Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Tak Bisa Jauh Darimu


__ADS_3

Aisha sedang mengemasi pakaiannya untuk besok pulang ke rumah orang tuanya. Sebenarnya hatinya sangat kecewa pada Deva karena disaat ia membutuhkan deva malah deva harus pergi ke luar negeri tanpa membawanya.


Deva menatap aisha dengan tatapan merasa bersalah. Ia merasa berdosa telah berbohong pada istrinya itu tapi apa dayanya ia harus secepatnya menyelesaikan masalah itu tanpa membahayakan nyawa aisha dan bayinya.


Deva pun mendekati aisha lalu memeluknya. Aisha langsung menangis tersedu-sedu.


"Maaf sayang,aku sangat tidak ingin jauh darimu tapi semua ini demi dirimu dan juga malaikat kecil kita itu yg masih berada di dalam perutmu jadi terpaksa aku harus pergi sementara" ucap deva membuat aisha menangis lebih keras.


"Aku tau dan aku mengerti" jawab aisha masih dengan tangisan.


"Setelah urusanku selesai aku berjanji akan segera menjemputmu" ujar deva membuat aisha sedikit tenang.


"Berapa lama kau disana?" tanya aisha


"Tidak bisa dipastikan,urusannya sangat rumit dan penting mungkin paling cepat 10 hari" jelas deva membuat aisha tambah sedih


"Apa? " pekik aisha sambil membelalakkan matanya lalu kembali menangis.


"Maaf sayang! maafkan aku! kau doakan aku saja agar urusanku selesai secepat mungkin." ucap deva sambil mencium kening aisha dan memeluknya. Aisha tidak bisa apa-apa ia hanya pasrah suaminya akan berada jauh darinya dalam waktu yg lumayan lama.


"Baiklah" balas aisha lemas.


"Kau sudah selesai berkemas?" tanya deva sambil melepaskan pelukannya.


"Ya aku sudah selesai" balas aisha.


"Ya sudah ayo!" seru deva dengan nada jahil untuk merubah suasana agar istrinya kembali tersenyum.


"Ayo kemana maksudmu?" tanya aisha mulai heran dan mencium gelagat aneh dari deva.


Lalu deva pun mendekatkan dirinya pada aisha dan mendekatkan bibirnya ke telinga aisha.


"Seperti biasa" bisik deva pada aisha membuat aisha menjadi gelagapan dan pura-pura tidak mengerti.

__ADS_1


"a..apa? seperti biasa apa?" tanya aisha pura-pura tidak mengerti.


"Kita olahraga malam" bisik deva kembali membuat aisha tambah malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Kau tidak menjawab berarti kau mau! iya kan?" ucap deva membuat aisha pasrah.


Kemudian deva menggendong aisha dan menurunkannya di ranjangnya setelah itu tanpa dijelaskan mungkin kalian sudah tau 😳.


Malam itu mereka habiskan dengan olahraga panas yg panjang. Setelah aisha tertidur karena lelah ia pun tak tega melanjutkannya kembali lalu mulai menyusul aisha yg sudah masuk ke alam mimpi. Sebelum tidur tidak lupa deva mencium aisha lalu mendekapnya kedalam pelukannya.


Tepat pukul 4.30 keduanya sudah terbangun dan sudah berpakaian rapi. Ya hari ini deva akan mengantar aisha pulang sementara ke rumah orang tuanya. Tak lama mereka turun dan segera menuju ke garasi lalu segera masuk ke mobil.


Sepanjang perjalanan aisha hanya diam dan menatap keluar kaca mobil dengan wajah yg sendu. Deva hanya sesekali meliriknya.


"Sayang" panggil deva tiba-tiba membuat aisha menoleh padanya.


"hmmm" aisha hanya berdehem.


"Kau menyebalkan" ledek deva tiba-tiba membuat aisha kesal.


"Apa maksudmu?!" ketus aisha dengan wajah datar.


"10 hari ataupun 1 jam tetap saja aku tidak bisa jauh darimu! kau pergi ke kantor saja aku sudah merasa kesal dan merindukanmu apalagi kau dalam 10 hari akan berada jaub dariku di luar negeri bagaimana aku bisa jauh darimu!" jelas aisha mulai menitikkan air matanya kembali.


"Sayang! aku berjanji setiap hari akan mengabarimu dan meneleponmu" ucap deva sudah pasrah.


"Terserah!" ketus aisha sambil kembali membuang tatapannya keluar kaca mobil.


"Heuh!dasar gadis manja!" gumamnya pelan tapi masih bisa didengar oleh aisha.


"Apa? kau mengatakan sesuatu?" tanya aisha sinis.


"Tidak sayang! tidak ada hanya tadi aku melihat ada yg menghalangi di depan" ucap deva asal.


Aisha kembali menatap kesamping dengan wajah sendu. Tidak lama mereka sampai di rumah orang tuanya aisha.

__ADS_1


Keduanya masuk ke rumah itu kebetulan semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Eeehhh ada nak deva dan juga aisha" sambut ibunya aisha senang.


"wah ada apa ini pagi-pagi sekali kalian sudah datang? ayo duduklah dulu" sambut ayahnya aisha sedikit heran tapi senang karena putri dan menantunya datang ke rumahnya untuk pertama kalinya setelah menikah.


Deva dan aisha pun duduk lalu deva mulai menjelaskan maksud kedatangannya dan aisha.


"Pak,Bu! begini saya ingin menitipkan aisha sementara pada kalian" ucap deva sedikit ragu karena takut dimarahi orang tuanya aisha.


"Oh tentu saja dengan senang hati. Tapi ada hal apa yg membuat nak deva menitipkan aisha pada kami?" tanya ayahnya aisha mulai heran.


"Saya ada urusan penting di luar negeri dan akan sedikit lama berada disana. Jadi terpaksa saya mengantar aisha kesini karena tidak mungkin aisha akan ikut. Karena aisha sedang hamil muda dan dokter tidak memperbolehkannya untuk perjalanan jauh" jelas deva membuat keluarganya aisha tersenyum senang mengetahui putrinya sedang hamil.


"Jadi aisha sedang hamil? kenapa baru memberitahu kami?" tanya aryan yg tiba-tiba datang dari lantai atas.


"Ya kehamilannya baru menginjak 1 bulan dan dokter bilang masih lemah jadi dia disarankan untuk istirahat." jelas deva kembali.


"Baiklah jika begitu kau pergilah! jangan khawatir kami akan menjaga aisha dan juga cucu kami. " angguk ibunya aisha.


"Terima kasih pak,bu. Kalau begitu saya pamit karena harus secepatnya pergi" ucap deva undur diri.


"Baiklah. hati-hati di perjalanan dan jaga dirimu baik-baik disana. Segeralah pulang" ujar ayahnya aisha dan hanya diangguki oleh deva.


Kemudian deva mendekati aisha lalu memegang tangannya dan menciumnya. Setelah itu tangan deva berpindah pada perutnya aisha yg masih terlihat rata itu.


"Sayang! jangan marah lagi aku harus pergi dan aku berusaha menyelesaikan urusanku secepatnya lalu setelah itu akan pulang dan menjemputmu. Jaga kesehatanmu jangan terlalu kelelahan. Ingat ada bayi diperutmu. Baiklah aku pergi sekarang" pamit deva lalu mencium kening aisha.


"Baiklah. jaga dirimu ya disana jangan lupa kabari aku!" ucap aisha kali ini tidak sendu lagi.


"Ya sayang,jangan lupa makan yg banyak dan jangan menyusahkan orang tuamu." ucap deva kembali lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartu lalu memberikannya pada aisha. "ini ambilah jika kau butuh sesuatu belilah dan pakai kartu ini. Kau boleh menggunakannya semaumu dan ini untuk keperluan kecilmu" lanjutnya sambil kembali membuka dompetnya dan memberikan uang seratus ribuan sebanyak 30 lembar kepada aisha. Aisha menerimanya karena ia tahu suaminya tidak akan bisa di tolak dan akan memaksa.


"Baiklah terima kasih" ucap aisha lalu hanya di balas anggukkan oleh deva den deva kembali mencium kening aisha lalu mengelus perut aisha kembali.

__ADS_1


"Pak,bu,dan Pak aryan juga yg lainnya saya pamit saya titip aisha" pamit deva pada keluarga aisha lalu segera keluar diantar aisha dan keluarganya. Deva pun memasuki mobil dan segera melajukannya.


Maaf ya author beberapa hari tidak up dikarenakan krisis kuota 🤣 hari ini mulai up lagi. Selamat membaca jangan lupa like,coment dan vote yaaa!!!


__ADS_2