Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Debat lagi


__ADS_3

Satu minggu sudah fanny pergi bersama orang tua kandungnya,hal itu membuat aisha dan deva cukup kesepian, akan tetapi kesepian itu bisa di hilangkan dengan hadirnya Baby Sid.


"Ayo Sid kesayangan bunda minum susunya yg banyak,agar kau cepat besar dan bisa bermain dengan bunda!" kata aisha sambil menyusui baby sid.


"Wah anak ayah belum satu bulan tapi sudah terlihat gemuk!" ucap deva sambil memainkan pipi sid yg seperti bakpao.


"Lihat ini suamiku,dia tersenyum!" seru aisha melihat sid tersenyum.


"Iya,sepertinya dia sudah mulai mengenali orang tuanya! Coba berika padaku aisha,aku ingin menggendongnya!" pinta deva.


Aisha pun memberika sid pada deva. Tiba-tiba Sid kembali tersenyum di gendongan deva.


"Lihat aisha,dia tersenyum lagi!" seru deva.


Hari itu adalah hari minggu jadi seharian deva dan aisha hanya bercanda sambil bermain bersama baby sid walaupun baby sid masih kecil tapi setiap deva dan aisha melakukan hal lucu,baby sid seolah sudah mengerti.


Tak lama baby sid menangis karena haus. Aisha pun mengambilnya lalu menyusuinya,aisha memang tidak menggunakan susu formula dari awal kelahiran baby sid ia langsung memberi baby Sid ASI.


beberapa menit setelah disusui baby Sid akhirnya tertidur pulas,Deva pun mengambilnya pelan-pelan dan menidurkannya di ranjang bayinya.


Setelah menidurkan Baby Sid deva langsung duduk di ranjang lalu berbaring di pangkuan aisha.


"Aisha" ucap deva sambil membelai pipi aisha.


"Ya,ada apa?" tanya aisha.


"Kapan kita akan memberi sid adik?" tanya deva membuat aisha seketika kesal pada deva.


"Apa? coba katakan sekali lagi,hah?!" ucap aisha sambil menjewer telinga deva.


"Aaaahh,sakit aisha! apa yg kau lakukan?" pekik deva sambil terbangun dan menatap aisha dengan tatapan marah.


"Apa kau bilang tadi? coba ulangi?" tanya aisha kembali.


"Kapan kita akan memberi Sid adik? memangnya salah ya pertanyaanku sampai kau menarik telingaku?" ketus deva.


"Pertanyaanmu tidak salah suamiku,tapi waktunya sangat tidak tepat.!" ketus aisha.


"Memangnya kenapa?" tanya deva penasaran.


"Kau tidak lihat ya? lihat! Sid saja baru satu minggu lahir,dan kau sudah membahas kapan Sid akan punya adik? dasar tidak waras!" ledek aisha.


"Hei! jika aku tidak waras,maka aku tidak akan bisa membuat Sid waktu itu!" balas deva.


"Dengar ya,soal membuat anak mungkin orang yg tidak waras juga bisa!" ucap aisha.


"Jadi maksudmu aku memang tidak waras begitu?" tanya deva dengan bibir yg sudah seperti kerucut.


"Kau pikir saja sendiri!" ketus aisha.


"Aku masih waras sayang!" kata deva sambil akan menyenderkan kepalanya di pundak aisha. Akan tetapi aisha cepat-cepat menyingkir dan membuat deva jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Ahaahahahahaha... lihat itu bukan hanya tidak waras,kau memang sangat konyol suamiku!" ledek aisha.


"Heuh? walaupun konyol tapi kau sangat mencintaiku bukan?" tanya deva.


"Memangnya jika aku tidak mencintaimu apa sid akan ada di dunia ini?" tanya aisha.


"Ada!" balas deva.


"Bagaimana caranya?" tanya aisha.


"Ya memaksamu!" ujar deva sambil menyeringai.


"Oh ya,kau akan memaksaku ya? kalau begitu siap-siap saja!" ancam aisha.


"Hei,sudahlah aisha tidak ada gunanya lagi membahas itu. Sudah terlambat sid sudah lahir juga! hanya tinggal membuat lagi dan memberi sid adik!" ujar deva membuat aisha tambah kesal.


"Kau memang tidak waras!" ketus aisha.


"Tentu saja aku waras!" balas deva sambil mendorong aisha menuju tembok dan menguncinya dengan kedua tangannya.


"Sekarang kau mau apa?" tanya aisha sambil bergidik ngeri.


"Mengajakmu membuat adiknya sid!" balas deva.


"Dasar tidak waras! masa nifas pendarahan setelah melahirkanpun belum selesai!" jawab aisha sambil menertawakan deva.


"Apa? jadi aku belum bisa?..." ucap deva sambil memasang wajah lesu.


"Berapa lama lagi?" tanya deva penasaran.


"1 tahun lagi!" jawab aisha.


"Apa?" pekik deva.


"Aku hanya bercanda!" ucap aisha.


"Jadi sekarang boleh?" tanya deva tak sabar.


"Kau sudah tidak waras! tentu saja tidak boleh!" ketus aisha.


"Ah ya ampun aku harus menderita lagi rupanya" keluh deva membuat aisha tertawa.


"Kau selalu saja mentertawakanku!" ujar deva dengan bibir cemberutnya.


"Memangnya tidak boleh?" tanya aisha dengan senyuman puas.


"tentu saja tidak!" ketus deva.


"jika tidak boleh berhentilah bersikap konyol!" perintah aisha.


"Memangnya aku sekonyol apa?" tanya deva.

__ADS_1


"Kau pikir saja sendiri!" balas aisha.


"Aisha cepat beritahu!" pinta deva.


"Aku tidak akan memberitahumu!" balas aisha.


"Aku ini suamimu dan aku harus tahu apa yg membuatku konyol!" kata deva sambil menarik aisha dan membuat mereka saling berhadapan.


"Kau yg berbuat konyol mengapa kau juga yg tidak tahu?" tanya aisha dengan suara kencang membuat Baby Sid terbangun.


"Lihat itu,sid jadi terbangun karena suaramu!" ketus deva. Aisha pun tak menghiraukan kata-kata suaminya dan segera mengambil baby sid diranjangnya.


"Hei aku berbicara denganmu!" teriak deva. Suara deva membuat tangisan baby sid semakin kencang.


"Kau menyalahkanku tapi lihat suaramu yg seperti raungan harimau itu membuat sid menjadi semakin kencang menangisnya!" ketus aisha.


"Tapi kau yg lebih dulu membuatnya terbangun dan menangis!" balas deva.


"Bisakah kau diam?" tanya aisha sambil memelototi deva.


"Tidak bisa" jawab deva membuat aisha semakin jengkel padanya.


"Heuh! sid lebih baik kita cari ayah baru saja! bunda sudah jengkel dengan ayahmu yg selalu mengajak bunda berdebat" kata aisha.


Kata-kata aisha sontak membuat deva menjadi semakin mengajak aisha berdebat.


"Hei enak saja kau ingin mencari ayah baru untuknya!" kata deva membuat aisha tambah jengkel dan mulai pusing.


"Kau ini kenapa selalu mengajakku berdebat?" tanya aisha.


"Kau yg lebih dulu" ucap deva membuat aisha tambah pusing.


"Sudahlah,kau keluar saja.!" perintah aisha.


"Untuk apa?" tanya deva heran.


"Jika kau berada disini saat ini maka sudah bisa dipastikan sid tidak akan tidur lagi dan aku terkena tekanan darah tinggi!" jelas aisha.


"apa? kau ini-..." belum selesai deva berbicara ponselnya berbunyi karena ada yg meneleponnya."Sebentar aku mengangkat telepon dulu! nanti kita lanjut berdebat!" ucap deva lalu segera keluar untuk mengangkat teleponnya.


Aisha merasa bersyukur deva sudah keluar dari kamar,jika tidak entah apa yg akan terjadi padanya. Mungkin saja dia bisa terkena tekanan darah tinggi dan mungkin Baby sid tidak akan pernah tidur lagi karena perdebatan mereka.


Tak lama baby sid sudah kembali tertidur, aisha pun menidurkannya di ranjang bayi lagi. Setelah itu ia membaringkan diri di ranjangnya dan tak terasa kantuk menyerangnya hingga tanpa sadar aisha sudah mulai tertidur.


Deva sudah selesai mengangkat telepon,iapun masuk kembali ke kamarnya. Setelah masuk deva terkejut mendapati istri dan anaknya sudah tertidur. Deva pun tersenyum lalu menghampiri baby sid di ranjang tidurnya.


"Selamat malam anak ayah,mimpi indah ya Deva Junior!" ucap deva lalu mengecup kening Baby Sid.


Setelah itu,deva berjalan menghampiri aisha dan merebahkan dirinya di sisi aisha.


"Selamat malam istriku sayang,semoga mimpi indah. Terima kasih kau sudah bersabar menghadapiku yg menyebalkan dan konyol ini" ucap deva lalu mengecup kening aisha dan mulai memejamkan matanya hingga tertidur nyenyak.

__ADS_1


Selamat membaca!!!


__ADS_2