
Deva dan Aisha sudah pulang ke rumahnya beserta susan. Keluarga aisha tidak ikut karena harus pulang ke rumahnya.
Deva dan aisha memasuki kamarnya,susan pun memasuki kamarnya juga dan mengemasi baju serta barang-barangnya.
"Kau mau kemana susan?" tanya aisha tiba-tiba sudah berdiri di belakang susan bersama deva yg merangkulnya.
"Aku akan pergi mencari orang tua kandungku" ucap susan dengan wajah datar.
"Tidak! kau tidak akan kemana-mana! aku yg akan mencari orang tuamu itu kau diamlah disini menemani aisha! kau akan pergi mencari orang tuamu kemana dalam keadaan hamil seperti itu?!" tegas deva.
"Kakak,aku sudah banyak merepotkanmu jadi biarkanlah kali ini aku bekerja keras sendiri" ucap susan sambil mulai menitikkan air matanya.
"Susan! walaupun kau bukan adik kandungku tapi kau tetap adik kandungku bagiku ini" ucap deva sambil berjalan menghampiri susan. "Tetaplah disini,aku akan berusaha mencari orang tua kandungmu!" ucap deva lembut sambil memeluk susan.
"Kakak,maafkan aku dan terima kasih untuk segala yg telah kau berikan padaku" ucap susan sambil terisak.
"Tidak mengapa susan,istirahatlah" ucap deva.
"Ya kak" angguk susan.
Deva dan aisha pun keluar dari kamar susan lalu pergi ke kamarnya.
"Sayang" ucap deva dengan senyuman nakal setelah menutup pintu kamarnya.
"Apa?" tanya aisha dengan nada curiga melihat senyum nakal suaminya.
"Tidak ada,ayo kita tidur" ketus deva membuat aisha kebingungan.
"Ya baiklah" ucap aisha lalu segera berbaring di samping deva.
"Kemarilah tidur dipelukanku,kenapa kau tidur dengan jarak yg jauh dariku" ujar deva sambil menunjuk tempat disisinya.
"Iya suamiku" ucap aisha dengan menahan emosi.
"Sayang,kita mengobrol dulu. Jangan dulu tidur!" larang deva membuat aisha semakin bingung.
"Baiklah. Mengobrol apa?" tanya aisha
"Tentang bayi kita ini" balas deva sambil mengelus perut aisha.
"Iya apa?" tanya aisha mulai jengkel.
"kau sudah menyiapkan nama untuk bayi kita?" tanya deva kali ini membuat aisha tidak kesal lagi.
"Belum,karena aku belum tahu jenis kelamin bayi kita,jadi aku ragu membuat nama untuk bayi kita" ujar aisha.
"Siapkan saja namanya nama bayi perempuan dan nama bayi laki-laki. Pada saat sudah lahir dan tahu jenis kelamin bayinya jadi kita tidak akan pusing lagi mencari nama untuknya" ujar deva membuat aisha bangga karena deva begitu antusias menyambut kelahiran bayinya yg masih cukup lama.
"Kenapa kita tidak membuat namanya bersama-sama?" tanya aisha dengan bersemangat.
"ide yg bagus. Bagaimana jika yg lahir bayi Laki-laki kita beri nama Nobita Slaven Rafandi?" tanya deva membuat aisha tertawa terbahak-bahak."Hei kenapa kau tertawa?" tanya deva dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Nobita? kau ingin anak kita cengeng seperti karakter nobita di kartun doraemon?" ejek aisha.
"Tapi aku sangat suka kartun doraemon!" ketus deva.
"Apa? sejak kapan kau menyukainya? bukankah dulu saat kau masih kecil kau sangat membenci kartun itu karena karakter nobita yg sangat cengeng dan selalu mendapat nilai buruk di sekolah?" ejek aisha kembali.
"Entahlah aku sangat menyukainya" ucap deva membuat aisha terbengong.
"Tidak! pokoknya tidak boleh nama nobita!" tegas aisha.
"Baiklah-baiklah bagaimana jikaa....." ucap deva sambil memikirkan nama untuk bayi laki-laki."Sidharth Adeva Rafandi" Seru deva bersemangat,kali ini aisha senang dengan nama yg dibuat deva karena ia sangat menyukai aktor dan aktris dari negara india.
"Ya aku setuju,dan kita panggil dia Sid!" seru aisha bersemangat.
"Ok baiklah kita catat nama itu. Lalu kita buat nama untuk bayi perempuan!" seru deva dengan sangat semangat.
"Bagaimana jika namanya Ameesha Adeva Rafandi?" tanya aisha.
"Tidak-tidak jangan itu. Bagaimana jika Lakshmi Satiya Rafandi?" tanya deva.
"Wah kau memang pintar memilih nama yg indah,tentu saja kita catat nama itu" seru aisha dengan antusias.
"Baiklah tentu saja" angguk deva lalu mulai mencatat kedua nama bayi itu di ponselnya.
"Suamiku!" panggil aisha secara tiba-tiba.
"Ada apa? kau mau sesuatu?" tanya deva dengan senyuman nakal.
"Kau ini selalu hal itu yg dipikirkan!" ketus aisha.
"Aku ingin jalan-jalan" ucap aisha.
"Sore hari seperti ini? jalan-jalan kemana aisha? apa kau tidak lelah?" kali ini deva yg bingung dengan sikap aisha yg kadang-kadang aneh diluar batas.
"Ayolah kita keluar dulu" ajak aisha sambil berdiri lalu menarik tangan deva agar deva bangun.
Deva pun mengalah karena jika tidak aisha pasti akan mulai menangis seperti anak kecil.
"Baiklah ayo" ujar deva dengan nada malas.
Mereka pun segera berangkat,diperjalanan aisha tidak berhenti mengoceh dan meminta hal yg sangat aneh bahkan hal yg membahayakan dirinya seperti naik roaller coaster (maaf kalo salah nulisnya)
Sesampainya di tempat yg dituju mereka segera turun dan masuk ke tempat wahana itu.
"Suamiku! aku ingin naik itu" ucap aisha setengah berteriak karena suara bising di sekitarnya.
"Apa?" ucap deva tersentak kaget "Tidak aisha itu sangat berbahaya!" lanjut deva dengan wajah pucat.
"Aku mohon! bukankah tadi di mobil kau mengizinkannya!" rengek aisha.
Merekapun berdebat sampai akhirnya aisha mengalah karena deva menakut-nakutinya dengan alasan bayinya kan ketakutan juga.
__ADS_1
"Suamiku,aku ingin makan cilok baso" pinta aisha sambil menunjuk pedagang yg dimaksud.
"Belilah" ucap deva santai.
"Aku ingin kau yg membelikannya,ayo cepat" rengek aisha manja.
"Tapi aku lelah sayang" ucap deva dengan wajah cemberut.
"Tapi bayinya yg mau dan ingin ayahnya yg membelikannya" ucap aisha beralasan
mendengar kata bayi deva pun segera berdiri "Berapa porsi?" tanya deva semangat.
"5 porsi" balas aisha.
"Apa? banyak sekali!" pekik deva"Untuk siapa saja?" tanya deva masih terkejut.
"Semuanya untukku,ayo cepatlah" ucap aisha sambil mendorong tubuh deva.
Sesampainya di pedagang itu deva cukup malu karena disana dikelilingi ibu-ibu yg mulai berbisik pada saat ia datang.
"Bang cilok basonya 5 porsi" ucap deva.
"Baik pak" ucap pedagang itu lalu mulai menyiapkan pesanan deva.
"Bumbunya ?" tanya pedagang itu.
"Saus,kecap,dan sambal yg agak banyak bang" balas aisha membuat deva melirik tajam padanya.
"bagaimana kalau sakit perut?" tanya deva.
"Kau ini sudah aku bilang bayinya yg ingin makanan pedas" rengek aisha.
Deva pun mengalah.
Pedagang itu sudah selesai membungkus pesanan aisha lalu menyerahkannya pada deva. Deva pun memberikan selembar uang seratus ribu pada pedagang itu dan segera pergi.
"pak tunggu ini kembaliannya" teriak pedagang itu.
"Hah kembalian?" ucap deva heran.
"Iya ini" ujar pedagang itu sambil memberikan uang kembalian sebesar 75 ribu.
"terima kasih bang" ucap deva sambil menahan malu. Ibu-ibu yg disekitarnya mulai berbisik sambil sesekali cekikikan melihat tingkah deva.
"eh lihat pasti dia orang kaya ya" ujar salah satu ibu-ibu itu.
"iya lihat penampilannya saja begitu mana tampan juga" ujar ibu yg lainnya.
Deva merasa risih lalu segera mengajak aisha pulang.
"Ayo istriku kita pulang saja ini sudah malam" ajak deva.
__ADS_1
"Iya ayo" ujar aisha sambil menggandeng tangan suaminya dan menjinjing kresek berisi makanan yg tadi di belinya.
Selamat pagi semua,selamat membaca!!!