Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Pemakaman Ibu Ratih


__ADS_3

Acara pelukan antara Deva dan Aisha berlangsung lama hingga deva berhenti menangis.


"Sudah sayang jangan menangis lagi,aku mohon! kau harus kuat daj tegar. Ikhlaskan mama pergi, mama sudah tenang disana" ucap aisha menegarkan deva.


"sekarang aku sendirian ayahku sudah lama tiada lalu mama menyusulnya. Entah pada siapa aku harus percaya. Kenapa tuhan mengambil orang-orang yg ku sayang secepat ini?" ucap deva membuat aisha semakin bersedih.


"Dengar suamiku! Masih ada aku dan adikmu susan juga keluargaku! Jangan pernah menganggap dirimu sendiri,bangkitlah dari kesedihanmu ini dan keterpurukanmu ini. Aku akan selalu bersamamu jangan pernah bersedih lagi" ucap aisha menyemangati deva.


Deva pun kembali memeluk aisha hingga hatinya merasa tenang.


"Terima kasih Istriku sayang,berjanjilah kau akan selalu bersamaku dalam suka dan dukaku" ujar deva


"Iya aku berjanji suamiku" balas aisha."Ayo gantilah bajumu dulu,lalu kita keluar karena kita harus memakamkan mama" ajak aisha. Lalu deva pun mengangguk dan segera pergi mengganti pakaiannya di ruang ganti.


Tak lama Deva dan Aisha sudah turun ke bawah.


"Mari nak deva kita berangkat ke pemakaman" ajak ayahnya aisha.


"Ya,mari pak" balas deva penuh kesedihan.


"Ayo suamiku jangan bersedih lagi. Kalau kau bersedih terus pasti anak kita disini juga akan bersedih" hibur aisha membuat deva tersenyum hangat.


Deva pun lalu merangkul aisha dan mengelus perut aisha yg masih rata.


"Maafkan ayah utun,karena kehilangan nenekmu ayah hampir melupakanmu di perut bundamu" ucap deva pelan.


"Ayo cepat kita berangkat" ajak aisha.


"Ya ayo sayang" angguk deva.


Merekapun segera berjalan lalu memasuki mobilnya. Karena tanah pemakaman yg dituju cukup jauh jadi jenazah diantar menggunakan ambulance dan para pengantar menggunakan mobil pribadi.

__ADS_1


30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tanah pemakaman yg dituju. Disana terdapat sebuah lubang yg sudah di gali. Lubang itu bertepatan di sebelah makam ayahnya deva. Sesuai permintaan ibu ratih bahwa saat ia tiada ia ingin dimakamkan di sebelah makam ayahnya deva.


Air mata kembali jatuh saat pemakaman berlangsung,kali ini deva tidak menangis lagi. Deva sadar bahwa kepergian ibunya itu sudah takdir dari yg maha kuasa.


Deva membantu menguburkan jenazah ibunya dan mengadzaninya tanpa meneteskan air matanya sedikitpun.


Beberapa saat kemudian pemakaman telah selesai,semua orang yg mengantar sedang mendoakan ibu ratih. Selesai mendoakan satu-persatu mulai membubarkan diri,kini tinggalah Deva,Aisha dan Susan serta keluarga aisha yg masih berada disana. Deva berjongkok di samping batu nisan makam ibunya.


"Mam,deva minta maaf kalau selama mama masih ada di dunia ini,deva tidak bisa membahagiakan mama. Semoga mama bahagia bersama ayah disana" ucap deva sendu. Deva pun memeluk batu nisan ibunya lalu beranjak berdiri.


"Ayo kita pulang,aku ingin membicarakan sesuatu yg penting. Ini pesan terakhir mama" ucap deva dengan nada serius. Sebenarnya berat bagi deva mengatakan hal itu akan tetapi susan dan yg lainnya harus mengetahui kebenaran ini.


"Iya ayo" ucap aisha setuju.


Mereka pun segera bergegas untuk pulang.


Setelah perjalanan yg cukup melelahkan akhirnya mereka sampai di rumah deva. Semua sedang duduk kecuali deva ia sedang berdiri di depan kaca rumahnya sambil menatap lurus keluar rumah.


"Susan" ucap deva lalu memutar badannya dan berjalan menghampiri susan dan duduk di kursi yg kosong. "Aku tau ini sangat berat bagimu menerima kenyataan seperti ini. Sebenarnya aku juga sangat keberatan mengatakan pesan dari mama. Tapi kau harus tau kebenarannya,aku tidak ingin menyimpan kebenaran ini sendiri" jelas deva membuat susan kebingungan.


"Kak,cepat katakan saja jangan membuat aku tidak enak hati seperti ini" desak susan.


"Susan kau bukan adik kandungku. Lebih tepatnya kau bukan anak kandung dari mama dan ayah" ucap deva berhati-hati.


seketika susan hanya terdiam dan terkejut.


"Apa maksud kakak?" tanya susan tak percaya.


"Ya mama dulu menemukanmu di jakarta. Nama ayahmu adalah Haris dan Dewi" jelas deva kembali sambil tertunduk.


"Jadi selama ini kalian merahasiakan ini dariku? Jika mama tahu orang tua kandungku kenapa aku tidak dikembalikan padanya dari dulu?" tanya susan menuntut penjelasan.

__ADS_1


"Susan! kakak tidak tahu semua ini hanya mama yg mengetahuinya,yg pasti ini adalah wasiat dari mama. Aku harus mempertemukanmu kembali pada orang tua kandungmu" ucap deva dengan nada yg sedikit tinggi.


Susan pun menangis mendengar semua kebenaran itu. Lalu tiba-tiba saja tubuhnya sudah tergeletak tak sadarkan diri. Ya susan jatuh pingsan.


Keadaan berubah menjadi panik. Aisha mengangkat kepala susan lalu menidurkannya di pangkuannya. ibunya aisha membawa segelas air lalu mencipratkannya ke wajah susan. Namun susan tak kunjung bangun.


"Kalian panggilkan dokter biar aku menggendongnya ke kamarnya" ucap aryan lalu segera menggendong susan dan membawanya ke kamarnya.


Semua menjadi panik kecuali deva,ia hanya termenung masih duduk di kursi. Aisha yg menyadari suaminya seperti itupun segera menghampirinya.


"Katakan istriku,apa dosaku sampai hidupku sekacau ini?" tanya deva sambil menarik tangan aisha dan mengajaknya duduk di sisinya.


"Kau tidak berdosa akan hal ini. Semua ini sudah takdir,jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri" ucap aisha meyakinkan deva.


"Takdir ? takdir macam apa yg telah tuhan berikan padaku? Sejak kau menikah denganku hidupmu penuh ujian,bahkan nyawamu terancam. Aku telah membuatmu begitu menderita" ucap deva sambil meneteskan air mata kesedihannya.


"Tidak suamiku! Jangan pernah berkata seperti itu. Aku sangat mencintaimu dan aku bahagia bersamamu. Ingatlah kita sudah berjanji akan melewati segala keadaan bersama!" ucap aisha mengingatkan deva pada janji yg diikrarkannya pada aisha saat mereka masih kecil.


"Aku sangat beruntung memilikimu aisha. Terbuat dari apa hatimu? hingga kau mencintai orang sepengecut diriku?" tanya deva sambil masih terisak dalam tangisnya.


"Tidak suamiku sudah cukup menyalahkan dan mengatai dirimu sendiri. Sudah cukup! jika tidak bayi kita ini akan marah padamu" ucap aisha sambil menghibur deva.


Deva pun memeluk istrinya itu sambil menangis hebat.


"Suamiku... kita akan selalu menghadapi keadaan seperti apapun bersama. Jangan pernah menyerah dengan takdir. Yakinlah jika tuhan memberimu ujian maka kedepannya tuhan juga akan memberi kebahagiaan lebih besar daripada ujian tersebut. Setiap masalah pasti ada penyelesaiannya. Jangan pernah menyerah dengan hidup ini. Jika kau putus asa maka berdoalah dan mintalah tuhan untuk memberikanmu keyakinan kembali untuk menjalani hidup ini. Hidup dan berbahagialah demi aku,demi anak kita,dan demi masa depan kita yg telah menanti kita di depan sana." ucap aisha menyemangati deva"bangkitlah dari kesedihan dan keterpurukan ini. Jangan pernah berlama-lama bersedih dan terpuruk seperti ini. Mari kita hadapi bersama seluruh rintangan dalam hidup ini hingga kita mendapatkan kebahagiaan yg sesungguhnya" lanjut aisha masih menyemangati deva.


"Terima kasih istriku,kau adalah istri terbaik di dunia ini" ucap deva terharu dengan kata-kata istrinya. Merekapun kembali berpelukan.


**Note : Jangan pernah berlama-lama berada dalam kesedihan dan keterpurukan. Bangkitlah dan mulai kembali hadapi rintangan hidup. Yakinlah didepan kebahagiaan sudah menanti kita.


~Aisha Satiya Hasan

__ADS_1


Selamat Membaca** !!


__ADS_2