
Pagi itu adalah hari bahagia bagi susan. Semua telah bersiap-siap dengan penampilan terbaiknya tak terkecuali aisha dan deva yg telah siap. Aisha berpenampilan sangat menawan dengan gaun hijau tosca yg dibelikan deva semalam,make up natural,memakai high heels,dan rambut yg bergelombang. Deva sendiri sudah tidak asing dengan pakaian formalnya dengan celana hitam dan kemeja dengan warna yg senada dengan gaunnya Aisha lalu di tutup dengan jas warna hitam. Mereka berdua tampak serasi.
"hmmm...kau cantik sekali" deva berdehem dan memuji aisha.
"eh,,,kapan kau datang?" tanya aisha sambil menatap deva dengan malu-malu.
"beberapa menit yg lalu. ayo kita keluar melihat dekorasi!" ajak deva lalu memegang tangan aisha dan menariknya keluar ruangan.
Kali ini aisha sudah terbiasa dengan perlakuan deva dia merasa sangat nyaman saat tangannya dipegang deva. Sampai di luar deva masih tidak melepaskan tangannya dari tangan aisha lalu tiba-tiba sia merangkul aisha.
Aisha hanya bisa menganga melihat deva merangkulnya.
"apa yg kau lakukan?"tanya aisha sambil menunduk
"lihat ke sana" perintah deva sambil menunjuk ke arah gerbang,tampak seorang wanita yg tinggi semampai berpakaian sangat sexy berjalan menuju ke arah deva dan aisha. Aisha pun melirik arah yg di tunjuk deva lalu ia merasa penasaran dan bertanya pada deva.
"Siapa dia ? dan apa hubungannya dengan kau merangkulku begini?" tanya aisha dengan nada penasaran yg tinggi.
"jangan banyak bertanya ikuti saja perintahku" ujar deva sambil memelototi aisha.
"Baiklah tuan deva yg terhormat" patuh aisha sambil memutar bola matanya.
__ADS_1
wanita itu sampai di hadapan deva lalu tiba-tiba wanita itu memeluk deva dan 'cup' satu kecupan mendarat di pipi deva. Aisha terkejut melihat perilaku wanita itu dan seketika hatinya sakit melihat semua itu. ia pun menggigit bibir bawahnya menahan tangis.
"Hai deva knp kau tidak memberitahuku bahwa kau akan ke london juga? jika tahu begitu aku akan berangkat bersamamu!" ucap wanita itu sambil menggandeng tangan deva
Deva yg mendapat perlakuan seperti itu dari wanita itu juga terkejut lalu iapun mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh
"Hei dengar ya ini adalah pernikahan adikku aku pasti akan datang! dan kau jangan sekali lagi berani-berani menyentuh dan menciumku lagi Rebecca! Dengar baik-baik aku lebih baik pergi sendirian daripada pergi dengan wanita tidak tahu malu sepertimu!"Bentak deva lalu menarik tangan aisha kembali dan menggenggamnya"dan lihatlah aku sudah punya kekasih. dan kekasihku ini tidak seperti dirimu yg memalukan itu...Ayo aisha kita pergi dari sini!" sambung deva lalu mengajak aisha pergi meninggalkan wanita yg bernama Rebecca itu yg sedang terduduk dibawah karena didorong deva sampai jatuh.
"Lihat saja deva aku pasti akan menjadikanmu milikku selamanya dan kau wanita sialan kau akan mendapatkan akibatnya karena telah berani menempati posisi yg harusnya jadi milikku" gumam wanita itu geram sambil berusaha berdiri "owh aku tau apa yg harus aku lakukan"gumam wanita itu lagi sambil tersenyum licik
Deva dan aisha sedang duduk di balkon kamarnya deva. Aisha memikirkan rebecca karena dia merasa pernah bertemu dengan rebecca tapi aisha lupa dimana dia bertemu dengan rebecca
"va,apa dia pernah ke indonesia? aku rasa aku pernah melihatnya tapi tidak tahu dimana?" tanyanya sambil berusaha mengingat pertemuannya dengan Rebecca.
"ya aku ingat kau juga mendorong wanita itu sampai jatuh seperti tadi bukan? aku juga ingat sekarang waktu itu aku berusaha membantunya untuk bangun karena melihat dia kesakitan tapi dia malah marah-marah lalu bangun dan pergi sendiri. knp kau sepertinya sangat membencinya?" tanya aisha kembali pada deva
"Kau tahu aisha? dia itu bukan wanita yg baik-baik. aku pernah memergokinya sedang melakukan sesuatu yg tidak baik dengan seorang temanku. aku tidak suka wanita murahan seperti rebecca" ujar deva membuat harapan besar muncul di hati aisha.
"oh begitu ya" ucap aisha sambil tersenyum manis "eh lihat itu pernikahan adikmu akan segera dimulai ayo kita turun kebawah lagi"ajak aisha kali ini ia yg menarik tangan deva lalu menggandeng tangan deva sampai ke taman yg didekorasi untuk pernikahan susan.
Deva tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari aisha. 'sha kau tahu aku melihat wajah cemburu pada saat kau menanyakan tentang wanita itu,dan andai kau tahu bahwa kau lah satu-satunya wanita yg aku harapkan dalam hidupku' batin deva.
__ADS_1
Pernikahan telah dimulai suasana mulai tegang tapi tidak berjalan lama ketika sang mempelai pengantib laki-laki dengan sangat lancar mengucapkan ijab kabulnya dan dinyatakan sah oleh para saksi. Deva sendiri menjadi wali dari pernikahan adiknya karena ayah mereka sudah tiada dan hanya deva keluarga laki-laki dari keluarga susan yg berada di london.
Setelah itu para tamu mulai berdatangan dan aisha merasa sesak dengan keramaian. iapun memutuskan untu masuk ke rumah. Rebecca melihat aisha dari jauh sedang berjalan ke arah rumah ia pun mengikuti aisha dengan senyum liciknya.
Sampai di rumah aisha pun masuk ke dapur untuk minum. iapun kembali ke ruang utama rumah dan alangkah terkejutnya ia melihat rebecca di sana sedang berdiri sambil menyimpan tangannya di dada.
"Jadi seperti ini ya selera deva,hahahahaha" tawa rebecca meledek aisha. "kampungan sekali,hei kampungan jauhi devaku atau kalau tidak kau akan merasakan akibatnya" ancam rebecca pada aisha.
"Apa maksudmu?hah? dengar baik-baik ya aku tidak akan menjauhi deva." ucap aisha sambil memicingkan matanya tajam lalu berlalu pergi keluar
"hei kampungan aku belum selesai bicara!"teriak rebecca sambil mengambil vas bunga berukuran kecil dan berlari mengejar Aisha saat dekat tiba-tiba 'praaakkk' vas bunga itu dilempar rebecca tepat mengenai kening aisha dan pecah. tiba-tiba semua orang menoleh dan melihat aisha kesakitan dengan kening yg berdarah dan jatuh pingsan.
Deva yg baru datang di keramaian para tamu undangan terkejut melihat aisha tergeletak pingsan disana dengan kening berlumuran darah.
"Aisha! bangun sha apa yg terjadi padamu!" ucap deva dengan sangat panik lalu memeluk tubuh mungil aisha. "Ada apa ini?" tanya deva pada keramaian itu dan menatap para tamu satu-persatu mencari jawaban.
"Wanita itu melempar kepalanya dengan vas bunga itu" salah seorang tamu membuka suara memberi kesaksian.
Deva menjadi sangat marah dan ketika melihat ada pecahan vas bunga benar saja ternyata Rebecca melempar vas bunga itu ke kepala Aisha.
"Apa yg kau lakukan pada Aisha ini kau akan mendapat balasan yg lebih dari ini! Pengawal cepat panggil polisi dan siapkan mobil untuk membawa aisha ke rumah sakit!" perintah deva pada pengawal-pengawalnya dengan nada yg sangat emosi. "Jangan lupa kau ikat wanita itu sampai polisi datang jangan sampai dia kabur!" sambungnya memerintah lagi dengan nada kasar. Para pengawal itu segera melakukan perintah deva.
__ADS_1
Maaf ya kemarin engga up.hehe...! 😁😁