
Susan tak sadar bahwa bi Asih sedang menguping pembicaraannya dengan seseorang di telepon itu.
"Gawat! saya harus memberitahu tuan deva secepatnya!" gumam bi asih pelan lalu segera pergi menuju kamar deva.
Sesampainya di depan kamar deva bi asih segera membuka pintunya yg tidak dikunci dan segera masuk ke kamar deva.
Deva terlihat sudah tidur memeluk album pernikahannya dengan aisha,bi asih pun membangunkan deva.
"Tuan...tuan,bangunlah! bibi mohon bangunlah ada sesuatu yg penting yg harus bibi beritahu pada tuan!" ucap bi asih sambil mengguncang-guncangkan pundal deva.
Deva pun terbangun karena merasa ada yg memanggilnya.
"Bibi? ada apa membangunkanku malam-malam begini? apa terjadi sesuatu?" tanya deva dengan nada suara yg serak karena mengantuk.
"Ada sesuatu yg harus bibi beritahukan padamu tuan! ini sangat penting,tapi berjanjilah bahwa tuan akan percaya pada bibi!" pinta bi asih.
"Maksud bibi?" tanya deva merasa heran.
"Percayalah pada bibi dan berjanjilah bahwa tuan akan percaya pada bibi!" pinta bi asih kembali.
"Baiklah bi,aku berjanji" angguk deva.
Bi asih pun berjalan menghampiri pintu lalu menutupnya dan menguncinya agar tak ada yg masuk ke kamar deva,karena kamar deva kedap suara jadi tidak akan bisa ada yg menguping pembicaraannya dari luar.
"Tuan,dengarkan bibi! apa yg dikatakan nona aisha sangat benar! tuan jangan terlalu memanjakan dan memperhatikannya!" ingat bi asih.
"Memangnya kenapa bi? ada apa? dan siapa yg bibi maksud? aku tidak mengerti!" ucap deva terlihat sangat bingung.
"Tadi bibi mendengar nona susan berbicara dengan seseorang di telepon,nona susan bilang bahwa dia ingin merebut harta kekayaanmu ! dan dia akan membuang bayinya setelah lahir lalu menikah dengan orang lain!" jelas bi asih sambil mengatakan apa yg baru di dengarnya tadi di depan kamar susan.
"Apa? benarkah? apa bibi tahu dia bicara dengan siapa di telepon?" tanya deva terkejut.
"Bibi tidak tahu,tapi menurut bibi dia berbicara dengan seorang laki-laki" ucap bi asih yakin.
__ADS_1
"baiklah bi,rahasiakan ini! jangan sampai susan tahu bahwa bibi mendengar pembicaraannya di telepon" ucap deva dengan wajah yg sangat serius.
"Baik tuan,jika begitu bibi kembali dulu ke kamar untuk istirahat" pamit bi asih lalu diangguki deva dan segera keluar dari kamar deva.
Sepeninggal bi asih deva masih merasa terkejut dengan apa yg dikatakan bi asih tentang susan,deva selalu percaya apa yg dikatakan bi asih karena bi asih sangat menyayanginya dan tidak akan berani berbohong pada deva.
"Ya tuhan,cobaan apalagi yg kau beri padaku? tiba-tiba saja banyak orang yg ingin menjahati keluarga kecilku di sekitarku! Sungguh ini sangat membuatku bersedih. Bahkan aku membuat istriku sendiri menangis dan pergi dari rumah karena wanita itu" gumam deva sambil memegang pigura berisi foto aisha. "Maafkan aku istriku,lihatlah sebentar lagi aku akan membereskan masalah ini dan membawamu bersama bayi kita ke rumah kita ini" lanjut deva sambil merebahkan dirinya kembali dan tidak lama ia kembali tertidur sambil memeluk foto aisha.
Pagi harinya deva sudah siap untuk berangkat ke kantornya. Deva keluar dari kamar lalu berjalan menuju dapur dan duduk di meja makan.
Susan sudah terlihat dari arah menuju ruang dapur,deva berpura-pura sibuk dengan sehelai roti dan selai. Deva tidak ingin kehilangan kesadaran saat melihat wajah susan yg ternyata licik dan jahat itu.
"Ini sarapannya tuan" tiba-tiba ucap bi asih sambil menyodorkan sepiring nasi goreng ke hadapan deva.
"Terima kasih bi,setelah ini aku langsung berangkat ke kantor. Aku titip rumah ini bi,jika ada apa-apa bibi telepon aku" ucap deva pada bi asih sambil memberi kode yg dapat dimengerti bi asih.
"Baik tuan" ucap bi asih sambil mengangguk saat mendapat kode dari deva.
Susan tidak menyadari kode antara bi asih dan deva. tapi dia hanya merasa aneh karena deva belum berbicara padanya sepatah kata pun.
"Bi,aku berangkat dulu!" pamit deva
"Baik tuan,hati-hati di jalan" ucap bi asih sambil tersenyum.
Deva pun segera berjalan menuju pintu tanpa menoleh pada susan ataupun berkata pada susan sedikitpun.
Susan merasa bingung sekaligus panik.
'apa dia sudah tahu segalanya?' batinnya dalam hati.'ah tidak mungkin,mungkin dia hanya sedang bersedih karena istri bodohnya itu menghilang' batin susan lalu tersenyum sinis.
"Hei kau! cepat siapkan sarapan untukku!" perintah susan pada bi asih dengan tidak sopannya.
"Ya" ucap bi asih datar lalu segera menyiapkan makanan.
__ADS_1
Setelah selesai memasak bi asih menyajikannya lalu memberikannya pada susan secara kasar.
"Hei! bisakah kau sopan sedikit saja? sadarlah kau ini hanya pembantu! jika saja kakakku tidak membelamu pasti kau sudah di pecat!"bentak susan lalu segera berlalu pergi meninggalkan bi asih.
"Kau yg akan segera pergi dari sini!" gumam bi asih.
Di apartemen aisha
Aisha sedang sibuk membersihkan apartemennya dengan pelayan yg biasa di kirim ayahnya untuk membersihkan apartemennya itu.
"Non,seharusnya non istirahat saja,biar saya yg membersihkan semua ini" ucap pelayan itu merasa khawatir pada aisha yg sedang membereskan apartemen dalam keadaan hamil besar.
"Tidak apa-apa bi,aku selalu merasa tidak enak badan jika aku hanya diam saja" jawab aisha santai sambil mencuci piring.
"Tapi jika nona lelah sebaiknya nona istirahat saja ya? jangan dipaksakan saya takut nona dan bayi nona sakit" ucap pelayan itu masih dengan nada khawatir.
"Iya bi,terima kasih sudah memperhatikan kesehatan saya" ucap aisha sambil melirik pelayan itu dan tersenyum.
"Non,kenapa non belum pulang? dari kemarin nona masih disini? apa suami nona tidak mencari?" tanya pelayan itu penasaran membuat aisha bingung harus menjawab apa,lalu terlintas dibenaknya sebuah alasan yg masuk akal.
"Suamiku sedang mengecek cabang perusahaannya di luar kota dan aku bosan di rumah sebesar itu sendirian jadi aku ingin tinggal disini sampai suamiku kembali,lagipula aku sudah lama tidak mengunjungi apartemen ini" jawab aisha berbohong.
"Kalau begitu bibi temani boleh? agar jika nona membutuhkan sesuatu bibi bisa membeli atau mengambilkannya untuk nona? Bibi khawatir jika nona sendirian disini!" pinta pelayan itu.
"Tentu saja bi dengan senang hati saya mengizinkan bibi menemani saya disini! Terima kasih banyak bi" ucap aisha senang karena dia tidak akan sendirian lagi tinggal disini.
"Baiklah non,kalau begitu nona istirahat saja dulu. Semua sudah beres,pasti nona lelah. Saya akan membuat makanan untuk nona" ucap pelayan itu sambil tersenyum.
"Baiklah bi,kalau begitu saya di ruang tamu saja istirahatnya sambil menonton siaran tv" ucap aisha.
"Baik non" angguk pelayan itu.
Aisha pun segera pergi ke ruang tamu dan duduk disana sambil menonton siaran tv.
__ADS_1
Maaf ya baru up hehehe ,Selamat membaca!!!