dan Kakak dari istrimu Susan Rafandi yg selalu kau siksa itu!" kata deva membuat rama lemas seketika.


Rama terkejut sekaligus lemas karena deva telah mengetahui semua kelakuan buruknya itu.


"Kau ingin bertanya bukan? aku tahu semua ini dari siapa?!" ucap deva sambil menghampiri rama lalu mencengkram dagunya dengan sangat kencang. "Susan? Ah bukan,bukan! Ibuku? Ah sama sekali bukan!" bentak deva dengan suara yg sangat menggelegar di telinga rama.


"Ridan! tunjukkan!" perintah deva membuat orang yg dipanggil mengeluarkan ponselnya lalu memutar semua video kejahatan rama dan memperlihatkannya pada rama sendiri. Beberapa video berisi perlakuannya pada susan mulai dari memukulnya hingga melecehkan susan. Video selanjutnya adalah dimana Rama membawa seorang wanita seksi masuk ke rumah susan dan menidurinya di hadapan susan. Terakhir video dimana rama menyiksa ibunya deva yg sedang di sekap hingga terluka.


"Ka..kau darimana dapat semua ini?" ucap rama lebih ketakutan.


"tentu saja aku tau. Kau pikir aku tidak akan mengetahuinya begitu? anak buahmu memang sangat bodoh bahkan dia tidak bisa mengetahui pergerakan anak buahku yg berpura-pura bergabung dengan mereka! hahahahaha" deva kembali tertawa mengejek. "Bahkan kau sangat bodoh tidak mengetahui bahwa aku telah memasangkan alat perekam di kamar susan! dasar kau lelaki b*******! beraninya kau menyakiti ibu dn adikku!" bentak deva lalu meninju wajah rama dengan sekeras mungkin membuat rama mengerang kesakitan dan sudut bibirnya berdarah.


"Oh ya! aku lupa menunjukkan satu video lagi padamu! dan itu untuk menghiburmu!" seru deva dengan senyuman liciknya.


Deva memberi isyarat kali ini pada reihan. Reihan mendekat lalu mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah video dimana anak buah deva sedang membantai anak buah rama dengan sangat sadis. Mayat dimana-mana dan bahkan darahpun mengucur di sekeliling tempat itu lalu video berpindah dimana sebuah gedung besar sedang dihancurkan.


Rama membelalakkan matanya dan histeris melihat penghancuran gedung itu" Tidaaakkkk...Kantorku!" teriaknya.


"Bukan hanya ini tapi seluruh kantor cabangmu telah aku hancurkan!" ucap deva masih dengan senyuman mengerikannya.


Deva mengeluarkan sebuah flashdisk lalu memasukannya pada laptop yg berada di meja yg di hadapan rama laku menunjukkan 5 foto gedung yg telah dihancurkan. Rama sudah lemas melihat seluruh kantornya dan anak buahnya hancur lebur tak tersisa. Terakhir deva menunjukkan foto kedua orang tua rama yg sudah mendekam di penjara.


Tak lama pintu gudang terbuka dan datanglah beberapa polisi london.

__ADS_1


Deva memberikan beberapa berkas yg berisi rekapan transaksi barang haram lalu menyerahkannya pada polisi itu. kemudian polisi itu membawa rama pergi untuk dipenjara.


Selamat membaca yaa!!!


__ADS_2