Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Kejahatan Rama(Davine)


__ADS_3

Deva masih berada dalam pesawat menuju london setelah kembali mendapat telepon yg berisi ancaman dari Davine.


Kali ini yg menjadi senjata ancaman Davine adalah ibunya deva karena lada saat ingin menculik aisha Davine tidak menemukan keberadaan aisha.


"Tuan,bagaimana rencana kita sekarang untuk menyelematnya nyonya ratih dan mengalahkan Davine?" ucap reihan yg duduk di samping deva.


"Reihan,saat ini kita butuh pasukan khusus kita yg sudah terpilih dan sangat ahli untuk membuat rencana untuk mengalahkan Davine. Jadi sekarang juga kau hubungi Ridan untuk mengumpulkan seluruh pasukannya" perintah deva pada reihan.


"Baiklah tuan aku akan menghubunginya" patuh reihan lalu segera berdiri dan menjalankan perintah dari deva.


Sepeninggal reihan deva merasa sangat merindukan Aisha walau baru beberapa jam pergi tapi rasanya ia sudah sangat merindukan aisha istri mungilnya itu. Deva mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas nya kemudian ia menelepon aisha.


"Hallo sayang" ucap deva mengawali pembicaraan.


"Ya Hallo sayang apa kau sudah sampai?" tanya aisha.


"Belum aku masih dalam pesawat." ucap deva


"Ada apa meneleponku?" tanya aisha.


"memangnya tidak boleh ya?" ucap deva sambil cemberut.


"Tidak maksudku bukan begitu" ujar aisha membuat deva terkekeh.


"iya iya aku tau sayang. Baiklah kau sedang apa?" tanya deva.


"aku hanya sedang berbaring saja" balas aisha.


"Kau sudah makan ?" tanya deva kembali.


"Hmm...belum" jawab aisha.


"Makanlah dulu kau pasti lapar" perintah deva pada aisha.


"Nanti saja ya. Saat ini aku hanya mengantuk,aku ingin tidur" balas aisha.


"Heuh,baiklah tidurlah kau pasti lelah karena tadi malam" ucap deva nakal.


"Ka..kau ini kenapa selalu membahas hal seperti itu?! kau sudah tua dan sebentar lagi akan punya anak!" ketus aisha.

__ADS_1


"hahaha,,baiklah sudah sana istirahat" perintah deva sambil terkekeh.


"Ok suamiku. Daah" ujar aisha lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Dasar gadis manjaku" gumam deva sambil tersenyum geli.


Beberapa menit setelah deva selesai menelepon aisha,reihan pun datang.


"Tuan,aku sudah menghubungi ridan. Dia bilang akan segera mengumpulkan anak buahnya dan akan menunggu kedatanganmu di tempat biasa" ucao reihan menjelaskan.


"Baiklah. Berapa lama lagi pesawat kita akan mendarat?" tanya deva pada reihan.


"kira-kira setengah jam lagi tuan" balas reihan.


Setengah jam kemudian,pesawat sudah mendarat. Deva dan Reihan turun dari pesawat lalu segera memasuki mobil yg sudah disediakan. Didalam mobil terdapat susan dan suaminya rama.


"Bagaimana mama bisa diculik?" tanya deva menyelidik pada susan.


"Aku tidak tahu kak, saat itu aku dan rama sedang keluar. lalu tiba-tiba pada saat aku datang rumah sudah sangat berantakan dan pembantu kita sudah tewas mengenaskan disana juga bercucuran darah,aku takut terjadi hal yg buruk pada mama" jelas susan sambil menangis sesenggukkan. Matanya sudah sembab akibat tidak berhenti menangis selama 2 hari. Rama berusaha menenangkan susan tapi susan tetap menangis.


"Kau sudah mencarinya? atau ada yg meninggalkan petunjuk dirumah?" tanya deva menyelidik lagi.


"Baiklah aku akan menyelidikinya" ucap deva tidak bertanya lagi. Sepanjang perjalanan Deva hanya melirik rama sesekali. Deva merasa ada gelagat aneh yg ditunjukkan rama padanya saat Susan sedang menceritakan hilangnya sang ibu.


Sesampainya di rumah deva langsung kembali pergi menuju ke tempat pertemuan dengan Ridan anak buahnya.


"Susan,kau tunggu di rumah aku harus pergi untuk rapat dulu. setelah pulang baru kita mencari mama" perintah deva. Sementara rama,Deva hanya meliriknya saja dengan sinis karena deva masih menyelidikinya.


"Baiklah kak" angguk susan lalu deva pun segera pergi.


Sepeninggal deva kini hanya tinggal rama dan susan yg berada di rumah. Raut wajah susan yg semula tentram ketika ada deva sang kakak berubah menjadi ketakutan ketika melihat suaminya.


"Apa kau memberitahunya?" tanya rama dengan wajah kejam dan nada mengancam.


"Ti..tidak. Aku sama sekali tidak memberitahunya" jawab susan dengan wajah ketakutan dan pucat.


Lalu tiba-tiba rama mencengkram dagu susan dan 'plaak' rama menamparnya hingga terjatuh dan sudut bibirnya berdarah. Susan pun menangis lalu jatuh pingsan. Rama pun tertawa terbahak-bahak dan memanggil beberapa pelayan.


"Hei kalian! cepat bawa dia ke kamarnya dan obati dia jika tidak aku akan membuat kalian bernasib sama seperti ratih dan juga susan!" perintah rama sambil mengancam. Para pelayan itu pun membawa susan ke kamarnya.

__ADS_1


Rama kembali tertawa terbahak-bahak tidak sadar bahwa beberapa orang anak buah deva sedang memperhatikannya dan merekam aksinya itu.


*Di tempat pertemuan deva*


"Tuan kami sudah menyelidikinya" ucap ridan memulai pembicaraan.


"Lalu apa kau mendapat informasi?" tanya deva dengan wajah datar dan tegas nya.


"Ya tuan. Dugaanmu memang benar Davine adalah rama suami dari adikmu. Dia menculik ibumu karena agar kau menyerahkan kekuasaan serta perusahaanmu padanya. Sebenarnya dia berusaha menculik nona aisha tapi gagal karena kau telah lebih dulu menyembunyikannya. Jadi dia menculik ibumu. " jelas ridan


"Lalu kau menemukan keberadaan ibuku ?" tanya deva


"Ya tuan dia disekap di sebuah rumah kosong jalan xx" jawab ridan.


"Baiklah kita mulai rencana ini. Kau masuklah ke perusahaannya dengan melamar pekerjaan lalu berikan data-data perusahaannya yg sangat penting padaku. Sisanya aku serahkan padamu dan Reihan" jelas deva.


"Baik tuan" ucap reihan dan ridan bersamaan.


Di tengah pertemuan itu tiba-tiba ponsel deva berdering. Deva membukanya ternyata dari salah satu anak buahnya mengirim pesan whatsapp dan isinya sebuah video yg menunjukkan dimana susan di tampar oleh rama hingga jatuh pingsan.


Deva sangat terkejut melihatnya dan wajahnya berubah menjadi emosi.


"Dasar ********! aku akan menghabisimu rama alias davine" teriak deva membuat seisi ruangan itu menoleh padanya.


"Ada apa tuan?" tanya reihan.


"Dia juga menyiksa susan adikku! kita harus segera melaksanakan rencana ini" seru deva. "Jangan lupa ridan,kirim seseorang untuk membebaskan ibuku!" lanjut deva dengan wajah yg berubah menyeramkan.


"Baik tuan." ucap seluruh anak buah deva lalu segera pergi untuk melaksanakan seluruh perintah deva. Deva sendiri akan segera pulang ke rumah untuk melihat keadaan susan. Tapi sebelum itu dia juga akan menjaga aisha terlebih dahulu dengan mengirim beberapa lagi anak buahnya.


"Kalian pulanglah ke jakarta dan jaga istriku jangan sampai dia terluka sedikitpun. Jika tidak aku akan menghabisi kalian semua" ancam deva pada sisa anak buahnya


"Baik tuan" patuh anak buahnya itu.


Deva dan anak buahnya pun segera bergegas pada tujuan mereka masing-masing.


Sesampainya di rumah ia memergoki rama yg sedang pura-pura merawat luka susan. Deva muak akan tetapi ia harus bersandiwara sebaik mungkin sampai tiba saatnya untuk menghancurkan kejahatan rama.


Sebagai ganti beberapa hari tidak up maka siang ini author up episode terbaru lagi yaa.. selamat membaca!! 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2