Ikatan Cinta Masa Kecil

Ikatan Cinta Masa Kecil
Ibu Ratih Meninggal


__ADS_3

Setelah selesai Deva segera keluar dari gudang itu. Di luar gudang ternyata sudah ada beberapa anak buahnya yg menunggunya dengan sebuah mobil.


"Mari tuan anda sudah ditunggu" ucap salah satu anak buah itu.


"Baiklah ayo" ucap deva seraya memasuki mobil yg disiapkan itu. Deva duduk di kursi belakang sedangkan di kursi pengemudi sudah ada reihan asisten nya yg selalu setia menemani kemanapun ia pergi dalam urusan bisnis ataupun lainnya.


Mobil pun melaju. Jalan yg di lalui mereka adalah jalan menuju Rumah sakit. Ya deva akan pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi ibu ratih yg sedang di rawat akibat shock pasca penculikkan yg dialaminya. Bahkan selama disekap oleh penculik yg tak lain adalah menantunya sendiri itu ia setiap harinya disiksa dan tak di beri makan,hal itu membuat kondisi ibu ratih lemah dan harus menjalani perawatan.


Deva sudah sampai di parkiran rumah sakit,ia pun turun dari mobilnya diikuti reihan dibelakangnya dan memasuki rumah sakit itu.


"dimana ruang perawatan pasien yg bernama Ibu ratih rafandi dirawat?" tanya deva pada seorang resepsionis rumah sakit itu.


"Di kamar VVIP no 2 di lantai 3 tuan" ucap resepsionis itu sambil melihat komputer.


Deva pun segera pergi menuju lift ke lantai 3 untuk menemui ibunya.


Sesampainya di lantai 3 deva sudah menemukan kamar tempat ibu ratih di rawat. Ia pun membuka pintunya perlahan dan memasuki kamar itu. Dilihatnya ibu ratih sedang tertidur pulas. Deva pun berjalan mendekatinya lalu mengelus kening bu ratih perlahan. Bu ratih yg mendapat sentuhan itu terbangun.


"De..deva? kau disini nak? ucap bu ratih lemah sambil berusaha bangun.


"Jangan mam,mama tidurlah dulu mama masih lemah" ujar deva mengingatkan.


"Tidak! mama tidak punya waktu lagi. Mama ingin mengatakan sesuatu" ujar ibu ratih sambil memegang tangan deva.


"Mama jangan mengatakan hal seperti itu! Mama pasti akan sembuh!" tegas deva.


"Tidak! Nak,bawa susan kembali ke Indonesia bersamamu carilah orang tua kandungnya dan pertemukan dia dengan orang tua kandungnya!" ucap bu ratih sangat lemah.


"Maksud mama? apa susan bukan anakmu?" tanya deva terkejut.


"Ya,beberapa tahun lalu dia mama temukan di jakarta. Dia adalah anak dari teman mama yg bernama Dewi dan suaminya Haris. Tolong pertemukan dia dengan orang tua kandungnya." ucap ibu ratih semakin melemah.


"Tapi mam,dimana aku harus menemukan kedua orang tua kandung susan?" tanya deva panik dan kebingungan karena keadaan ibunya yg sudah semakin melemah.

__ADS_1


"Di..di..laci ka..kamar ma..ma..mama ada-.." tiiitttttttt sebelum menyelesaikan kata-katanya bu ratih menghembuskan nafas terakhirnya dan membuat deva seketika terdiam lalu menjatuhkan air matanya. Deva merasa lemas melihat ibunya telah tiada akhirnya lututnya pun terhentak ke tanah dan deva menangis sejadi-jadinya. Reihan yg sedari tadi berada di belakangnya menghampiri deva dan membantu deva berdiri kembali.


"Han! kenapa ini bisa terjadi pada saya? Dulu Ayah saya meninggal karena kecelakaan,dan sekarang mama meninggal karena ulah Rama" lirih deva dalam tangisnya.


"Tuan anda harus tabah dan ikhlas! Nyonya besar sudah tenang bersama Tuan Besar" ucap reihan sambil memegang pundak deva.


"Tolong kau hubungi aisha dan kabari dia tentang ini dan tolong jemput susan" perintah deva lemas.


"Baik tuan. Tapi apa tuan tidak apa-apa ditinggalkan sendiri disini?" tanya reihan mencari keyakinan dari deva.


"Ya,aku tidak apa-apa" balas deva dengan nada sendu.


Tak lama susan datang dan segera menangis histeris ketika melihat ibunya sudah diam tak bernyawa lagi.


"Kakak,siapa yg telah membuat mama seperti ini?" ucap susan dengan nada gemetar.


"Suamimu itu yg telah membuat ibu kita pergi dari dunia ini!" teriak deva penuh kebencian.


"Ra..rama? dimana dia?" tanya susan dengan nada emosi.


Merekapun kembali menangis bersamaan. Hingga datanglah beberapa perawat yg akan melepaskan alat-alat di tubuh ibu ratih.


"Pak kami izin melepaskan alat-alat ini dari tubuh pasien,karena kami takut disebut telah menyiksa pasien yg sudah meninggal" ucap seorang suster dengan berhati-hati.


"Silahkan suster" ucap susan memberikan izin.


Sementara deva hanya termenung dengan posisi terduduk di lantai.


"Kak,sudalah ayo kita bawa jenazah ibu pulang. Kita tidak mungkin membiarkannya,kita harus memakamkannya" ujar susan sambil memegang pundak kakaknya itu.


"Ya,kau benar. Kita harus membawanya untuk di makamkan di Indonesia. Sesuai pesannya. Jika mama tiada,ia ingin dimakamkan bersebelahan dengan ayah" ucap deva pelan.


Susan hanya mengangguk lalu memberi isyarat pada reihan untuk mempersiapkan kepulangannya.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian Deva,Susan dan Reihan beserta jenazah ibu ratih sudah berada dalam pesawat.


Di Indonesia


Aisha beserta keluarganya sudah berada di rumah deva dan menyiapkan pemakaman ibu ratih. Aisha sendiri matanya sudah sembab akibat menangis terus menerus.


"Aisha,sudah jangan menangis lagi. Mertua mu orang yg sangat baik,sudah pasti dia bahagia di dunia barunya bersama ayahnya Deva yg sudah tiada lebih dulu" ucap Aryan menenangkan aisha.


"Aku hanya tidak menyangka bahwa mama ratih akan pergi secepat ini " ucap aisha sambil menangis tersedu-sedu


Ibunya aisha pun datang menghampirinya dan memeluk putrinya itu.


"Sudah aisha,jika kau bersedih seperti ini lalu bagaimana dengan suamimu? siapa yg akan menenangkannya dan menghiburnya disaat-saat seperti ini. Dan ingatlah kau sedang hamil jangan terlalu bersedih karena pasti akan mempengaruhi janinmu" ujar ibunya aisha menasehati.


"Ibu benar,aku harus menghibur deva disaat seperti ini." ujar aisha setuju lalu menghapus air matanya.


"Aisha,dari semalam kau belum makan apa-apa sejak reihan memberitahumu kepergian ibu ratih. Sekarang makanlah sesuatu agar kau tidak lemah" ucap resha sambil membawa sepiring makanan dan menyodorkannya pada Aisha.


Aisha pun memakan makanan yg diberikan resha lalu memakannya karena memang dia sudah merasa sangat lapar.


Tak lama datanglah mobil ambulance yg membawa jenazah ibu ratih diikuti oleh mobil deva yg tak asing bagi aisha di belakangnya.


Deva turun terlebih dahulu untuk membantu menurunkan jenazah ibunya. Aryan dan ayahnya aisha pun ikut membantu menurunkan jenazah ibu ratih.


Suasana kembali sedih. Bahkan saat deva membawa jenazah ibunya air matanya tak berhenti mengalir.


"Mari,biar kami mandikan jenazah ibu ratih. Tolong dibawa ke tempat yg sudah disediakan" ucap seorang wanita tua bernama iyem yg sudah terbiasa memandikan jenazah.


"Iya bu silahkan" ucap aryan mewakili deva.


"Ayo Deva masuk dulu ke rumah,biarkan mereka memandikan jenazah ibumu" ajak aryan sambil merangkul deva dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Kau istirahat dulu dan temui Aisha di kamarnya" perintah aryan pada deva.

__ADS_1


Deva pun segera pergi ke kamarnya dan benar saja aisha sudah sangat menunggunya di kamarnya. Deva merasa kesedihannya teralihkan ketika melihat sosok yg ia rindukan saat ini. Rasanya ingin sekali ia mencurahkan isi hatinya dan segalanya yg terjadi di London hingga ibunya tiada pada Aisha. Ia pun berjalan menghampiri aisha dan segera memeluknya.


Selamat membaca


__ADS_2