Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Pertemuan Kedua (2)


__ADS_3

Berkali-kali Aisha memandangi Deva yang sedang lahap makan,pada detik berikutnya Deva mengangkat kepalanya lalu tidak sengaja menangkap basah Aisha sedang mencuri pandang terhadapnya Aisha yang terkejutpun menjadi gelagapan sendiri akhirnya ia pun tertunduk malu.


"Kau sudah selesai makan?" Tiba-tiba tanya Deva pada Aisha.


"Eh, emmm..I..Iya su..Sudah" Jawab Aisha gelagapan karena malu.


"Baiklah kita bicara saja di ruanganku agar tidak ada orang yg mendengarnya" Ajak Deva


Aisha hanya menganggukan kepalanya lalu berdiri namun sebelum ia berjalan lebih dulu Deva kembali memegang tangannya dan menariknya berjalan menuju lift. Aisha yg terkejut hanya bisa tercengang lalu tiba-tiba 'deg' jantung aisha berdebar sangat kencang dan seketika pandangan matanya kabur kepalanya pusing.


'Bruukk'


Tiba-tiba saja aisha pingsan. Deva yang panik melihat Aisha pingsan segera menggendongnya menuju lift setelah sampai di ruangan kerjanya ia pun segera merebahkan Aisha di sofa panjang lalu mengeluarkan ponsel untuk menelepon dokter Ema dokter kepercayaan keluarganya.


"Hallo, Ema segeralah datang ke kantorku di ruang kerjaku keadaannya sangat darurat" Deva mengakhiri telepon dan segera berusaha menyadarkan Aisha,namun tidak berhasil.


Tidak lama datang dokter Ema lalu Deva menunjukkan dan menceritakan Aisha dan bagaimana ia pingsan tadi.


Dokter ema segera memeriksa Aisha dengan teliti. setelah selesai ia pun menceritakan apa penyebab Aisha pingsan.


"Dia mengidap amnesia dan sepertinya sudah lama. Hal ini biasa terjadi jika dia melakukan kontak fisik dengan orang terdekatnya yang tidak ia kenali akibat amnesianya. Jangan khawatir tapi teruslah berusaha membuatnya mengingat lagi semuanya. Akan tetapi jika ia merasakan sakit kepala jangan paksakan dia untuk mengingatnya. Aku akan membantumu dengan memberi resep obat untuk mengobati rasa sakitnya jika dia seperti ini lagi" Jelas dokter Ema pada Deva.


"Baiklah,ini resepnya. Aku pamit masih ada pekerjaan di rumah sakit! Jangan khawatir dia akan baik-baik saja!" Sambung dokter Ema sambil menunjuk Aisha dengan dagunya.

__ADS_1


Deva hanya mengangguk. Lalu ia menelepon Reihan agar mengantarkan dokter Ema kembali ke rumah sakit. Sementara Aisha belum sadar Deva terus menemaninya sampai akhirnya aisha mengedip-ngedipkan matanya dan memegang kepalanya lalu sadar.


"Apa yang terjadi padaku? kenapa aku berada disini? Dan kenapa kepalaku sakit sekali ?" Ringis Aisha.


"Tenanglah tadi kau pingsan. Ini, minumlah! Tadi aku memanggil dokter dan dia memeriksamu minumlah obat yang diberikan dokter ini agar sakit kepalamu berkurang!" Perintah Deva sambil menyodorkan segelas air dan obat yang di berikan dokter Ema tadi kepada Aisha.


Aisha meminumnya lalu membernarkan duduknya dan bersandar di sofa.


Suasana kembali hening hanya ada suara jarum jam yg berdetik. Deva tidak tega melihat kondisi Aisha sehingga dia berencana mengantarkan Aisha pulang dan menunda pembicaraannya yang sudah mereka rencanakan.


"Apa kau masih sakit? Aku akan mengantarmu pulang saja! Kita tunda saja pembicaraan kita. Lain kali kita bertemu lagi saja. Bagaimana?" Tanya Deva pada Aisha dengan nada khawatir melihat Aisha terkulai lemas.


"Tidak, sekarang saja tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa sedikit tidak enak badan."Jelas Aisha mencoba menghilangkan kekhawatiran di mata Deva. Entah mengapa aisha merasa sedih melihat Deva mengkhawatirkannya padahal ia dan Deva baru beberapa hari saling mengenal.


Dalam mobil keduanya kembali diam.


Aisha sibuk melihat ke jalanan sedangkan Deva fokus menyetir. beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Aisha. Deva kembali membantu Aisha menuju rumahnya lalu berhenti di depan pintu.


"Maaf aku tidak bisa mengantarmu sampai ke dalam rumah,aku pamit pulang. Aku mohon tolong pikirkan penawaranku tadi." Kata Deva dengan wajah sendu sambil menatap Aisha


"Baiklah aku akan memikirkannya. Terima kasih untuk jamuanmu tadi terima kasih juga kau telah membantuku. Sekarang aku bukan hanya berhutang uang padamu tapi juga berhutang budi. Aku akan memikirkannya dalam 24 jam setelah itu aku akan mengabarimu." Jelas Aisha.


"Baiklah aku kembali dulu ke kantor. Jangan lupa minum obatmu dan semoga lekas membaik" Ucap Deva

__ADS_1


semoga ingatanmu cepat kembali aisha,semoga kau akan mengingatku kembali... Aku sangat mencintaimu...Aisha satiya hasan!


"Terima kasih. Hati-hati dijalan pak Deva" Balas Aisha pada Deva.


Aisha pun memandangi punggung deva sampai menghilang masuk ke mobil dan melihat mobil itu sampai pergi jauh. Entah kenapa dia merasa tidak ingin Deva pergi dari sisinya. Entah sejak kapan Aisha mulai membuka hatinya untuk Deva.


tidak aisha kau baru mengenalnya tidak mungkin kau membuka hati untuknya!


Setetes air mengalir dari pelupuk matanya lalu tiba-tiba seseorang menepuk punggungnya dari belakang. Ternyata itu adalah Aryan kakaknya.


"Hei siapa laki-laki tadi yang mengantarmu? Sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya!" Tanya Aryan pada Aisha dengan wajah menyelidik.


"Hei kau mengagetkanku saja kak! Sejak kapan kau berdiri disini? Jangan-jangan kau menguping pembicaraan kami ya?" Ketus aisha dengan nada kesal karena kakak sulungnya itu selalu ingin tahu semua kegiatan Aisha.


"Hei kau adik manja! Aku banyak urusan ya, tidak penting menguping pembicaraan orang pacaran!" Gurau Aryan.


"Sudahlah lebih baik aku masuk saja daripada melayani kakak yang gila sepertimu!" Ejek Aisha


"Hei dasar anak nakal! Beraninya kau mengatai kakakmu ini! Awas kau ya! Aku akan mengadukanmu pada ibu bahwa kau sudah punya pacar!"


Aisha pun segera berlalu dan mengibaskan tangannya pada kakaknya tanda tak peduli. Keduanya pun masuk ke dalam rumah.


bantu vote lagi ya teman-teman!!!😉😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2