
Susan shock dengan kenyataan bahwa ia mengandung bayi laki-laki yg telah menyiksanya dan membuat ibunya tiada.
"Tidak! aku tidak ingin bayi ini!" ucap susan sambil membanting seluruh benda yg berada di dekatnya.
Lalu susan menjatuhkan dirinya di atas ranjang sambil menangis terisak-isak lalu tak lama iapun terlelap dalam tidurnya.
Esok harinya semua sudah siap untuk memeriksakan susan ke dokter yg disebutkan dokte ari.
Sampai di rumah sakit,dokter segera memeriksa susan.
"Selamat pak,istri anda sedang mengandung dan usia kandungannya menginjak 4 bulan" ucap dokter itu pada deva mengira bahwa deva adalah suaminya susan.
"Dia bukan istri saya,dia adik saya" ucap deva memberitahu dokter perempuan bernama zahra itu.
"Lalu dimana suaminya?" tanya dokter zahra bingung.
"Aku suaminya" sahut aryan dari arah belakang tiba-tiba
Aisha dan deva serta keluarganya terkejut mendengar aryan mengakui susan sebagai istrinya.
"Baiklah pak jaga istrimu baik-baik" ucap dokter itu lalu segera meninggalkan ruangan itu.
"Tidak! susan tidak boleh mengandung anak dari laki-laki biadab itu!" tegas deva.
"apa maksudmu suamiku?" tanya aisha.
"Dia harus menggugurkan bayi itu!" bentak deva penuh amarah.
"Apa? walau bagaimanapun anak itu tidak bersalah!" seru aisha dengan nada mulai meninggi.
"Kau tidak mengerti aisha! mama tiada karena akibat ulah dari ayah bayi itu! aku tidak akan pernah membiarkan keturunan pembunuh lahir di keluarga kita!" tegas deva kembali.
Susan pun bangun dari ranjang rumah sakit lalu menengahi perdebatan suami istri itu.
"Sudahlah. aku yg berhak memutuskan bayi ini akan tetap hidup atau tidak!" lerai susan sementara aryan mengangguk setuju di samping susan. "aku sudah memutuskannya,bahwa bayi ini akan kulahirkan dan akan aku besarkan!" tegas susan kembali.
__ADS_1
"Susan!" teriak deva menggelegar di telinga susan.
"ya kakak,lagipula aku bukan adik kandungmu jadi aku bukan bagian dari keluargamu!" ucap susan membuat deva menjadi sangat emosi.
"Dari sejak kecil kami mengurus dan membesarkanmu,jadi ini balasannya? kau tidak mengakui kami sebagai keluargamu?" ucap deva emosi.
"suamiku! susan benar bayi itu tidak bersalah jadi biarkan dia tetap tumbuh" ucap aisha setuju dengan keputusan susan.
"Oh jadi kau membelanya aisha? baiklah terserah tapi aku tidak akan pernah menerima anak itu!"tegas deva.
"Tapi suamiku-" ucapan aisha terhenti ketika deva sudah membalikkan tubuhnya lalu pergi tanpa berkata-kata lagi. Aisha sadar dengan sikap suaminya dan menyadari bahwa pasti deva sudah sangat marah padanya.
"Suamiku tunggu!" ucap aisha segera berlari mengejar suaminya"aku mohon jangan pergi dengan kemarahan pertimbangkan keputusanmu kembali! pikirkan keinginan susan saat ini saja" teriak aisha sambil masih berlari mengejar deva. Tapi belum sempat ia mendekati deva tiba-tiba ia merasakan kram di perutnya 'bruukk' aisha terjatuh dan terduduk di lantai membuat deva menghentikan langkahnya lalu menoleh dan berlari menghampiri aisha yg sudah terduduk dan kesakitan.
"Aduh perutku sakit sekali" ringis aisha sambil memegangi perutnya.
"Sayang kau kenapa?" tanya deva panik.
keluarga aisha yg melihat dari kejauhan segera menghampiri mereka berdua.
"Ya tuhan,putriku kau kenapa?" tanya ibunya aisha dengan nada yg sangat panik.
"sayang bertahanlah!" ucap deva sambil meletakkan aisha ke atas blankar.
"sakit!" ringis aisha.
Tak lama dokter zahrapun datang dan segera memeriksa aisha.
"Tolong kalian keluarlah dulu,aku akan memeriksanya!" perintah dokter zahra pada deva dan keluarga aisha.
Deva dan keluarga aisha pun keluar dan membiarkan dokter zahra memeriksa aisha. Beberapa menit kemudian dokter zahra keluar dari ruangan itu.
"Dokter,bagaimana istriku?" tanya deva khawatir.
"Dia mengalami pendarahan ringan,tapi keadaannya dan bayinya baik-baik saja,akan tetapi jika ini terjadi lagi kemungkinan bayinya tidak akan selamat" jelas dokter zahra."Pasien juga harus istirahat total selama usia kandungannya belum menginjak usia 4 bulan" lanjut dokter zahra kembali menjelaskan.
__ADS_1
"Apa? bagaimana bisa pendarahan itu terjadi?" tanya deva dengan nada sangat penasaran.
"Bisa jadi karena pasien kelelahan atau tertekan" jawab dokter zahra."Baiklah untuk sementara aku memberikan obat pereda rasa sakit atau kram yg mengandung obat tidur,nanti sore pasien baru bisa pulang karena harus dirawat sebentar,saya pamit kembali bekerja" lanjut dokter zahra sambil berlalu ke ruangannya.
Deva sangat shock mendengar penjelasan dari dokter zahra,ia bersyukur aisha dan bayinya baik-baik saja. Deva pun memasuki ruangan aisha dan melihat aisha yg tertidur karena pengaruh obat. Deva menghampiri aisha lalu duduk di sebelah tempat tidur itu.
"Maafkan aku,karena aku kau jadi seperti ini" gumam deva sambil memegang tangan aisha lalu menciumnya.
Keluarga aisha pun ikut masuk ke dalam ruangan aisha untuk melihat kondisi aisha.
"Kenapa hidupku sepedih ini? aku sudah kehilangan kedua orang tuaku dan kini aku hampir kehilangan istri dan anakku?" gumam deva meratapi nasibnya sendiri.
"Nak!" tiba-tiba ucap ayahnya aisha dari belakang"jangan menyalahkan diri sendiri,semua sudah jalannya dari yg maha kuasa" ucap ayahnya aisha menasehati deva.
"lebih baik kau pikirkan semua kejadian dan masalah ini dengan kepala yg dingin dan pikiran yg tenang,jangan pernah mengambil keputusan dalam keadaan marah" timpal ibunya aisha menasehati deva juga.
"Ibu dan bapak benar" ucap deva sambil tertunduk.
"Baiklah,ibu dan bapak titip aisha,kami ingin melihat susan dulu. Kau tetaplah disini menjaga aisha" pamit orang tua aisha lalu dianggukki oleh deva.
Merekapun sudah keluar meninggalkan deva dan aisha berdua di ruangan itu. Deva masih terduduk di samping tempat tidur aisha. Aisha sendiri masih tertidur nyenyak.
Deva menyelimuti aisha yg terlihat seperti sedang kedinginan,lalu kembali duduk di samping tempat tidur aisha sambil mengeluarkan ponselnya dan memainkan ponselnya,lalu menelepon reihan.
"Ya tuan?" jawab reihan dari telepon.
"datanglah ke rumah sakit xx dengan membawa beberapa dokumen di mejaku yg belum sempat aku periksa!" perintah deva.
"Baik tuan,tapi kenapa di rumah sakit? apa anda sakit?" tanya reihan penasaran.
"Tidak,aisha yg sedang sakit dan juga susan" ucap deva"jangan lupa juga bawa buah-buahan yg masih segar" perintah deva kembali.
"Ya baik tuan" patuh reihan di telepon itu. Sambungan telepon pun diputuskan.
Deva meletakkan ponselnya di meja yg berada di dekatnya,lalu mulai merebahkan kepalanya di tangan aisha. Tanpa sadar kantuk mulai menyerangnya dan membuatnya tertidur nyenyak.
__ADS_1
Aisha terbangun dari tidurnya karena merasa ada sesuatu yg berat menimpa tangannya. Ia pun menoleh ke sampingnya dan mendapati suaminya sedang tertidur pulas di atas tangannya,aisha pun tersenyum lalu mengelus kepala deva dengan tangannya yg lain dan kembali tertidur karena masih mengantuk akibat obat yg diberikan dokter.
Udah dulu ya up nya!! jari author pegel banget.. insya Allah besok up lagi 😊😊😊