Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Patung Harimau


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Aisha sudah merengek pada Deva, meminta pada Deva untuk mencium sebuah patung Harimau.


"Aku mohon, suamiku!" Rengek Aisha sambil menarik-narik baju yang di kenakan Deva.


"Sayang, kau ini mengandung anakku atau anak Harimau?! Kenapa kau meminta aku mencium patung Harimau?" Deva meringis.


"Deva! Masih beruntung aku hanya menyuruhmu mencium patungnya! Apa kau ingin aku menyuruhmu mencium Harimau yang asli?!"


"Eh, tidak... Tidak! Baiklah! Dimana yang ada patung Harimau itu?" Tanya Deva sambil mengelus-elus perut Aisha yang sudah mulai membuncit.


"Di museum XX!"


"Baiklah, ayo! Kita pergi sekarang!" Lalu berdiri dan memakai jaket yang senada dengan warna celana training yang di pakainya.


Lalu Aisha mengganti pakaiannya dan keluar dengan pakaian yang mengejutkan Deva.


"Aisha? Kau kenapa memakai pakaianku?!" Protes Deva dengan mata yang membelalak.


"Memangnya kenapa? Tidak boleh ya? Aku malas memakai bajuku! Aku hanya ingin memakai pakaianmu ini sekarang."


"Tapi kau akan ditertawakan banyak orang nanti, sayang!"


"Aku tidak peduli, aku hanya ingin memakai pakaianmu saat ini!" Lalu Aisha keluar dari kamar meninggalkan Deva yang masih tidak percaya dengan kelakuan istrinya yang sedang mengandung anak keduanya itu.


"Ya tuhan, jika masih di dalam kandungan ibunya saja seperti ini, lalu bagaimana jika dia sudah lahir dan besar nanti? Kakaknya saja waktu di kandung tidak membuat ibunya melakukan hal-hal konyol begitu!" Deva menggerutu, lalu segera mengejar Aisha yang sudah menunggunya di garasi.


"Kau darimana saja? Lama sekali!" Kesal Aisha.


"Maaf sayang, aku tadi hanya mengumpulkan kesadaranku dulu!" Jawab Deva asal.


"Terserah! Ayo cepat!"


Deva membukakan pintu mobil untuk Aisha, setelah Aisha masuk Deva menutupnya dan bergegas untuk masuk lalu duduk di kursi pengemudi. Mobil segera melaju menuju museum XX. Sid tidak ikut, karena dia tidak suka keluar rumah jika tidak ada hal yang penting, jadi Deva dan Aisha meninggalkannya di rumah.


Tak lama mereka sampai di tempat yang mereka tuju, tak ingin berlama-lama keduanya segera memasuki tempat tersebut.


Style mereka berdua 🤣🤣🤣 konyol ya Aisha!



"Lihat itu! Itu patung Harimaunya!" Seru Aisha antusias, sambil menunjuk ke arah yang memang terdapat sebuah patung Harimau disana.


"Iya aku melihatnya!" Jawab Deva dengan wajah yang mulai kesal.


"Ayo, tunggu apalagi!" Aisha menarik tangan Deva menuju patung itu.


"Sayang, jalannya pelan-pelan!" Deva memperingati Aisha yang berjalan dengan terburu-buru.


"Kau saja yang lama berjalannya!" Protes Aisha.


Sampai di depan patung itu, Aisha segera memberi kode pada Deva untuk melakukan apa yang tadi diinginkannya.


"Aisha, sebaiknya tunggu sepi dulu!" Bisik Deva pada telinga Aisha.


"Jangan banyak protes Slaven Adeva Rafandi! Setelah ini aku tidak akan meminta hal-hal aneh lagi padamu!" Jawab Aisha jengkel.


"Ba.. Baiklah Aisha, tapi kau jangan tertawa!" Sungut Deva kesal.

__ADS_1


"Aku akan tertawa jika ada yang lucu!"


Deva mendekati patung itu, lalu membungkukkan badannya dan memonyongkan bibirnya pada patung itu.


"Ayo sayang!" Aisha mengeluarkan ponselnya, lalu memotret Deva yang akan mencium patung Harimau itu.



Lalu Deva segera mencium patung itu, dan menatap Aisha dengan wajah kesal.


"Sudah puas kan?!"


Aisha mengangguk, lalu mendekati Deva yang masih berdiri di samping patung itu.


"Terima kasih, kau selalu menuruti keinginanku!" Ucap Aisha pelan.


"Tidak apa-apa Aisha, aku akan melakukan apapun asalkan kau selalu bahagia dan baik-baik saja." Cup, satu kecupan mendarat di kening Aisha.


Aisha mendongakan wajahnya untuk melihat Deva, Deva tersenyum dan Aisha membalas senyuman Deva.


"Sekarang kita kemana lagi?" Tanya Deva sambil merapihkan anak rambut Aisha yang menghalangi kelopak mata Aisha.


"Kita pulang, lalu keluar lagi untuk makan diluar."


"Kenapa tidak langsung saja?" Deva mengernyitkan dahinya.


"Aku ingin mandi dan ganti baju dulu."


"Bukankah kau sudah mandi tadi?"


"Tapi aku ingin mandi lagi!" Jawab Aisha sambil terkekeh.


Tak lama, mereka sudah sampai kembali di rumah. Aisha segera bergegas ke kamarnya untuk mandi dan mengganti baju.


15 menit Deva menunggu, tapi Aisha masih belum keluar dan turun. Deva pun menyusul Aisha, sampai di kamar Deva terpukau dengan penampilan Aisha yang tampak lain dari biasanya. Ia sedikit merias dirinya, tapi meskipun sedikit ia terlihat sangat cantik dan memukau.


"Sayang, kau cantik sekali!" Puji Deva sambil melingkarkan lengannya di perut Aisha, dan mendekap Aisha dari belakang.


"Cepat ganti bajumu, jangan memujiku, karena jika kau memujiku kau selalu punya ujung yang menyebalkan!"


Deva mencium pipi Aisha, lalu melepaskan pelukannya.


"Baiklah, permaisuriku!"


Aisha menggelengkan kepalanya sambil terkekeh, lalu keluar dari kamarnya.


Di ruangan keluarga, ia melihat Sid sedang duduk sambil melihat layar televisi dengan sangat fokus.


Aisha melirik televisi, dan terkejut melihat apa yang ditonton oleh Sid.


"Sid, kau ini kenapa menonton berita seperti ini?!" Tegur Aisha, Sid menoleh lalu tersenyum padanya.


"Bunda, ini sangat menarik!" Jawab Sid, lalu kembali memfokuskan matanya pada layar televisi yang sedang menyiarkan berita tentang bisnis.


"Tapi Sid, kau ini masih anak-anak! Kau tidak pantas menonton berita bisnis, seharusnya kau menonton kartun seperti anak-anak seusiamu!" Aisha kembali menegur Sid.


"Tapi bunda, memangnya salah jika aku menonton berita bisnis?" Kali ini Sid sedikit protes.

__ADS_1


"Hei, ada apa ini? Kenapa kalian ribut?" Deva datang dari arah belakang dan langsung menegur istri dan anaknya yang terlihat sedang berdebat.


"Suamiku, lihat ini! Anakmu menonton berita tentang bisnis di televisi!" Sambil menunjuk Sid, lalu menunjuk televisi yang masih menyiarkan berita tentang bisnis.


"Yah, aku hanya ingin belajar bisnis! Agar aku bisa menciptakan bisnis dan perusahaanku sendiri!" Deva tertegun, hatinya merasa bangga mendengar kata-kata anaknya.


"Aisha, biarkan saja! Seharusnya kau bangga, anak kita sudah mulai belajar!" Deva membela Sid.


"Yah, bun, aku ingin punya bisnis dan perusahaan sendiri!"


Aisha tersenyum, kali ini ia tidak marah lagi.


"Maafkan bunda sayang! Baiklah, semoga impianmu tercapai!" Aisha mengelus kepala putra sulungnya itu da mengecupnya lembut.


Deva tersenyum dan mengikuti apa yang dilakukan istrinya.


"Kami akan pergi lagi, apa kau ingin ikut?" Tanya Deva pada Sid.


"Yah, jangan menggangguku! Aku ingin di rumah saja melihat berita bisnis lagi!"


Deva dan Aisha saling menoleh dan menatap, lalu keduangnya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar kata-kata Sid yang serius itu.


"Baiklah, jangan kemana-mana! Tetaplah dirumah! Mau di bawakan apa?"


"Aku tidak ingin di bawakan apa-apa, yah!"


"Baiklah, kami pergi dulu!" Pamit Deva dan Aisha.


Sid tidak menjawab, ia malah kembali terfokus dengan televisi yang masih saja menyiarkan berita tentang bisnis itu.


Deva menepuk jidatnya, sedangkan Aisha menghela napas berat dan menggeleng tak percaya.


"Ayo sayang!" Deva menarik tangan Aisha menuju keluar.


Mereka segera memasuki mobil, kali ini supir mereka yang menyetir mobilnya.


Sepanjang perjalanan keduanya terus mengobrolkan Sid yang sudah bersikap layaknya orang dewasa, padahal umurnya baru 6 tahun.


"Aisha, aku tidak menyangka anak kita bisa seperti itu!"


"Aku juga tidak menyangka, tapi aku sekarang bangga padanya. Dia mewarisi semua apa yang ayahnya punya. Bahkan kepintarannyapun ikut dia warisi."


"Kau benar, ketampanannya pun melebihiku!" Ucap Deva penuh percaya diri.


"Kau mulai lagi!" Kesal Aisha sambil memutar bola matanya malas.


Sepanjang perjalanan, mereka tak berhenti mengobrol hingga pada saat sampai di tempat makan pun mereka masih berdebat jikat tidak diberi tahu oleh supir mereka.


**Bersambung....


Author mau minta pendapat kalian nih, menurut kalian mereka itu gimana sih? Maksud author visualnya Deva dan Aisha yang nama aslinya Gautam Rode dan Pankhuri Awasthy Rode.


Mereka suami isteri beneran loh! Asalnya dari India. Kalo kalian pernah nonton serial saraswatichandra berarti kalian pernah liat gautam rode yang berperan sebagai saras, dan kalo kalian pernah nonton serial razia sultan berarti kalian pernah liat pasangan ini! Author sampai ngiler loh sama kemesraan pasangan ini di ig!


Nama ig nya rodegautam dan pankhuri313**!


__ADS_1


Selamat membaca, jangan lupa like,coment dan vote ya!!


__ADS_2