Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Deva Versi Junior


__ADS_3

Pagi harinya Aisha sudah diperbolehkan pulang karena keadaannya sudah stabil.


Di rumah deva seluruh keluarga sudah menyambutnya,yg paling membuat aisha terkejut adalah kedatangan susan yg membawanya bayinya juga.


"Selamat datang aisha dan Baby sid!" seru semua orang.


"Waahh kalian sudah menunggu disini ternyata!" kata aisha sambil menghampiri ibunya yg menghampirinya juga. Dari belakang aryan tiba-tiba muncul susan yg tersenyum pada aisha.


mula-mula aisha marah akan tetapi saat melihat susan membawa bayinya aisha tersenyum.


"Hallo susan,apa kabar?" tanya aisha sambil memeluk susan dan mencubit pipi bayinya.


"Baik,kakak ipar apa kabar?" balas susan.


"Ya aku sangat baik juga. apa ini anakmu?" tanya aisha sambil mencubit kembali pipi bayinya susan yg seperti bakpao itu.


"Ya ini anakku" angguk susan.


"Siapa namanya?" tanya aisha kembali.


"Namanya Airlangga Deniyar" jawab susan.


"Nama yg bagus" puji aisha.


Saat sedang asyik berbincang dengan susan tiba-tiba deva datang dan mengganggu obrolan kedua ibu muda itu.


"Aisha dan Susan kalian pagi-pagi sudah membahas gosip apa? Ayo keluarga kita sudah menunggu di kamar,kau juga lupa pada bayimu!"ketus deva.


"Heuh? gosip? enak saja kau ini!" ucap aisha sambil menjitak kening deva dan membuat deva meringis kesakitan.


"Wadawww! sakit aisha!" pekik deva.


"Sudah ayo!" susan melerai pasangan yg hampir berdebat itu.


Mereka bertiga sudah di kamar aisha yg sudah terdapat keluarganya yg sedang bergantian menggendong baby sid.


Sekarang giliran deva sang ayah yg menggendong baby sid. Aisha memperhatikan wajah bayi dan ayahnya itu.


"Apa kalian sadar?" tanya aisha tiba-tiba membuat semuanya bingung.


"Sadar apa? kami tidak sedang kerasukan setan!" jawab aryan.


"Heuh? bukan itu maksudku! Coba perhatikan suami dan bayiku itu!" kata aisha sambil menunjuk deva dan membuat deva menatap aisha bingung.


"Memangnya ada apa denganku dan anak kita?" tanya deva penasaran.


"Baru sehari Sid lahir tapi kalian bisa lihat dia mempunyai wajah yg sangat mirip dengan ayahnya. Bahkan mereka seperti kembar!" kata aisha membuat semua orang menatap pada Baby Sid dan Deva.


"Kakak benar! lihat itu,sama sekali tidak ada wajah kakak di wajahnya Sid!" ucap Risya.


"Iya,apa salahku sampai dia tidak ada mirip-miripnya denganku? padahal aku yg mengandung dan melahirkannya? ayahnya kan hanya punya jasa membuat saja!" ucap aisha meledek deva dan membuat deva menatapnya dengan ekspresi yg datar.


"Biarkan saja,dia kan anak laki-laki. Dia harus tampan seperti ayahnya ini. Jika Sid mirip denganmu dia akan menjadi cantik" balas deva.

__ADS_1


"Hei tapi dia juga anakku!" ketus aisha.


Semua keluarga menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perdebatan anak dan menantunya itu.


"Sudah kakak ipar! jangan berdebat lagi!" susan melerai perdebatan pasangan suami istri itu.


"Deva yg memulainya susan!" ketus aisha sambil menatap deva dengan tatapan tajam.


"Hei kau yg lebih dulu,kenapa sekarang menyalahkan aku?!" balas deva.


"Sudah,sudah! Kak aisha memang benar sid sangat mirip dengan wajahmu kakak ipar!" rasya membela aisha.


"Iya mulai sekarang panggil saja sid itu Deva versi Junior!" ucap aryan.


"Hahaha,boleh saja!" kali ini deva mengalah.


"Dasar suami konyol!" ledek aisha.


"Hei gadis manjaku!" balas deva.


Semua orang pun mulai malas melihat aisha berdebat termasuk ayahnya aisha.


"Kemarikan Sid,kalian lanjutkan saja berdebat!" perintah ibunya aisha sambil mengambil sid dari gendongan deva dan membawanya keluar kamar.


Deva dan Aisha mengangguk dan deva memberikan sid tanpa sadar pada ibu mertuanya.


"Hei aisha,kau yg duluan meledekku. Dengar ya,aku tidak konyol!" ketus deva.


Aisha tak mau kalah dia pun melawannya.


"Terserah kau saja yg paling utama saat ini,Sid setampan ayahnya!" tegas Deva.


"Tapi dia juga anakku!" balas aisha sambil menunjuk Sid yg ternyata sudah tidak digendong deva.


"Hei mana sid?" deva pun tersadar bahwa dia sudah tidak menggendong sid.


"Semua gara-gara kau! bahkan kau tidak sadar sid sudah dibawa keluar karena kau terus saja mengajakku berdebat!" kata aisha lalu langsung berbalik dan berjalan keluar dari kamar menuju ruang keluarga.


Sesampainya disana Sid sedang di gendong oleh ayahnya aisha.


"Sid kemarilah!" ucap aisha sambil mengambil sid dari gendongan sang kakek.


"Lihat itu walaupun dia baru 1 hari lahir tapi ayahmu sudah tidak kuat menggendong cucunya sendiri,Aisha!" ledek ibunya aisha.


"Dia berat sekali,bu!" jawab ayahnya aisha


"Mengaku saja bahwa kita sudah tua. Aryan,Resha kalian kakaknya aisha tapi kapan kalian akan menikah dan memberi kami cucu juga?" Ledek ibunya aisha pada Aryan dan Resha.


"Nanti bu!" jawab aryan sambil terkekeh malu.


"Nanti dan nanti lagi! kakak kau lebih tua dariku,kau saja menikah lebih dulu setelah itu baru aku!" balas resha.


"Nanti dulu di waktu yg tepat!" ketus aryan.

__ADS_1


"Pak aryan,bilang saja bahwa kau belum punya calonnya!" ledek deva yg baru keluar dari kamar dengan rambut basah dan badan yg segar.


"Kau itu memang adik ipar yg pengertian tapi menyebalkan juga!" balas aryan.


"Dan kak resha sendiri bagaimana? apa sudah ada calonnya?" tanya aisha.


"Aisha kau tahu jawabannya!" jawab resha sambil mengedipkan matanya.


"Yayaya,tapi sayangnya kau tidak tahu apakah dia menyukaimu atau tidak!" ledek aisha membuat resha cemberut.


"Siapa memangnya yg disukainya?" tanya aryan penasaran


"Re-." belum sempat aisha menyebutkan namanya mulutnya sudah dibekap oleh tangan resha terlebih dahulu.


"Tidak ada!" ketus resha lalu memelototi aisha dan membuat aisha bergidik ngeri.


Akhirnya keluarga itu sibuk bercanda,pada saat mereka tertawa tiba-tiba reihan masuk ke rumah deva dan membuat resha teralih perhatiannya lalu tersenyum memandang reihan.


Reihan yg sadar resha memperhatikannya segera menunduk dan menghampiri deva.


"Tuan,aku harus berbicara penting denganmu" kata reihan membuat deva menoleh padanya.


"Baiklah,Semuany aku tinggalkan keluar dulu sebentar" pamit deva sambil mengikuti reihan yg sudah lebih dulu berjalan.


Tiba-tiba baby sid menangis saat deva keluar.


"Hei Sayangku kenapa kau menangis? kau haus ya? ayo bunda akan memberimu susu di dalam" ucap aisha"Bu aku memberinya susu dulu,kalian makan saja dulu,bi asih mungkin sudah selesai memasak" pamit aisha.


"Baiklah" ucap ibunya aisha lalu segera menuju dapur bersama suami dan anak-anaknya serta susan.


Tapi tidak dengan resha,dia mengikuti aisha.


"Tunggu aisha,aku ikut denganmu. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu. " ucap resha.


"Baiklah Ayo!" angguk Aisha.


Resha pun ikut bersama aisha ke dalam kamar aisha.


Aisha segera menyusui sid yg sudah menangis entah karena lapar atau karena ayahnya yg keluar.


"Kakak ingin bertanya apa padaku? apa tentang reihan?" tanya aisha dengan suara yg cukup keras.


"Ssttt!" resha menaruh jari telunjuknya di bibir aisha"Pelan-pelan bicaranya aisha!" perintah resha.


"Ya baiklah,ada apa?" tanya aisha dengan suara pelan.


"Apa dia tidak punya kekasih?" tanya resha. "Kau pasti tahu siapa maksudku aisha!" lanjut resha.


"Oh reihan? setahuku dia tidak punya kekasih. Yg aku tahu dia siang malam sibuk dengan deva di kantor." kata aisha membuat resha tersenyum. "Mengapa kau tersenyum?" tanya aisha.


"Berarti peluangku untuk mendekatinya sangat besar!" seru resha percaya diri.


"Hmmm" aisha berdehem. Sedangkan resha sudah tersenyum sendiri membayangkan reihan sang pujaan hati.

__ADS_1


Tak lama Baby sid sudah tertidur,Aisha pun membaringkannya di ranjang bayi yg dibelikan deva.


Selamat Membaca!!! Jangan lupa like,coment dan votenya yaaa...!!!


__ADS_2