
Sudah 2 Minggu sejak kejadian kecelakaan Deva. Sejak saat itu pula Aisha selalu menemukan hal-hal yang baru di dalam suaminya, seperti menemukan ruang bawah tanah yang isinya senjata.
Aisha selalu mencoba mencari tahu seluruh pekerjaan Deva akan tetapi tidak berhasil, jawaban yang Aisha dapatkan hanyalah Deva seorang CEO dari salah satu perusahaan terkaya di dunia yaitu SAR Entertaintment Group. Hal itu sangat membuat Aisha gelisah dan menimbulkan banyak pertanyaan di benaknya.
Saat ini Deva sudah tertidur di sampingnya dengan Sid yg malam ini tidur di antara mereka. Aisha mengendap-endap keluar kamar menuju ke ruang bawah tanah yang baru kemarin pagi diketahuinya. Aisha berharap mendapatkan seluruh informasi tentang siapa deva sebenarnya, lebih tepatnya pekerjaannya dan posisinya sampai Deva bisa menaklukkan banyak perusahaan besar dan memiliki banyak musuh yang dendam padanya.
Aisha sudah sampai di depan pintu ruang bawah tanah. Saat Aisha hendak membukanya tiba-tiba seseorang membekap mulutnya sehingga Aisha terkejut dan ingin berteriak tapi tak bisa.
Orang itu membawa Aisha masuk ke ruang kerja Deva yang gelap gulita karena lampunya di matikan.
"Siapa kau? Berani sekali kau masuk kerumah ini dan menyentuhku?!" Bentak Aisha. Orang itu tak menjawab dan membuat Aisha sangat marah.
"Siapa kau? Cepat katakan! Jika tidak aku akan membunuhmu! Beraninya kau memasuki ruangan suamiku!" kata Aisha dengan nada tinggi.
"Kau ingin membunuh suamimu sendiri Aisha?" Kata orang itu dengan suara yang tak asing bagi Aisha. Kali ini Aisha yang ketakutan.
Orang itupun menghidupkan lampu ruangan itu dan betapa terkejutnya Aisha, ternyata pemilik suara yang tak asing itu memang Deva. Sekarang Aisha yang ketakutan memikirkan alasan mengapa ia bisa berada di depan ruangan itu.
"Su.. Suamiku! Ka.. Kau bagaimana bisa berada disini? Bukankah tadi kau masih tidur bersama Sid?" Tanya Aisha sambil menunduk kebawah
"Aisha, seharusnya aku yg bertanya! Sedang apa kau tengah malam seperti ini berada di depan pintu ruangan bawah tanah?" Tanya Deva dengan tatapan mata yang tajam terhadap Aisha.
"A.. Aku ha.. Ha.. Hanya..." Aisha tergugup tidak tau harus menjawab apa.
"Aisha jangan bilang jika kau..." Deva tak meneruskan ucapannya karena melihat wajah Aisha yang sudah ketakutan dan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Aku hanya ingin tahu semuanya. Apa posisimu dan pekerjaanmu yang disembunyikan itu" Kata Aisha dengan tertunduk ketakutan.
"Kau akan tahu, tapi tidak saat ini. Tunggu waktu yg tepat!" kata Deva. Deva pun meninggalkan Aisha tanpa berkata apa-apa lagi membuat Aisha mulai menangis sesenggukan di ruang kerja Deva.
Tak lama Deva kembali masuk ke ruangan itu dengan tatapan tajam terhadap Aisha.
__ADS_1
"Dan ingat Aisha, sebelum aku memberi tahumu segalanya jangan sesekali memasuki ruangan itu lagi seperti kemarin" Ancam Deva.
"I.. Iya" Aisha menjawab singkat kata-kata Deva lalu Deva kembali meninggalkan Aisha di ruangan itu dengan perasaan yang bingung. Aisha masih berdiri mematung kali ini bukan karena ruangan itu, Akan tetapi karena memikirikan bagaimana Deva bisa tahu jika aisha kemarin masuk ruangan itu? Padahal tidak ada CCTV di ruangan itu.
Aisha pun kembali sadar dari pikirannya dan segera pergi keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamarnya.
Sesampainya di kamar Aisha melihat Deva sudah tidur kembali memeluk Sid. Aisha pun memutuskan untuk tidur juga di samping Deva.
Aisha memeluk Deva dari belakang akan tetapi Deva menepis tangan Aisha yang sudah memeluk punggungnya. Seketika Aisha merasa bersalah dan sedih.
Apa dia akan membenciku? Tapi kenapa? Aku hanya ingin dia jujur tentang siapa dirinya. Aku ini istrinya bukan? Dan kami juga saling mencintai. Bukankah seharusnya dia jujur tentang segalanya padaku?
Tak lama Aisha pun tertidur. Tapi justru Deva kembali terbangun dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya.
Deva berjalan menuju balkon kamarnya dan duduk di kursi yang berada disana.
Deva menghembuskan nafasnya pelan dan memandang lurus kedepan.
"Bagaimana aku akan menceritakan segalanya padamu Aisha? Sebenarnya aku ingin jujur padamu, akan tetapi aku takut kejujuran ini menghancurkan kebahagiaan kita dan aku takut setelah kau mengetahui segalanya kau akan pergi jauh dariku." Gumam Deva lirih.
Pagi harinya Aisha bangun lalu tidak menemukan Deva di sisinya.
"Kemana dia?" Tanya Aisha pada dirinya sendiri, Aisha mencari Deva ke kamar mandi akan tetapi tidak ada. Kemudian Aisha pergi memeriksa kamar-kamar lain dan seluruh ruangan di rumahnya akan tetapi ia tidak bisa menemukan Deva dimanapun.
"Nona mencari siapa?" tanya Bi Asih tiba-tiba yang sudah berada di belakang Aisha.
"Hah?! Eh bibi membuatku terkejut saja!" Seru aisha tak menjawab pertanyaan Bi Asih karena terkejut.
"Hehe, maaf non. Nona Aisha mencari siapa?" Tanya Bi Asih kembali.
"Itu bi, eum.... Aku mencari suamiku, apa dia sudah berangkat ke kantor?" Tanya Aisha sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Belum non, dari tadi bibi berada di depan rumah, belum melihat tuan keluar. Bahkan mobil dan motor tuan juga ada di garasi." Jawab Bi Asih sambil menunjukkan raut wajah heran.
"Eh,emm... Baiklah bi mungkin dia sedang mandi." Ujar aisha sambil segera pergi meninggalkan Bi Asih yang masih heran dengan Aisha.
"Kenapa non Aisha bisa tidak tahu kemana suaminya?" Gumam Bi Asih sambil berlalu menuju dapur.
Di Balkon kamar Deva masih tertidur nyenyak di atas kursi. Walaupun cahaya matahari sudah menerpa tubuh dan wajahnya, hal itu tak membuat Deva terbangun.
Aisha memasuki kamarnya kembali dengan wajah yang sudah bingung mencari Deva yang belum dia temukan. Tiba-tiba Aisha melirik pintu menuju balkon yang sedikit terbuka.
"Hei, kenapa pintunya terbuka?" gumam Aisha bertanya pada dirinya sendiri sambil menghampiri pintu balkon yang terbuat dari kaca itu.
Aisha bermaksud menutup pintunya akan tetapi terhenti ketika matanya menangkap seseorang yang sedang duduk di kursi dengan kepala tersandar.
Aisha pun memasuki balkon dan menghampiri kursi yang terdapat seseorang itu.
Setelah melihat orang yang berada di kursi itu Aisha sangat terkejut bukan main.
"Deva!" Pekik Aisha membuat yang dipanggil tersentak dan bangun.
"Kau kenapa tidur disini? Dasar tidak waras! Dari tadi aku mencarimu,dan ternyata kau tidur disini? Dasar konyol!" Cercah Aisha membuat Deva bingung.
"Ada apa ini? Kenapa kau pagi-pagi sudah memarahiku seperti ini?" Tanya Deva bingung.
"Kau pikir saja sendiri!" Ketus Aisha sambil mengangkat sebelah kakinya lalu membuka sandalnya.
"Hei, mau apa kau?" Tanya Deva kembali dengan wajah ketakutan.
"Kau kira aku mau apa? Lihat ini ya! Kau sudah membuatku bingung dan mencarimu ke seluruh penjuru rumah ini! Kau harus merasakan akibatnya!" Cercah Aisha kembali sambil memukuli Deva dengan sandal yang tadi di lepasnya.
"Aw! Sakit Aisha, sakit! Hentikan sayang! Aku tidak tau kenapa aku bisa tidur di balkon!" Jelas Deva sambil mulai berlarian kesana kemari lalu berlari memasuki kamar.
__ADS_1
"Aku tidak mau ya mendengar alasanmu! Kau harus diberikan pelajaran!" Kata Aisha sambil berlari juga mengejar Deva yang sudah memasuki kamar.
Mohon maaf ya baru up lagi. Author sibuk memperbaiki bab sebelumnya.