Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Keajaiban


__ADS_3

Aisha berusaha menarik deva dengan sekuat tenaga, akan tetapi tidak berhasil karena kakinya yang tidak bisa berdiri terlalu lama. Hal itu lantas tak membuat Aisha menyerah untuk menyelamatkan deva. Aisha mencoba berdiri kembali lalu menarik deva lagi.


Tak berapa lama aisha merasa kakinya tidak lemas lagi dan punggungnya tidak sakit lagi saat berdiri,aisha merasa ada sebuah keajaiban yg membuat tubuhnya tidak kaku lagi. Aisha pun berdiri kembali dan mencari sesuatu yg bisa menarik deva dari tebing itu.


"Aisha,sudahlah.. lepaskan saja aku,biarkan aku mati saja!" ucap deva pasrah sambil melepaskan sebelah tangannya dari tebing itu.


Aisha menangis lalu berdiri dan kekuatan itu ternyata sudah hilang kakinya kembali lemas dan jatuh. Aisha tiba-tiba melihat sebuah akar pohon yg sepertinya kuat dan tidak mudah putus. Aisha menggeser-geserkan tubuhnya mendekati akar itu lalu mengambilnya sepanjang mungkin.


Kali ini aisha merasa bahwa ia akan berhasil menyelamatkan deva.


"Suamiku,peganglah akar ini!" perintah aisha sambil mengulurkan akar pohon yg diambilnya baru saja.


Deva pun memegang akar itu dengan sangat kuat. Aisha memegang ujung lainnya dan berusaha berdiri lalu duduk di kursi rodanya. Dengan sekuat tenaga aisha menariknya,Entah datang darimana lagi kekuatan itu sehingga aisha merasa tidak lemah lagi saat berdiri. Aisha kembali menariknya dengan sisa-sisa tenaganya. Kemudian kaki aisha melangkah sambil menarik deva.


Dengan seluruh kekuatan aisha berhasil menarik deva ke atas. Usaha itu bukan hanya menyelamatkan deva dari kematian akan tetapi memberi keajaiban terhadap aisha sendiri. Aisha sudah bisa berdiri tegak dan berjalan menghampiri deva.


"Aisha! lihat kau bisa berjalan lagi?!" seru deva.


"Apa?" aisha terkejut lalu mencoba berjalan dan ternyata ia bisa berjalan.


"Istriku!" seru deva lalu memeluk aisha dengan sangat erat. Deva dan aisha menangis dalam pelukan mereka. "Terima kasih kau sudah menyelamatkanku!" kata deva sambil mencium kening hingga pipi aisha dan kembali memeluk aisha dengan sangat erat.


"Tidak,dasar bodoh! jangan pernah pergi lagi jika aku memintamu tinggal di rumah bersamaku!" kata aisha sambil memukuli dada deva.


"Aisha aku pergi ke kantor karena ada meeting penting yg tidak bisa di-..." sebelum deva menyelesaikan kata-katanya aisha sudah menyelanya.


"Tidak bisa ditunda,begitu kan!" ketus aisha. "Apa karena aku tidak bisa berjalan,kau sudah menganggapku tidak penting lagi hah?" tanya aisha dengan sedikit membentak.


"Tidak sayang,kenapa kau berfikir seperti itu?" tanya deva sambil menghapus air mata aisha.


"Buktinya kau lebih mementingkan meetingmu daripada permintaan kecilku!" ketus aisha lalu memasang bibir cemberutnya.


"Aisha,maaf" balas deva sambil menjewer kedua telinganya dengan tangannya sendiri.


"Ayo kita ke rumah sakit,sepertinya kau terluka!" ajak aisha sambil memperhatikan kening deva yg masih mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


"Tidak aisha,aku ingin pulang ke rumah saja. aku hanya ingin diobati olehmu di rumah" kata deva sambil memegang kepalanya yg mulai merasa pusing.


"Baiklah,kalau begitu ayo kita duduk disana dulu. Aku akan menelepon supir untuk menjemput kita disini" kata aisha sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku lalu menelepon supir.


"Ayo,supir akan segera menjemput kita disini. Kita duduk dulu di sana!" kata aisha sambil menunjuk sebuah gubuk kosong yg tak jauh dari sana.


Aisha menggandeng deva untuk berjalan karena badan deva sudah lemah dan kepalanya terasa pusing akibat kepalanya yg terus mengeluarkan darah.


"Aishaaa.." lirih deva yg sudah mulai hilang kesadaran.


"Suamiku,bertahanlah. Sebentar lagi supir akan datang menjemput kita" ucap aisha sambil menggandeng suaminya yg sudah berjalan gontai menuju gubuk kosong itu.


Akan tetapi deva sudah sangat lemah dan diapun mulai tidak sadar.


'Bruukk' deva jatuh pingsan dan tergeletak di jalanan sepi itu.


"Suamiku! Bangunlah,aku mohon bertahanlah!" seru aisha sambil menidurkan kepala deva di pangkuannya dan menepuk-nepuk pipi deva.


"Aku mohon,bangunlah!" ucap aisha lagi dengan suara yg sudah bergetar menahan tangis.


"Ya, suamiku. Bertahanlah! Aku mohon, aku akan segera membawamu ke rumah sakit! Kau pasti kuat!" Sambil menangis tersedu-sedu.


Deva kembali kehilangan kesadarannya. Aisha segera menepuk-nepuk pipi Deva. Akan tetapi Deva tidak sadar juga.


Saat Aisha sedang berusaha membangunkan Deva sebuah mobil datang yang tak lain adalah supir Deva yang diteleponnya tadi.


Supir itu menghentikan mobilnya lalu turun dari mobil.


"Nona, mari saya akan memasukkan tuan ke dalam mobil!" Seru supir itu lalu meraih tubuh Deva dan memasukkannya kedalam mobil.


Aisha masuk ke mobil itu dan duduk di jok belakang dimana ada Deva.


Aisha menidurkan Deva lagi di pangkuannya. Supir mulai melajukan mobilnya.


"Pak supir, tolong cepat! Kita harus segera membawanya ke rumah sakit!" Perintah Aisha.

__ADS_1


"Baik nona." Patuh supir itu. Kini mobil melaju dengan kecepatan lumayan tinggi agar segera sampai di rumah sakit.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama karena jarak yang jauh akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


Deva segera di letakan di blankar yang sudah disediakan untuk keadaan darurat. Beberapa perawat mendorong Deva menuju ruang UGD. Begitu juga dengan Aisha yang ikut mendorong deva menuju ruang UGD dengan mata yang tak henti mengeluarkan air matanya.


Di depan ruang UGD seorang perawat menghentikan Aisha agar tidak ikut masuk ke ruang UGD.


Aisha duduk di kursi tunggu yang berada di depan ruang UGD dengan perasaan yang tak menentu.


Sekitar 30 menit akhirnya dokter selesai menangani Deva dan keluar dari UGD.


"Dokter, bagaimana keadaan suamiku?" Tanya Aisha.


"Lukanya cukup serius jadi dia harus di rawat beberapa hari di rumah sakit" Balas dokter itu.


"Baiklah dok, terima kasih" Kata Aisha sambil tersenyum lembut.


"Sama-sama. Saya pamit untuk kembali bekerja dan anda bisa menemui suami anda setelah dipindahkan ke ruang rawat." Dokter itu memberi penjelasan.


"Baik dokter." Angguk Aisha.


Tak lama Deva di dipindahkan ke ruang rawat VVIP dan Aisha segera menemui Deva di ruang rawat.


Dilihatnya Deva sedang tertidur pulas, Aisha pun mendekatinya dan duduk di sampingnya.


Aisha mengelus kepala Deva dengan lembut lalu mencium keningnya penuh kasih sayang. Beberapa saat kemudian kantuk mulai menyerangnya, akhirnya aishapun tertidur di samping Deva.


Deva yang sebenarnya hanya berpura-pura tidur membuka matanya dan menoleh ke sampingnya lalu tersenyum melihat Aisha yang sudah tertidur nyenyak.


"Maafkan aku yang selalu membuatmu cemas Aisha." Kata Deva sambil mengelus kepala Aisha lalu kembali memejamkan matanya dan tertidur lagi.


Tak terasa hari semakin malam. Aisha tidak pulang ke rumah walaupun sebentar, hal itu karena ia tidak ingin meninggalkan Deva sendirian di Rumah Sakit.


Selamat Membaca. Jangan lupa like,coment dan vote***

__ADS_1


__ADS_2