Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Susan Hamil


__ADS_3

"Ayo suamiku kita lihat susan dikamarnya" ajak aisha sambil melepaskan pelukannya.


"Ya ayo" ucap deva setuju lalu segera berdiri dan menggandeng tangan aisha naik tangga.


"Setelah ini kita pindah kamar saja ya?" tanya aisha sambil melirik deva.


"Kenapa?" tanya deva dengan suara serak karena terlalu banyak menangis.


"Aku tidak mungkin naik turun tangga dalam keadaan seperti ini,dokter bilang aku tidak boleh terlalu banyak naik turun tangga karena takut terjatuh" jelas aisha mengulangi perkataan dokter saat memeriksa kandungannya kemarin pada saat deva masih di london.


"Benarkah? baikalh jika begitu besok kita akan pindah ke kamar tamu. Tapi ruangannya agak sempit,tidak apa-apa kan?" tanya deva sambil merangkul aisha.


"Tidak apa-apa yg penting aku tidak harus menaiki tangga" angguk aisha setuju.


"Baiklah,ayo pelan-pelan jalannya" ucap deva sambil masih merangkul aisha.


Aisha dan Deva sudah sampai di kamar susan.


"apa dokternya masih belum datang?" tanya aisha pada keluarganya yg sedang menemani susan.


"Belum,Tapi aku sudah meneleponnya dokter bilang sebentar lagi dia akan tiba" ucap aryan


"Kau duduklah dulu aisha jangan terlalu banyak berdiri nanti kau kelelahan" ucap ibunya aisha sambil menghampiri aisha dan membantu aisha duduk.


"Nak deva kau istirahatlah,sepertinya kau sangat lelah" ucap ayahnya aisha sambil memperhatikan wajah deva.


"Setelah dokter memeriksa susan aku akan istirahat" balas deva sambil tersenyum.


"Baiklah,kalau begitu kalian tunggu susan disini. Ibu akan menyiapkan makanan untuk kalian semua sambil mempersiapkan acara tahlilan nanti malam" ucap ibu aisha sambil berlalu.


Tak lama dokter sudah datang dan langsung memeriksa susan.


"Apa pasien pernah mengalami trauma?" tanya dokter yg bernama ari itu.


"Ya,dia baru saja mengalami trauma karena mengalami kekerasan fisik dan pelecehan dalam rumah tangganyaoleh suaminya sendiri" jelas deva.

__ADS_1


"Lalu apa pasien sering mengeluh pusing atau muntah-muntah?" tanya dokter ari kembali.


"Setahuku tidak dokter,memangnya kenapa?" tanya deva kebingungan.


"Aku tidak yakin dengan apa yg aku dapatkan setelah memeriksanya tapi lusa nanti bawalah dia ke rumah sakit xx di bagian dokter kandungan" jelas dokter ari membuat semua orang terkejut. "dan saat ini aku tidak bisa memberi resep obat-obatan. Aku hanya akan memberinya vitamin saja karena keadaannya sepertinya kurang vitamin" lanjut dokter ari sambil mengeluarkan sebotol vitamin dari dalam tasnya lalu memberikannya pada deva.


"Apa? dokter kandungan?" ucap deva terkejut.


"Ya" angguk dokter itu. "Baiklah kalau begitu aku pamit dulu untuk kembali bertugas" ucap dokter ari sambil undur diri.


"Mari dok,saya antar" ucap aryan lalu berjalan mengikuti dokter ari.


Sepeninggal aryan dan dokter ari,deva dan aisha masih terkejut dengan apa yg dokter jelaskan dari hasil pemeriksaan susan.


"Tidak,tidak mungkin susan sedang mengandung bayi laki-laki itu!" seru deva tak percaya.


"Suamiku tenanglah dulu semua belum pasti,lebih baik besok kita bawa susan untuk memeriksakan dirinya kembali ke rumah sakit" ucap aisha menenangkan deva.


"Ya kau benar,tidak seharusnya aku emosi seperti ini sebelum tahu kebenarannya yg pasti" ucap deva sambil menarik nafasnya pelan.


"Aisha benar,tapi sebelum itu kita makan terlebih dahulu. Ibu kalian sudah menyiapkan makanan di dapur" ucap ayahnya aisha.


"Iya ayo" ucap aisha sambil menarik deva untuk berjalan.


"Iya istriku lagipula kau tidak boleh kelaparan,karena sekarang kau sedang hamil" ucap deva sambil tersenyum.


Merekapun segera berjalan menuju dapur. Sesampainya di dapur sudah terdapat beberapa makanan yg dimasak ibunya aisha di meja makan.


"Kalian sudah datang ayo makanlah dulu,Aisha makanlah yg banyak kau sedang hamil pasti kau butuh banyak asupan nutrisi" ucap ibunya aisha. "Bi Asih,tolong saya untuk mengantarkan makanan ini ke kamarnya susan. Dia juga pasti lapar" perintah ibunya aisha.


"Terima kasih bu,sudah mengurus kami hari ini" ucap deva dengan penuh haru karena mendapat mertua yg perhatian seperti ibunya aisha.


"Tidak apa-apa,nak! sudah seharusnya ibu memperhatikan kalian anak-anak ibu. Jangan merasa tidak punya siapa-siapa lagi nak deva,masih ada ayahnya aisha,aryan,ibu dan aisha di sisimu. Jika ada apa-apa jangan segan memberitahu kami" seru ibunya aisha menghibur deva.


"Baik bu" angguk deva.

__ADS_1


Mereka semua pun mulai makan. Setelah selesai makan semuanya segera istirahat di kamar-kamar tamu yg berada di rumah deva.


"Sayang ayo istirahatlah,kau jangan terlalu kelelahan" ucap deva sambil merangkul aisha menuju kamar mereka.


Sesampainya di kamar keduanya merebahkan dirinya di ranjang tidurnya.


Deva meletakkan kepalanya di perut aisha sambil mengelus-elusnya


"Kapan kau lahir malaikat kecilku? kenapa lama sekali?" tanya deva pada perut aisha.


"Sabar ayah,,utun baru 1 bulan 2 minggu di perut bunda,masih tersisa waktu 7 bulan 2 minggu utun tinggal di perut bunda" balas aisha sambil tersenyum dan mengelus-elus kepala suaminya itu


"Baiklah tapi malaikat kecil ayah jangan nakal ya di perut bunda!" seru deva lalu mencium perut aisha.


"Sudah ayo istirahatlah,lihat badanmu sudah mulai demam karena kelelahan!" omel aisha pada deva.


"Iya istriku" ucap deva menuruti perintah aisha.


Keduanya mulai tertidur dengan posisi saling berpelukan.


Hari mulai sore,aisha dan deva sedang bersiap-siap untuk acara tahlilan almh.Ibu ratih. Selesai bersiap-siap mereka turun ke bawah. Ketika hari mulai gelap para tamu sudah berdatangan dan dimulailah acara tersebut hingga selesai. Seluruh keluarga membereskan rumah dibantu asisten rumah tangga yg berada di rumah deva.


Selesai membereskan segalanya merekapun kembali berkumpul di ruang keluarga dan mulai membahas kembali tentang susan. Susan sendiri kini sudah bisa menerima kenyataan tentang dirinya yg bukan adik kandung dari deva.


"Tidak apa-apa jika aku bukan anak kandung mama dan ayah tapi,tolong bantu aku bertemu dan menemukan orang tua kandungku" ujar susan dengan senyuman kosong


"Baiklah tapi sebelum itu besok kami harus membawamu ke dokter kandungan untuk memastikan segalanya dan ucapan dokter ari" ucap deva dengan wajah datar.


"Baiklah kalau begitu aku istirahat kembali" pamit susa lalu segera berlalu ke kamarnya.


Sesampainya di kamar susan merasa mual dan iapun segera berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Susan terkejut lalu ia keluar dari kamar mandi dan membuka laci lemari lalu kembali ke kamar mandu dengan membawa sebuah alat tes kehamilan. Ia pun mulai menggunakan alat itu dan menunggu hasilnya.


Beberapa menit kemudian muncullah 2 garis merah di alat tes kehamilan itu yg menandakan bahwa susan sedang hamil. Susan tidak tahu apa ia harus senang atau sedih,iapun menangis terisak-isak di kamar mandi


"Tidak! tidak mungkin aku mengandung bayinya!" ucap susan sambil terisak.

__ADS_1


Selamat membaca...!


__ADS_2